Ye Xuan, pria berusia 35 tahun yang terjebak dalam kehidupan monoton dan menyedihkan sebagai pekerja minimarket, tewas mengenaskan akibat tabrak lari di tengah malam yang sedang hujan lebat. Di detik-detik terakhir hidupnya yang dipenuhi penyesalan atas takdir yang selalu menginjak-injaknya, ia memohon sebuah kehidupan yang tenang.
Namun, kesadarannya justru ditarik ke dalam Ruang Gacha raksasa yang membekukan waktu, memberinya satu tiket emas sebagai kompensasi anomali takdir, lalu melemparnya kembali ke masa SMA.
Kini, dibekali warisan Tabib Dewa kuno dan sebuah sistem Gacha, pria paruh baya di dalam tubuh remaja ini harus merancang ulang jalan hidupnya, siap memotong siapa saja yang berani menghalangi tujuannya di dunia kultivasi modern wuxia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 Jarum Pengekang Kematian
Ruangan VVIP itu mendadak sunyi senyap. Suara detik jam dinding dan dengungan pelan dari mesin pendeteksi detak jantung menjadi satu-satunya melodi di tengah ketegangan yang mencekik.
Song Yuyan masih berdiri kaku dengan punggung menempel di dinding. Matanya yang indah menatap ke arah sosok berjubah hitam yang kini berdiri santai di samping ranjang kakeknya. Otot-otot tubuhnya menegang, membuat gaun malam hitam ketat yang ia kenakan semakin mencetak jelas lekuk tubuhnya yang sempurna. Dada penuhnya naik turun dengan cepat karena panik, menonjolkan belahan dadanya yang menggoda dari balik potongan gaun yang rendah. Sepasang kaki jenjangnya yang terbalut stoking hitam tipis terkunci di lantai, sama sekali tidak bisa digerakkan.
"Hmm..." Ye Xuan bergumam pelan, sama sekali tidak memedulikan tatapan membunuh dari gadis cantik bahenol di sudut ruangan itu.
Fokusnya sepenuhnya tertuju pada tubuh renta Song Tianming. Ye Xuan mengulurkan tangan kanannya yang terbebas dari jubah, lalu menempelkan dua jarinya ke pergelangan tangan pria tua itu untuk memeriksa denyut nadinya.
Dingin. Sangat dingin. Rasanya seperti menyentuh balok es yang baru dikeluarkan dari ruang pendingin.
"Racun Hawa Dingin Jiuyou sudah menyebar hingga ke pembuluh darah utama di sekitar jantung," batin Ye Xuan menganalisis dengan cepat. "Jika aku terlambat sepuluh menit saja, organ dalamnya akan membeku sepenuhnya dan hancur menjadi serpihan."
Ye Xuan melepaskan tangannya. Dia merogoh gulungan kain kulit dari balik jubahnya dan membentangkannya di atas meja kecil di samping ranjang. Deretan jarum perak dengan berbagai ukuran berkilau memantulkan cahaya lampu ruangan yang temaram.
"Hahhhhh..." Ye Xuan menghela napas panjang untuk menenangkan detak jantungnya sendiri.
Dia tahu tubuhnya saat ini sangat lemah. Menggunakan Teknik Jarum Penakluk Surga dari Warisan Tabib Dewa membutuhkan fokus mental dan tenaga fisik yang luar biasa. Jika dia melakukan satu kesalahan kecil, bukan hanya nyawa Song Tianming yang melayang, tapi Ye Xuan sendiri bisa mati karena serangan balik dari energi dingin tersebut.
Tanpa membuang waktu, Ye Xuan mengambil tiga batang jarum perak berukuran sedang. Matanya menyipit tajam. Aura kemalasan dari seorang kasir minimarket seketika lenyap, digantikan oleh ketenangan mutlak seorang master medis yang memegang kendali atas hidup dan mati.
Syuuu! Syuuu! Syuuu!
Tangan Ye Xuan bergerak dengan kecepatan yang nyaris tidak bisa ditangkap oleh mata telanjang. Tiga jarum perak itu langsung menancap tepat di tiga titik meridian mematikan di dada Song Tianming, Titik Tanzhong, Juque, dan Qihai.
Song Yuyan yang masih mematung di sudut ruangan melebarkan matanya hingga batas maksimal. Jantungnya berdebar sangat kencang karena ketakutan. Dia tidak bisa berteriak, tapi batinnya menjerit histeris. Tiga titik itu adalah titik kematian! Menusuk ketiganya secara bersamaan di dunia beladiri sama saja dengan membunuh seseorang secara instan!
Namun, detik berikutnya, pemandangan yang sama sekali tidak masuk akal terjadi di depan matanya.
Tttt... tttt... ttt...
Mesin pendeteksi detak jantung yang tadinya berbunyi lemah dan putus-putus tiba-tiba mulai menunjukkan grafik yang sedikit lebih stabil. Warna biru pucat di wajah Song Tianming perlahan berhenti menyebar.
Ye Xuan tidak berhenti sampai di situ. Keringat dingin sebesar biji jagung mulai bermunculan di dahinya. Otot lengannya bergetar menahan tekanan dari energi dingin yang mencoba melawan masuk melalui jarum peraknya. Tubuh remajanya benar-benar dipaksa bekerja melampaui batas.
"Hahhhh... sialan, tubuh ini benar-benar menyedihkan," rutuk Ye Xuan dalam hati. Rahangnya mengeras.
Dia kembali mengambil lima jarum perak yang lebih panjang. Kali ini, gerakannya lebih lambat namun jauh lebih bertenaga. Dia menusukkan kelima jarum itu di sekitar area jantung membentuk formasi bintang lima sudut.
Setiap kali jarum itu masuk, Ye Xuan memutar ujungnya perlahan, memancing racun dingin yang mengendap untuk keluar.
Pfttt!
Tiba-tiba, setetes cairan kental berwarna hitam pekat dan berbau sangat busuk merembes keluar dari pori-pori kulit Song Tianming, tepat di titik tempat jarum-jarum itu menancap. Bersamaan dengan keluarnya cairan hitam itu, suhu ruangan yang tadinya sedingin kulkas perlahan mulai kembali normal.
Song Yuyan menatap kejadian itu dengan napas tertahan. Kemarahan dan kepanikannya perlahan menguap, digantikan oleh rasa terkejut dan kekaguman yang luar biasa. Para dokter spesialis dan tabib senior dengan bayaran puluhan juta yuan tadi bahkan tidak tahu harus berbuat apa, tapi pria misterius berjubah hitam ini hanya butuh beberapa menit dan delapan batang jarum untuk menstabilkan kondisi kakeknya!
Siapa pria ini sebenarnya?! Apakah dia monster tua dari gunung suci yang sedang menyamar?!
Lima belas menit berlalu dengan sangat lambat. Ye Xuan terus memutar dan menyesuaikan kedalaman jarum peraknya. Keringat kini membasahi seluruh wajahnya, menetes dari dagunya hingga jatuh ke lantai. Napasnya terdengar semakin berat. Tangan kanannya yang memegang jarum terakhir terlihat gemetar hebat.
"Selesai."
Ye Xuan akhirnya mencabut semua jarum perak itu dengan satu tarikan cepat.
Syuuu!
Bersamaan dengan dicabutnya jarum terakhir, Song Tianming yang sejak tadi koma tiba-tiba membuka mulutnya.
"Uhukk... uhukkk!"
Pria tua itu terbatuk keras, memuntahkan segumpal darah hitam pekat ke atas selimut putihnya. Darah hitam itu langsung mengeluarkan asap tipis yang dingin dan berbau busuk. Setelah memuntahkan racun itu, dada Song Tianming mulai naik turun dengan teratur. Warna kulitnya perlahan kembali kemerahan. Napasnya stabil. Dia memang belum sadarkan diri karena kelelahan ekstrim, tapi nyawanya sudah sepenuhnya aman.
Ye Xuan melempar jarum-jarum perak yang sudah menghitam karena racun itu ke nampan medis di dekatnya. Dia mundur selangkah dan bersandar di pinggiran meja, mengatur napasnya yang terengah-engah. Kepalanya sedikit pusing karena kelelahan fisik yang teramat sangat.
"Hahhhhh... hahhh... untung saja aku tepat waktu," gumam Ye Xuan pelan.
Dia menoleh ke arah Song Yuyan yang masih berdiri mematung di sudut ruangan. Mata gadis bahenol itu kini memancarkan rasa lega yang luar biasa bercampur dengan rasa ingin tahu yang sangat besar.
Ye Xuan berjalan perlahan mendekati gadis itu. Semakin dekat dia melangkah, aroma parfum mewah yang bercampur dengan keringat dingin dari tubuh Song Yuyan tercium semakin jelas. Tatapan Ye Xuan menyapu sekilas lekuk tubuh gadis itu yang tercetak jelas di balik gaun ketatnya, lalu kembali menatap mata Song Yuyan dengan tatapan datar dan tanpa emosi.
"Aku akan mencabut jarum penahan di lehermu," ucap Ye Xuan dengan suara beratnya yang sengaja dibuat sedikit parau dari balik tudung jubahnya. "Jika kau berteriak memanggil penjaga, aku pastikan jarum berikutnya akan menembus tenggorokanmu sebelum suara bodohmu itu keluar. Apakah kita sepakat, Nona Song?"
Song Yuyan menatap tajam mata gelap di balik tudung itu. Dia adalah pewaris konglomerat yang arogan, terbiasa memerintah dan ditakuti oleh para pria. Tapi saat ini, berdiri di hadapan sosok misterius ini, dia merasa seperti seekor kelinci yang sedang ditatap oleh predator puncak.
Gadis cantik itu tidak punya pilihan lain selain mengedipkan matanya dua kali dengan cepat sebagai tanda setuju.
Ye Xuan mengangkat tangannya dan mencabut jarum kecil di bagian belakang leher Song Yuyan.