Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanpamu Lebih Baik Tiada
"Kakak, meski raja Han tidak secakap yang mulia putra mahkota namun raja Han adalah adik dari yang mulia kaisar, yang mulia kaisar pasti memperlakukan mu dengan baik" Lin Zhi melangkah mendekati sang kakak, ia datang tentu saja tak membawa niat baik.
Ucapan lembut ini jelas saja hanya sebuah ejekan, raja Han yang agung di masa lalu hanya menjadi pria tak berguna saat ini, selain bodoh ia juga hampir kehilangan kekuasaan, lalu hal baik apa lagi yang bisa di miliki gadis bajingan ini.
Putra mahkota begitu mulia dan agung, bagaimana mungkin memiliki putri mahkota seperti dia, Zhang Liu dan raja Han adalah pasangan yang paling cocok
Yang satunya bodoh pengecut serta lemah dan yang lainya idiot dan suka membunuh tanpa ampun, bukankah mereka cocok, jika Liu Yan benar menikahi raja Han maka hari harinya di kediaman han tak akan berjalan mulus.
"Adik, bagaimana ini, aku tak mau menikahi Raja itu, aku tak mau, dia adalah pria yang mengerikan dan kejam, adik tolong bantu aku untuk membujuk ayah, ayah paling sayang pada mu, yang mulia putra mahkota akan kembali dalam beberapa waktu, saat akhir tahun kami memohon untuk mengabulkan pernikahan" Zhang Lin selalu berkata lembut penuh arti di hadapannya, Liu Yan yang bodoh tentu saja tak akan pernah menyadari niat buruk dari segala perhatian itu.
"Kakak jangan gegabah, tiang dan dinding, punya mata dan telinga, dan, huh" Lin Zhi menghela nafas pelan seolah begitu berat untuk mengatakannya.
Kakak perempuannya ini masih saja bodohnya seperti tahun tahun lalu, apakah ia fikir berbisik akan menghalangi pengawasan orang di sekitar?, ia rasa tidak l
"Keputusan kaisar juga sudah bulat, belum lagi ini juga hal yang di inginkan oleh nenek, ayah berada dalam stuasi yang sulit, kakak, putra mahkota paling sayang pada mu, tapi aku tak berdaya, jika salah bergerak akan menghancurkan seluruh klan kita, kakak aku tak tau harus melakukan apa" Lin Zhi melanjutkannya
Liu Yan hanya putri lemah yang tak di sukai ayahnya, namun sebagai adik tiri ia dan ibunya harus bertindak lembut di hadapan ayahnya, bertindak seolah perduli, ia gadis berpendidikan, tentu saja harus pandai membangun citra.
Banyak rumor yang beredar di luar namun Liu Yan hanya gadis yang selalu berdiam diri di kediaman, terlebih sejak kepergian putra mahkota, kabar kabar jika nona pertama keluarga Zhang begitu lemah dan bodoh yang jatuh cinta pada putra mahkota, namun harus menikahi raja Han yang idiot
Putra mahkota adalah putra naga, menikahi wanita idiot seperti itu bagai aib di mata semua orang, kaisar juga tak akan membiarkan putranya terjebak dalam perasaan pribadi, ia adalah calon penguasa dan seorang penguasa tak bisa terlibat dalam urusan seperti ini, jika bersikeras maka kehancuran sudah menanti di ujung jalan.
"Adik aku tak bermaksud melibatkan keluarga kita, tapi raja Han ini?, raja Han ini terlalu aneh, aku juga pernah mendengar jika dirinya suka membunuh" Liu Yan mencicit pelan, keputusan ayahnya sudah bulat, bahkan Lin zhi pun tak bisa menghentikannya, apakah ia benar benar harus menikahi raja Han?, ia tak mau, ia tak Sudi dan ia tak rela.
"Kakak, Lin er tak bisa mengatakan apapun selain menyebut ini takdir yang di lukis dewa, kakak Lin er yakin kakak bisa melewati ini, kakak Lin er tak bisa menemani mu lebih lama karena harus menemui ibu, kakak beristirahatlah dengan baik, ayah sedang marah saat ini, setelah lebih baik kita bisa bicara lebih damai" Lin Zhi melangkah meninggalkan Liu Yan mengikuti langkah sang ayah yang dalam suasana hati buruk
Setelah kepergian Lin Zhi Liu Yan hanya bisa tertunduk dan menepis air matanya.
"Tidak tidak, aku tidak mau, aku hanya mencintai putra mahkota kami juga sudah berjanji, tidak mungkin, aku tidak mungkin menikahi raja Han, tidak" Liu Yan menepis air matanya dengan kasar, ia tak ingin menikahi pria idiot itu, ia tak ingin
"Nona, jangan menangis lagi, anda tak bersalah" Pelayan di sisinya berucap lembut, nonanya sudah menangis selama beberapa jam, jika di biarkan lebih lama maka nonanya akan mengalami buta
"Wei Yuan, mengapa, mengapa aku harus menikahi raja Aneh itu, Wei Yuan, aku hanya mencintai yang mulia" Ia dan putra mahkota telah bersama sama sedari muda.
mereka juga sudah menjanjikan sebuah pernikahan megah dan fenomenal, namun mengapa ini terjadi, putra mahkota akan kembali, tapi dirinya?, dirinya bahkan tak bisa menunggu dengan setia, dan akhirnya di paksa menikahi raja aneh yang suka membunuh ini.
"Nona" Pelayan bernama Wei Yuan tentu saja mencemaskan sang nona, bagaimanapun keduanya adalah orang yang saling bergantungan, jika Liu Yan melakukan hal buruk bukankah sama saja dengan menyakiti dirinya sendiri?
"Wei Yuan, apakah aku benar benar tak bisa dengan yang mulia, jika demikian untuk apa aku selama ini" Ia terus menangis, dan masih berusaha keras menolak nasib yang akan segera menyambutnya
Siapa yang mau menikahi seorang pria kejam seperti raja Han, ia sempat mendengar raja Han yang aneh juga suka membunuh orang di kediamannya, ia tak ingin menjalani kehidupan yang lebih buruk dari kematian ini.
Ia tak menginginkan kehidupan yang seperti ini, ia hanya ingin menikmati kehidupan nyaman dan tenang di sisi putra mahkota, tapi mengapa?, mengapa semua terjadi begitu cepat.
Dalam sekejap pertunangan di putuskan, pernikahan di laksanakan, dan Zhang Liu Yan bahkan tak bisa mengatakan sedikitpun penolakan
"Nona pernikahan ini adalah pilihan kaisar" Kenyataan ini kembali memukul hayalan nya ke titik dasar, perintah kaisar adalah hal yang mutlak, tapi mengapa?, mengapa perintah mutlak itu harus jatuh pada dirinya?, apakah tidak bisa di berikan pada orang lain saja
Zhang Liu menghela nafas pelan, benar juga, ia sudah begitu pusing dengan hal hal
"Aku mengerti, kau kembalilah"
"Tapi nona?"
"Aku akan menjaga diri ku dengan baik" Wei Yuan hanya bisa bergerak dan meninggalkan sang nona
"Yang mulia, jika tak bersama mu maka untuk apa hidup ini" ia menghela nafas dengan pelan.
Langkah kecilnya bergerak meninggalkan kamar, tujuannya adalah sebuah kolam buatan di dekat pohon rimbun itu dan
"Kakak putra mahkota, ini adalah akhir dari kisah kita, aku harap kau tak menyalahkan ku, aku mencintai mu, aku berharap di kehidupan lainnya kita akan kembali di pertemukan dan perjalanan cinta kita bulan lagi pasangan yang sulit
"Byurr" tak ada yang tau, tak ada yang menyadari bahwasanya nona saja dari kediaman perdana Mentri sudah menghilang di dalam ketengan air danau.