NovelToon NovelToon
Boy Is My Future Wife

Boy Is My Future Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Kejutan yang Freya siapkan untuk William berubah menjadi mimpi buruk saat ia memergoki pria itu berselingkuh. Tanpa niat melabrak, Freya justru merekam pengkhianatan tersebut dan bersumpah akan membalasnya.
Namun, sebelum rencananya selesai, Freya diculik dan dipaksa menerima perjodohan dengan Steven, pria dingin dan berkuasa.
Menolak tunduk, Freya kabur dan menghancurkan karier William dengan menyebarkan video perselingkuhannya.
Tapi, masalah tidak berhenti di sana. Steven murka karena Freya melarikan diri. Ia mengerahkan anak buah untuk menangkap gadis itu, tanpa menyadari bahwa mereka akan bertemu dengan cara yang tak terduga, yang mana Freya menyamar sebagai laki-laki, dan menjadi bodyguard barunya dengan nama Boy.
Kedekatan mereka memicu konflik yang lebih berbahaya, saat Steven mulai merasakan perasaan terlarang pada sosok yang ia yakini sebagai seorang pria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Karena Freya resmi menjadi bodyguard pribadi Steven, Miko, selaku asistennya mulai menjelaskan secara rinci tugas dan tanggung jawab Freya.

Ia mengajak Freya berkeliling perusahaan, memperkenalkan setiap sudut ruangan penting, sekaligus memberi gambaran jelas tentang peran yang harus ia jalani.

"Sebelumnya, aku ucapkan selamat padamu, Boy,” ujar Miko sambil berjalan santai. "Kau adalah orang pertama yang berhasil lolos ujian dan terpilih menjadi bodyguard pribadi Tuan Steven."

Freya mengerutkan kening. "Orang pertama?" ulangnya pelan.

"Ya," jawab Miko. "Sebelumnya, sudah ada beberapa orang yang melamar. Tapi, kebanyakan dari mereka gagal. Bahkan ada yang memilih mundur sebelum benar-benar berhadapan dengan monster-monster itu." Miko bergidik, jelas teringat pria-pria bertubuh besar yang disewa Steven untuk menguji calon bodyguard.

"Tapi—" Miko menghentikan langkahnya, lalu menatap Freya dari ujung kepala sampai kaki. "Aku benar-benar tidak menyangka. Pria sekurus dirimu bisa mengalahkan mereka. Jujur saja, kalau dilihat sekilas, tubuhmu lebih mirip tubuh wanita yang lemah."

"O-oh, jangan mengejekku begitu," sahut Freya tergagap, berusaha tetap tenang. "Aku memang kurus, tapi kekuatanku tidak bisa diremehkan. Buktinya, aku bisa mengalahkan mereka dengan mudah."

"Ya, ya," jawab Miko malas, jelas belum sepenuhnya percaya.

Freya menelan ludah, lalu memberanikan diri bertanya. "Oh iya, Tuan, ada satu hal yang ingin aku tanyakan."

"Katakan!"

"Kenapa Tuan Steven mencari bodyguard pribadi? Maksudku, aku melihat banyak bodyguard di sekitarnya. Kenapa masih perlu satu orang lagi?”

"Tuan tidak suka diikuti," potong Miko cepat.

"Hah?"

Miko berdecak pelan sebelum menjelaskan. "Dengar baik-baik. Nyawa Tuan Steven itu sangat berharga. Beberapa kali beliau hampir celaka. Itu sebabnya, beliau membutuhkan bodyguard yang benar-benar bisa diandalkan."

Ia melanjutkan dengan nada serius, "Meski tuan Steven mempunyai banyak bodyguard, tapi dia hanya membutuhkan satu orang berada di sisinya. Sisanya cukup berjaga dari jarak jauh."

"Oh... begitu," gumam Freya, akhirnya mengangguk paham.

"Jadi, sekarang kau tahu apa tugas utamamu, bukan?"

"Ya, aku mengerti. Tapi... " Freya ragu sejenak. "Di surat kontrak tertulis, aku harus berada di sisinya selama dua puluh empat jam. Kalau malam hari, apa aku harus—"

"Dasar bodoh!" potong Miko kesal. "Apa yang kau pikirkan, hah? Tentu saja tidak."

Freya terdiam, wajahnya mulai memanas.

"Jika malam hari, kau tidak perlu berada di sisi Tuan, kecuali beliau keluar," lanjut Miko. "Tapi, kamar tidurmu akan ditempatkan di sebelah kamar tuan. Itu saja."

"Oh... begitu. Baiklah, aku mengerti."

Mereka kembali berkeliling, memperkenalkan sebagian staff perusahaan dan beberapa bodyguard yang akan menjadi rekan Freya. Dan, setelah puas, mereka berniat kembali ke ruang CEO. Namun, langkah Freya mendadak terhenti.

Di depan sana, berdiri sosok yang sangat ia kenal.

"Papa?" gumamnya lirih, nyaris tanpa suara.

"Kau mengatakan sesuatu?" tanya Miko sambil menoleh.

Freya tersentak. "Ah—ti-tidak! I-itu... A-aku mau ke toilet sebentar. Tuan duluan saja, nanti aku menyusul."

Tanpa menunggu jawaban, Freya segera berbalik arah dan melangkah cepat. Jantungnya berdegup kencang saat ia melihat pria itu semakin mendekat. Ia bersembunyi di balik dinding, menahan napas, lalu mengintip dari celah kecil saat Jacob menjabat tangan Miko dengan wajah ramah.

"Huft... untung saja tidak ketahuan," gumamnya pelan. "Tapi, kenapa Papa bisa ada di sini? Apa perusahaan Papa bekerjasama dengan perusahaan Steven?"

Ia terus mengamati keduanya dengan waspada, memastikan Jacob sama sekali tidak menoleh ke arahnya. Beberapa detik kemudian, keduanya berjalan berdampingan menuju lift dan menghilang di balik pintu yang tertutup perlahan.

Freya menghembuskan napas panjang, seakan baru saja lolos dari bahaya besar.

"Hah... Lebih baik aku menunggu sampai Papa pergi, baru aku kembali ke ruangan Steven."

Sementara itu, Miko dan Jacob menuju ruangan CEO sambil mengobrol. Sesampainya di depan pintu, Miko mengetuk pintu.

TOK! TOK! TOK!

"Masuk!"

Pintu terbuka. Miko melangkah masuk lebih dulu, lalu menyingkir ke samping memberi jalan.

"Silahkan masuk, Tuan!"

Steven mendongak, ekspresinya seketika berubah. Ia segera bangkit dari kursinya.

"Paman? Maaf, aku tidak tahu Paman akan datang," sesalnya

Jacob tersenyum tipis. "Tidak apa-apa. Justru aku yang seharusnya meminta maaf karena datang tanpa memberi kabar."

"Jangan berkata begitu, Paman. Paman boleh datang kapan saja." Steven memberi isyarat ke sofa. "Silakan duduk, paman."

Jacob mengangguk dan duduk, disusul Steven yang mengambil tempat di hadapannya. Sementara itu, Miko berdiri di belakang Steven.

"Oh ya... Di mana Boy?" tanya Steven.

"Boy sedang di toilet, Tuan. Sebentar lagi dia akan ke sini," jawab Miko.

Jacob memperhatikan pembicaraan keduanya dengan kening mengerut. "Boy?"

"Oh, dia bodyguard pribadiku, Paman. Aku baru saja merekrutnya."

"Oh?" Jacob mengangguk pelan. "Akhirnya kau mendapatkan bodyguard yang kau inginkan. Tapi meski begitu, kau tetap harus berhati-hati. Zaman sekarang, orang yang sudah kita percaya justru bisa menjadi pengkhianat. Lebih baik, kau selidiki lagi."

Steven terdiam sejenak. Ucapan Jacob membuatnya waspada. Bukan karena ia takut Boy berkhianat, melainkan karena satu kemungkinan lain yang terlintas di benaknya.

Bagaimana jika Boy memang sengaja dikirim untuk memata-matainya?

"Terima kasih atas sarannya, Paman," ujar Steven akhirnya. "Lalu, ada keperluan apa Paman datang ke sini?"

Jacob menghela napas pendek. "Begini... kau pasti sudah tahu jika putriku kabur. Aku juga pernah mengatakan padamu sebelumnya bahwa dia memiliki kekasih. Dan, setelah aku menyelidiki, ternyata pria itu berselingkuh. Bahkan... videonya sampai tersebar di grup kantor."

Steven menyandarkan punggungnya, wajahnya tetap tenang.

"Aku mengerti, Paman," potongnya. "Dia pasti belum siap menjalin hubungan apapun saat ini. Karena itu, aku membiarkannya menenangkan diri terlebih dahulu."

Jacob tampak lega. "Terima kasih atas pengertianmu, Steve."

Steven membalas dengan senyum tipis. Namun, di dalam hatinya, suara lain menggema dingin.

"Saat ini, dia pasti sedang mengurung diri, menangisi pengkhianatan pria itu. Hah, sangat kasihan. Tapi... Meski aku memberinya waktu, bukan berarti aku akan melepaskannya," batin Steven.

***

"Hachi!" Freya mengusap hidungnya yang tiba-tiba gatal. "Astaga, hari pertama bekerja, kenapa malah flu, sih?" gumamnya kesal.

Ia berjalan mengendap-endap di.lorong, melirik sekeliling dengan waspada. "Kira-kira papa sudah pergi belum, ya? Aku sudah terlalu lama di luar. Pasti Steven mencari ku. Jangan sampai dia marah. Tidak lucu kalau aku dipecat di hari pertama kerja, kan?"

Freya berdiri tepat di depan pintu ruang CEO. Tangannya terangkat, siap menyentuh handel pintu. Namun, pintu itu tiba-tiba terbuka dari dalam. Dan—

"Ehm!"

Freya refleks menunduk. Aroma parfum maskulin yang asing langsung menyergap inderanya.

"Boy?" suara dingin itu terdengar tepat di atas kepalanya.

DEG!

Jantung Freya hampir meloncat keluar. Ia menelan ludah kasar sebelum perlahan mengangkat wajah.

"Eh, tuan Steven!"

Steven berdiri tepat di depannya, jas rapi melekat sempurna di tubuh atletisnya. Tatapan tajam pria itu menelusuri wajah Freya, seolah mencari sesuatu yang janggal.

"Kau dari mana?" tanya Steven datar.

"Ke—ke toilet, Tuan," jawab Steven cepat, berusaha menurunkan nada suaranya agar terdengar lebih berat.

Steven menyipitkan matanya. "Kenapa lama sekali?"

"Maaf, Tuan. Perutku tadi sedikit bermasalah."

Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang menyesakkan. Freya bisa merasakan tatapan Steven seolah hendak menembus penyamarannya.

"Masuk!" perintah Steven. Ia melangkah ke samping memberi jalan.

Freya melongok, melihat tidak ada siapapun di dalam. Dalam hati, ia menghela napas lega dan segera masuk ke ruangan itu.

Saat pintu tertutup kembali, Steven berdiri di belakangnya, menatap punggung Freya dengan sorot mata penuh selidik.

Entah kenapa, ia merasa ada sesuatu dari bodyguard barunya itu yang terasa tidak biasa. Dan Steven tidak pernah mengabaikan firasatnya.

1
+21 🎂
dan pada akhirnya ada freya yang drama.. 😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
seru
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣
+21 🎂
langsung tarik rambutnya steve!!! 🦖
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Tidak untuk dipraktekkan anak kecil
total 3 replies
shabiru Al
waaaaaaahhhhh🤭🤭🤭
shabiru Al
ada apa dengan 'boy' kenapa begitu kecewa dtolak steven,, sudah ada rasakah?
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Sakit jantung, di bentak2🥲
total 1 replies
shabiru Al
calon istrinya itu elo freyaaaa... makanya jangan asal kabur dcerna dulu napa tanya dulu calon nya siapa..
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ketauan lh.... klo🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣😭😭😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mmmm kpn mrk tau satu sm lain... sdgkn mokondo tu mkin gl
🇦 🇵 🇷 🇾👎: di buang
total 4 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk tau malu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Casual//Casual//Casual/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣dy blm tau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
yak ny evelyn tau... gk sbr aq🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
moga tau
shabiru Al
kayaknya evelyn dah tau kalo boy itu freya,, secara singa betina lho evelyn itu...😄
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Feeling emak tiada tandingannya 😌
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn lama x ketauan ny kk... biar mt wil gila tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎: mmmm 🤣🤣
total 2 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
dy yg rekam🤣🤣🤣🤣
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!