Memiliki pasangan menjadi impian Citra selama ini, tidak menyangka laki-laki yang mengajak nikah selama 10 tahun memiliki niat buruk terhadap Citra. Apa yang akan dilakukan Citra untuk membalas dendam dan sakit hatinya terhadap suami tidak setia dan memanfaatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5
Senyum sinis melihat panggilan telefon dan chat pribadi yang dikirim Angga, sengaja jalan-jalan tidak membawa handphone supaya tidak ada yang ganggu acara jalan-jalan santai keliling kampung.
"Baru segitu saja sudah murka Angga, ini baru awal belum sampai ke final kita lihat saja bagaimana kehidupan kamu dan sampah peliharaan kamu menjalankan kehidupan dengan hidup sederhana, tanpa memiliki harta yang saya miliki." ucap Citra senyum sinis setelah baca chat yang dikirim sama Angga, tidak ada niatan membalas satu pun chat yang dikirim sama suaminya, sengaja membuat Angga emosi dan penasaran sama keputusannya.
Tidak ada niat untuk pulang dan kembali ke kantor, Citra akan mengerjakan pekerjaan kantor dari jauh dan terus memantau perusahaan nya karena belum waktunya dirinya untuk kembali karena belum puas membuat Angga menderita.
**
Merasa tidak ada yang dikerjakan membuat Angga siap-siap untuk pulang, kerana percuma berlama-lama di kantor karena tidak ada yang dikerjakan membuat Angga semakin kesal dan malas di kantor tidak ada Citra tidak ada yang bisa menjelaskan kenapa dirinya dipindahkan menjadi staff biasa tanpa pemberitahuan sama sekali seperti ini.
"Lebih baik main sama anak dan istri tercinta deh dari pada disini bisa gila, nungguin Citra tidak muncul juga bahkan tidak ada respon sama sekali awas kamu Citra kalo ketemu." ucap Angga geram tidak terima sama keputusan Citra yang seenaknya.
Setelah selesai merapikan isi tasnya langsung jalan keluar dari ruangannya, tapi langkah Angga berhenti setelah melihat Arya berdiri didepan ruangannya dengan membawa berkas.
"Maaf ini pekerjaan anda, selama anda belum ketemu Bu Citra ini pekerjaan anda dari bagian gudang." ucap Arya memberikan berkas yang diminta sama Citra.
"Apa kamu bilang, jangan seenaknya Arya sama saya, jangan mancing kesabaran saya dan kamu harus hormati saya sebagai suaminya Citra dan kenapa laporan keuangan tidak diberikan ke saya justru memberikan pekerjaan itu untuk saya?" tanya Angga penasaran, mengepalkan tangan untuk menahan emosi melihat tingkah Arya yang seenaknya hari ini.
"Maaf Pak saya cuman menjalankan tugas saja, jika anda tidak mau kerjakan baik lah anda kan berurusan langsung sama Bu Citra jika anda tidak mau menjalankan tugas ini permisi." lanjut Arya sopan dan langsung pergi.
Lagi-lagi penasaran sama keputusan Citra dan kenapa bos-nya tidak memberitahu suaminya alasan dirinya turunin jabatan suaminya justru diam seperti ini ke suaminya tapi memberikan tugas baru untuk suaminya melalui chat pribadi yang tidak boleh disampaikan ke Angga langsung.
Seakan harga dirinya hancur berkeping-keping mendengar ucapan Arya barusan, bagaimana bisa karyawannya bisa bicara seperti itu seakan tidak menghargai dirinya sama sekali. Tidak peduli sama ancaman Arya membuat Angga tetap melanjutkan perjalanannya untuk pulang kerumahnya Winda dan bermain bersama anak untuk melupakan masalah yang mendadak datang hari ini tanpa pemberitahuan sama sekali.
Diam-diam Arya melihat Angga tetap melanjutkan perjalannya dan meninggalkan kantor, membuatnya langsung chat Citra dan memberitahu jika Angga pergi tanpa mau menjalankan tugasnya padahal masih jam kerja tapi seenaknya pergi begitu saja sebelum menjalankan pekerjaan sama sekali.
Setelah puas melihat suami Bosnya pergi tanpa peduli sama pekerjaan sama sekali, Arya memutuskan untuk kembali ke ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya karena tidak ingin meninggalkan tanggung jawab dan takut ditegur sama Citra karena tidak bekerja dengan baik hari.