NovelToon NovelToon
TAHTA YANG DICURI

TAHTA YANG DICURI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:101
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

Menceritakan tentang Baskara, seorang cowok yang berencana merebut kembali perusahaan milik mendiang sang ibu.

Setelah sang ayah menikah lagi, perusahaan tersebut kini dikuasai oleh Sarah, ibu tiri Baskara. Tak terima dengan keputusan ayahnya, Baskara pun merencanakan balas dendam. Ia berusaha mendekati Sarah.

Di luar prediksi, Baskara justru terpikat pada Alea, anak yang dibesarkan oleh Sarah. Lantas, bagaimana akhir rencana balas dendam Baskara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Proyek Erase

Email anonim bertajuk "PHOENIX" itu terus menghantui pikiran Baskara sepanjang pagi. Di kantor Mahardika Group, suasana terasa lebih mencekam bagi Baskara. Setiap sapaan ramah dari staf senior terdengar seperti ancaman, dan setiap senyuman Sarah di koridor terasa seperti sembilu yang siap mengiris.

Baskara tahu, jika ia ingin mendapatkan jawaban, ia tidak bisa lagi bermain di permukaan. Ia harus menyelam ke dasar palung terdalam: server pribadi ayahnya yang tidak pernah terhubung ke jaringan kantor.

"Alea, aku butuh kau ke lantai bawah sekarang," ujar Baskara saat Alea masuk membawakan jadwal audit mingguan. "Ada beberapa berkas fisik di gudang arsip yang perlu dikatalogkan ulang. Ini akan memakan waktu beberapa jam."

Alea mengangguk patuh, meski matanya tampak sembab—sisa dari tangis semalam yang Baskara saksikan secara sembunyi-sembunyi. "Baik, Pak... maksud saya, Baskara."

Setelah memastikan Alea pergi dan pintu ruangannya terkunci, Baskara segera mengeluarkan perangkat peretas yang lebih canggih. Ia tidak menyerang dari luar; ia menggunakan backdoor yang sudah dipasang Reno saat pemeliharaan sistem bulan lalu.

"Reno, aku masuk. Buka jalur protokol bypass sekarang," bisik Baskara pada mikrofon kecilnya.

"Hati-hati, Baskara. Lapisan enkripsinya berbeda. Ini bukan standar perusahaan. Ini enkripsi militer lama," sahut Reno di telinganya.

Membongkar Tabir Kegelapan

Jari-jari Baskara menari di atas keyboard dengan kecepatan yang luar biasa. Bar progres di layarnya berjalan lambat, membedah setiap lapisan keamanan. Setelah tiga puluh menit yang menegangkan, sebuah direktori tersembunyi muncul dengan nama yang sangat sederhana namun mengerikan: [ARCHIVE_98].

Di dalamnya, tidak ada laporan penggelapan dana seperti yang Baskara harapkan. Tidak ada catatan Sarah mencuri uang ibunya. Yang ia temukan justru jauh lebih mengerikan.

Baskara membuka sebuah folder berjudul "Project Erase".

Isinya adalah dokumen-dokumen akuisisi paksa terhadap sebuah perusahaan bernama Suryakencana Transport. Baskara membaca baris demi baris dengan napas yang mulai tersengal. Di sana tertulis jelas bagaimana aset-aset Suryakencana dikosongkan secara sistematis melalui skema hutang fiktif yang diciptakan oleh ayahnya, Baskoro, dan dieksekusi oleh Sarah sebagai pengacara perusahaan saat itu.

Namun, dokumen terakhir di folder itu adalah yang paling menghancurkan. Sebuah laporan "insiden" jalan tol tahun 2005 yang melibatkan pemilik Suryakencana Transport. Foto-foto kecelakaan tragis itu terlampir, memperlihatkan mobil yang hancur terbakar.

Di bawah foto tersebut, ada memo tulisan tangan ayahnya:

"Subjek utama dihilangkan. Ahli waris tunggal (Alea Arkananta) dalam pengawasan. Status: Identitas dihapus. Proyek Erase selesai."

Dunia seolah runtuh di bawah kaki Baskara.

Alea bukan anak angkat yang beruntung. Alea adalah korban pencurian identitas dan sejarah. Orang tua kandung Alea adalah pemilik asli kekayaan yang sekarang dinikmati keluarga Mahardika. Sarah dan ayahnya bukan sekadar penguasa yang tamak; mereka adalah perampok hidup yang memelihara korbannya di bawah atap yang sama agar tetap dalam kendali.

Pertemuan di Persimpangan

Pintu ruangannya diketuk. Baskara segera menutup jendela pencarian dan mencabut perangkatnya tepat saat Alea masuk dengan wajah kelelahan dan debu di pipinya.

"Saya sudah menyelesaikan katalognya," ujar Alea pelan. Ia menyeka keringat di dahinya, tidak menyadari bahwa pria di depannya baru saja mengetahui kebenaran yang bisa menghancurkan hidupnya.

Baskara menatap Alea. Untuk pertama kalinya, ia tidak melihat Alea sebagai bidak atau target manipulasi. Ia melihat seorang gadis yang hidup dalam kebohongan selama dua puluh tahun, mencintai wanita yang telah membunuh sejarahnya, dan mengabdi pada pria yang merampas masa depannya.

Rasa benci yang selama ini Baskara tumpuk untuk Alea—karena menganggapnya anak kesayangan Sarah—menguap, digantikan oleh rasa bersalah yang menyesakkan dada.

"Alea..." suara Baskara tercekat.

"Ada apa? Apa saya melakukan kesalahan lagi?" tanya Alea cemas.

Baskara bangkit dari kursinya, berjalan mendekat. Ia ingin berteriak, ingin memberitahu Alea bahwa dia adalah pemilik sah gedung ini. Namun, ia tahu, kebenaran saat ini adalah granat tanpa pin. Jika ia meledakkannya sekarang, Sarah akan menghabisi mereka berdua sebelum bukti-bukti ini sampai ke tangan hukum.

"Tidak. Kau melakukan pekerjaan yang hebat," Baskara meraih tisu dan tanpa sadar menyeka debu di pipi Alea. Gerakannya begitu lembut hingga Alea terpaku, matanya membelalak kaget.

Untuk sesaat, waktu seolah berhenti. Baskara bisa merasakan jantungnya berdegup kencang—bukan karena adrenalin infiltrasi, tapi karena rasa kasihan dan kekaguman pada ketabahan gadis ini.

"Pulanglah lebih awal hari ini, Alea. Kau butuh istirahat," bisik Baskara.

Langkah Menuju Perang

Malam itu, Baskara duduk sendirian di sebuah bar remang-remang, menunggu Reno. Saat Reno datang, Baskara melemparkan flashdisk berisi data "Proyek Erase" ke meja.

"Cari tahu di mana sisa keluarga Arkananta yang lain. Aku tidak peduli berapa biayanya," perintah Baskara dengan suara yang sangat dingin.

"Baskara, ini berbahaya. Jika ayahmu tahu kau membongkar ini, dia tidak akan hanya mengusirmu lagi. Dia akan 'menghapusmu' seperti dia menghapus keluarga Arkananta," peringat Reno.

Baskara menatap gelas minumannya. "Aku kembali untuk menghancurkan Sarah karena aku pikir dia merampas milik ibuku. Tapi ternyata, keluargaku sendiri adalah monster yang lebih besar. Aku tidak bisa hanya diam melihat Alea tersenyum pada pembunuh orang tuanya setiap hari."

Baskara berdiri, mengenakan jaketnya. Dendam pribadinya kini telah berevolusi menjadi sesuatu yang lebih besar: misi restorasi keadilan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!