Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.
Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.
[Freedom The Continent]
[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.
Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.
Tapi cukup, abaikan tentang mereka.
Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!
Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!
Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.
Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.
Dan aku, adalah penjahat itu.
"... sial, ini mengerikan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 4 - Masuk ke Dunia Buku (4)
"Hari ini tanggal berapa?"
Pertanyaan ini akan tampak aneh datang dari orang lain, tetapi pelayan Irene menjawab dengan suara lembut.
"Ini adalah hari ke-25 bulan ke-3 di tahun ke-864 dalam Kalender Alpheratz."
"Mm, itu masalah."
"Maaf?"
"Tidak."
Clae dengan erat mengepalkan 3 juta koin emas di sakunya sekali lagi. Satu-satunya hal yang bisa dia percayai adalah uang.
Kemarin, tanggal 24 bulan ke-3 tahun ke 864 Kalender Alpheratz.
Itu adalah hari dimana penduduk desa Mingi, desa yang Rara Kusuma kunjungi setelah melarikan diri dari Forest of Creeper, tempat dimana Rara merasakan kasih sayang manusia untuk pertama kalinya di dunia ini, berteman, dan menciptakan keluarga kedua, semuanya dibunuh oleh sekelompok pembunuh yang tidak dikenal.
Bertepatan dengan pemusnahan itu, Rara bertemu dengan Lucas.
Bahkan Clae, yang telah membaca sampai bab terbaru, tidak bisa mengetahui siapa organisasi rahasia itu.
Dia hanya bisa menebak bahwa para pembunuh itu adalah suruhan Permaisuri jahat untuk memusnahkan Lucas.
Beberapa pembaca mungkin mengatakan sesuatu seperti ini saat membaca tentang situasi ini.
‘Aku pikir dia sangat kuat. Apa yang dilakukan Rara dan Lucas saat mereka dibunuh?'
Itu wajar untuk berpikir seperti itu.
Namun, ada alasan mengapa novel ini disebut, [Freedom the Continent], dan bukan, [The Power of Hero] atau [The War of Hero]
Ini hanyalah sebuah kisah tentang seseorang yang berulang kali memutar waktu untuk membebaskan dunia. Bertahan dan mengatasi segala macam rintangan dengan membawa rasa sakit masa lalunya saat ia menjadi pahlawan. Cinta dan persahabatan muncul di sepanjang jalan saat ia bertemu musuh dan teman.
Sesuatu yang tidak bisa hilang dari sebuah cerita adalah, 'kebangkitan'.
Rara mungkin memiliki bakat eksplosif dan telah hidup selama puluhan tahun di Hutan Serigala. Tetapi dia masih seorang perempuan polos dan lembut yang tidak bisa membunuh manusia lain. Dia tidak memiliki masalah membunuh monster, tetapi Rara, penyihir terkuat tidak pernah menyakiti orang lain.
Sedangkan Lucas. Dia baru saja bertemu Rara di hutan sebelum pergi bersama ke desa yang ternyata sudah musnah.
Didekat hutan itulah mereka mendapatkan kenangan menyakitkan mereka.
Untuk mengubah seseorang seperti mereka menjadi pahlawan, novel itu telah menciptakan situasi bagi Rara untuk menyembuhkan wanita yang memperlakukan mereka seperti anaknya sendiri.
Rara pergi ke Hutan untuk menemukan beberapa ramuan obat yang berharga. Di sana dia bertemu Lucas yang memiliki seorang teman di desa Minggi. Namun, Lucas memilih untuk membantu Rara sebelum bertemu temannya.
Mereka melakukan perjalanan jauh ke dalam hutan. Ketika mereka akhirnya kembali ke desa, mereka menemukan mayat penduduk desa yang terbunuh, rumah yang terbakar, dan para pembunuh yang akan pergi.
Lucas mengamuk dan Rara kehilangan kendali sihirnya setelah melihat itu.
Rara membunuh seseorang untuk pertama kalinya.
Tentu saja, orang-orang yang dia bunuh adalah anggota organisasi rahasia, dan organisasi rahasia ini sering bentrok dengan para pahlawan di sepanjang novel.
Rara dan Lucas hanya kembali normal setelah membunuh semua pembunuh dari organisasi rahasia. Mereka kemudian jatuh ke dalam keadaan putus asa karena tidak dapat mengumpulkan informasi apapun dari mayat.
Mereka berdua kemudian mengubur mayat penduduk desa sebelum membuat janji pada diri sendiri.
"Aku akan membunuh mereka semua. Aku akan membunuh semua orang yang membuat ini terjadi."
Lucas akhirnya benar-benar menyadari apa kesedihan kematian pada saat ini, begitu juga Rara. Tetapi pembunuhan pertama mulai memutar pikiran mereka ke kegilaan.
Tentu saja, mereka mulai memiliki perasaan manusia lagi dan mulai menjadi lebih seperti manusia setelah bertemu dengan anggota kelompoknya nanti di novel, lalu tumbuh menjadi pahlawan sejati.
"...Irene."
"Ya, Nona."
"Tolong segelas air dingin."
"... aku mengerti."
Setelah Irene pergi dan dia sendirian di kamar, Clae menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Masalahnya, kota tempat kedua pahlawan yang dalam keadaan marah dan tidak stabil ini tiba adalah kota yang berada di Barat Daya, tempat penjahat kejam dari ibukota diasingkan.
Mereka tidak tau siapa yang memimpin wilayah itu, tapi mereka tidak bisa masuk dengan mudah tanpa identitas ke kota.
Setelah mereka diam-diam masuk kota. Clae yang kebetulan bertemu Rara mengganggunya dan akhirnya dipukuli.
Saat itulah Rara dan Lucas mendapatkan anggota kelompok pertamanya, koki handal Benjamin.
'... Aku akan pergi ke sana terlebih dahulu dan membantunya. Lupakan menarik sekutu. Hanya membantu dan menjauhkan mereka adalah yang terbaik.'
Skenario terbaik untuk tidak dipukuli tidak lagi tersedia. Clae memang lebih peduli tentang kemungkinan menyelamatkan orang-orang desa, memberi kesan baik ke Rara.
Tetapi tidak ada yang bisa Clae lakukan untuk saat ini. Dia sudah terlambat untuk itu.
Sekarang, yang tersisa adalah memastikan dirinya berperilaku dan menghindari dipukuli oleh Rara yang marah. Menurut buku, Rara dan Lucas bergerak dengan kecepatan gila dan kurang 3 hari sebelum mereka sampai disini.
'Menghindari karakter utama bukanlah ide yang baik.'
Dia harus bertemu dengan Lucas atau Rara agar Irene, Benjamin dan Gailian juga bertemu dengan mereka.
Itulah satu-satunya cara bagi mereka berlima untuk meninggalkan tempat ini bersama-sama untuk memulai perjalanan resmi mereka. Kemudian yang tersisa hanya satu tindakan.
Sepertinya dia melupakan sesuatu.
Masih ada 20 pelayan dan 17 kesatria disini. Jika segel Dungeon benar-benar terbuka. Akan menyebalkan jika mereka masih disini.
'Tidak masalah. Selama mereka bertemu dengan Lucas atau Rara. Aku yakin mereka akan pergi bersama.'
Cukup anggap seperti itu saja.
Kurang lebih 50 orang dalam 1 kelompok perjalanan terbilang sangat menarik.
Clae berpikir untuk mengirim para pelayan itu kembali ke wilayah utama sebelum Dungeon terbuka. Mungkin butuh waktu 14 hari menurut waktu dalam novel ketika Dungeon itu melepaskan segel.
'Buat mereka bertemu satu sama lain dan kemudian aku akan menyingkir. Beberapa saat kemudian, suruh para penghuni lain kembali ke kediaman utama.'
Dengan kesan pertama yang sebaik mungkin saat kami bertemu, jika memungkinkan.
"Nona."
"Ah, terima kasih, Irene."
Clae menyesap dari cangkir yang dibawa Irene. Dia kemudian mulai mengerutkan kening.
"Ini bukan air dingin?"
"Ini air madu."
Wanita yang licik. Dia tahu bahwa, seperti Faninda Ruan Nada, Clae yang asli membenci rasa manis. Tapi dia masih memilih untuk membawa air madu, yang membutuhkan lebih banyak pekerjaan untuk mempersiapkannya daripada air dingin.
Clae ingin marah dan meludahkan rasa manis di mulutnya, tetapi dia tidak bisa melakukannya karena dia takut pada wanita ini.
Dia hanya bisa minum air madu dengan tenang.
"Terima kasih, itu luar biasa."
"Tidak masalah. Nona, sepertinya kita sudah bisa pergi ke ruang belajar."
"Bagus."
Senyum Irene yang ramah dan lembut membuat Clae merinding. Dia sekali lagi mengepalkan cek 3 juta untuk dukungan.
Uang benar-benar satu-satunya hal yang bisa dipercayai.