kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.
yuk ikuti cerita nya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
******
"aku sungguh menyesal dengan situasi ini. ini semua di luar rencana ku, aku sungguh-sungguh minta maaf atas putra ku" ucap nyonya Min Seo melihat nyonya Haeri teman nya itu
"tidak apa-apa, kau jangan terlalu memikirkan ini. pertemuan ini kan hanya memperkenalkan mereka, Hana juga mungkin belum siap untuk menikah. jadi.... " ucapan nyonya Haeri berhenti saat Hana angkat bicara
"aku siap ibu... aku... aku siap untuk menikah, jika memang ibu menginginkan nya"
ucapan Hana itu membuat nyonya Haeri ibu nya terkejut "sayang, apa yg kau katakan. kau bahkan belum bertemu dengan orang nya. jangan lakukan ini kalau semua itu hanya karena ibu... " ucap nyonya Haeri sedikit berbisik
"ibu... hanya ini yg bisa aku lakukan untuk mu" jawab Hana dengan singkat
"tapi sayang.... "
Hana pun berjalan ke arah nyonya Min Seo dan tuan Ji Hoon. dengan wajah senyum nya ia bicara dengan lembut "bibi, aku bersedia menikah dengan putra mu. kau bisa tentukan kapan pernikahan akan di lakukan. tentang yg penjualan perusahaan kami, kau tidak akan ingkar kan... "
melihat itu, hati nyonya Min Seo pun terkesan "Hana sayang... kau jangan khawatir, apa yg bibi janjikan pada ibu mu, tidak akan bibi ingkari. tapi Hana, kau tidak takut kalau putra ku itu jelek, cacat atau yg lain nya. kenapa kau menerima perjodohan ini begitu saja, bahkan kau belum bertemu dengan putra ku. "
"ibu sudah menjelaskan segala nya tentang penyakit putra mu, aku rasa itu sudah cukup untuk ku menerima perjodohan ini. bibi, kau membutuhkan aku untuk kesembuhan putra mu. aku menerima perjodohan ini, untuk ibu ku. karena hanya ini yg bisa aku berikan pada nya" Hana melihat sekilas wajah ibu nya
nyonya Min Seo pun terdiam melihat Hana "baiklah... aku akan mencari hari yg pas untuk pernikahan kalian, kau tidak perlu menyiapkan apa pun. aku yg akan mengurus semua nya. "
Hana pun hanya mengangguk dan mundur perlahan ke sisi ibu nya
"baiklah, karena berhubung sudah malam kami permisi dulu. " pamit nyonya Haeri membungkuk ke arah nyonya Min Seo dan tuan Ji Hoon
"Hati-hati di jalan ya, kapan-kapan aku akan datang untuk membicarakan soal pernikahan kedua anak kita. " ungkap nyonya Min Seo
"tentu... "
"mari bibi, paman. " Hana pun membungkuk
nyonya Min Seo dan tuan Ji Hoon pun tersenyum melihat tamu mereka pulang. setelah mobil yg di kendarai Hana dan ibu nya menghilang dari pandangan, nyonya Min Seo pun menggerutu "aku tidak percaya Jimin melakukan ini. entah sejak kapan dia menjadi tidak menurut. "
"sudah lah, mungkin Jimin lupa. " ucap tuan Ji Hoon mencoba menenangkan istri nya
saat mereka akan melangkah masuk, mobil Jimin pun memasuki halaman rumah. sontak saja hal itu menghentikan langkah tuan dan nyonya rumah.
setelah memarkirkan mobil nya, Jimin pun berjalan ke arah ibu dan ayah tiri nya itu.
tidak sabar menunggu langkah Jimin yg terlalu santai, nyonya Min Seo pun berjalan ke arah Jimin dan langsung melayangkan tamparan keras pipi kanan Jimin. plaakkk...... sontak ayah tiri Jimin pun langsung menghampiri ibu nya.
"sayang, apa yg kau lakukan. " tuan Ji Hoon menarik mundur istri nya itu. namun nyonya Min Seo tidak bergerak
"kau sudah berani melawan ku. aku ibu mu, untuk pertama kali nya aku meminta mu pulang lebih awal. bahkan itu saja kau tidak bisa menuruti nya" luapan emosi nyonya Min Seo pun tumpah
Jimin hanya diam menunduk, tidak langsung menjawab perkataan ibu nya itu. "aku lupa... "
"apa yg membuat mu bisa lupa!?? " dengan nafas yg terengah-engah menahan emosi, nyonya Min Seo masih menginterogasi putra nya itu. "sudah 2 tahun kau seperti ini pada ibu, ibu tidak pernah mempermasalahkan nya. sekalipun kau membenci ku, aku tidak pernah mempermasalahkan itu. asalkan kau masih menurut apa yg ku katakan. apa kau sadar, yg kau lakukan ini membuat ku malu. "
"cukup... aku sudah menuruti keinginan mu untuk di jodoh kan dengan wanita pilihan mu. aku juga tidak bertanya, seperti apa orang nya dan bagaimana dia. apa itu saja tidak cukup. " Jimin pun mulai melawan ibu nya
"tidak kah kau sadar Jimin, semua yg aku lakukan itu untuk mu. agar kau bisa sembuh... "
"bagaimana, bagaimana cara nya??? aku sudah berobat, sudah terapi. tapi tetap tidak ada hasil nya kan, jadi untuk apa kau menjodoh kan aku dengan seorang wanita. kau hanya ingin aku di tertawakan oleh orang lain karena penyakit ku ini... "
"Jimin.... cukup... setidak nya, dengar ibu mu sampai selesai. ucapan mu sudah melukai hati nya... " bela tuan Ji Hoon
"jangan ikut campur... " Jimin masih menjawab
melihat itu, hati ibu nya pun seperti tertusuk. bagaimana mungkin Jimin bisa berfikir seperti itu terhadap ibu nya sendiri. air mata nyonya Min Seo pun tak terbendung lagi. seakan tak percaya kalau sejahat itu lah ia di mata putra nya
Jimin yg melihat itu, bukan menenangkan ibu nya. ia malah meninggalkan ibu nya yg masih berdiri di halaman rumah....