Hallo besti 🖤, cerita ku ini tentang cewek bernama Syakila Almeera yang memiliki sifat ceria, aktif, ekspresif, lembut, dan penuh cinta bertemu dengan Agha yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan Syakila.
mereka berdua di satukan oleh pernikahan paksa, dan banyak drama didalam pernikahan mereka, apakah Agha akan jatuh cinta dengan Syakila yang terus-menerus memperlakukan Agha dengan penuh cinta atau akankah Agha tetap terjebak di lingkaran bernama masa lalu. Maka saksikan dan baca terus cerita happiness ini yah, jangan lupa komen like dan follow untuk info selengkapnya, bay bay besti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Umai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 Hari spesial
Setelah mendapat jawaban dari Alicia yang menerima lamaran Agha, Alicia memutuskan untuk pulang ke Medan beserta Abang dan keluarga kecilnya. Agha berjanji akan datang di hari weekend tepat setelah sehari Alicia sampai di Medan, untuk keluarga Alicia sudah di kabari dan saat ini sedang mempersiapkan untuk acara tunangan anak bungsu mereka.
Tiba lah hari dimana yang sangat di tunggu Alicia dan Agha, mereka hari ini akan melaksanakan tunangan yang akan di adakan di Medan tempat kediaman orang tuanya Alicia. Rombongan keluarga Agha tiba dan langsung di sambut hangat oleh keluarga besar Alicia, acara pun dimulai.
"Assalamu'alaikum." Ucap Abah yang membuka suara duluan.
"Wa'alaikumsalam." Dijawab serentak semua orang.
"Saya di sini datang untuk melamar putri bapak Dimas untuk anak saya Erlan."
"Akan saya terima niat baiknya bapak Rafan, untuk keputusan akan saya serahkan ke anak saya Alicia sebab dia yang akan menjalankannya."
"Maaf sebelum itu, saya yang akan tanyakan langsung boleh?." Tanya Agha yang di jawab anggukan langsung Dimas.
"Alicia Anggraini Mahendra, maukah kamu menjadi istriku di saat suka dan duka serta bersedia kah kamu hidup bersama ku hingga maut memisahkan, aku janji sama kamu untuk selalu ada untuk kamu bahagia, kita berusaha bersama hingga mendapatkan Jannah Allah." Keluarga Agha mendengar itu speechless, ternyata Agha bisa ngomong hal yang sedikit romantis.
"Atas restu orang tua ku, dan ridho Allah aku menerima lamaran kamu dan janji akan bersama kamu terus dan ada buat kamu." Alicia menjawabnya sambil menundukkan kepalanya, mendengar itu Agha tak bisa lagi menyembunyikan senyumannya, sungguh ini adalah hari yang bahagia versinya.
"Alhamdulillah." Ucap semua orang kompak, dan acara selanjutnya dilakukan pemasangan cincin yang telah Agha siapkan khusus untuk Alicia dan di pasangkan oleh umah.
Selanjutnya acara makan-makan, semua pada makan dan ngobrol dan ada juga yang duduk-duduk sambil bercanda. Saat ini Agha duduk agak di pojokan karena dapat pesan dan telepon, saat di angkat dan mendengar suara dari sebrang sana membuat Agha menggenggam tangan kuat bukan sangat kuat hingga urat di tangannya terlihat dengan jelas.
"Gimana, lu kira gua gak bakalan tau hmm?."
"Brengsek lu."
"Hahaha, sekarang gua tau kelemahan lu dan gua dapat celah, tunggu permainan gua karna ini baru mulai."
Tut.
Sambungan telepon terputus, ekspresi Agha masih sama seperti tadi dan kini matanya menatap tajam kedepan sementara lalu mengedarkan pandangannya ke berbagai arah untuk mencari sesuatu.
"Why ?." Tanya Harding yang melihat Agha seperti mencari sesuatu dengan ekspresi marah.
"He started again." (Dia mulai lagi.)
"CK, we were caught off guard (Ck, kita lengah.)
"I think it's safe." (Aku pikir udah aman.)
"In the future we have to be more careful, considering he is a very cunning person." (Ke depannya kita harus lebih berhati-hati, mengingat dia adalah orang yang sangat licik.) Di anggukan kepala oleh Agha.
"what's going on?." (Ada apa ini?.) Tanya Albern yang datang menghampiri anaknya dan keponakannya.
"That crazy guy." (Orang gila itu.) Ucap Harding.
"Wow, he's looking for death." (Wah nyari mati dia.) Ucap Albern dengan emosinya seperti ingin memukul orang.
"Calm down uncle, remember my show is still going on." (Tenangkan dirimu Paman, ingat acara ku masih berlangsung.) Ucap Agha memperingatkan Albern untuk menahan emosinya.
"Sorry." Ucapnya dan di anggukan kepala oleh Agha.
Kali ini Agha tidak bisa sembarangan ambil tindakan, jika tidak bisa membahayakan nyawa Alicia yang gak tau apa-apa tentang masalah ini, semua ini karena pria gila itu. Namanya Tom Hartono, pria asli Indonesia yang di liputi keserakahan, iri dengki ke Agha.
"we have to discuss this with my family meeting at home later." (Kita harus membahas ini dengan rapat keluarga nanti.) Putus Albern, dia tipikal orang yang senggol bacok jika menyangkut keluarganya, walaupun udah berumur tapi tetap gagah dan tampan, seperti orang Inggris pada umumnya.
"Benar." Ucap Agha sambil menganggukkan kepalanya. Setelah itu Clara anaknya Harding mendatangi mereka sambil membawa buah potong di tangannya, dan menawarkan ke papa nya.
For Your Information:
Agha akan di panggil Erlan sama keluarganya, dan orang lain akan memanggilnya Agha, baik kita hanya akan membahas dari pihak Abah yah, karena pihak umah sudah pada meninggal tepat Agha di umur 10 tahun nenek nya meninggal dan beberapa bulan kemudian kakeknya meninggal, umah hanya anak tunggal jika di ceritakan maka kalian akan bingung. Jadi silsilah keluarga Agha dari pihak Abah yang tinggal di Inggris menganut aturan budaya Inggris, dimana nama keluarga suami akan di berikan juga ke istri tapi untuk anak perempuan yang sudah menikah maka akan melepas nama keluarganya dan ikut nama keluarga suaminya, jika pindah ke suatu negara seperti Indonesia maka nama keluarga tetap ada di namanya, seperti ini kurang lebihnya:
Harry Harrison & Rose Harrison (opa & Oma).
Albern Harrison & Diana Harrison (anak pertama dan istrinya.) Harding Harrison suami dari Arabella Harrison, anak mereka (Clifford harrison dan Clara Harrison.)
Rafan Harrison & Aaliyah Harrison (anak kedua dan istrinya.) Aqila Putri Harrison istri dari Andra Wijaya, anak mereka (Ayana Wijaya dan Hamza Wijaya. Erlan Agha Harrison, masih otw untuk menikah.
Back to the topik
"Clara, just eat, darling.(Clara makan aja sayang.) Ucap Harding kemudian memangku Clara duduk di pangkuan nya.
Setelah itu Agha berjalan menghampiri Alicia yang sedang duduk di samping umah.
"Bisa bicara sebentar?.)
"Boleh."
"Bisa bahasa Inggris kan?." Tanya Agha memastikan ke Alicia agar mereka lebih mudah, dan di anggukan kepala.
"In the future, I will give you one person to stay with you, don't worry, she's a woman." (Kedepannya kamu akan aku kasih satu orang untuk stay sama kamu, tenang dia perempuan.)
"What for?."
"The situation is complicated right now, the point is there are people who don't like the position I'm in, you must have searched about my last name, right?." (Saat ini situasinya rumit, intinya ada orang yang gak suka di posisi aku sekarang, kamu pasti udah cari tentang nama belakang aku kan?.)
"Benar."
"Jadi kamu mau kan, aku mohon." Agha mengucapkan itu sambil menunduk dan suaranya lirih.
"Iya aku mau, asalkan kmu juga jaga keselamatan mu."
"yes, but that person's goal is you." (Iya, tapi tujuan utama orang itu adalah kamu.)
"Aku paham kok."
"Maaf yah, maaf, karna aku kamu di posisi sulit sekarang."
"Jangan ngomong gitu, aku gak suka, ini emang dah jalannya kan."
"Sebentar lagi Emma sampai, aku akan kenalkan ke kamu."
"Iya."
Tak lama kemudian Emma datang dengan pakaian formal seperti bodyguard pada umumnya, datang menghampiri Agha yang sedang duduk bersama Dafa.
"Here I introduce you to my fiancé." (Di sini saya akan memperkenalkan tunangan saya kepada kamu.)
"Okay sir."
Agah berjalan dahulu di ikuti Emma di belakang, mereka menghampiri Alicia yang masih duduk didekat umah. Melihat momen seperti itu, semua orang awalnya bingung tapi suasana di ambil alih Dafa dengan topik lain, sebab tadi sudah di ceritakan Agha tadi.
"Ini Emma, mulai sekarang kamu jangan jauh-jauh dari dia Alice." Ucap Agha.
"Iya, dia bisa bahasa Indonesia kan?."
"Tentu, kamu bisa komunikasi dengannya, aku ke depan lagi yah."
"Iya."
Setelah itu acara berjalan lancar hingga akhir, keluarga Agha akan pulang ke Jogja malam ini juga.
"Aku pulang dulu yah, jangan lupa apa yang aku pesan tadi." Ucap Agha ke Alicia sambil menatap arah lain.
"Iya bang." Mendengar itu Agha yang awalnya mau jalan langsung eh berhenti.
"Kamu panggil aku apa?."
"Abang, kamu gak suka?."
"Bukan, aku suka." Ucap Agha sambil tersenyum senang.
"Ya-yaudah aku berangkat yah, assalamu'alaikum." Ucap Agha yang salting, baru ini seorang Agha salting dan di saksikan sama dua keluarga.
"hahaha it turns out you can be awkward too." Ledek Harding sambil tertawa, begitu juga dengan keluarganya, Agha hanya diam saja.
"Wa'alaikumsalam bang, hati-hati di jalan yah."
"Hmm iya."
Setelah itu Agha dan rombongannya masuk kedalam mobil, keluarga Alicia masuk kedalam rumah, tinggallah Alicia dengan Emma berdua.
"Kamu ada tempat tinggal?." Tanya Alicia.
"Tidak ada bu."
"Panggil Alice aja, ck bisa-bisa nya dia memberikan aku bodyguard tapi tidak dengan tempat tinggalnya, baik aku akan memberimu kamar dekat kamar ku."
"Untuk memanggil anda dengan nama tidak bisa Bu, dan untuk tempat tinggal, saya ucapkan terimakasih Bu."
"Iya, tapi bukankah kamu juga akan menuruti perintah ku?."
"Benar, jika itu di luar tugas saya."
"Udah panggil aku Alice aja saat kita berdua, ini perintah dan untuk tugas yang kamu terima dari bang Erlan silahkan kamu laksanakan."
"Baik Alice."
"Nah gitu, sekarang kita masuk yuk istirahat."
"Baik Alice."
Sementara di lain tempat, Agha dan keluarganya sudah ada di dalam pesawat pribadi milik opa tentunya.
"Well, as we know, Erlan's current position is not good, he is being harassed by Tom Hartono." (Nah, seperti yang kita ketahui, posisi Erlan saat ini tidak baik, dia sedang diganggu oleh Tom Hartono.) Ucap Albern sambil berdiri menghadap keluarganya.
"It seems he is not tired of bothering my grandson, this time make sure he will not be able to breathe oxygen." (Sepertinya dia tidak jerah mengganggu cucuku, kali ini pastikan dia tidak akan bisa menghirup oksigen.) Ucap opa dengan penuh emosi.
"calm down, our grandchild is here." (Tenangkan dirimu, ada cucu kita disini.) Ucap Oma memperingatkan opa agar tidak meledak di sini.
"Opa, don't worry, Erlan can take care of it himself.(Opa, tenang saja Erlan bisa urus ini sendiri.)
"If you can do it together, why do it alone?." (Kalau bisa urus bersama, kenapa harus sendiri?.) Jelas opa yang tidak akan diam jika cucunya di ganggu, tau kan cuci adalah kasta tertinggi, nah begitu lah.
"Baiklah."
Selanjutnya mereka mengatur strategi agar Agha tidak masuk kedalam jebakan gila Tom, untuk bodyguard Agha mau itu yang terlihat ataupun tak terlihat seperti bodyguard bayangan yang sudah di latih oleh perusahaan tunggal yang didirikan oleh pamannya Harding hanya untuk melindungi seluruh keluarganya termasuk Agha dan keluarga yang ada di Indonesia.