Mentari dan adik nya Fajar,mereka yatim piatu.
mentari yang berumur 21 THN,dia harus berjuang sendiri demi menyekolah kan adik nya yang masih kecil,Mentari setiap hari menjual kue keliling.
Kue nya sering tidak laku,karena dia berpakaian lusuh,jadi orang -orang ilfill membelinya.
Mentari sering di hina dan di maki oleh orang-orang di sekitarnya.
Pada suatu malam mentari di kejar oleh beberapa preman.Mentari berlari meminta tolong.
Tolong....Tolong...!disaat Mentari ingin menyeberangi jalan,sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi, tidak dapat Mentari hindari,sehingga.
BRAAAAAAAAK terdengar suara hantaman yang begitu keras.Siapakah yang tertabrak itu,yuk cari tahu dilam novel Yang berjudul.MENTARI TERTUTUP AWAN.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pelangi senja11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5.Awan Sadar
Bagaikan petir di siang hari yang dirasakan Mentari,dada nya bergemuruh,jantung nya berdetak lebih kencang.
Seketika Mentari yang selalu bersinar terang menjadi redup,dunia menjadi gelap,bukan karena terjadinya Gerhana,tetapi karena tertutup oleh Awan.
"Maaf Nyonya,apakah Nyonya tidak salah berucap,atau Nyonya hanya bercanda?"tanya Mentari dengan sopan dan sangat berhati-hati.
"Mentari,apakah di wajah ku sangat terlihat sedang bercanda ?hingga kamu berani menyimpulkan kalau aku ini bercanda.
Dan satu lagi,berhenti memanggil ku Nyonya,aku sangat risih mendengarnya."
"Tapi Nyonya eh maksud saya..."
"Mama panggil aku Mama,seperti Awan dan Nadia memanggil ku,"imbuh Mama Laras.
"Tapi saya ini hanya orang miskin dan yatim piatu,saya sangat tidak pantas berada di tengah-tengah keluarga Nyo eh maksud saya Mama,dan keluarga Mama nanti akan malu punya menantu seperti saya ini,"ucap Mentari merendahkan diri.
Mentari sangat sadar siapa dirinya,dia hanya gadis miskin dan yatim piatu,yang selalu di hina dan di maki oleh teman-teman dan tetangga nya.
Mentari bertahan hidup hanya demi adik nya,adik yang sudah di rawat sejak Ayah dan Ibu nya telah tiada.
Mentari tidak pernah memikirkan dirinya,adiknya lah yang menjadi prioritas nya.
"Mentari,dengarkan aku baik-baik,kami tidak pernah memandang rendah seseorang,kami tidak pernah membedakan Kasta dan Tahta.
kami mengutamakan kesopanan,kejujuran,berakhlak baik dan iman nya yang paling penting.Jadi tidak ada alasan untuk kamu menolaknya."
Mentari diam terpaku,dia tidak bisa berkata apa apa lagi,sudah tidak ada alasan lagi bagi nya menolak keinginan Mama Laras.Mentari hanya bisa pasrah pada garis takdir hidup nya.
disaat Mentari sibuk dengan pemikirannya,tiba-tiba pintu di ketuk.Mama Laras yang sudah duduk di sofa menoleh ke Mentari yang masih berdiri di dekat ranjang Awan berbaring.
Mentari yang mengerti arti tatapan mata Mama Laras,dia langsung bergegas membuka pintu itu.Setelah pintu terbuka,masuklah doktor Indra dengan seorang suster.
"permisi Nyonya,Nona,Saya ingin mengecek Kondisi pasien,"ujar doktor Indra.
"Ya,silakan dok," jawab Mama Laras mempersilakan doktor Indra mengecek kondisi Awan.
Setelah selesai mengecek semua.Doktor Indra berkata.
"Kondisi Tuan muda sudah Stabil,mungkin sebentar lagi Tuan akan sadar,"ujar doktor Indra pada Mama Laras.
"Iya dok,terimakasih,"ucap Mama Laras.
"Sama-sama Nyonya,kalau begitu kami permisi Nyonya,"
"iya,silahkan doktor,"jawab Mama Laras lagi.
Sementara di sisi lain.
"Hahahaha,Mentari sebentar lagi kamu akan menangis dan menderita di balik jeruji besi, ha-ha-ha,tempat yang layak untuk memang disitu,"Arini sangat senang karena dia pikir Mentari sudah di dalam penjara,dan dia akan bebas mengejar cintanya Rico.
"Mentari akhirnya aku bisa menyingkirkan mu,membusuk lah kamu di penjara.Dan kamu Mas Rico sebentar lagi kamu akan memohon-mohon dan bersimpuh di kaki ku.
Arini aku sangat mencintai mu,Arini aku mohon terimalah cinta ku.Hahahaha,Arini tertawa sekeras-keras nya,hingga dia tertidur.
Jam sudah menunjukkan Pukul. 04:27:08.
Seorang pria tampan yang berbaring di atas ranjang rumah sakit,mulai membuka mata nya pelan-pelan,sesaat kemudian matanya terbuka lebar,dia melihat seorang sedang tidur di kursi di samping ranjangnya dengan kepala tertumpu pada tengah ranjang.
Awan berinsiatif menyentuh Surai ke kecoklatan itu yang panjang sepunggung.Namun Awan tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya.
Awan terus berusaha menggerak kan tangan,tubuh dan juga kaki,namun semua tidak bisa bergerak,
"Apa yang terjadi dengan tubuh ku?"gumamnya.
di saat Awan sibuk berusaha menggerakkan tubuhnya,Mentari terbangun dari tidurnya,karena dia sudah terbiasa terbangun di jam seperti ini,untuk menunaikan kewajibannya dan setelah itu membuat kue untuk di jual nanti.
Awan terpana,matanya tidak berkedip sama sekali menatap wajah gadis yang berada di depan nya sekarang ini.
"Gadis ini,apakah dia bidadari,apakah aku sudah mati?Tapi kenapa bau obat sangat kentara di hidung ku,"gumam awan dalam hati.
Tidak sengaja saat melirik jam,Mentari melihat ke mata Awan,Mentari terpaku,sesaat mata keduanya bertemu,namun Mentari cepat-cepat membuang pandangan nya.
"Tuan,Tuan sudah sadar,apa Tuan membutuhkan sesuatu,'"tanya Mentari pada Awan.
Mulut Awan bergerak mengucapkan sesuatu,
"Air,air,"suara Awan sangat kecil,itu membuat Mentari tidak bisa Mendengar,jadi terpaksa mentari harus mendekat kan telinganya ke mulut Awan.Mentari dapat merasakan hangatnya hembusan nafas Awan di telinganya,hingga membuat bulu kuduk Mentari berdiri.
"Tuan mau air?"tanya Mentari.
Awan mengedipkan matanya.
"Sebentar ya?saya ambilkan,"Mentari mengambil air satu botol dan membukanya,Setelah memasukkan straw ke botol Mentari segera menyodorkan ke mulut Awan.
Setelah selesai minum,mulut Awan bergerak lagi,Mentari kembali mendekatkan telinganya lagi,namun kali ini suara Awan terdengar sedikit lebih jelas tidak seperti tadi.
"kamu siapa?"tanya Awan dengan suara parau nya yang hampir tidak ke dengaran.
"Nama saya Mentari Tuan,saya yang 'kan mengurus dan merawat Tuan sampai Tuan sembuh dan bisa berjalan seperti semula," jawab mentari sesuai yang di inginkan oleh Mama Laras.
"Tuan,kalau tidak ada yang di perlukan lagi,Saya permisi mau ke musalla untuk menunaikan kewajiban ku.,"ucap Mentari
Lagi-lagi Awan mengedipkan matanya sebagai tanda setuju dengan yang Mentari katakan.
Setelah mentari keluar,tidak lama kemudian Mama Laras pun bangun,dia langsung masuk ke kamar mandi,selesai dari kamar mandi Mama Laras melihat Awan,ternyata Awan sudah tertidur lagi,Mama Laras pikir Awan belum sadar,Karena dia tidak melihat nya tadi.
Setelah itu Mama Laras juga keluar dari ruangan itu,tidak tau dia pergi kemana.
Jam sudah menunjukkan Pukul.06:30:00 WIB.
Dua orang suster masuk mengantarkan sarapan sekalian mengecek kondisi Awan.
Tidak lama setelah suster keluar Mentari masuk kedalam ruangan Awan,Mentari melihat sudah ada bubur yang terletak di atas nakas dan air infus juga telah di ganti.
Mentari membangunkan Awan dan mengatur ranjang Awan setengah duduk agar Awan bisa bebas untuk melihat-lihat.
"Apa yang terjadi dengan tubuh ku,kenapa tidak bisa aku gerakkan?"tanya awan yang belum tau kenapa tubuh nya semua tidak bisa di gerakkan.
Sekarang Mentari tidak perlu lagi mendekatkan telinga ke mulut Awan, karena suara Awan sudah jelas walaupun volumenya masih kecil.
"Tuan mengalami Lumpuh sementara,karena kecelakaan kemaren,"jawab Mentari sesuai dengan apa yang dia tau.
Awan coba mengingat sebelum kecelakaan terjadi.
BERSAMBUNG.