NovelToon NovelToon
SISTEM DEWA NAGA TERKUAT

SISTEM DEWA NAGA TERKUAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Budidaya dan Peningkatan / Dunia Lain
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rumah pena

Dimas Seorang pekerja supir truk yang gak sengaja menabrak pekerja kantoran, tapi anehnya pandanganya gelap dan dia muncul didunia lain.

Sistem dewa naga terkuat menemani perjalananya menuju puncak kekuatan, dengan berbagai misinya Dimas mendapatkan berbagai harta yang sangat kuat.

Bagaimana perjalanan Dimas, Ikuti kisah keseruanya.

Gas... gua bakal up tiap hari sesuai mood, mungkin 2 chapter sampai 5 chapter perhari, kalau lagi mood bisa lebih.

Maaf jika ada kesalahan pada cerita, karena author hanya manusia, bukan nabi Boy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumah pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 - AK - 47

Dimas dan kelompoknya kembali melanjutkan perjalanan menyusuri reruntuhan kuno yang sunyi. Walaupun mereka tidak tahu ke mana harus pergi, mereka tetap berjalan ke depan, berharap menemukan petunjuk tentang peti mati yang disebutkan oleh sistem.

Reruntuhan itu tampak seperti kota kuno yang telah lama ditinggalkan. Bangunan-bangunan besar berdiri kokoh, meski sebagian telah runtuh, ditutupi lumut dan akar yang menjalar di dindingnya. Beberapa patung yang dulunya mungkin melambangkan kejayaan peradaban yang hilang, kini hanya tersisa serpihan dan puing.

Namun, ada sesuatu yang menarik di sepanjang perjalanan mereka.

Harta karun.

Mereka menemukan banyak benda berharga yang tergeletak begitu saja di tengah jalan.

Seolah-olah, reruntuhan ini tidak hanya tempat yang ditinggalkan, tapi juga menjadi kuburan bagi banyak petarung yang pernah masuk ke sini.

Dong San, yang berjalan di depan, tiba-tiba berhenti dan menunduk, matanya berbinar melihat sebuah tombak berukir kuno yang tertancap di tanah.

Ia menariknya perlahan.

WUSHHH!

Tombak itu terlepas dari tanah, meninggalkan jejak cahaya biru samar.

"Tombak dari era kuno…" gumam Dong San, mengagumi senjata itu. "Kualitasnya tidak bisa diragukan lagi."

Sementara itu, Ling Yuan dan Alexa menemukan dua pedang kembar.

Salah satunya berwarna biru seperti es, sementara yang satunya lagi merah menyala seperti api.

Kedua pedang itu tampaknya memiliki elemen yang berlawanan.

Alexa memegang pedang merah, sementara Ling Yuan menggenggam pedang biru.

"Aku merasa ada sesuatu yang berbeda dari pedang ini," ucap Alexa.

Ling Yuan mengangguk. "Mungkin dulu ini milik petarung hebat."

Namun, berbeda dengan mereka, Dimas tidak mengambil apa pun.

Ia hanya melihat semua harta karun itu dengan ekspresi datar.

Sistem telah mengatakan bahwa meskipun senjata-senjata ini bagus, mereka masih kalah jauh dibandingkan dengan armor naga level 1 yang telah diberikan sistem padanya.

Jadi, meskipun benda-benda ini sangat berharga, Dimas tidak tertarik.

"Ambil saja kalau kalian mau," kata Dimas santai. "Aku tidak membutuhkannya."

Dong San, Ling Yuan, dan Alexa saling berpandangan, tapi mereka tidak menolak kesempatan ini.

Mereka menyimpan senjata-senjata itu sebelum melanjutkan perjalanan.

---

Beberapa saat berjalan, mereka tiba-tiba mendengar suara perkelahian.

Di salah satu sudut reruntuhan, ada sekelompok orang yang tengah bertarung.

Namun, yang membuatnya aneh adalah…

Mereka bertarung seperti anak-anak yang berebut mainan.

Tanpa Qi, mereka hanya bisa bertarung dengan tubuh fisik biasa.

Beberapa dari mereka bahkan saling meninju dengan gerakan yang kikuk.

Dimas, Alexa, Ling Yuan, dan Dong San berhenti sebentar untuk mengamati mereka.

"Ini… mereka berkelahi untuk memperebutkan harta?" tanya Ling Yuan dengan nada heran.

Dong San menyeringai. "Tanpa Qi, mereka benar-benar terlihat seperti orang biasa."

Dimas hanya menggelengkan kepala.

"Mereka bukan masalah kita," katanya. "Kita lanjut saja."

Mereka hendak melanjutkan perjalanan, namun…

Tiba-tiba, muncul sekelompok orang lain yang menghentikan langkah mereka.

Mereka terdiri dari sekitar 15 orang.

Tubuh mereka tinggi, kekar, dan penuh luka bekas pertempuran.

Mereka tampak seperti suku barbar.

Salah satu dari mereka, yang sepertinya pemimpin kelompok, melangkah maju.

"Serahkan harta kalian."

Suara pria itu dalam dan mengandung ancaman.

Dimas dan kelompoknya tidak langsung bereaksi.

Namun, Dong San menyeringai sinis.

"Dan kalau kami menolak?" tanyanya dengan nada mengejek.

Pemimpin barbar itu tersenyum tipis.

"Maka kami akan mengambilnya dengan paksa."

Tentu saja, Dimas dan yang lainnya menolak.

Dan itu memicu pertarungan yang tidak bisa dihindari.

---

Alexa, Ling Yuan, dan Dong San langsung menyerang lebih dulu.

Mereka masih tidak bisa menggunakan Qi, tapi mereka memiliki pengalaman bertarung yang tinggi.

Serangan mereka terarah, cepat, dan kuat.

Namun…

Setelah beberapa menit bertarung, mereka mulai kelelahan.

Sementara itu, orang-orang barbar masih berdiri kokoh.

Meskipun mereka juga tidak bisa menggunakan Qi, mereka lebih kuat secara fisik.

Tubuh mereka lebih tahan lama, dan mereka terbiasa bertarung dalam kondisi ekstrem.

Alexa mengusap keringatnya.

"Mereka ini seperti tank berjalan…"

Ling Yuan menghela napas. "Mereka memang kuat. Tanpa Qi, kita tidak bisa mengalahkan mereka dalam jangka panjang."

Dong San menyeringai. "Lalu, bagaimana kalau kita beri mereka sedikit kejutan?"

Mereka semua menoleh ke Dimas.

Dimas tidak bergerak sejak awal pertarungan dimulai.

Namun kini, ia perlahan mengangkat tangannya.

"Cukup main-mainnya," katanya dengan suara datar.

BRRRRRRRRTTTT!!

Suara tembakan meledak di udara.

Semua orang menoleh dengan mata melebar.

Di tangan Dimas…

Sebuah AK-47 hitam dengan ukiran naga tampak bersinar.

Namun, yang lebih mengejutkan…

Senjata itu tidak menggunakan peluru mesiu biasa.

Pelurunya terbuat dari Qi naga sejati!

DOR!! DOR!! DOR!!

Peluru Qi itu meluncur dengan kecepatan luar biasa, menembus tubuh para suku barbar.

Mereka bahkan tidak sempat bereaksi.

Satu per satu, mereka roboh dengan darah mengalir dari tubuh mereka.

Beberapa dari mereka mencoba bersembunyi di balik reruntuhan.

Namun…

Peluru Qi itu menembus batu seolah-olah tidak ada apa pun di sana.

DOR! DOR! DOR!

Dalam waktu singkat, semua suku barbar itu tewas di tempat.

---

Setelah semuanya selesai, Dimas menurunkan senjatanya.

Ia melirik Alexa, Ling Yuan, dan Dong San yang menatapnya dengan ekspresi terpukau.

Alexa membuka mulutnya, lalu menutupnya lagi.

Ling Yuan mengangkat alis.

Dong San menyeringai.

"Dan di saat seperti ini, kamu baru menggunakan senjata itu?" tanyanya.

Dong San menatap takjub dan juga penasaran dengan senjata Dimas, tapi dia tidak mengatakan apapun.

Dimas hanya tersenyum kecil.

"Mereka terlalu banyak membuang waktu kita."

Namun, mereka bukan satu-satunya yang melihat apa yang baru saja terjadi.

Orang-orang yang sebelumnya bertarung untuk harta karun kini memandang Dimas dengan ekspresi ketakutan.

Mereka baru menyadari satu hal…

Ada seseorang di reruntuhan ini yang masih bisa menggunakan Qi!

Namun…

Qi miliknya berbeda dari mereka semua.

Sebelum Dimas sempat mengatakan apa pun, orang-orang itu langsung melarikan diri.

Mereka tidak ingin mengambil risiko berhadapan dengan monster yang tidak bisa mereka pahami.

---

Setelah semuanya selesai, Dimas menyimpan kembali AK-47-nya ke dalam sistem.

Ia menoleh ke arah Alexa, Ling Yuan, dan Dong San.

"Ayo lanjutkan perjalanan."

Ketiganya saling berpandangan, lalu mengangguk.

Mereka tahu satu hal…

Dimas bukan hanya seseorang yang kuat.

Ia adalah keberadaan yang seharusnya tidak bisa ada di dunia ini.

Namun, bagi mereka, itulah yang membuat segalanya menjadi lebih menarik.

Dengan itu, mereka melangkah maju, menuju petualangan berikutnya.

......

BERSAMBUNG...

1
Rumah Pena
Campur oy
Dean Adam
Ini Kultivator Atau Dunia Fantasy Barat, heran Gue
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!