NovelToon NovelToon
Perjalanan Pendekar Naga

Perjalanan Pendekar Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Musang Bulan

10 tahun yang lalu keluarga cabang Xiao dibantai, dalam peristiwa berdarah tersebut hanya Xiao Tian yang berhasil selamat. Dalam keputusasaan, ia berlari ke sembarang arah hingga terperosok ke salah satu jurang di kaki pegunungan Wuyi. Beruntung salah seorang Tetua Sekte menyelamatkannya, memberikannya sebuah harta tak terhingga yang bernama mutiara dewa iblis demi menyambung nyawanya. Sejak saat itu, takdir kehidupannya pun berubah. Meski ia dianggap tidak berguna, namun hanya gurunya lah yang mengetahui rahasia terbesarnya dalam menempuh dunia kultivasi yang kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Kecantikan

Menyaksikan kedatangan Shen Louyan, perasaan bingung menyelimuti Xiao Tian.

"Apa yang terjadi? Apakah ini akan baik-baik saja jika teman-teman mu merasa tidak senang?" Ucap Xiao Tian tampak khawatir.

"Pada akhirnya kamu tidak bisa dibandingkan dengan mereka, jika aku pernah melakukan kesalahan maka aku tidak akan mengulanginya lagi" Shen Louyan menatap lembut ke arah Xiao Tian.

"Jangan katakan kamu sedang menggodaku" Ujar Xiao Tian dengan tersenyum nakal.

"Huh.. Mustahil" Shen Louyan tampak memutar bola matanya.

Meski begitu entah mengapa di dalam hatinya ia merasakan suatu perasaan aneh, semakin dekat dengan Xiao Tian maka perasaan itu juga semakin berkecamuk.

"Hai, bukankah kamu adalah Xiao Tian?"

Tiba-tiba suara seorang wanita terdengar, terkesan dingin seolah tidak suka dengan keberadaan Xiao Tian.

Mata Xiao Tian bergerak, melirik ke arah sumber suara yang nyatanya adalah sosok familiar lainnya yang tentu tidak asing.

"Ning Shih?" Ucap Xiao Tian dengan dahi mengkerut.

Tidak disangka, selain Shen Louyan, seorang saudara seperguruannya juga hadir di tempat ini.

Shen Louyan tampak salah tingkah, di hadapan Ning Shih ia seperti anak ayam yang bertemu induknya. Meski keduanya adalah rekan, namun diantara saudara yang lainnya ia pernah menceritakan tentang kesannya kepada Xiao Tian.

"Sudah tiga tahun, aku pikir kamu sudah menyerah dengan kultivasi dan memutuskan untuk pergi dari puncak Gunung Wuyi. Tetapi tidak kuduga, kamu justru tampak memperdaya adik seperguruan" Ucap Ning Shih dengan serius, seolah tidak menganggap hubungan masa lalu.

"Ya, kamu benar. Sudah tiga tahun berlalu, banyak hal telah berubah. Hanya saja, aku baru percaya dengan pesan terakhir dari guru jika waktulah yang pada akhirnya akan menunjukkan sikap kita masing-masing" Xiao Tian berkata dengan tenang.

"Saudari Louyan, ingatlah dengan status kita di puncak kedua. Jangan terbuai dengan hubungan pertemanan yang sudah tidak penting, masa depanmu sangat berharga, jadi jangan bertindak yang tidak perlu" Kata Ning Shih penuh penekanan.

"Kak Ning, siapa yang bersikap ceroboh? Bukankah kita sudah seperti saudara? Bagaimana dulu guru Long Chen mengajarkan tentang kebajikan dan hubungan yang baik" Shen Louyan berkata dengan tegas, diantara mereka sudah seperti saudara.

Setelah berkata demikian Shen Louyan menatap ke arah Xiao Tian dengan tatapan penuh keyakinan, "Xiao Tian, aku mendukungmu"

"Xiao Tian, jangan bertindak terlalu jauh. Saudari Louyan masih polos, sebaiknya kamu paham bagaimana harus berhenti" Kata Ning Shih mencoba mengingatkan.

"Huhhh..."

Xiao Tian menghela napas dalam-dalam, matanya terpejam sesaat dan memikirkan hubungan mendalam yang sudah lama terjalin selama ini.

"Aku tidak pernah menyangka jika pada akhirnya kita akan menjadi orang asing yang tidak saling mengenal" Ucap Xiao Tian sesaat setelah membuka matanya.

Mendengar perkataan Xiao Tian ekspresi Ning Shih tampak tidak senang, lalu berkata dengan dingin, "Jika itu adalah kamu yang dulu maka aku bisa mengerti. Tetapi sekarang kamu bukanlah siapa-siapa, meski kamu sudah bisa berkultivasi kembali tidak akan ada yang bisa melindungimu di tempat ini. Jadi, sebaiknya kamu lebih tahu diri"

Sejak dulu Ning Shih memiliki kecemburuan dengan Xiao Tian yang memiliki bakat serta perhatian dari Tetua Long Chen, namun sejak Xiao Tian terpuruk ia seperti mendapatkan kesempatan untuk membalaskan ketidaksenangan yang menjepit hatinya.

Perhatian para murid yang hendak memasuki Menara Spiritual Langit teralihkan, keberadaan Ning Shih dan juga Shen Louyan telah menyihir perhatian para lelaki. Mereka adalah para pemerhati kecantikan, dengan kedatangan dua murid wanita yang pernah tinggal di Gunung Wuyi itu membuat semangat mereka bergemuruh.

Hati Shen Louyan sedih, menatap kedua orang di dekatnya secara bergantian ia merasakan dirinya seperti terjatuh ke jurang yang dalam.

"Kak, jangan berkata seperti itu. Kita sudah pernah mengabaikan hubungan persahabatan di masa lalu. Perlukah menambah luka baru? Walau bagaimanapun, Xiao Tian adalah bagian dari kita" Ucap Shen Louyan dengan lirih, suaranya pelan seolah enggan didengar pihak lain.

"Sudahlah, kedatanganku bukan untuk mempermalukan diri" Ujar Xiao Tian sambil melangkah pergi.

Bersamaan dengan itu, ia menuju meja batu yang tampak kosong dengan seorang pria paruh baya yang baru saja datang mengisinya.

Mengabaikan perhatian semua orang, Xiao Tian berbicara singkat sebelum akhirnya ia diperbolehkan masuk ke dalam Menara Spiritual Langit yang baru saja dibuka itu.

"Sial, apakah ia benar-benar ingin menyelinap?" Ucap seorang murid yang lebih awal datang.

"Sudah biarkan saja, lagipula ia juga tidak akan bertahan lama" Kata murid lainnya.

"Ya, itu benar. Sudah lama tidak ada yang memecahkan rekor Zhuank An di tempat ini, kuharap kedatanganku kali ini akan mendapatkan tontonan yang menarik" Ujar murid lainnya tampak tenang.

Sementara itu, Xiao Tian sudah memasuki lantai pertama menara pelatihan, meski dikatakan sebagai menara namun di dalamnya tampak sangat berbeda. Hanya lapangan luas dengan beberapa penjagaan teknik formasi spiritual, bisa dikatakan jika tempat ini memang lokasi yang cocok untuk melatih kekuatan beladiri.

Pada saat berikutnya, tatapan Xiao Tian jatuh pada dua patung perunggu yang lagi-lagi digerakkan dengan memanfaatkan mekanisme khusus teknik formasi.

Seolah mendapatkan tamu tak diundang, patung-patung perunggu itu bergerak dengan senjata belati panjang di tangannya. Mereka mendekat ke arah Xiao Tian dengan gerakan lincah dan bersiap menghabisi, satu gerakan saja sudah bisa membunuh seorang prajurit peperangan.

Dalam setengah tarikan napas, hawa panas dari energi Qi patung-patung perunggu itu menyebar. Sebuah serangan gabungan melesat menuju Xiao Tian tanpa memberikan kesempatan untuk berkata-kata. Mereka bergerak dari berbagai arah, membawa serangan mematikan dan siap menerkam Xiao Tian dalam satu kali tebasan.

"Menarik" Batin Xiao Tian dengan perasaan senang.

Detik berikutnya, pedang biru di punggungnya terangkat dengan aura samar yang kuat, penuh tekanan.

"Zriinkk"

Dentingan benda logam saling beradu, membuat belati di tangan para patung perunggu terhempas ke tanah.

Detik berikutnya, serangan cepat dan akurat Xiao Tian menghujam dada beberapa patung perunggu tanpa bisa dihalangi.

"Braak"

"Braak"

Dua patung perunggu terlempar dan ambruk, setelahnya tidak lagi bergerak seolah menandakan kekalahan.

Xiao Tian jelas memahami, dengan ini ia sudah berhasil melewati ujian lantai pertama dan segera melangkah ke lantai dua.

Dengan ekspresi wajah yang tenang, Xiao Tian pun melangkahkan kakinya menuju tangga yang akan mengantarkan dirinya ke lantai berikutnya.

Tiba di lantai dua, kesan Xiao Tian tidak berbeda dengan sebelumnya. Pemandangan lapangan luas dengan keberadaan patung manusia perunggu yang sedang memegang belati panjang. Yang membedakan hanya jumlahnya saja, kini empat patung manusia perunggu tengah menanti kedatangan Xiao Tian.

"Kalian majulah sekaligus" Tantang Xiao Tian tanpa merasa takut sedikitpun.

1
Someone
Up
Qisya Zahra12
Baru baca novel kultivasi, langsung cocok pas baca yang ini.
Werkudara
Menanti serunya perjalanan panjang sang legendaris... 👍
Werkudara
Ini sebuah karya tulis yang sangat menarik, tentang perjalanan hidup seorang kultivator mencari hakekat kehidupan... lanjut... 👍
Freddy Suwindi
y
Oe Din
Poko'e semangat berkarya...!!!
Oe Din
Luar biasa
Ernest T
upupupupupuppppppp thor
Someone
Seru diawalnya
Someone
Jadi penasaran dengan identitas gurunya xiao tian
Someone
Mulai suka
Ismaeni
coba jaga kepercayaan para reader ya thor,jangan ketika sudah banyak yang suka karyamu tiba-tiba terhenti tanpa ada pemberitahuan. ..
Ismaeni
tidak asing dengan alur ceritamu...
Ismaeni
sepertinya aku tau siapa kamu thor.../Facepalm/
Zainal Tyre
lanjut thor
Musang Bulan
Yang minta update, ditunggu ya. Jangan lupa like dan komentarnya ya supaya karya ini tetap eksis. Banyak karya di NT tidak berlanjut karena kurangnya dukungan berkarya dari pembaca.

Yang lagi dalam perjalanan mudik, hati2 di jalan ya...
PAIZ 0507: gas tor
total 1 replies
Ismaeni
sepertinya pernah baca cerita yang agak mirip-mirip yaa,cuma sayang tidak berlanjut padahal sangat bagus menurutku ...semoga cerita ini bisa sampai tamat sebagai penggantinya. ..
Iwa Siaga purna
Diawalnya bagus, nyimak terus
Iwa Siaga purna
Nama Li Mochou jadi inget ma tokoh dlm kisah Yoko.
Iwa Siaga purna
Nyimak dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!