NovelToon NovelToon
Pengantin Pria Yang Tak Terduga

Pengantin Pria Yang Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:182k
Nilai: 4.8
Nama Author: Annami Shavian

Niat hati ingin dinikahkan dengan kekasihnya, Rania justru dinikahkan dengan Dave, ayah kekasihnya tanpa sepengetahuan nya.

Suatu hari. Pernikahan Rania hampir saja batal, sebab pengantin prianya kabur entah kemana. Ketika Dave meminta maaf pada keluarga Hamid Malik atas kelakuan putranya, Hamid justru memaksanya untuk menikahi Rania menggantikan putranya, Kevin.

Dave tak punya pilihan lain selain menuruti keinginan Hamid. Selain Hamid mengancam Dave akan menyebarkan scandal putranya dengan putrinya ke media, Dave pun tak tega pada Rania yang konon katanya sudah dirusak oleh putranya.

Lantas, kemana Kevin? Dan apakah Rania menerima pernikahan nya dengan pria tua yang seharusnya menjadi ayah mertuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annami Shavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kartu kredit diblokir

Rania tidak percaya atas apa yang disampaikan oleh kasir tentang kartunya yang tidak bisa digunakan. Rania meminta sang kasir untuk terus mencoba dan mencobanya lagi. Sang kasir pun menurut, dia melakukan apa yang Rania inginkan. Akan tetapi tetap saja, berulang kali dicoba dan selama itu pula transaksinya selalu gagal.

Seolah belum puas sampai disitu, Rania meminta kasir itu untuk memanggil manager cafe, dan kasir itu pun menurutinya. Tapi ketika kasir itu hendak beranjak, sosok manager cafe yang hendak dipanggil tadi tiba-tiba muncul di hadapan Rania.

"Selamat siang, mba! apa ada yang bisa saya bantu?" Sapa manager yang berjenis kelamin laki-laki.

Rania hanya meresponnya dengan senyuman samar yang nyaris tak terlihat. Dia enggan ber-basa basi dan langsung bicara pada intinya." Staf bapak bilang kartu kredit saya tidak bisa digunakan. Coba bapak yang cek. Saya tidak percaya sama karyawan baru ini." Menyorot ke arah sang kasir yang hanya menundukkan wajahnya.

Manager itu tersenyum lalu melakukan apa yang Rania perintahkan. Selama manager itu transaksi, Rania menoleh ke arah teman-temannya. Ketiga temannya itu ternyata sedang asik mengobrol sambil ketawa ketiwi. Pada waktu yang sama, sang manager tadi berkata," maaf mba, kartunya memang tidak bisa digunakan. Kayaknya sudah diblokir." Rania mengalihkan pandangannya dari teman-temannya ke arah manager dengan ekspresi tercengang." Di-diblokir....." Geleng-geleng kepala merasa kurang percaya." Tidak, tidak mungkin di blokir. Mung-mungkin bapak salah."

Manager itu menghela nafas besar. Berusaha menahan sabarnya menghadapi salah satu pelanggan yang ngeyel." Saya tidak salah, mba. Kartu mba memang sudah di bekukan."

Mendengar itu, Rania meringis sambil mengusap wajahnya." Apa ini ulah papa. Dia sengaja memblokir kartu kreditku," ucap bathin Rania.

"Sekarang bagaimana, mba? apa mba punya debit? atau uang cas saja?" Tanya manager. Rania geleng-geleng lemah. Hamid tidak memfasilitasi Rania dengan debit atau pun uang cast dalam jumlah yang banyak. Kalau pun ada uang cast paling jumlahnya hanya beberapa lembar saja pemberian Amira. Selama ini sang papa hanya memfasilitasinya dengan satu-satunya kartu kredit.

"Terus sekarang gimana cara mba bayar tagihannya?"

Rania tidak merespon pertanyaan manager yang mulai cerewet, melainkan dia merogoh ponselnya untuk menghubungi Hamid. Tapi sayangnya, Hamid tidak mengangkat telponnya. Setelah Hamid mengabaikan telponnya, Rania mencoba menghubungi Amira, berharap mamanya itu bisa menolongnya. Tapi ternyata, sang mama pun sama saja mengabaikan telponnya. Seolah-olah kedua orang tuanya itu sengaja dan bekerja sama untuk membuat hidupnya sulit.

Rania mendengus dan menutup telponnya dengan amat kesal. Setelah itu, dia menoleh ke arah teman-temannya. Tapi pada saat yang sama, ketiga temannya itu malah mengalihkan pandangan mereka ke arah lain dengan serempak." Apa aku pinjam uang mereka saja? Tapi...." Rania geleng-geleng kepala. Itu bukan ide yang bagus. Mereka bisa menertawakannya kalau teman-temanya tahu kesulitannya saat ini. Kemudian, Rania mengalihkan kembali wajahnya ke arah manager yang masih setia menunggu.

"Bagaimana, mba?"

"Eem, pak. Saya ini kan pelanggan cafe ini sudah lama. Emm...boleh tidak saya utang dulu?" Tawar Rania malu-malu.

"Utaang.." ucap sang manager cafe dengan suara lumayan tinggi." Ssssttttt" Rania langsung meletakkan jari telunjuk di atas bibirnya. Lalu clingak clinguk melihat kesekitar. Beruntungnya, tidak ada orang disekitar area kasir.

"Jangan keras-keras, pak. Iya, ma-maksud saya. Saya utang dulu sebentar. Sa-saya mau pulang dulu ambil uang, nanti balik lagi kemari."

"Maaf, mba. Tapi cafe kami tidak bisa mengutangi kecuali....kalau mba memberikan jaminan kendaraan milik, mba."

"Apa!!!!!" Rania langsung mengusap usap wajahnya. Itu bukan solusi yang bagus. Menggadaikan mobilnya hanya karena tidak bisa membayar tagihan makanan yang hanya berjumlah empat juta lebih. Apa kata teman-temannya nanti?

"Pakai kartu saya saja untuk melunasi tagihan nona ini, pak."

Ditengah Rania menutupi wajahnya dengan telapak tangannya, tiba-tiba telinganya mendengar suara bariton yang tak asing lagi. Rania menoleh kesamping, mengintip orang yang berbicara tersebut melalui celah-celah jarinya. Dan seketika itu pula, Rania termangu melihatnya.

"Om, Dave!" ucap Rania lirih, menurunkan tangannya dari wajahnya perlahan. Menatap kurang percaya pada pria tinggi tegap tersebut.

Dave hanya memberikan senyuman kecil pada Rania. Lalu mengambil kartu yang disodorkan oleh manager setelah melakukan transaksi.

"Terima kasih, pak," ucap Dave pada sang manager.

"Sama-sama, tuan Dave," balas manager itu sembari senyum-senyum ke arah Rania.

Rania mengerutkan dahinya. Manager itu mengenal suaminya? Tentu saja. Dave adalah pelanggan VIP yang sering kali datang untuk jamuan meeting bersama client nya di cafe tersebut.

Setelah itu, Dave sedikit mencondongkan wajahnya kearah telinga Rania yang berdiri mematung tanpa ekspresi." Pulang lah. Sebelum orang tua mu mencari mu," bisik Dave. Setelah berbisik, Dave langsung beranjak pergi tanpa menunggu respon dari Rania.

Setelah Dave agak menjauh, Rania memperhatikan gerak langkahnya yang maskulin dan punggung yang tegap. Dan tak lama, Rania melihat suaminya itu disambut oleh seorang wanita cantik dan seorang pria tua yang sama-sama menggunakan Jas hitam. Siapa mereka?

"Raniaaa...." Seruan Renata mengalihkan perhatian Rania dari Dave. Tapi tidak berselang lama, Rania mengalihkan kembali pandanganya ke arah Dave. Entah mengapa, kali ini Dave mencuri perhatian Rania setelah seminggu diabaikan dan masa bodoh pada pria itu. Akan tetapi sayangnya, Dave dan kedua orang yang Rania yakini sebagai relasi bisnis itu sudah menghilang dari pandangannya.

"Raniaaaaaaaa..." Kali ini Renata berseru dengan nada yang panjang. Dan Rania langsung menghampiri mereka tanpa menyahuti seruan Renata.

"Kenapa lama banget sih!" kesal Renata dengan wajah cemberut, saat Rania sudah berdiri diantara mereka.

"Oh, maaf tadi ada kendala sedikit."

"Kendalaaa!" timpal Wilona disertai jidatnya yang mengkerut.

"Hem" Rania mengangguk.

"Pria yang tadi berdiri disamping kamu itu bukannya papa gantengnya Kevin, calon mertua mu, Ran?" Celetuk Risa tiba-tiba. Sontak Renata dan Wilona melihat ke arah Risa. Semetara Rania meringis dalam tundukan.

1
Lea
Ga ad niatan lanjutin rania nich kak
Rumaisha Alaa
thor kapan lanjutannya ditunggu
Nenden Lasminingsih
kapan up lagi thor,,,ditunggu lanjutannya
RizQiella
lanjut kk
RizQiella
🤣🤣🤣🤣 kasihan gatot
RizQiella
temen2 toxic gitu
RizQiella
Kevin bukan anaknya
RizQiella
wkwkkw makanya jangan So🤣
RizQiella
🤣
RizQiella
kasian di blokir 😂
RizQiella
jangan jangan sama si kep kep
RizQiella
Rania Rania😁
Lea
Buntu nich thor di anggurin aja ga di lanjuutt
Annami Shavian: hehe keasikan ma rubi🤦🤦🤦tunggu rubi ketemu Rexa dulu ya kak😬🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
RizQiella
wah kasihan
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я
Kak author cantik..., bagaimana kisah Dave dan Rania selanjutnya? masih lanjut atau sudah tamat?
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я: hehehe 🤭😂😂
total 3 replies
Sugiarti
Luar biasa
Lea
Di gantung nich ceritanya mak , ga di selesain
Lea
Hilang fokus thor , fakum lama bgt si dave
Diah Elmawati
Kapan Thor lanjutannya. Aku berharap Thor memberikan hukuman yang setimpal buat Renata yang sudah membunuh kedua sahabatnya dan sekarang menculik Rania
💝F&N💝
kak, kenapa ini kok gak ada konfirmasi lagi.
ayo up lagi, kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!