NovelToon NovelToon
Pelayanku, Asha

Pelayanku, Asha

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:53.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lisa

Karena ingin dapat uang yang banyak tanpa ribet dengan keharusan punya keterampilan khusus, Asha akhirnya mau jadi tukang cuci pada sebuah keluarga kaya. Padahal dia punya ijazah SMA yang memungkinkan dia punya pekerjaan yang lebih baik dari sekedar tukang cuci.

Banyak kejadian yang terjadi selama dia menyembunyikan pekerjaan dari orangtuanya yang ada di kampung. Juga harus tetap cool saat ada teror menggemaskan dan nakal dari Arga, tuan muda di rumah majikan yang sedang patah hati karena tunangannya berselingkuh. Apalagi teror ciuman sesaat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 5 Asal-usul

Sebelum bekerja di kediaman keluarga Hendarto, Asha sudah pernah bekerja di sebuah restoran.

Beberapa tahun yang lalu...

.

.

"Kenapa bisa ada kotoran di atas makananku?!" teriak seorang pembeli marah. Pelayan yang dimarahi diam berdiri tegak di depannya. Pelayan perempuan yang lain menepi takut kena marah. Manager restoran datang tergopoh-gopoh.

"Ada apa, Tuan?"

"Pelayan ini memberikanku makanan kotor. Bagaimana kalau aku kena penyakit, hah?!" Pengunjung itu marah besar.

"Maaf tuan atas kelalaian pegawai saya." Manager membungkuk meminta maaf.

"Saya tidak mau membayar semua makanan ini," kata pelanggan itu dengan congkaknya.

"Baiklah. Minta maaf segera!" Manager memarahi pegawainya yang di anggap lalai. Setelah menghela napas pegawai itu mengucapkan maaf.

"Maaf tuan, sudah membuat anda tidak bisa menghabiskan sisa makanan yang terakhir padahal itu sangat lezat. Tapi anda harus berterima kasih pada saya karena berkat saya anda bisa memakan semua makanan lezat tadi dengan gratis." Di luar dugaan, kalimat itu justru muncul dari mulut pegawainya. Mata manager dan pengunjung itu membelalak geram.

"Kau! Apa yang kau bicarakan?!" Pengunjung itu semakin marah.

"Apa yang kau katakan?!" Manager marah.

"Maafkan saya, Pak," kata perempuan muda itu dengan tenang.

"Kau aku pecat!" manager sangat marah hingga mukanya merah.

"Terima kasih pak." Lagi-lagi di luar dugaan pegawai itu malah berterima kasih.

***

Dari pintu masuk restoran, keluar seorang perempuan. Mungkin dia berumur sekitar dua puluh satu tahun. Rupanya dia pelayan yang sedang di marahi tadi. Ya, itu Asha. Sebelum bekerja sebagai pembantu di rumah ini. Dia menggagalkan karirnya sendiri dan membuahkan pemecatan bagi dirinya.

Bruk! Dia menghentakkan kaki dengan kesal ke tanah.

"Kenapa bisa aku yang di salahkan! Bukankah itu ulah pelanggan tadi sendiri? Kenapa mereka tidak ada yang tahu kalau orang brengsek itu sengaja melakukan penipuan!"  Dia memukul-mukul udara dengan tangannya. Dia sangat kesal.

"Aku jadi pengangguran lagi kali ini ...," desahnya lelah. Setelah dua tahun lulus sekolah, tidak ada pekerjaan yang bikin betah. Ada saja masalah yang timbul. Yang membuat dia harus berhenti. Sebenarnya itu bukan sepenuhnya salah cewek bernama Asha ini, tapi nasib berkata seperti ini.

Sampai di taman kota Asha duduk di bangku taman.

Bagaimana keadaan Bapak dan Ibu di rumah, ya.. Juga Juna.

Asha adalah dua bersaudara. Juna, adik laki-lakinya masih bersekolah kelas 2 SMA. Asha sengaja hidup mandiri dengan tinggal di rumah kost. Awalnya Ibu tidak setuju. Meskipun dari dulu Asha sudah sekolah di kota ini, tapi dia belum pernah tinggal di tempat lain.

Sejak lulus SMA dia langsung cari kost-kost-an. Pengen hidup mandiri. Itulah alasan klisenya. Alasan sebenarnya Asha pengen bebas main. Sebenarnya Ibu kurang setuju. Tapi Bapak bilang tidak apa-apa. Asal tidak akan membuat masalah yang membuat malu keluarga dan harus bertanggung jawab sama apa yang sudah di putuskan. Kata Bapak gitu. Terima kasih Bapak.

Asha jadi sedih saat ingat bapaknya. Ada setetes air di ujung matanya. Asha segera mengusapnya sebelum jadi sungai air mata. Bapak Asha adalah pegawai negeri di sebuah kantor kecamatan daerah, tapi karena hanya lulusan SMP, Beliau tidak punya jabatan tinggi. Bahkan gaji saja tidak besar.

Gadis ini menghela napas panjang. Asha merasa membebani keluarganya karena tidak bisa mensejahterakan kedua orang tua. Apalagi dia anak pertama. Walaupun perempuan dia merasa harus bisa jadi penopang keluarga.

Bagaimana kalau seandainya aku anak kedua ya... Apakah sama seperti ini. Tidak, tidak. Jangan menyesali diri hanya karena menjadi anak pertama. Aku masih bisa menghela nafas saja sudah patut di syukuri. Aku harus lebih semangat lagi mencari uang. Bapak, Ibu, tunggu aku!!

Asha berdiri dan menghampiri motor butut warna hitam-nya yang di parkir. Dulu dengan motor butut Bapak itu, Asha pulang pergi sekolah tiap harinya. Supaya kelihatan tidak jadul jadul banget, Asha menempeli seluruh body motor dengan striker tema super hero kesayangannya, 'Batman' dan mengusungkan tema warna hitam dan silver.

Asha meluncur ke rumah kost.

Asha mengenal Mbak Endang pas nge-kost bareng. Mbak Endang yang hidup sebagai pengurus kost-kostan sangat akrab dengan Asha.

"Mbak, ada gak yah kerja yang gajinya tinggi tapi enggak butuh keahlian apa-apa?" tanya Asha asal. Yah ... dia lagi nganggur jadi mengkhayal juga tidak ada yang melarang.

"Kerja apaan mbak? Pembantu?"

"Haha ... bisa juga tuh. Asal gajinya besar. Lebih besar dari kerja di perusahaan." Lagi-lagi Asha bicara ngawur. Walaupun cari kerja susah dan hanya punya ijazah SMA bukan berarti langsung cari kerja jadi pembantu lah ...

"Beneran, mbak?"

"Iya, kalau ada ..." Sebenarnya itu iseng. Mana ada jadi pembantu gajinya gede. Apalagi lebih besar dari kerja di sebuah perusahaan. Sekali lagi di tekankan Asha itu pengangguran yang bebas bicara apa saja. Jadi tidak perlu di dengerin omongan ngawurnya, oke?

"Kalau mbak mau, ada." Ternyata Mbak Endang serius mikirin omongan nyeleneh-nya Asha.

"Hahaha ... Mbak gokil juga."

"Gokil apaan mbak ya?" Weits, lupa mbk Endang tidak pake bahasa jaman now.

"Itu asyik. Orangnya asyik," jelas Asha terkekeh. Bagaimana tidak, dia sendiri orang kampung tapi malah ngajari. Sebenarnya Asha sudah lama terbiasa suasana di kota karena dari SMA, bersekolah di sini.

"O ... beneran mbak ya mau kerja. Nanti aku telepon orang yang bisa kasih mbak pekerjaan deh."

"Tunggu, memangnya beneran ada ya jadi pembantu tapi gajinya besar kayak di perusahaan?" Asha jadi gelagapan sendiri karena mbak Endang bukan sedang bercanda.

"Katanya sih gitu mbak. Sodara mbak itu aja pas 3 bulan kerja di sana bisa renovasi rumah," jelas mbak Endang sambil pencet handphone.

"Waw ... hebat ya." Mendadak Asha jadi tidak seantusias tadi. "Trus kerjanya apa?" selidik Asha. Kali ini serius karena mendadak Asha jadi tidak tenang. Mana mungkin kan pelayan aja gajinya bisa buat merenovasi rumah dalam 3 bulan.

"Nyuci. Sodara mbak itu jadi tukang cuci."

What?? ini malah sangat tidak masuk akal.

"Bukan kerjaan yang lain mbak? Kan gajinya besar? Kerja di kantor mungkin." Mbak Endang ketawa geli.

"Sodara saya itu hanya lulusan SD, mbak. Gak mungkin kerja di kantor. Meskipun dia bisa nulis sama bisa baca." Lalu apaan dong. Kerja apaan dong. Asha jadi kepo. Panik tidak jelas. Walaupun dalam hati Asha bener-bener jungkir balik karena penasaran.

"Kok mbak gak kerja di sana juga?" Kan kalau gaji besar seharusnya mbak Endang ikut saudaranya juga, bukannya jadi pengurus kost-kostan begini. Logikanya seperti itu kan..

"Enggak mbak. Cukup disini saja," kata mbk Endang tersipu.

Hei.. respon apaan tuh. Aku gak lagi menggoda atau meledek kan.

"Selamat pagi ...," sapa mas Sumar ramah.

"Pagi mas," jawab Asha sambil tersenyum. Dia pemilik kost-kostan ini. Juga pemilik beberapa rumah kost yang ada di sekitar sini. Dia kaya akan rumah kost. Mbak Endang tersenyum malu-malu. Sesekali menyelipkan rambutnya ke belakang telinga. Mas Sumar juga tersenyum.

Asha memicingkan mata karena silau oleh sinar-sinar cinta yang terpancar dari mereka berdua. Silau banget sampai Asha perlu menutup matanya sebentar dan berdehem.

"Ehem." Mereka berdua sontak kaget.

Lupa ya ini orang-orang masih ada jomlowati yang berdiri mematung di tengah-tengah mereka.

"Oh, iya mbak Asha."

Sudah lupa daratan ya kalian berdua. Jadi ini alasan mbk Endang emoh untuk kerja bareng sodaranya yang gajinya besar itu.

"Anu mas...mbak Asha mau cari kerja." Mbak Endang menggeser tubuhnya agar sedikit lebih dekat ke Mas Sumar. Dia mau membocorkan pembicaraan ngawur tadi ke Mas Sumar. Aduh gawat!

"Kerja ya." Asha kasih kode supaya jangan ngomong apa-apa soal tadi. Mbak Endang tidak paham. Malah nambah omongan tadi lebih panjang.

"Itu mas ... mau ikut Rike." Asha sudah pasrah Mbk Endang mau ngomong apa aja. Terserah deh. Terserah!!

"Beneran ya?" Mas Sumar antusias. Ekspresinya bukan meledek ataupun menghina. Itu lebih kepada kagum. Asha menghela napas kesel, tapi sambil senyum karena tidak enak sama Mas Sumar.

"Kalau memang iya, aku rekomendasikan kamu sama Nyonya Wardah." Mas Sumar berbinar.

"Sudah, tanya Rike. Apa memang benar butuh pelayan. Kapan hari katanya Nyonya mau ada pelayan yang berhenti," kata mas Sumar ke mbak Endang.

"Iya Mas. Kata Rike memang lagi butuh pelayan. Soalnya ada pelayan yang berhenti karena menikah. Sudah seminggu."

"Oh, iya ya ...," kata Asha. Maksudnya iya itu mengiyakan cerita Mbak Endang soal pelayan yang berhenti karena menikah itu. Mereka berdua saling membahas. Dan Asha paham itu sekedar modus karena mereka jadi ada bahan obrolan. Asha ngerasa jadi dewi cinta yang mempersatukan dua manusia.

"Kapan mbak bisa ketemuan?" tanya Mas Sumar.

"Hah? Apanya?"

"Ya kerja itu," jawab Mbak Endang serius. Akhirnya Asha mengiyakan dan di terima jadi tukang cuci. Sejak itu Asha bisa kerja jadi tukang cuci sampai sekarang.

1
Sari Purnama
😍park seo joon oppa..syukaaaa
Gustein Arifin👑
cediiiiiihhhhh 😩😩😭😭😭
Dewi Purbowati
sudah ke 3 kalixa q baca Thor
Fadillah Ahmad
Nah, sekarang, ini sudah tidak relevan lagi kak, Sekarang berdasarkan berat badan.

Kalau minum air putih 8 gelas sehari, itu sama saja kekurangan Cairan. Kalau misalnya nih, kita haus, terus jatah minum air putih sudah 8 gelelas, terus gimana? sementara kita haus nih 😁

Jadi lebih baik Minum Air putih sesuai kebutuhan tubuh saja kak, jika haus minum. Udah gitu Saja sih 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ah, Seharusnya ksmu banting saja semua yang ada di dalam Ruangan itu Arga. Untuk meluapkan emosi. Biar istrimu itu tidak melewati batas. Apapun itu, itu nggk bisa di terima. Kalsu aku mah, sudah mengamuk itu. Aku nggk terima, istriku sama pria lain! enak aja dia! 🤬
Fadillah Ahmad
Iyalah, memang mau di harapkan apalagi? Menikah? Ya Nggk mungkin lah, di usia 17, 18 itu mengharapkan seperti itu. Nah Kalau Sudah 21 Tahun Keatas Baru, tidak masalah, mengharapkan Sebuah Pernikahan. Sah-sah saja itu mah, Asha. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ini benar ini, Kadang, orang masih menyebut "Susu Kenat Manis" Sebagai Susu. Sesungguhnya, "Susu Kenatal Manis" itu di boleh di sebut "Susu" Karena lebih banyak gulanya, di bandingkan yang lainnya. Jadi tidak tepat, jika, "Susu Kental Manis" di sebut "Susu" itu tidak boleh.

Sekarang, hanya boleh di Sebut "Kental Manis" saja. Tantapa embel-embel kata "Susu" di dalamnya. ini benar nih. 🙏🙏🙏😁
Fadillah Ahmad
Nah Ini, "Perjalanan Bisnis" Asha sebagai Istri Arga, juga harus siap kapan saja, mendampingi Suaminya dalam perjalanan Bisnis. Baik itu Keluar Kota, ataupun Keluar Negri. Karna Asha adalah Istri CEO, jadi harus menemani Arga, melakukan Perjalanan Bisnis. 😁😁😁🙏
Fadillah Ahmad
Betul, padahal suaminya CEO dari Perusahaan Besar, tapi istrinya malah Suka yang murah. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Cerita Sederhana ini, yang bikin Kangen. 😁😁😁 Ke pasar tradisional, juga masuk dalam cerita 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Aduh Arga... Masa Sih, Seorang CEO Dari Hendarto Group, nggk bisa mencuci perabotan memasak? itu pekerjaan yang tidak sulit, jika di lalukan dari hati. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Kak, Adain dong Cerita Anaknya Arga ❤️ Asha kak 🙏🙏🙏 Aku kangen mereka kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Kau Harus berterima Kasih dengan Asha, Evam. Katena Asha... Mantan Pelayan Arga itulah, Arga bisa melupakan istrimu. Dan Akhirnya Arga mencintai Istrinya Asha. Ya ampun, kenapa ya... Rasanya berat sekali, ingin mengakhiri Novel ini? Bagi aku, Ceritanya sangat mendalam. Sangat mengena di hati. Aku merasa berada di dalam cerita ini. Seperti di tarik masuk. dan akhirnya, tenggelam dalam kisah ini. Semoga, novel ini Bisa di buatkan WebSeriesnya 🙏🙏🙏😁 Aamiin. Aku ingin melihat Arga ❤️ Asha, dalam betuk Visual. Semoga Pihak NovelToon, memilih cerita ini, untuk di jadikan WebSeries 🙏🙏🙏😁
Fadillah Ahmad
Cie, sekarang, Asha sudah Menjadi Nyonya Arga Hendarto tuh, dan Sudah hamil pula... Hah, yah meskipun penuh lika-liku. Mengingat Kanu adalah Pelayan dulunya. Meskipun mendapatkan Cemo'ohan daei tentangga, di karenakan kamu yang dulu hanya seorang pelayan. Dan Berubah Setatus Menjadi Nyonya Arga Hendarto. Mungkin mereka kepo kali ya? dengan dongeng Cinderella. Seorang Pelayan, bisa menjadi istri majikannya. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Kak, Apakah Cerita Anaknya Asha dan Arga tidak ada kah kak? Rasanya, aku nggk rela menamatkan cerita ini dengan cepat 😭😭😭 Terlalu berkesan.
Fadillah Ahmad
Ceritanya Sederhana, tapi Berkesan. Menancap di hati Pembaca. Konfliknya juga tidak berat. bukan soal poligami juga. Coxok untuk rileks dari kerasnya hidup. 😁
Fadillah Ahmad
Itulah, Sudah dari Zaman nenek moyang, perkataan itu ada, Wanita itu harus bisa memasak, meskipun Wanita itu bekerja. Tetap harus bisa memasak, untuk anak dan susmi sendiri. Ini pelajaran ni. 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Bapak ini gimana sih? emang kalu ingin pamit sama istri sendiri haru pengantin Baru aja? emang kslsu pengantin lama, nggk boleh apa, pamit sama iatri sendiri? Aneh nih Bapak. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Karena Bekas Pelayannya dulu. Perih Sekali rasanya nggk di akui. 😭😭😭
Fadillah Ahmad
Kenapa Rasanya Perih Ya, Ketika Asha tidak malu mengajui, Bahw Nyonya Wardah, juga ibunya. Padahal Nyonya Wardah Sangat malu mengakui Ash, sebagai menantunya. Perih Rasanya. 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!