NovelToon NovelToon
Salah Nikah

Salah Nikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:389.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Novi wu

Di balik suami yang posesif, menyimpan sebuah rahasia besar!

Alan akan selalu melempar benda-benda yang terdekat dengannya ketika ia kecewa dengan Nesa, ia memang tidak pernah memukul istrinya—pria itu akan menumpahkan kekesalannya pada barang-barang di rumahnya.

Nesa sebenarnya tidak tahan lagi, tapi hanya demi Ribi—putri semata wayangnya dirinya bersabar menghadapi perangai buruk suaminya yang tempra mental. Tapi bencana itu datang, saat Nesa mengetahui jika sang suami tidur dengan wanita lain hanya satu kalimat yang terucap.


"Mari kita cerai!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 5

Nesa tertunduk lesu dengan air mata mengalir, meremas kertas struk hotel itu dengan kuat, ia bisa terima dengan semua sikap Alan, ia posesif, kasar, dan otoriter—tapi tidak kali ini. Ia telah menodai sucinya pernikahannya dengan Nesa, wanita itu tidak bisa menerima. Ia diduakan dengan wanita yang tak terbayang sebelumnya, yang tidur dengan berapa banyak laki-laki. Ia benar-benar sakit kali ini, dan tidak bisa tahan lagi dengan semua perlakuan Alan kepadanya. Cinta itu telah lama hilang, dan kini rasa hormat Nesa juga ikut sirna.

Meskipun ia sangat marah, Nesa tetap menyiapkan sarapan untuk suaminya, tentu dengan hati yang juga sudah hancur. Ia bagai manusia tanpa nyawa, dan tidak ingin percaya dengan siapapun kali ini.

Pukul tujuh lebih tiga puluh, Alan bangun—dan seperti biasa. Ribi sudah sekolah, dan istrinya juga sudah ada di dapur. Alan menatap istrinya sejenak, lalu duduk di kursi, sembari menyeruput kopi yang sudah mulai tidak hangat lagi. 

"Kopi apa ini? Sudah nggak panas. Ganti!" perintahnya dengan nada super tinggi. Dengan pandangan kosong, bak mayat hidup. Nesa menghampiri suaminya, mengambil cangkir kopi itu dan menggantinya dengan yang baru. Nesa sama sekali tidak menatap wajah Alan, karena benar-benar sudah merasa jijik.

Tak lama ia kembali meletakkan secangkir kopi hitam dengan gula dua sendok teh dengan arah putaran adukan ke kanan tujuh kali sesuai interuksi dari suaminya. Sejak tadi ia tidak berucap apapun hingga membuat Alan merasa aneh.

"Kamu kenapa?" 

Nesa hanya bergeming, menolak berkomentar, menghentikan sejenak mengiris sayurannya, lalu melanjutkannya kembali tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Namun bukannya bertanya perihal mengapa istrinya terdiam, Alan malah pergi masuk kamar mandi dan bersiap untuk pergi ke kantor. Hati Nesa semakin sakit saat ini, ia memotong-motong sayuran dengan berderai air mata, hingga tidak sengaja tangannya teriris. Ia tampak meringis kesakitan lalu menyambar tisu yang berada di atas meja makan. Alan yang tiba-tiba keluar kamar mendapati darah yang sudah berceceran di atas lantai berwarna putih tampak bergidik ngeri. Lalu memekik keras, " Darah apa ini, Nes?!" 

Nesa langsung menatap suaminya, dengan masih meringis kesakitan.

"Darahku!" sahutnya, dingin.

"Obati lukamu, kalau kehabisan darah, nanti kamu mati!" gerutunya, lalu menyambar kopi yang tadi terletak di atas meja dan menyeruputnya. "Aku nggak sarapan di rumah, mual aku lihat darahmu!" dengusnya kesal.

Tangan Nesa bergetar, ingin rasanya ia melempar apapun yang ada di hadapannya kepada suaminya, namun ia tidak cukup kekuatan untuk itu, nyalinya selalu ciut saat berhadapan dengan Alan, seolah ia memang dipaksa tunduk dengan suaminya dengan cara apapun. Saat Alan telah pergi, Nesa langsung mengambil kotak P3K dan mulai membalut lukanya.

Setelah selesai membalut luka di tangannya, Nesa langsung berjalan menuju kamar, mengambil koper bersar berwarna hitam yang biasa ia letakkan di atas almari, kemudia membukanya, memasukan semua pakaiannya, dan setelahnya ia berjalan menuju kamar Ribi, semua baju gadis kecil itupun juga ia masukkan ke dalam koper besar. Ia berkacak pinggang setelah selesai, dan bertekat untuk pergi dari rumah yang telah tujuh tahun ia tempati.

Hingga pukul sepuluh, saatnya ia menjemput buah hatinya untuk pulang dari sekolah, dan berniat mencabut berkas putrinya untuk segera pindah dari Sekolah Taman Kanak-kanak di mana Ribi selama ini menimba ilmu.

Setelah semua beres, dan mengumpulkan keberanian, Nesa akan pergi kembali ke kota di mana ia dilahirkan. Dan melayangkan gugatan cerai pada Alan.

"Ribi ... kangen sama kakung dan Uti, nggak?" tanya Nesa, ketika putrinya tengah asyik memakan jajanan yang belum sempat ia habiskan di sekolah.

"Iya ... kita mau ke Semarang ya, bu?"

Nesa mengangguk, pelan. Lalu mengambil tas dan koper, dan menggandeng putrinya keluar dari rumah itu, sejenak Nesa menghadap ke kediamannya lalu ia mamantapkan hati untuk pergi dari rumah yang tidak pernah hangat untuknya.

1
kalea rizuky
kok g lanjut
kalea rizuky
keluarga nendra baik semua
kalea rizuky
Nessa bloon booddoh inget anak km mau anak mu kena HIV oh bloon
kalea rizuky
blooon cak
Muhammad Afif
tulis tu jangan lame lame
IG __NoviWu: maaf bapak, penulisnya memang hiatus. Sedikit tidak tahu diri memang 🙏
total 1 replies
Widi Widurai
bersyukur aja cepet ketauan. dan slama itu alan ga mau jamah. bisa bisa kamu ketularan dia. ikut apes iy
Adiba Shakila Atmarini
lnjut up..
🌻Ruby Kejora
Karyanya luar biasa kak
Eswida Primaningrum
,
Eswida Primaningrum
,
Red Velvet
Kalau Nendra mau ikutin Nessa dan keluarganya Nendra ikhlas ya gak papa Nes meski awalnya gak seiman.
Red Velvet
Pelan2 aja Nendra, pepet aja terus si Nessa dan keluarganya. Dgn ctt "seiman" biasanya org tua langsung merestui dan Nessa gak akan bisa berkutik lagi karena restu sdh ditangan😁😁😁
Red Velvet
Adnan kalau memang suka sama Nessa ya harus diyakinkan dlu mamanya itu mau menerima Nessa. Karena sulit membina rumah tangga tp mertua gak suka sama kita, yg suka aja biasanya ada konflik apalagi yg gak suka begini bisa2 tekanan batin Nessa nikah sama Kau🤨
Red Velvet
akhirnya dilanjut lagi... jd penasaran dgn siapakah nanti Nessa akan berlabuh🤔
Erbanana
Nesa ingat kamu dan Nendra beda keyakinan.
Red Velvet: sulit memang jika keyakinan yg jd penghalang. Semoga saja kisah ini gak akan terlalu rumit, kasian Nessa🥺
total 1 replies
Yunia Afida
Alhamdulillah up lagi, semangat terus💪💪💪💪💪,
arandita olivia
di tunggu kelanjutannya kak... semangat bagus bget ceritanya
Deriana Satali
Kirain crtnya berakhir tnp ujung tp ternyata di sambung lg semangat upnya thor
Sunariyah Sunariyah
ceritanya bagus bgt
suka bgt
mudah2 Han author nya GX lama2 up ny
Fitriyah Fino
semangat up kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!