NovelToon NovelToon
SANTRI MBELING

SANTRI MBELING

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Masalah Pertumbuhan / Spiritual / Bad Boy / Teen / Slice of Life / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: ANGWARUL MUJAHADAH

Novel Santri Mbeling ini mengisahkan kehidupan beberapa santri yang mbeling atau bandel atau santri nakal suka iseng, yang tinggal di pondok pesantren di era tahun 1980 hingga tahun 2020.

Kisah seorang santri nakal yang suatu saat menjadi hamba - hamba kekasih Tuhan atau wali - wali-Nya Allah.

Namanya Panji, adalah pemuda dari keluarga kaya raya di Kota Surabaya. Setelah menucuri motor sepeda balap, dia kabur ke pesantren, karena takut pulang di marahi keluarganya dan di buru polisi.

Novel ini juga mengisahkan suka duka seorang santri yang mencari ilmu di lingkungan pondok pesantren yang penuh dengan aturan yang ketat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANGWARUL MUJAHADAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PANJI BERSAMA TEMAN BARUNYA DI JAKARTA

Malam itu...

Dengan setelan celana biru dongker yang sobek di lutut dan kaos warna putih betuliskan, "Kutunggu janda mu," Panji turun dari bis Arimbi di sebuah terminal.

"Naiklah taxi dan istirahatlah di penginapan, karena wilayah di sini sangat rawan banyak preman," nasehat hati Panji.

Sambil melangkahkan kaki... Panji mendengar nasehat hatinya, dan menuruti bisikan hatinya. Kemudian Panji menaiki taxi,

"Pak... Tolong carikan penginapan ya."

"Baiklah Pak," jawab sang sopir taxi,

"Vila, Hotel, Losmen apa Montel Pak?"

"Losmen saja Pak," ujar Panji.

Taxi pun meluncur perlahan - lahan, tak seberapa lama, taxi pun berhenti di halaman Losmen yang sederhana.

Setelah membayar taxi, Panji bergegas menemui resepsionis, lalu menerima kunci kamar 21 paling pojok depan taman.

Setelah berada di kamar, Panji berkata lirih,

"Alhamdulillah sampai juga di Jakarta.

Lebih baik aku pesan kopi."

Setelah memencet tombol telpon, Panji berkata,

"Mas, pesan nasi goreng, air es, kopi dan keripik pisang, di kamar 21."

Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu kamar, dan Panji pun beranjak membuka.

"Selamat Malam Pak... Ini pesanan kamar 21," kata pelayan laki - laki.

"Malam juga... Silahkan masuk Mas, taruh meja saja," ujar Panji.

"Baiklah Pak, kalau begitu saya permisi dulu," kata pelayan laki - laki.

"Tunggu Mas, silahkan duduk dulu," ucap Panji,

"Mas siapa namanya?"

"Adi Pak."

"Mas Adi... Jangan panggil saya Pak, panggil saja Panji.

Mas Adi berasal dari sini ya? Orang asli Jakarta?"

"Bukan Mas Panji, saya dari Jogjakarta Jawa Tengah. Di Jakarta saya merantau," kata Adi,

"Yaa, cari pengalaman sambil cari uang."

"Masih bujang ya," tanya Panji.

"Masih bujang Mas, baru saja lulus SMA, masih umur 19 kurang," jawab Adi,

"Mas Panji asli orang mana?"

"Aku asli Surabaya, ini baru datang langsung nginap di sini," ujar Panji,

"Karena aku belum punya teman... Mau gak Mas Adi jadi teman aku?"

"Boleh Mas, mau Mas Panji," jawab Adi,

"Alhamdulillah bertambah teman sama - sama perantauan nya. Mas Panji ke Jakarta apa mau sekolah, apa kuliah, apa mau kerja? Atau hanya main - main saja."

"Hanya main - main saja Mas Adi," jawab Panji,

"Oh iya, Mas Adi tinggal di mana?"

"Aku kos Mas Panji, di belakang Losmen ini, kurang lebih 50 meter lah," kata Adi,

"Kalau mau main ke tempat kos... Silahkan, kebetulan besok hari sabtu pas giliran ku libur."

"Siap Mas Adi, besok aku main ke tempat kos mu. Aku ingin jalan - jalan, aku ingin tau keramaian kota Jakarta," ujar Panji,

"Mau kan Mas Adi menemani aku jalan - jalan?"

"Mau Mas Panji, aku juga jarang jalan - jalan, karena sibuk kerja," kata Adi,

"Tetapi... Maaf ya Mas anji, aku belum gajian, jadi jalan - jalan saja ya? Gak bisa nraktir makan, hehehe."

"Iya gak apa - apa Mas Adi, aku ada uang kok," kata Panji.

"Silahkan makan dulu, nanti keburu dingin," kata Adi,

"Aku permisi dulu ya Mas Panji, nanti aku di cari ketua pengurus dapur."

"Baiklah, silahkan Mas," kata Panji.

Setelah makan, Panji merebahkan badan di atas ranjang sambil nonton Tv, tak lama kemudian Panji pun tertidur dengan Tv masih menyalah.

***

Pagi jam 9, setelah mandi, dengan pakaian yang sama, Panji keluar kamar Losmen dan pergi ke tempat kosnya Adi. Setelah mengingat - ingat petunjuk arah yang di beritahu adi semalam... Panji pun menemukan tempat kos Adi.

Ketika melihat beberapa gadis yang cantik - cantik berpakaian model terbaru... Panji mendekat lalu bertanya,

"Permisi Mbak... Mau tanya, di mana ya, kamar kosnya Mas Adi yang kerja di Losmen?"

"Aduuuh! Cakep bener nieh cowok, jadi sedikit naksir deh," goda salah satu gadis.

"Ngapain sich gak cariin gue aje? Tuh kamarnya si Adi nomer 1,2,3,4 noooh yang nomer 5," kata salah satu cewek cantik, dengan bahasa logat betawi.

"Terimakasih ya Mbak," ujar Panji kemudian melangkahkan kaki.

Ketika hendak mengetuk pintu... Adi membuka pintu kamar, dan berkata,

"Eee... Mas Panji, Ayoo silahkan masuk, aku mau mandi dulu. Bangun tidur nieh, hehehe. Sebentar ya?"

"Iya Mas," jawab Panji kemudian masuk kamar kos.

Tak lama setelah mandi dan ganti baju... Panji dan Adi jalan - jalan menelusuri trotoar sambil melihat toko - toko besar di sepanjang jalan.

"Ternyata Jakarta ini megah sekali... Surabaya kalah megah," ujar Panji dalam hati,

"Jalan - jalan di Jakarta sangat ramai sekali, orang - orangnya sangat cuek dan berpola pikir modern. Kebebasan dalam hal pergaulan juga sangat bebas. Kelihatannya... Uang dan harta yang jadi andalan. Kebutuhan hidup di Jakarta ini ternyata sangat mahal.

Peredaran uang sangat besar dan cepat, makanya banyak orang merantau di sini cari pekerjaan."

"Mas Adi, ayo cari makan di Mall, kita makan chicken saja di Mcdonald," ajak Panji.

"Mahal Panji makan di Mcdonald, kita makan di Warteg saja, jauh lebih murah," kata Adi.

"Gak apa - apa makan di Mcdonald, aku yang traktir, seporsi hanya 2 ribu 5 ratus," ujar Panji,

"Aku juga ingin beli celana dan kaos, karena aku hanya membawa baju yang melekat di badan ini saja.

Oh iya! Wateg itu apa?"

"Baiklah kalau begitu, kita ke Mall Statistik saja, itu ada Texas Chicken ada KFC ada juga Mcdonald dan banyak lagi. Mas Panji tinggal pilih mau makan di mana," kata Adi kemudian menyebrang jalan menuju Statistik Mall.

Warteg itu singkatan dari Warung Tegal, menunya banyak dan harganya murah. Banyak kalangan pekerja yang makan di Warteg."

Setelah berada di lantai 4, Panji dan Adi menikmati chicken juga segelas coca - cola.

Setelah selesai makan, Panji mengajak Adi untuk membeli beberapa stel baju, juga membeli tas dan topi di Galeri Eiger.

***

"Panji... Terimakasih ya telah di traktir makan dan di belikan beberapa stel baju," ucap Adi sambil menelusuri trotoar.

"Sama - sama Mas Adi, aku juga terimakasih, karena kamu mau menjadi temanku dan mau menemani ku jalan - jalan," kata Panji.

Tak lama kemudian sampailah Adi di depan pintu kamar kos.

"Panji, kita istirahat dulu di kamar kos, ayo masuk," ajak Adi,

"Kita ngopi dulu."

"Bang Adi... Dari mana Nieh? Habis belanja ya," teriak Devi tetangga kos.

"Iya Devi, habis ngantar temen Nieh, jalan - jalan," sahut Adi kemudian menyalahkan kipas angin.

Sambil menghisap rokok marlboro... Panji duduk bersandar pintu, berkata,

"Di sini banyak cewek yang kos ya Mas Adi?"

"Iya banyak Mas Panji, mereka anak perantauan semua, itu yang barusan teriak menyapa ku, dia anak Solo," ujar Adi,

"Tetapi ya gitu... Gayanya saja sok keren dan sok kaya, aslinya mereka banyak yang galau, hahaha. Penampilan dan gayanya gak cocok dengan isi dompetnya."

"Hemmm gitu ya Mas," gumam Panji,

"Itu siapa Mas, yang pakai kaos putih celana blus hitam? Duduk di kursi sendirian sambil merokok."

"Itu Dewi anak Sukabumi, kata Adi,

"Hemmm, cantik ya?"

"Hehehe, iya cantik," kata Panji,

"Sepertinya dia pendiam."

"Kata siapa..? Kamu aja yang belum tau," ujar Adi,

"Coba kalau sudah kenal... Nanti lain ceritanya."

"Lalu tadi yang di depan kos, siapa namanya," tanya Panji.

"Itu Wilda namanya, dia anak prustasi," kata Adi,

"Dia putus sekolah. Kalau gak salah... Kelas 2 SMA deh, dia broken putus sekolah."

"Lalu... Di sini dia kerja apaan," tanya Panji.

"Dia kerja di Nigth Club, sebagai Wetres pengantar minuman juga menemani tamu," kata Adi.

"Mas Adi..! Ini pesanan nya," kata ibu warung depan kos sambil menyodorkan 2 gelas kopi.

"Makasih ya Buk... Bon dulu buk," jawab Adi,

"Biasa... Tanggal 1 aku lunasi."

"Buk Wati," panggil Wilda.

"Iya Non," jawab Ibu warung.

"Aku pesan es coca - cola ya? Gak pake lama," ujar Wilda.

"Siap Non," jawab Ibu Wati.

"Wilda..!" panggil Adi,

"Sini..."

"Apa Bang," kata Wilda,

"Bang Adi, aku mau pinjam duit dooong?

"Eeeh..! Ada temennya, permisi ya Bang," ujar Wilda kemudian masuk kamar kos lalu duduk di samping Adi.

"Mau pinjam uang berapa? 1 juta, 2 juta apa 3 juta," goda Adi.

"Ah, kamu mesti deh, ngelantur," ucap Wilda,

"Beneran Bang, aku pinjam duit buat bayar kos."

"Iya, nanti kalau aku gajian tak kasih pinjam, kan aku belum gajian, masih tanggal 20 nih," kata Adi.

"Non, ini es nya," ujar Ibu wati, lalu Panji yang duduk bersandar pintu menerima gelas dan memberikan kepada Wilda.

"Ini Buk, uangnya, berapa semuanya," tanya Panji, sambil memberi selembar uang.

"Bang... Siapa namanya," tanya Wilda.

"Dia Panji dari Surabaya," sahut Adi.

"Oh iya, iya. Bang Panji, terimakasih ya telah di bayarin," ujar Wilda.

"Sama - sama Wilda," jawab Panji.

"Tuh ada rokok marlboro kalau mau," kata Adi kepada Wilda.

"Gak biasa rokok Marlboro bang, ini aku bawah rokok," ujar Wilda sambil mengeluarkan sebungkus rokok Dunhil Mentos,

"Bang Panji, anak Bonek ya? Arek - Arek Suroboyo hahaha.

Hemmm, dah lama ya bang, di Jakarta?"

"Baru semalam di Jakarta," jawab Panji.

"Kos di?mana," tanya Wilda.

"Tinggal di Losmen Kartika depan sini," kata Panji.

"Banyak duitnya dong? Kalau nginap di Losmen. Kos sebulan 5 ribu, Losmen sehari 6 ribu," ujar Wilda,

"Bang Panji, habis borong baju di Mall Statistik ya? Tuh belanjaannya banyak banget!!"

"Iya baru beli beberapa stel baju saja, karena aku gak bawa baju," kata Panji.

"Mbok ya aku di ajak jalan - jalan ke Moll Statistik bang Panji? Di traktir makan dan di belikan baju," ujar Wilda sambil tersenyum.

"Boleh, kalau mau," kata Panji santai.

"Udah jalan saja sekarang," sahut Adi,

"Mumpung masih sore. Tuh Panji juga belum punya temen di sini. Biar Panji punya banyak teman, kamu kenalin sama temen - temen kamu di Bar.

Yakan Panji?"

"Hehehehe, iya gak apa - apa, aku juga gak ada kesibukan," jawab Panji.

"Baiklah, aku ganti celana pendek dulu," kata Wida, kemudian keluar kamar kos.

"Sambil ganti celana pendek di kamar kosnya... Wilda berkata lirih,

"Ganteng amat tuh Panji, bikin hati deg - deg kan saja.

Anaknya kelihatan santai dan tenang, berwibawa,

jarang bicara kayaknya, banyak diamnya. Kayaknya... Gak pelit dia, mau bayarin minum ku. Coba nanti aku tes, mau gak dia bercinta dengan ku di ranjang..? Kalau mau berarti dia buaya darat kayak tamu di Bar."

"Ayo Panji," ajak Wilda.

"Baiklah, kita mampir ke Losmen dulu ya, naruh belanjaan," kata Panji kemudian berdiri,

"Bang Adi, aku tinggal dulu ya sama Wilda."

"Ok Panji," kata Adi sambil mengacungkan jempol.

***

Setelah mengembalikan belanjaan di Losmen, Panji dan Wilda berjalan menelusuri trotoar, kemudian masuk ke Statistik Mall menuju lantai 4.

Ketika Wilda lagi menikmati Chicken Texas... Tiba - tiba ada suara menyapa,

"Wilda..! Aduuuuh, yang lagi kencan nieh! Gak ngajak - ngajak," ujar Devi teman kosnya kemudian duduk di samping Wilda,

"Edi..! Ayoo duduk sini, kalau mau pesan? Pesan aja, aku minta es cream ajah deh."

"Dari mana lu? Mondar - mandir di Mal kayak seterika ajah," kata Wilda sambil makan.

"Biasa... Malam minggu, jalan sama pacar ke 4, hahaha," kata Devi tertawa,

"Eee... Siapa tuh, ganteng amaaat!"

"Kenalin, dia Panji pacar ku dari Surabaya, dia pengusaha kerupuk," kata Wilda asal nyeplos.

"Hahaha, biasa kamu tuh, asal saja kalau ngomong," kata Devi,

"Eh, Wilda! Boleh gak Panji aku tukar sama Edi?"

"Emang duit pake di tukar," ujar Wilda.

"Panji, arek - arek Bonex ya? Hehehe. Kenalin, aku Devi teman kosnya Wilda, dan ini Edi pacar ku," kata Devi.

"Aku Panji, salam kenal semua."

"Eh..! Entar malam kita ke Rolex ya," ajak Edi.

"Heee! Bulan Ramadhan, dosa tau," kata Wilda.

"Dosa di adu gak terasa, hahaha, kayak Bu Nyai ajah lu," sahut Devi.

"Panji, ayo kita beli baju, keburu malam," ajak Wilda kemudian berdiri.

"Mau borong baju nieh, ujar Devi kemudian berdiri mengandeng lengan Panji.

"Heeee! Di larang mengandeng pacar orang lain! Doosaa," kata Wilda sewot.

"Iya iya... Hanya ingin pegang saja," kata Devi cengigisan,

"Baru pengang lengannya, belum burung nya hahaha."

"Ayo Panji," kata Wilda lalu mengandeng lengan Panji,

"Panji, beli baju di Galeri Butik Exsos ya."

"Iya Wilda, gak apa - apa," ujar Panji santai.

"Teapi sangat mahal - mahal? Soalnya baju ternama kelas Internasional," kata Wilda.

"Iya gak apa - apa Wilda,"ujar Panji,

"Paling juga gak habis 10 juta."

Mendengar ucapan Panji yang seperti meremehkan jumlah uang 10 juta... Wilda menatap wajah Panji agak terkejut, lalu berkata dalam hati,

"Orang - orang kaya yang ku kenal saja, kalau membelikan aku baju... Paling ya mentok 500 ribu! Itu saja sudah bilang habis banyak? Ini Panji seperti orang miskin, modal tampang doang, malah berkata gak habis 10 juta? Coba aku akan belanja habis 2 juta!! Tetapi... Kira - kira dia punya uang gak ya?"

"Devi, kamu gak beli baju di Exsos?!!" tanya Panji.

"Gak punya uang Panji... Lagian di Exsos mahal - mahal," kata Devi,

"1 buah kaos saja, bisa 100 ribu. bayangin!!? Uang 100 ribu itu sama dengan bayaran ku kerja selama 9 bulan."

"Emang kamu kerja di mana," tanya Panji.

"Kerja Wetres di cafe Panji, pelayan tukang antar minuman, hahaha. Bahasanya saja keren, Wetres. Padahal ya pelayan..! Kalau ada waktu ajak Wilda nongkrong di sana ya? Ngopi di tempat kerjaku, dekat Losmen Kartika tempatnya," ujar Devi.

"Iya Devi, entar aku ngopi ke sana," kata Panji,

"Kamu milih baju saja, aku nanti yang bayarin."

"Yang bener Panji..?" ujar Devi,

"Tetapi... Mending uangnya kasihkan aku... Entar aku beli baju yang lebih murah, biar dapat beberapa buah baju. Kan sayang, 100 ribu hanya dapat 1 buah baju saja."

"Ya... Kamu pilih saja dua atau tiga stel baju, entar aku yang bayarin," kata Panji,

"4 stel juga gak apa - apa... Tuh Edi, pacar mu ajak sekalian milih baju."

"Beneran nieh," kata Devi setengah gak percaya.

"Buruan, itu Wilda lagi milih baju... Sana nyusul Wilda," kata Panji.

"Devi, kamu beli baju juga?" tanya Wilda yang berada di sebelah Devi.

"Iya, di suruh Panji pacar mu, dia bilang dia yang bayarin," kata Devi.

"Apa..! Dia yang bayarin," ucap Wilda terkejut,

"Banyak bener nieh uangnya si Panji."

Tak lama selesai memilih beberapa stel baju juga kaos... Wilda mendekati Panji, lalu berkata,

"Panji, totalnya 1,6 juta."

"Ini uangnya, sekalian bayar baju Devi," ujar Panji sambil menyodorkan uang.

"Baiklah," kata Wilda kemudian nyamperin Devi lalu ke kasir.

Setelah belanja, Panji dan teman barunya keluar Mall lalu naik taxi pergi ke Diskotik Rolex.

Tak lama kemudian... Panji bersama teman baru memasuki ruang diskotik.

"Kita duduk dekat Hol saja," ajak Edi kemudian duduk di salah satu kursi agak tinggi.

"Panji, ini uang kembalian belanja baju tadi, totalnya habis 3,3 juta," bisik Wilda.

"Panji sudah pernah ke Diskotik," tanya Devi.

"Belum Devi," jawab Panji berbohong.

Edi mengacungkan tangannya lalu menyalahkan korek.

Tak lama kemudian seorang Watres mendekatinya.

Setelah transaksi... Wetres itu pun kembali lagi dengan 4 butir inex terbaik, lalu Edi memberi uang sebesar 40 ribu.

"Mas, minta Vodca class Nip 4 gelas sama Aqua dingin 4 botol," ujar Panji

"Wao! Pesanan yang istimewa nieh," kata Wilda kemudian mencium Panji.

Malam yang menyenangkan... Dengan sebutir inex dan kepulan asap rokok, Panji dan teman barunya dugem asik sekali. Bau aromah Vodca class Nip, campuran Vodca dengan lemon dan Jhony Wolker plus Seprieat KW 1, menambah rasa nikmat di dinding mulut.

Ketika Panji dalam pengaruh inex narkoba jenis Ecstasy dan Vodca Class Nip, di bawah gemerlap lampu juga denduman musik... Perlahan - lahan Panji mulai hilang kesadarannya. Panji terlihat sangat asik dan sangat bahagia, begitu pun Wilda, Devi dan Edi, mereka juga sangat asik degem sambil tertawa riang.

Ketika pengaruh narrkoba sangat kuat dan menguasai dirinya... Panji mulai kehilangan kesadarannya hingga 90%, dan Panji mulai tidak bisa mengontrol dirinya. Panji mulai sering salah meja ketika mengambil rokok atau mengambil air putih.

Mengetahui Panji over dosis... Wilda pun sangat khawatir akan terjadi keributan, dan harus mendampingi Panji.

1
Hamidun Ar Rohman
amalannya sama seperti yg di ajarkan abah guru sekumpul di sujud terakhir
Hamidun Ar Rohman: ihdinasshirotol mustaqim
total 1 replies
Faris Arjunanurhidayat
assalamualaikum guss
Boutque Sofia
Luar biasa
Agen One: Mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Nina Maryanie
ni author nya cowo pasti...suka dragon ball
zahrotun nafi'ah zahrotun nafi'ah
asli mana gus
Ferry Irawan
masih penasaran huruf G itu apa maknanya
Adi Darmawan
اجب
Jabur 123
bagus juga cerita nya dilanjut,,menambah ilmu dan wawasan
Eddy
kudu manut ne karo wali Allah...
Ilham Pratama2011
Kecewa
Ilham Pratama2011
Buruk
ACHMAD GOZALI
La njut
ACHMAD GOZALI
Jossss
ACHMAD GOZALI
Mulai dalam nih gus
ACHMAD GOZALI
Jooosss ya.... Gus m tanya apakah kita tdk boleh belajar ilmu goib..
ACHMAD GOZALI
Lanjut gussss
ACHMAD GOZALI
Masya allah
ACHMAD GOZALI
Sangat bagus ceritanya kaya akan ilmu pengetahuan dan kebaikan.
ACHMAD GOZALI
Mantapppp
ACHMAD GOZALI
Lanjut panji
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!