NovelToon NovelToon
My Bos CEO

My Bos CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / CEO / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:13.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yeni Erlinawati

Sejak cintanya di hianati. Aiden berubah 180 derajat dari Aiden yang dingin berubah jadi aiden yang super duper dingin dan cuek.

"Apakah ini karma saya yang sudah menyia-nyiakan jodoh yang di pilihkan orangtua saya dulu?" tanya Aiden yang tampak frustasi setelah ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa orang yang benar-benar dia cintai bermain yang tak senonoh di belakangnya.

"Maybe Pak. Banyakin sabar aja Pak toh nona Rara juga gak akan mau lagi sama Bapak yang sudah menolak dan merendahkan dirinya yang lebih membela dan memilih wanita yang salah. Terima nasib Pak." Della menenangkan Aiden yang tampak kacau di dalam apartemen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Erlinawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

Aiden terus berusaha membangun Della dari pingsannya.

"Del bangun," ucap Aiden sembari terus menepuk pipi Della pelan dan satu tangan lainnya masih setia memegang minyak yang terus ia sodorkan ke hidung Della tanpa beralih sedikitpun.

Perlahan Della membuka matanya, Aiden yang melihat itupun akhirnya bisa bernafas lega tadi ia sempat berfikir jika Della sudah tidak bernyawa lagi, dasar pikiran Aiden dangkal sekali.

Della terperanjat kaget melihat ia tiduran di atas sofa ruangan Aiden.

"Lho pak kenapa saya tiduran disini?" tanya Della seperti orang bodoh.

"Bapak gak apa apain saya kan?" tanya Della dengan menatap Aiden dengan tatapan mengintimidasinya.

"Bapak gak grepe grepe kan, bapak gak modus kan, dan jangan bilang bapak cium cium saya ih bapak," lanjut Della di akhir dengan teriakan histeris. Aiden menghela nafas kasar, untung saja ruangannya ini kedap suara jikalau tidak pasti karyawannya akan berfikir yang tidak tidak dengan Aiden sama seperti yang ada di pikiran Della saat ini.

"Berisik," ucap Aiden sembari menutup mulut Della dengan satu tangannya. Della berusaha melepaskan bekapan Aiden dari mulutnya.

"Gak bisa nafas tau pak," ucap Della setelah berhasil membebaskan mulutnya dari tangan Aiden.

"Mangkanya jangan teriak teriak, kamu pikir ini di hutan bisa teriak semau kamu, ini di kantor Del bahkan di ruangan saya dasar gak punya sopan santun," ucap Aiden sembari meninggalkan Della menuju singgasananya. Della mencibirkan bibirnya menirukan omongan Aiden tadi walau tak bersuara.

"Ngapain mulut kamu begitu? Mau saya lakban atau sekalian saya jahit," Della dengan segera menggelengkan kepalanya, membayangkan saja sudah sangat mengerikan apalagi beneran di jahit.

Della beranjak dari duduknya dan segera menghampiri Aiden. Ia mendudukkan tubuhnya di depan Aiden yang sudah mulai mengotak atik laptopnya.

"Pak, bapak pertanyaan saya tadi belum bapak jawab," tutur Della meminta penjelasan.

"Yang mana? pertanyaan kamu banyak," ucap Aiden tanpa mengalihkan pandangannya.

"Ck, kenapa saya bisa tiduran di sana?" Aiden menghentikan aktivitasnya dan beralih menatap Della.

"Kamu tadi pingsan."

"Oh pingsan... He apa? pingsan? kok bisa?" Aiden memutar matanya malas.

"Kamu gak inget Del?"

"Enggak," ucap Della sembari nyengir kuda menampilkan deretan gigi rapinya.

"Dahlah lupakan, kembali keruanganmu sana," usir Aiden sembari mengibaskan tangannya kearah Della.

"Lima menit lagi istirahat pak nangung kalau saya balik lagi ke ruangan saya yang ada baru buka pintu ruangan saya udah bel kan males," tutur Della sembari menyenderkan tubuhnya ke kursi.

"Terserah kamu Del, pusing saya," ucap Aiden dan segera kembali menatap layar elektroniknya.

"Bapak pusing?" tanya Della dengan menatap intens Aiden.

"Kalau bapak pusing minum baygon dong saya jamin pusing bapak hilang," ucap Della sambil terkekeh tak merasa berdosa sedangkan Aiden melototkan matanya menatap horor Della.

"Canda pak, ah elah gitu aja udah mau makan orang," gerutu Della sembari berdiri dari duduknya.

"Mau kemana?" tanya Aiden setelah Della berjalan meninggalkannya.

"Makan lah pak udah jam istirahat ini, ya kali saya nungguin bapak yang entah selesainya kapan keburu saya pingsan untuk yang kedua kalinya lagi," ucap Della.

"Pesankan saya makanan!" perintah Aiden sebelum Della keluar. Della membalikan badannya menatap Aiden yang masih sibuk menatap laptopnya.

"Gak mau, pesan aja sendiri," ucap Della enteng, Aiden yang mendengar ucapan Della pun mengalihkan pandangannya menatap Della kesal, bisa bisanya bawahannya melawan dia dengan kurang ajarnya.

Della yang menyadari tatapan tajam Aiden pun hanya bisa nyengir kuda, "pak perut saya udah benar benar lapar, cacing cacing saya nanti mati kalau gak saya kasih makan segera pak," ucap Della tak masuk akal.

"Fredella," ucap Aiden tegas.

"Ck iya iya saya pesenin, bapak mau makan apa?" ucap Della tak ikhlas.

"Terserah."

"Pak, bapak lama lama kayak anak perawan ya kalau di tanyain jawabnya terserah, yang jelas gitu lho pak, bapak maunya apa minumnya apa tinggal jawab aja apa susahnya sih, saya hari ini dan seterusnya tidak menerima jawaban terserah titik gak pakai koma," cerocos Della sebal.

"Yang enak," jawab Aiden singkat. Della berdecak sebal sungguh bosnya ini benar benar membuat emosinya naik seketika.

"Semua makanan itu enak semua pak," teriak Della frustasi.

"Jangan teriak teriak Della," ucap Aiden tegas.

"Bodoamat, bapak pesan sendiri sekarang saya gak mau, bye." Della membuka pintu ruangan Aiden dan menutupnya kembali dengan kasar yang mampu membuat Aiden terperanjat kaget. Aiden tersenyum kecil melihat muka sebal, kesal dan marahnya Della.

"Kenapa malah jadi gemesin sih Del kalau kamu kaya gitu tadi," ucap Aiden lirih sembari menggelengkan kepalanya supaya tersadar dengan ucapannya tadi.

"Sadar Aiden, pikiran lo itu kemana mana haish," gerutunya sendiri. Ia segera beranjak dari duduknya dan berniat untuk keluar mencari makanan untuk dirinya sendiri tentunya.

Disisi lain Della telah sampai di kantin kantor dengan wajah tertekuk membuat kedua sahabatnya menatapnya bingung.

"Kenapa neng, kusut amat tuh muka lupa di setrika tadi di rumah ya," ejek Desi yang langsung mendapat tatapan tajam dari sang empu.

"Setrika dengkulmu, gue lagi sebel sama pak Aiden tau gak," tania yang tadinya hanya diam saja sekarang ia yang lebih semangat mendengarkan cerita Della sampai sampai ia memajukan tubuhnya ke arah Della yang kebetulan duduk di depannya.

"Astaga muka lo Tan, mau ngapain lo, jangan cium gue, gue masih normal," tutur Della sembari mendorong wajah Tania yang tak kalah cantik dari Della dan Desi, maklum mereka bertiga sering di bilang bidadarinya AWA grup karena parasnya yang tidak bisa di ragukan lagi walaupun hanya mengunakan riasan wajah yang natural tidak seperti karyawan perempuan lainnya yang selalu tampil cetar membahana dengan pakaian yang super duper kekurangan bahan bahkan sampai siapapun yang melihatnya akan sesak nafas beda dengan mereka bertiga yang menggunakan pakaian sewajarnya paling pendek paling pas sampai lutut tidak lebih di atasnya.

Tania berdecak sebal dan segera menyingkir tangan Della dari wajahny.

"Emang lo sebel kenapa?" tanya Desi yang mulai kepo.

"Ya gitu lah pokoknya gue sebel sama tuh orang," ucap Della yang masih saja cemberut.

"Hais gak jelas," ucap Tania sembari menyesap minumannya.

"Tania," teriak Della kencang yang menyebabkan semua karyawan di sana menoleh kearah mereka. Della meringis malu dan segera meminta maaf.

"Mulut lo Del kek toa, lama lama gue sumpel tuh mulut," ucap Desi sembari melempar tisu yang habis ia gunakan untuk mengelap ingusnya tadi.

"Ish jorok banget sih lo," ucap Tania dengan bergidik ngeri jika membayangkan dirinya lah yang di lempar tisu itu.

"Emang ini bekas apa Tan?" tanya Della bodoh sembari memegang erat tisu tadi.

"Ingus dia," Della langsung melepaskan tisu itu dan segera berlari mencari tempat cuci tangan yang tak jauh dari mereka sedangkan Desi tertawa terbahak bahak melihat ekspresi Della tadi, sungguh Desi adalah contoh dari teman yang gak punya akhlak.

💜💜💜💜💜

Author absurd lagi gak mau bacot😁 cuma mau bilang HAPPY READING GUYS 😙

Jangan lupa tinggalkan jejak LIKE and VOTE, kasih hadiah juga boleh😂 biar author absurd semangat nulisnya hehehe 😁

Peluk cium dari author absurd 🤗😘 See you next eps, bye👋

1
anthy
Luar biasa
Yeni Erlinawati: terimakasih atas penilaiannya kakak ❤️🤗 jangan lupa baca ceritaku yang lainnya ya, aku tunggu❤️
total 1 replies
Indri Yudiawan
novel romantis dukungan terakhir novel my bos ceo dalam cerita romantis
Queen Za
👍👍👍👍👍
Tera Aquarty
Lumayan
yhoenietha_njus🌴
aduuh Delll realistis banget sih
yhoenietha_njus🌴
pake napas buatan aja pasti langsung bangun plus kabur
yhoenietha_njus🌴
Luar biasa
Yeni Erlinawati: terimakasih atas penilaiannya kakak 🤗 love you sekebon ❤️
total 1 replies
yhoenietha_njus🌴
the story of secretary...ga bos aja yang punya cerita..yang dibalik layar yang bikin cerita..
yhoenietha_njus🌴
dah setahun aja Della kerjanya ga kerasa ya...😄😄
yhoenietha_njus🌴
next
yhoenietha_njus🌴
si Della dah fasih bahasanya...
Yeni Erlinawati: si doi gedenya di indo kak jadi udah pasti fasih🤭
total 1 replies
yhoenietha_njus🌴
lanjooot
Yeni Erlinawati: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
yhoenietha_njus🌴
hai hai hai mampir thor
Yeni Erlinawati: terimakasih Kakak🤗 happy reading ya, semoga suka ❤️
total 1 replies
yuniayu
edann kabah 🤣🤣🤣🤣
Yeni Erlinawati: dan pembacanya dimohon untuk ikut edan🤣
total 1 replies
Nuryati Yati
gemes banget
Nuryati Yati
Ya Allah jd terharu,seneng aq juga prnh di posisi Della Alhamdulillah anakku udh umur 11 thn.
Nuryati Yati
😭😭😭😭
Nuryati Yati
suka 👍👍
Yeni Erlinawati: Terimakasih Kakak ❤️🤗
total 1 replies
Nuryati Yati
wis mulai gendeng 🤣🤣
Nuryati Yati
makan tu cinta Aiden akhirnya kamu tau sndiri siapa Cika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!