NovelToon NovelToon
Aku Dan Sahabat Kecilku

Aku Dan Sahabat Kecilku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:980.5k
Nilai: 5
Nama Author: e'Rmaa

Kisah masa kecil anak laki-laki dan perempuan bernama Gilang dan Andin. Mereka adalah sepasang sahabat kecil. Mereka sama-sama duduk di bangku Sekolah Dasar.

Orang tua Gilang adalah seorang pegawai negeri sipil dan orang tua Andin adalah seorang petani. Meski mereka berasal dari status sosial yang berbeda, orang tua mereka tidak pernah melarang untuk berteman.

Suatu ketika, saat Gilang dan Andin lulus kelas 6 Sekolah Dasar. Orang tua Gilang dipindah tugas di kota. Akhirnya mereka terpisah. Gilang harus mengikuti orang tuanya dan tinggal di kota. Sedangkan Andin masih tetap di desa.

Setelah dua belas tahun berlalu, Gilang sudah lulus kuliah dan diterima kerja sebagai seorang dokter. Dan suatu saat, Gilang ditugaskan untuk mengabdi di sebuah desa yaitu Banjar Wangi tempat dia tinggal dulu waktu kecil.

Gilang pun dipertemukan dengan Andin yang sudah lama tak bertemu. Gilang bekerja di Puskesmas Desa Banjar Wangi. Disana dia bertemu dengan Andin yang bekerja sebagai seorang guru.

Saat bertemu Andin, Gilang sudah berstatus tunangan dengan Friska (teman kuliah Gilang).

Akankah Gilang dan Andin dapat bersatu?

Simak terus kelanjutan ceritanya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e'Rmaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35# Ke rumah Andin

Pertemuan Andin dan Gilang membuat sebuah kebahagiaan yang tak ternilai. Mereka sangat bahagianya hingga air mata membasahi wajah mereka.

Ibu melihat Andin dan Gilang dari kejauhan. Ibu juga merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan.

"Bertahun-tahun Andin menunggu kedatangan Gilang. Dan sekarang Allah sudah mengabulkan semua permohonannya, " ucap ibunya Andin dalam hati.

👑👑👑👑

Andin dan Gilang saling berpandangan dan saling tersenyum.

"Ndin, ketika aku di Jakarta. Aku selalu berharap jika suatu saat nanti aku bisa kembali ke desa ini dan bertemu kamu. Dan sekarang Allah sudah mengabulkan semua permintaanku, " ucap Gilang.

"Sama Lang. Aku juga berharap bisa dipertemukan kembali dan sekarang Allah sudah membuktikan semuanya. Dan sekarang kamu sudah jadi dokter yang hebat ya. Aku bangga sama kamu Lang, " ucap Andin.

"Kamu bisa saja Ndin. Aku cuma dokter baru kok. Oh iya, kamu sekarang bekerja dimana Ndin?," ucap Gilang.

"Aku sekarang bekerja di sekolah kita dulu Lang, " jawab Andin.

"Oh ternyata kamu seorang guru ya. Kamu juga hebat loh Ndin. Kamu bisa mendidik anak-anak jadi pintar, " ucap Gilang.

"Aku masih tergolontmg baru disana Lang. Oh iya aku sampai lupa. Dimana ibuku?," ucap Andin.

"Ibu disini nak. Kamu lanjutkan ngobrolnya saja. Kalian kan sudah lama gak pernah ketemu, " ucap ibu.

Andin dan Gilang hanya tersenyum mendengar ucapan ibunya Andin.

"Lang, kami pulang dulu ya. Kamu main-main ke rumah aku. Tapi kamu masih ingat kan dimana rumah aku, " ucap Andin sambil tersenyum.

"Insyaallah aku masih ingat Ndin. Nanti sore aku main ke rumah kamu ya, " ucap Gilang.

"Beneran ya Lang. Aku tunggu kamu di rumah. Sekarang aku sama ibu pamit pulang dulu ya," ucap Andin.

"Nak, ibu pamit dulu ya. Ibu tunggu di rumah ya, " ucap ibunya Andin.

"Assalamualaikum, " ucap Andin dan ibunya.

"Walaikumsalam, " jawab Gilang.

Andin dan ibunya pun segera pulang ke rumah. Dan saat Andin dan ibunya pergi. Gilang kembali ke puskesmas Banjar Wangi.

"Ya Allah, terima kasih engkau sudah mempertemukan kembali aku sama Andin. Aku gak bisa membohongi diriku sendiri kalau aku sayang sama Andin. Tapi bagaimana kalau Andin tau tentang Friska. Sebenarnya aku tidak pernah menyukai Friska tapi karena perjodohan ini, aku terpaksa harus bertunangan dengan Friska. " ucap dokter Gilang dalam hati.

"Sebaiknya Andin tidak perlu tau tentang Friska, " lanjut dokter Gilang dalam hati.

👑👑👑👑

Setelah beberapa menit berjalan kaki dari Balai Desa Banjar Wangi. Andin dan ibunya pun sampai di rumah.

"Andin baru kali ini ibu melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajahmu. Kamu bisa tersenyum dan semangat seperti dulu. Ibu senang melihat kamu seperti ini nak, " ucap ibunya Andin.

"Masa sih bu. Padahal Andin merasa biasa-biasa saja kok, " jawab Andin.

"Meski kamu bilang biasa saja tapi mata kamu tidak bisa bohong kalau hari ini anak ibu sangat bahagia, " ucap ibunya Andin.

Andin hanya tersenyum mendengar perkataan ibunya.

"Andin masuk ke kamar dulu ya bu, " ucap Andin.

"Iya nak. Sebaiknya memang kamu istirahat karena nanti kan Gilang mau kesini hehehe... " ucap ibunya Andin.

"Ibu ini ada-ada saja. Ibu juga harus istirahat, " ucap Andin.

Andin dan ibu pun masuk ke dalam kamar masing-masing.

👑👑👑👑

Sore pun tiba.

Andin membantu ibunya dan setelah itu Andin pun mandi lalu lanjut sholat ashar. Dan dia pun duduk di kamarnya hingga tak terasa waktu sudah jelang magrib. Keluarga Andin pun sholat berjamaah magrib dan lanjut makan malam Bersama.

Setelah selesai makan malam….Tak lama kemudian, Gilang datang ke rumah Andin.

"Assalamualaikum, " ucap Gilang.

"Walaikumsalam, " jawab ibu dari arah dapur.

Ibu pun keluar dan membukakan pintu.

"Eh, kamu nak Gilang. Ayo masuk, " ucap ibunya Andin.

“Iya bu, “ jawab Gilang.

Gilang pun masuk ke dalam rumah Andin.

“Nak Gilang duduk disini dulu ya. Ibu panggilkan Andin,” ucap ibunya Andin.

“Iya bu,” jawab Gilang.

Ibu pun segera memanggil Andin. Dan ibu mengetuk pintu kamar Andin.

Tookk….tookkk…

“Andin…” ucap ibu memanggil Andin di depan pintu kamar.

“Iya bu,” jawab Andin.

Andin pun membuka pintu kamarnya.

“Ada apa bu?,” tanya Andin.

“Itu di depan ada nak Gilang. Dia mau ketemu kamu,” jawab ibu sambil tersenyum pada Andin.

“Ada apa ibu kok senyum-senyum gitu sih,” tanya Andin.

“Enggak ada apa-apa kok. Ibu cuma lihat anak ibu yang sangat bahagia sekali semenjak kedatangan dokter Gilang,” ucap ibunya Andin.

“Ibu ini ada-ada saja sih,” ucap Andin dengan pipinya memerah.

“Ya sudah sekarang kamu segera temui dokter Gilang di depan. Kasihan kalau lama tunggu kamu,” ucap ibunya Andin.

“Iya bu. Habis ini Andin temui Gilang,” jawab Andin.

“Kalau begitu ibu buatkan minum buat dokter Gilang dulu ya,” ucap ibu.

“Iya bu,” jawab Andin.

Andin pun segera keluar menemui dokter Gilang.

“Lang, maaf sudah lama menunggu aku ya.” Ucap Andin.

“Gak apa-apa Ndin. Aku kan sudah biasa nunggu kamu disini. Hehehe….” Jawab Gilang.

“Ternyata kamu masih ingat ya. Waktu kamu nunggu aku lama disini,” ucap Andin.

“Aku selalu ingatlah masa kecil kit aitu Ndin. Apalagi kita sudah sangat lama bersahabat. Jadi mana mungkin aku bisa lupakan itu,” ucap Gilang.

“Oh iya Lang, gimana kabar ayah dan bunda kami disana.” Tanya Andin.

“Alhamdulillah mereka dalam keadaan sehat,” jawab Gilang.

“Syukurlah kalau mereka masih sehat Lang. Lalu bagaimana ceritanya kamu bisa praktik di desa ini?,” tanya Andin.

“Kebetulan aku baru diterima CPNS Ndin. Lalu aku ditugaskan di desa ini dan waktu aku baca nama desanya, ternyata di desa tempat aku tinggal dulu. Dan aku sangat besyukur sekali bisa kembali disini,” jelas Gilang.

“Oh begitu ya Lang,” ucap Andin.

Ketika mereka sedang asyik bercerita. Tiba-tiba ibu datang mengantarkan minuman.

“Maaf ibu mengganggu kalian. Ibu cuma mengantarkan minuman saja. Silakan kalian lanjutkan lagi mengobrolnya. Ibu ke belakang dulu ya,” ucap ibunya Andin.

“Iya bu. Terima kasih ya. Oh iya bu, ayahnya Andin kemana. Saya kok tidak melihatnya dari tadi,” ucap Gilang.

“Ayah Andin tadi kecapekan jadi sekarang sudah tidur,” jawab ibunya Andin.

“Iya..iya bu,” ucap Gilang.

“Silakan diminum nak. Ibu masuk ke dalam dulu,” ucap ibunya Andin.

“Iya bu,” jawab Gilang.

Ibu pun masuk ke dalam. Lalu Gilang melanjutkan berceritanya.

“Lang, tehnya diminum ya. Maaf Cuma teh aja,” ucap Andin.

“Gak apa-apa Ndin. Aku minum dulu ya,” ucap Gilang.

Setelah minum, Gilang pun pamit pulang.

“ndin, aku pamit balik dulu yak arena sudah malam. Oh iya, minggu depan kita keluar ya. Aku kangen dengan suasana disini. Kamu mau kan nemeni aku,” ucap Gilang.

“Iya Lang,” jawab Andin.

“Ya sudah aku pamit pulang dulu. Sampaikan salamku buat ayah dan ibumu ya,” ucap Gilang.

“Iya Lang. Nanti pasti aku sampaikan,” ucap Andin.

“Aku balik dulu. Assalamualaikum,” ucap Gilang.

“Walaikumsalam,” jawab Andin.

Gilang pun segera meninggalkan rumah Andin.

1
Sumayyah Humairah
dlanjut
Enung Samsiah
MP nya ko nggk seru gitu,,,
Enung Samsiah
waaahhh berarti dah 11 tahn nggk ketemu,, pantesan andin nggk kenal dngn wahah Gilang,,,,, pangling ya
Winsulistyowati
Hm..Akhirnya Ketemu.. Jodoh ketemu..Sahabat Masa kecil..
e'Rmaa: makasih kakak sdh mampir 🙏☺️
total 1 replies
Winsulistyowati
Mereka Br✌️.Slalu Kompak..👍👍💪💪🖐️
Winsulistyowati
Aamiin 🤲🏼
Winsulistyowati
Mampir n Nyimak Critanya..🖐️
Sri Widjiastuti
sdh g pake sepeda sendiri nihh
e'Rmaa: iya kakak.
Terimakasih sudah mampir ya kak☺️🙏
total 1 replies
Linda Imala
bener-bener yang namanya cinta sejati
meski sudah terpisah tp tetap dipersatukan

Sukses ya Thor 👍☺
e'Rmaa: Makasih kak
total 1 replies
Rosa Fitriani
Sempet ikutan baper pas Gilang dipaksa nikahin Friska tapi syukurlah kalau gak jadi.

Seneng lihat Gilang sama Andin bisa bersatu lagi😁
e'Rmaa: Makasih kakak sudah mampir dan suka karya saya🙏
total 1 replies
Namira Kusuma
Benar-benar cinta sejati
Andin dan Gilang happy ending 🥰🥰
e'Rmaa: Makasih kak sudah mampir 🙏
total 1 replies
oktavia
aaa seneng bgt liat Andin sama Gilang bareng² lgi
oktavia
yok di jodohkan saja Andin sama Gilang
Lia Liyut
baru otw
Lia Liyut: sama² kak 👍🏻👍🏻
total 2 replies
Giovanni Bowono Miawaug
AKUDAV Giovanni Bowono Miawaug Alyssa Dezek ejenjethro Cupcake_Vionna
emak @l ahsan
absen....
e'Rmaa: makasih kak sdh mampir di karya saya 🙏☺️
total 1 replies
Juni Muliati Sitepu
senang n terharu aj
e'Rmaa: Terima kasih sudah mampir di novel sy🙏🤗
total 1 replies
Muntia Tia
iii
e'Rmaa: 🤗🤗.....
total 1 replies
Nani Evan
sukses terus y thor
e'Rmaa: Makasih kak🙏
total 1 replies
Nani Evan
kirain ama pak wisnu
e'Rmaa: nanti dpt jodohnya sendiri kak🤭
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!