NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:667
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Kembali.

Sampai selesai perhelatan negara asia tenggara, Agatha tidak menyapa Jefry begitu sebaliknya. Sampai mereka kembali ke Indonesia. Jefry menghubungi nomor Agatha, namun tidak tersambung karena Agatha sudah memblokir nomor Jefry.

Empat bulan berlalu,Agatha ditempatkan dirumah sakit tentara punya angkatan laut di Papua. Agatha sudah menghubungi kedua orangtuanya. Dan dia sudah terbang menuju papua yang terlebih dahulu transit di kota Makassar.

Kedatangan Agatha sudah dinantikan dan dia akan dijemput oleh anggota Lanal di bandara udara. Perjalanan dua puluh menit mereka tiba di pos. Begitu kaget Agatha begitu melihat sosok Kapten Jefry Xaverius Wibowo ada di pos depan kesatuan. Barang - barang Agatha sudah dibawa ke asrama dokter.

"Nama???" Agatha menyebutkan namanya lengkap dengan NRPnya. Begitu terkejutnya Agatha ketika Kapten Jefry menyuruh dia lari dari pos ke rumah sakit. Seketika mukanya Agatha berubah merah. Dia menuruti perintah dan lari ditemani Kapten Jefry.

"Kamu tahu, kalau kita ini serasi." Agatha tidak merespon. Dia hanya fokus kepada tugas yang harus dia kerjakan. Jefry berlari mengimbangi langkah Agatha dan tersenyum. Berlari menemani,sedangkan hati Agatha penuh dengan amarah kepada Jefry.

Selesai bertemu kepala rumah sakit yang adalah dokter senior Agatha waktu dia koas, dokter Richard. Kapten Jefry masih terus mendampingi Agatha, sampai Agatha diijinkan besok baru bisa kerja. Kendaraan beroda dua sudah siap mengantarnya ke asrama.

"Naik, aku diperintahkan oleh mayor Richard. cepat naik Letda kes dokter Agatha Anastasya." Tidak ada pilihan Agatha pun mengijinkan Jefry mengantarnya.

"Kenapa nomorku diblokir."

"Pembersihan memori telephone." Jefry tersenyum. Waktu tiba di asrama dokter. Jefry langsung meminta handphone Agatha dan membuka nomor kontaknya yang diblokir Agatha.

"Jangan diblokir lagi, kalau ada apa - apa telephone saya."

"Ngak usah sok peduli deh, takut bapernya." kata - kata yang disampaikan Agatha,sedikit mengusik jiwa egois Jefry langsung ditarik tanga Agatha sehingga sekarang posisinya mereka, Agatha dan Jefry saling berhadapan.

"Ngak baik marah bertahun - tahun. Hati ini harus bersih." Agatha menepis tangan Jefry waktu menyentuh dada Agatha. Dan dia langsung masuk. Jefry hanya tersenyum dan menggerutu dalam hati. Mau tahan sampai kapan Agatha Anastasya.

Jefry tidak langsung kembali ke messnya, dia pergi membeli makan siang buatnya dan Agatha, lalu kembali ke rumah dinas Agatha. Selesai membuka kunci rumah, Jefry pun masuk. Agatha begitu kaget karena Jefry bisa masuk rumah ini begitu saja. Dengan cueknya dia mengatur makanan yang dibeli di meja makan, mengatur peralatan makan.

"ngak usah bengong seperti itu, duduk sini makan." Seketika suara perut Agatha berbunyi. Jefry tersenyum. Agatha menyumpahi kebodohannya, yang tadi mau menolak makanannya Jefry, namun tubuhnya tidak bisa. Dengan cuek dia pun duduk di meja makan menikmati makan siang. Sementara Jefry hanya senyum - senyum.

"Makan pelan - pelan sayang." Namun Agatha tidak meresponi Jefry dia terus makan. Hati Jefry semakin panas, dia berpikir harus menyelesaikan semua ini. Selesai makan waktu Agatha sedang membersihkan piring, Jefry sudah memberikan gerakan mengunci kepada Agatha, sehingga membuat Agatha tidak bisa bergerak. Jefry semakin mempererat tubuhnya Agatha dengan pelukannya dan mukanya semakin mendekat. Agatha yang tadi mukanya marah, seketika langsung menunduk.

Jefry mengangkat muka itu, dilihat ada sedikit air mata yang mau keluar. Langsung dicium bibir Agatha, yang semula tertutup rapat, namun Jefry berusaha, sampai bibir itu terbuka. Dan dimencium Agatha dengan penuh hasrat, semua bagian mulut Agatha di sentuh. Tangan kiri Agatha terlepas maka tamparan pun mendarat dipipi Jefry. Agatha sedikit kaget. Namun Jefry menerima tamparan itu. Dia tahu bahwa Agatha sakit hati atas tingkah lakunya.

"I love you. Aku tidak bisa membohongi diriku. I love you."

"Jangan memberi harapan palsu. Aku bukan wanita gampangan." Jefry kembali menatap Agatha yang sangat keras wataknya. Maka dengab sigap dia mengendong Agatha dibawa ke kamar dan di jatuhkan di atas tempat tidur setelah dia mengunci pintu kamar.

"Saya teriak mas."

"Teriak silahkan sayang tidak ada yang mendengar." Jefry sudah melepas semua bajunya hanya tersisa celana bagian dalam yang menutup organ intinnya. Dia langsung menindih tubuh Agatha.

"Aku akan lebih sadis, mengejar apa yang menjadi milikku."

"Jangan mas, kita belum menikah."

"Makanya harus begini biar cepat menikah."

"Aku tidak mencintai kamu."

"Sungguh Agatha Anastasya."

"Mas stop. Kita bicara baik - baik. Jangan begini." Jefry sudah mengunci tubuh Agatha.

"Kamu mau berbicara baik - baik seperti apa???" Jefry menyadari tindakannya salah, namun dia harus mengklaim Agatha sebagai miliknya. "I love you Agatha." Air mata Jefry jatuh.

"Kamu hanya mempermainkan saya, perasaan saya."

"Tidak sayang, i love you."

"Kenapa kamu menghilang satu tahun, meninggalkan harapan sia - sia buat aku. Kamu tahu bahwa saat itu aku sangat mencintaimu. Sekarang akau membenci kamu kapten Jefry Xaverius Wibowo." Jefry tersenyum, dia langsung mencium Agatha dengan mesra, dan hati Jefry begitu senang karena ciumannya direspon oleh Agatha.

Jefry pun menjelaskan tugasnya selama setahun, tanpa ada yang disembunyi. Terlihat tubuh Agatha mulai melemas, sudah tidak ada keegoisan lagi. Agatha menangis meluapkan kekesalannya.

"Kamu jahat mas, jahat. Sakit hati ini. Kamu tahu kamu itu cinta pertamaku, kamu itu lelaki pertama yang bisa menyentuhku seperti ini."

"Maafkan mas sayang. Maafkan mas. Namun ini cara terakhir mas untuk merebut hati kamu. Jika kedepan ada masalah, kita akan menyelesaikan di tempat tidur. Tidak ada masalah yang kita bawa di hari esok."

"Namun tidak cara bugil seperti ini."

"Akan lebih ekstrim sayang. Ini hanya gertakan."

"Dasar mesum." Agatha memukul lengan Jefry.

"Mesum hanya sama kamu calon istriku. Agatha Anastasya mau kah kamu menikah dengan ku?" Tiba - tiba sudah ada cincin berlian ditangan Jefry yang dikeluarkan dari nakas lemari kecil disamping tempat tidurnya.

"Aku tidak bisa membohongi diriku, aku mencintaimu mas." Jefry memeluk Agatha dicium seluruh muka dan terakhir dibibirnya.

"Aku sangat mencintaimu Agatha." Jefry langsung mengenakan cincin ditangan kiri Agatha. Dan di balas dengan sebuah ciuman. Jefry kaget dan memegang belakang kepala Agatha agar ciuman yang dia terima darinya semakin lama.

"Mas pakai baju, ngak enak sama tetangga." Karena tangan Agatha masih dipengang, maka dia mengarahkan tangan Agatha kesesuatu yang sensitif punya Jefry. Seketika muka Agatha memerah.

"Mas akan tahan sayang. Mas janji akan melakukan sesuatu yang penting ini ketika kita menikah." Jefry ke lemari baju dan dia mengambil celana pendeknya. Agatha semakin kaget.

"Semua dirumah ini mas yang siapkan buat kamu." Jefry pun menceritakan semua sampai Agatha ada disini. Dan Agatha baru tahu bahwa kepindahannya disini ada campur tangan Jefry.

"Padahal aku mau ambil spesialis loh mas."

"Kamu akan bisa ambil spesialis sayang."

"Tetapi kita akan berpisah."

"Mas kuat sayang, asal kamu sudah jadi milik mas secara sah."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!