NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Perjaka

Dinikahi Duda Perjaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / CEO / Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Duda
Popularitas:25.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lidya Amalia

Hari yang seharusnya menjadi hari yang paling bahagia, tapi nyatanya tidak.
Hari yang seharusnya berganti status menjadi seorang istri dari lelaki bernama Danish, kini malah berganti menjadi istri dari lelaki bernama Reynan, tetangga barunya. Yang katanya Duda.
Dia adalah Qistina Zara, bagaimana kisahnya? kemana Danish? kenapa malah menjadi istri dari lelaki yang baru dikenalnya?
yuk, ikuti kisah Zara di sini😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lidya Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Renda dan Brukat

“Aw …” Zara merintih, kala tangan menyentuh boba miliknya. “Kok perih ya,” ucapnya.

“PD juga ngilu,” lanjutnya. “Apa mau dapet ya,” sambungnya.

“Tanggal berapa sih ini?”

“Ohh iya … lusa tanggalnya.”

Ia tidak berpikir jelek, tentang benda miliknya yang terasa ngilu dan perih. Karena jika tanggal datang bulannya udah dekat, ia sudah biasa merasa seperti itu.

Lekas Zara pun melanjutkan mandinya.

Setelan selesai, Zara menepuk dahi. Ia lupa tidak membawa baju salinnya. Dan– ia baru sadar, kenapa langsung masuk kamar mandi sebelum memastikan jika paket yang datang adalah miliknya

“Ini semua gara-gara dia,” monolognya.

Ya, Zara pergi ke kamar mandi karena Reynan langsung berganti pakaian di sana.

Sebagai wanita dan orang baru, Zara merasa belum siap melihat semua itu. Meskipun sudah menikah.

Akhirnya, Zara pun keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe.

Disana, Reynan sedang duduk di sofa. Seperti biasa, ia tengah sibuk dengan laptopnya.

“Tadi bibi antar ini. Punya saya bukan?” tanya Zara.

Reynan pun menoleh. “Iya. Itu punyamu,” jawabnya.

Lekas Zara pun mengambil dan membawanya kembali ke kamar mandi.

“Serius dia pilih ini?” Zara cukup terkejut, melihat isi dalam paper bag itu.

Di sana, ada satu set baju piyama dengan motif Labubu.

Lalu ada gaun midi pas badan berbahan rajut berwarna cokelat, terdapat belahan di bagian samping. Zara suka baju itu.

Sederhana, tapi elegan.

Lalu saat kembali mengambil barang di dalamnya, ia dikejutkan dengan pakaian dalam yang—

Bikin Zara geleng-geleng kepala.

“Serius dia memilih warna dan model gini? Ya Allah …” batinnya.

Bagaimana tidak, dalaman itu ada dua set.

Satu set berwarna merah cabai, dengan model renda.

Satu lagi berwarna Dark Purple, atau ungu tua, atau ungu terong. Dengan bahan brukat.

Sungguh, itu bukan tipenya.

“Dia sengaja, atau— ish …” Meski kesal, tapi Zara pun memakainya.

Mau bagaimana, tidak ada model lain lagi selain itu.

Zara keluar dari kamar mandi dengan wajah kesalnya. Namun, ia jadi gagal fokus kala pakaian Reynan sudah rapi. Dengan kemeja dan celana bahan. Tidak lupa, dasi pun sudah terpakai di lehernya.

“Mau ke mana?” tanya Zara.

Reynan mengulum senyum. “Saya mau kerja. Seharusnya hari ini libur. Tapi … klien saya meminta untuk meeting hari ini, karena besok beliau mau terbang. Seharusnya meetingnya Senin.” Tanpa Zara meminta penjelasan, Reynan sudah menjelaskan lebih dulu.

“Oo … terus saya sendiri disini?” tanya Zara. Bukan ia tidak mau ditinggal Reynan, tapi … ia baru tinggal di rumah itu. Rasanya aneh saja, jika ia tinggal di sana tanpa pemiliknya.

“Kalo mau ikut. Ayo,” ajaknya.

“Em- apa gak apa-apa?” tanya Zara.

“Gak apa-apa. Kalo mau ikut, bersiaplah.”

Lekas Zara pun langsung make up, setelah selesai, ia baru menata rambutnya.

“Cantik,” ucap Reynan tanpa ragu. Saat ini ia tengah duduk di sofa, dengan mata menatap lurus pada Zara yang tengah menata rambut.

“Gak salah dengar,” kata Zara. Meski begitu, wajahnya terasa panas.

“Nggak-lah,” jawab Reynan.

“Ya saya memang cantik. Banyak orang yang bilang,” ucapnya dengan sombong.

Reynan berdecak, meski begitu bibirnya tersungging.

“Ternyata memang begitu ya kalo wanita dipuji. Langsung terbang,” ejeknya.

“Nggak juga. Saya udah biasa dengan pujian itu, jadi … biasa aja dan memang saya akui, saya memang cantik.”

Bibir Reynan kembali tersungging. “Hem … cantik, tapi—”

Zara langsung menoleh pada Reynan, dengan tatapan tajam. “Tapi apa?” tanyanya cepat.

“Tapi—” Reynan kembali menjeda ucapannya. Ia senang menggoda Zara.

“Tapi apa? Ayo cepat katakan!”

“Tapi … tapi … ditinggal nikah sama pacar,” ucapnya disertai gelak tawa yang renyah.

Zara langsung memasang wajah kesal. Karena tawa Reynan belum mereda, lekas Zara melemparkan lipstiknya ke arah Reynan.

“Aw, aduh. Hahaha …”

“Diem gak, kamu!”

“Hahaha … ya ya ya, udah diam ini. Hahaha” Meski begitu, tawa Reynan masih menggema.

“Umur udah tua, tapi—”

“Apa kamu bilang?” tanya Reynan dengan dingin. Wajah Reynan serius, tatapan matanya tajam.

Tawa yang semula memenuhi ruangan itu, kini senyap.

Seketika Zara merasa bulu kuduknya meremang.

Serem… suasana kamar itu, menjadi horor. Apalagi, Reynan beranjak dari duduknya lalu berjalan ke arahnya.

“Mau ngapain kamu?” tanya Zara cepat.

Namun … Reynan tidak mengindahkan itu. Ia terus berjalan, lalu …

“Aaaaa …” Zara berteriak, kala tubuhnya terasa melayang.

“Mau dibawa kemana? Mau ngapain?” tanya Zara dengan panik, kala Reynan membawanya menuju pembaringan.

“Aaaa …” Zara kembali berteriak, kala Reynan merebahkan tubuhnya di atas kasur.

Dengan cepat, Zara menyilangkan kedua tangannya di atas dada.

“Mau ngapain?” tanya Zara lagi dengan mimik muka yang— kesal, takut, terkejut, panik, semuanya menjadi satu.

Apalagi saat ini, Reynan berada di atasnya dengan kedua tangan berada di sisi kanan dan kiri tubuhnya, menumpu ke atas kasur.

Wajah keduanya begitu dekat, hingga napas hangat dari Reynan menerpa wajahnya.

“Kamu bilang aku sudah tua?” tanya Reynan dengan suara rendah dan lembut.

“I-iya,” dengan gugup, Zara menjawab.

“Kalo begitu, siapkan dirimu.” Reynan masih dengan wajah dingin dan seriusnya.

Zara mengerutkan dahinya. “u-untuk?” tanyanya lagi.

“Untuk bikin anak. Aku sudah tua, takutnya nanti gak kuat lagi ngadon anak.”

Seketika, Zara langsung memukul dada Reynan.

Reynan pun kembali teegelak, lalu ia menggulingkan tubuhnya ke samping Zara.

Sontak, Zara pun menoleh.

“Aku mau hubungan kita lebih dekat lagi, Za. Aku minta, kita ubah panggilan, ya. Jangan lagi ‘saya’ tapi ‘aku’. Gimana?” tanya Reynan. Nada suaranya pun masih dengan rendah dan lembut.

“Em … ya boleh.” Jawab Zara setelah berpikir sebentar.

Menurutnya, tidak buruk juga.

Lekas Reynan bangun, lalu merapikan kembali pakaiannya. “Ayo kita sarapan. Setelah itu kita pergi,” ajaknya.

Zara pun bangun, di bantu Reynan. Tidak lupa, sebelum keluar kamar keduanya membenarkan penampilannya.

***

(Aku rindu. Kita ketemu di kafe biasa. Mau ya, Za)

Di dalam mobil, Zara mendapatkan pesan dari nomor baru.

1
𝐈𝐬𝐭𝐲
mending cia keluar dri rumah, kan bisa ngekost biar ayahnya yg gak tau diri belajar bertanggung jawab sama istri barunya...
fatih faa
lanjut thor
Lidya Amalia: siap kk
total 1 replies
Sriati Rahmawati
Keysa biar nikah sama bpknya Reynan saja🤣🤣🤣🤣
Lidya Amalia: gak mau dia, Reza udah berumur😅
total 1 replies
Lidya Amalia
aduh jangan dong🤭
Dian Romadhon
Kalo ampe mau nikahin keysa beneran fix saya hengkang ya thor
fatih faa
semangat terus thor
Lidya Amalia: siap kk🥰
total 1 replies
fatih faa
lanjut Thor update sore
muna aprilia
lanjut
Titik Sofiah: awal yg menarik ya Thor moga konfliknya nggak trlalu berat
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!