"Apa yang akan kamu lakukan jika harus menikahi pria yang seharusnya menjadi Ayah sambungmu?"
Ibu yang seharusnya menjadi pelindungmu tega meninggalkanmu demi mengejar cintanya, dan kamu yang dikorbankan!
Senja Irawan gadis kecil yang baru lulus SMA, terpaksa mengikuti kemauan Kakeknya untuk menikah dengan lelaki yang tak dicintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aa zigant, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Malam harinya tepat jam dua belas malam Senja terbangun melihat suaminya tidur nyenyak, ia turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Setelah selesai Senja mulai shalat malam, ia memohon kepada Allah SWT, untuk rumah tangga Ibunya tetap baik-baik saja dan rumah tangganya sendiri. Senja juga meminta supaya Allah SWT menyadarkan Kakeknya untuk tidak memisahkan kedua orang tuanya.
Tanpa terasa air mata Senja menetes, merasakan apa yang dirasakan kedua orangtuanya selama ini untuk mempertahankan rumah tangganya.
Setelah selesai salat Senja kembali melihat suaminya masih tidur nyenyak.
di usapnya pipi suaminya dengan lembut. Satya yang merasakan sentuhan lembut di pipinya, berlahan ia membuka matanya.
"Mmy," ucapnya dengan suara khas bagun tidur.
"Maaf, sudah membuat Bby bagun," jawab Senja merasa bersalah.
Satya tersenyum melihat istrinya menundukkan kepalanya merasa bersalah, ia memegang tangan Senja.
"Jangan membuatku khwatir sayang," ucap Satya.
"Mmy sayang sama Bby, Bby kalau mau balapan liar ajak Mmy ya," kata Senja sambil terkekeh melihat suaminya melotot mendengarkan ucapannya tadi.
"Tidak akan, Mmy!" jawab Satya kesal.
Tak lama pintu ruang rawat ada yang mengetuk, pintu terbuka seorang perawat wanita masuk sambil tersenyum menatap Senja dan Satya.
"Maaf Dek, saya akan mengecek Kakaknya dulu ya," izin perawat itu kepada Senja.
Mata Senja melebar saat dirinya di kira adek dari suaminya, melihat reaksi Istrinya Satya mengulum senyum. setelah selesai memeriksa perawat itu pamit untuk keluar yang hanya di angukan kepala oleh Senja.
"Bagaimana Dik, mau tidur di samping Kakak," goda Satya sambil mengedipkan mata ke Istrinya.
Senja hanya mencibirkan bibirnya, melihat ulah suaminya, Satya masih senyum-senyum melihat istri kecilnya kesal kepada perawat tadi.
Satya menyuruh istrinya istrinya berbaring kembali di ranjang, Senja yang melihat jam masih jam 1 malam, segera naik ke ranjang dan membaringkan badannya di samping suaminya.
Satya tersenyum melihat istrinya masih kesal terhadap dirinya, karena ulah perawat tadi. Senja hanya diam kemudian memeluk tubuh suaminya dengan erat. Keduanya kembali terlelap dalam alam mimpi.
Pagi hari Satya terlebih dahulu terbangun melihat istrinya masih terlelap dalam pelukannya, Satya enggan untuk membangunkannya.
Jam sudah menunjukkan jam 9 pagi Senja belum juga terbangun, mungkin karena semalam terbangun dengan tengah malam, Satya membelai kepala senja dengan lembut.
Tak lama pintu terbuka Dokter dan suster masuk ke ruang rawat Satya, Dokter Diki terkejut melihat Senja tidur sambil memeluk tubuh Satya.
"Maaf semalam istri saya tidur terlalu malam jadi belum bangun," ucap Satya
Mendengar ucapan Satya Dokter Diki dan suster terkejut, Dokter Diki tidak menyangka kalau gadis kecil yang semalam memeluknya sudah menikah.
"Tidak apa-apa," jawab Dokter Diki sambil tersenyum menatap Senja yang sedang tidur dengan nyaman di pelukan suaminya
Senja yang mendengar suara orang mengobrol segera membuka matanya, dengan pelan-pelan sambil meregangkan tubuhnya.
Mata senja seketika melotot melihat Dokter Diki dan suster memperhatikannya, Senja segera turun dari ranjang dengan malu-malu menuju ke kamar mandi.
Satya terkekeh melihat istri kecilnya yang sangat menggemaskan, setelah selesai mencuci wajahnya Senja buru-buru keluar kamar mandi untuk membicarakan dengan Dokter Diki keadaan suaminya.
"Dokter bagaimana dengan luka di kepala suami saya?” tanya Senja
"Alhamdulillah luka luarnya sudah mulai kering, kita tunggu 2 sampai 3 hari ini saja kalau sudah membaik baru diperbolehkan pulang.” jawab Dokter Diki sambil tersenyum menatap Senja dan Satya.
"Baik Dokter terima kasih banyak," ucap Senja sambil tersenyum tulus kepada Dokter Diki.
Setelah selesai memeriksa Satya, Dokter Diki pamit keluar untuk memeriksa pasien yang lain.
"Bby, Mmy telepon Om Rendy dulu ya untuk minta izin ke kampus kalau Mmy tidak bisa ikut ospek." izin Senja segera mengambil handphonenya untuk menelpon Om Rendy di Surabaya.
"Ia sayang," jawab Satya sambil tersenyum.
Setelah selesai menelepone Rendy, Senja segera menghampiri suaminya, langsung memeluk leher suaminya dan menghujani wajah Satya dengan kecupan hangat.
Satya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya, merasa beruntung Senja bisa selalu di sampingnya, semoga selamanya seperti ini, batin Satya.
Di Surabaya
Tepatnya di apartemen Rendy, tanpa sepengetahuan orang tuanya Rendy membeli Apartemen untuk dirinya, saat sedang ingin menenangkan diri, Rendy bisa berhari-hari tidak pulang kerumahnya.
Seperti saat ini Rendy sedang mencari tahu dana yang masuk ke salah satu nomor rekeningnya, Randy menyuruh Popy sekertaris untuk mengecek dana dari mana saja yang masuk dengan jumlah yang sangat fantasis.
Tak lama ada email masuk di handphonenya, Rendy segera membuka dan mulai membaca dengan teliti, seketika matanya melotot melihat nama salah satu perusahaan besar di Jakarta.
Rendy berjanji akan mengembalikan dana yang sudah masuk ke pemilik perusahaan, dan hari ini Rendy harus ke Jakarta, tanpa sepengetahuan Papa Roby.
Rendy segera pergi ke perusahaan, untuk bertemu dengan sekertarisnya yang tak lain kekasihnya, tanpa sepengetahuan orang tuanya, keduanya menjalin hubungan selama dua tahun ini.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit Rendy sampai kantor, dan buru-buru keruangannya, bahkan Rendy yang biasa ramah dengan kariawan yang menyapanya, kini terlihat tak acuh, tersenyum pun tidak membuat bisik-bisik kariawan kalau sedang terjadi sesuatu dengan perusahaan.
"Popy ikut keruangan saya," ucap Rendy sesampainya di depan meja Popy.
Popy yang terkejut, hanya bisa mengangguk dan mengikuti Rendy ke ruangannya, Rendy melihat wanita yang sangat di cintainya hanya berdiri di samping mejanya sangat gemes dengan wajah sok proporsional Popy.
"Duduklah sayang," ucap Rendy sambil tersenyum
"Maaf Pak, apa ada masalah serius?" tanya Popy
"Ia, kapan kita ke Jakarta untuk membicarakan dengan investor pembangunan hotel di Bali?" tanya Rendy.
"Besok Pak, sepertinya banyak nanti perusahaan lain yang akan ikut mengajukan proposal untuk tender ini Pak," jawab Popy.
"Semoga kita bisa menang lagi," jawab Rendy.
"Amiin," sahut Popy.
"Berapa hari kita di Jakarta nanti?" tanya Rendy
"Perkiraan empat sampai lima hari, Pak" jawab Popy.
"Tolong siapkan semua yang kita butuhkan selama di Jakarta," ucap Rendy.
"Baik Pak, kalau begitu saya permisi," jawab Popy.
Setelah kepergian Popy, Rendy tersenyum dengan wanita yang cuek dan dingin itu, karena sikap Popy membuat Rendy mengejarnya. biasa wanita yang mengejarnya ingin di jadikan kekasihnya, tapi sekarang Rendy di buat tidak berkutik oleh Popy.
Saat sedang asik dengan pemikirannya sendiri Rendy di kejutkan dengan suara pintu yang dibukanya dengan kasar, Rendy terkejut melihat mantan kekasih waktu kuliah dulu datang, setelah sekian lama tidak bertemu.
"Maaf Pak, saya sudah melarangnya, tapi..." ucapan Popy terpotong dengan gerakan tangan Rendy.
Popy yang mengerti segera keluar dari ruangan Randy sambil menutup pintu, Popy mengusap dadanya melihat wanita berpakaian seksi masuk kedalam ruangan Rendy. Popy menggelengkan kepalanya membuang pikiran kotor yang sempat terlintas di kepalanya.
Rendy menatap wanita yang dulu sangat di cintainya, tapi entah kenapa sekarang perasaannya biasa saja.
Bersambung ya...