NovelToon NovelToon
Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Epik Petualangan / Ruang Bawah Tanah dan Naga / Barat / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pena Bulu Merah

Di pundaknya tercatat sejarah selama ribuan tahun.
Cerita masa lalu yang turun - temurun terus diwariskan tidak akan putus oleh yang namanya zaman.
Perjalanan penuh dendam dan lika - liku berakhir dengan sebuah tujuan yang nyata dan jelas.
Kisah seorang pemuda yang akan menantang seluruh dunia setelah mengetahui kebenaran masa lalu.
Sejarah tidak akan hilang dari dunia walaupun banyak orang yang berusaha menutupinya.
Takdir yang saling terhubung dari kisah yang terlupa, perlahan namun pasti serpihan ingatan akan menuntun jalannya untuk menyingkap tabir kebenaran yang disembunyikan.


Pemberitahuan Jadwal Rilis :
Kagutsuchi Nagato : Senin - Minggu.
Love in Jiu War : Senin - Minggu.
Special Forces of Demon Hunter : Minggu, Selasa dan Jumat.

Catatan : Untuk jam tidak menentu up nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Bulu Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 35 - Kakek Hyogoro vs Manusia Buas X 1

"Aku harus melempar ini tepat diantara kedua matanya!" batin Shinigami sambil menatap tajam manusia buas X 2.

Sebenarnya Shinigami bisa dengan mudah membunuh X 2, namun Roh itu lebih mempedulikan tubuh Nagato yang terluka parah, jika Nagato cacat atau lumpuh maka akan percuma bagi dirinya untuk mengambil alih tubuh Nagato ketika pemuda itu beranjak dewasa kelak.

Kali ini manusia buas X 2 tidak memiliki keraguan ataupun rasa takut untuk membunuh Nagato.

Manusia buas X 2 terus melayangkan pukulan untuk membunuh Nagato dengan cepat, namun semua itu dapat dihindari dengan mudah oleh Nagato yang tubuhnya dikendalikan oleh Shinigami.

Semua orang yang melihat Nagato bertarung hanya berdecak kagum, walau mereka tidak tahu bahwa yang sebenarnya yang sedang bertarung itu adalah Roh Dewa Kematian Shinigami yang mengambil alih tubuh Nagato.

Iris yang berniat membantu Nagato, kini mengurungkan niatnya karena melihat pukulan cepat manusia buas X 2 yang mengarah pada Nagato, gadis kecil itu merasa bahwa dirinya hanya akan menjadi beban Nagato.

Shinigami merasakan hawa dingin walau hanya sekejap, kemudian Roh itu menoleh ke arah Iris.

"Gunakan jurus terkuatmu untuk menahan kedua tangannya!" teriak Nagato pada Iris.

Iris terkejut melihat Nagato meminta bantuan padanya, kemudian tanpa pikir panjang dirinya mengangguk pelan.

"Aku harus berguna!" Iris mencoba untuk berdiri.

"Perasaan apa ini? Apa Nagato selalu seperti ini?" Setiap perkataan Nagato membuat jantungnya berdebar kencang, Iris merasa bahwa ini bukanlah dirinya yang biasanya.

Iris memaksakan tubuhnya untuk mengeluarkan jurus es pembeku, Shinigami memancing manusia buas X 2 agar terus mengincarnya.

Ketika melihat ada kesempatan, Iris membekukan salah satu tangan manusia buas X 2.

Iris membekukan tangan kanan manusia buas X 2 dengan mendekati lawannya itu walau memiliki resiko yang tinggi, namun gadis kecil itu berani menyentuh tangan kanan manusia buas X 2, setelah itu Iris membekukan tangan kanan lawannya itu dengan jurusnya, Iris menyalurkan tenaga dalamnya ke telapak tangannya sambil menghembuskan nafasnya, dirinya terlihat begitu mirip dengan Shirayuki hanya dengan hembusan nafas musuhnya bisa membeku.

"Tanganku? Membeku? Gadis sialan ini!" X 2 menatap Iris yang memegang tangan kanannya.

Shinigami tersenyum tipis, melihat ada sebuah kesempatan, Shinigami melayangkan batu kerikil yang telah dialiri aura miliknya itu tepat diantara kedua mata manusia buas X 2.

Manusia buas X 2 berteriak keras, karena dahinya yang pecah dan matanya bahkan sudah tidak bisa melihat, perlahan dirinya tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tubuhnya jatuh secara perlahan.

Teriakan manusia buas X 2 menggema ke seluruh pelosok Kota Yasai dan sekitarnya.

"Bocah tengik! Kemenangan yang heroik ini kupersembahkan padamu!" ucap Shinigami pelan sebelum kembali ke alam bawah sadar Nagato.

Nagato mendengar dan melihat Shinigami namun dirinya merasa bahwa itu adalah sebuah mimpi.

"Bocah tengik! Nikmatilah masa mudamu jika suatu saat kau merasa telah lelah maka kau bisa kembali meminta bantuan padaku!" Shinigami menghilang secara perlahan.

Nagato terkejut melihat manusia buas X 2 telah terkapar dihadapannya, ketika dirinya ingin berbicara tubuhnya terasa begitu sakit, sehingga tubuhnya rebah kebelakang dan Nagato langsung pingsan.

Iris melihat Nagato yang hampir terjatuh, gadis kecil itu segera menahan tubuh Nagato.

"Kau telah berjuang dengan baik .... Naga!" gumam Iris pelan.

***

Disaat yang bersamaan di gerbang selatan terjadi pertarungan sengit.

"Tenkai." gumam Kakek Hyogoro pelan setelah itu aura pertahanan berwarna biru yang membungkus tubuhnya terlihat membara.

"Jadi kau juga memiliki aura berwarna biru." Kakek Hyogoro menahan pukulan manusia buas X 1 dengan tangannya, benturan tangan aura biru yang keduanya saling menggunakan Tenkai, membuat sekitarnya menjadi hancur.

Benturan pukulan mereka membuat debu bermunculan dalam jumlah banyak disekitar mereka.

Semua orang yang melihat, merasa cemas dengan keadaan Kakek Hyogoro, namun setelah debu dihadapan mereka mulai hilang secara perlahan, mereka semua terkejut melihat Kakek Hyogoro yang masih baik - baik saja.

"Sial!" Kakek Hyogoro mundur beberapa langkah kebelakang.

Melihat pukulannya mampu ditahan oleh Kakek Hyogoro, manusia buas X 1 berteriak keras, dirinya merasa tidak menerima hal tersebut.

"Kakek, aku akan membantumu." Azai datang menghampiri Kakek Hyogoro.

"Aku merasa terbantu." Kakek Hyogoro tertawa pelan.

"Aku juga sepertinya sedikit malas bergerak." batin Kakek Hyogoro sambil memasang wajah yang memaksakan ketawa.

Sudah lama Kakek Hyogoro tidak bertarung melawan seseorang yang mampu menggunakan Tenkai.

Manusia buas X 1 melayangkan pukulannya dengan cepat secara membabi buta, tidak peduli siapa saja yang ada dihadapannya.

"Huuh! Mengerikan!" Kakek Hyogoro menghindari setiap pukulan manusia buas X 1 dengan gesit.

Azai juga kewalahan menghindari pukulan manusia buas X 1, dirinya merasa kesal karena manusia buas X 1 bukan hanya memiliki badan yang besar dan tinggi namun pukulan kedua tangannya juga begitu cepat.

"Sirih." Azai mengolah pernafasan.

"Harimau Menanti : Pemangsa Kehidupan." benturan pedang Azai dan pukulan manusia buas X 1 menggema.

Azai mundur beberapa langkah kebelakang, dirinya tidak menyangka tubuh manusia buas X 1 kali ini benar - benar keras berbeda ketika dia memutuskan salah satu tangannya.

Setelah mengatur nafasnya secara perlahan, Azai kembali maju menyerang, mereka berdua bertukar tebasan dan pukulan hingga beberapa menit namun tidak ada satupun yang terluka baik Azai maupun manusia buas X 1, hanya saja Azai merasa kelelahan jika dirinya terus memaksakan pertarungn yang tak menguntungkan bagi dirinya itu.

Kakek Hyogoro mengamati pertarungan Azai dengan manusia buas X 1.

"Menurutmu bagaimana?" tanya Kakek Hyogoro.

"Seluruh tubuhnya begitu keras!" Azai melompat mendekati Kakek Hyogoro.

"Kau belum sempat diangkat menjadi seorang saudara oleh Pandu, bukan?" Kakek Hyogoro tersenyum tipis pada Azai.

"Ya, bahkan kakak Uzui juga belum!" Azai terus memberikan perlawanan sengit pada manusia buas X 1 sambil menjawab pertanyaan Kakek Hyogoro.

"Aku ada ide konyol." gumam Kakek Hyogoro pelan.

"Haah?" Azai merasa akan ada hal buruk yang akan terjadi.

"Aku akan meminjam tombak, kau urus pukulan itu!" Kakek Hyogoro tertawa pelan ketika melihat manusia buas X 1 melayangkan pukulan kepada mereka berdua.

"T-Tunggu kek, sialan! Dia menjadikanku umpan." Azai mengumpat ketika Kakek Hyogoro sudah menjauh duluan, mau tidak mau dirinya harus mengulur waktu untuk memberikan celah kepada Kakek Hyogoro untuk menyerang.

"Tombak? Apa yang direncanakan olehnya?" batin Azai sambil menangkis pukulan manusia buas X 1 dengan pedangnya.

Kakek Hyogoro menghampiri salah satu penjaga kota yang memegang tombak ditangannya.

"Permisi, bolehkah aku meminjam tombak milikmu itu?" Kakek Hyogoro mengelus dagunya sambil melihat tombak yang digenggam oleh salah satu penjaga kota.

"Silahkan, tapi kakek gunakan untuk apa tombak ini?" penjaga kota terlihat penasaran.

"Kau cukup lihat dari situ, aku ada ide yang bagus." Kakek Hyogoro tertawa kecil.

Kemudian Kakek Hyogoro menghampiri Azai yang sedang bertarung dengan manusia buas X 1.

"Kau alihkan perhatiannya sebentar!" Kakek Hyogoro mencoba meyakinkan Azai.

"Sudah dari tadi aku mencoba mengalihkan perhatiannya, jadi apa rencana kakek?" tanya Azai.

"Aku akan melempar tombak ini, hanya itu saja." jawab Kakek Hyogoro singkat.

"Haah? Apa yang direncanakan kakek?" Azai merasa kesal.

Kakek Hyogoro merasa seluruh tubuh manusia buas X 1 keras, jika dia membawa pedang yang dia tinggal maka bukan menjadi masalah baginya namun sekarang Kakek Hyogoro hanya menggunakan tangan kosong.

Kakek Hyogoro menjauh dari pertempuran mereka dan menunggu kesempatan untuk menyerang, semua orang yang melihat pertarungan itu juga bingung karena Kakek Hyogoro hanya memperhatikan Azai.

Azai terus melayangkan tebasan pedangnya namun tidak ada satupun tebasannya yang mampu melukai tubuh manusia buas X 1 bahkan Ichiba dan yang lainnya juga sedikit terkejut melihat hal itu.

"Ichiba, Oichi, ikuti aku." Shirayuki mengajak Ichiba dan Oichi untuk pergi bersamanya, mereka melangkah mendekati manusia buas setinggi lima meter yang tak lain adalah manusia buas X 3.

Hana melihati Shirayuki dan pengikutnya pergi, sehingga dirinya juga melangkah untuk mengikuti Shirayuki.

"Sial! Tubuhnya sangat keras!" Azai mulai kesal karena tidak ada satupun tebasannya yang mampu melukai bahkan menggores tubuh manusia buas X 1.

Ketika perhatian manusia X 1 mulai teralihkan berkat Azai, Kakek Hyogoro mengaliri tenaga dalamnya pada tombak yang dia pegang, setelah itu dia juga mengaliri auranya pada tombak itu.

Tombak yang dipegang Kakek Hyogoro kini lebih kuat berkali - kali lipat.

Kakek Hyogoro mengambil ancang - ancang untuk melemparkan tombaknya, ketika tubuh manusia buas X 1 sedikit membungkuk, Kakek Hyogoro tersenyum sinis sambil melemparkan tombak yang digenggamnya sekuat tenaga.

"Maaf! Walau tubuhmu keras setidaknya bagian itu tidak keras." gumam Kakek Hyogoro pelan.

Kakek Hyogoro melempar tombaknya dengan sekuat tenaganya kepada manusia buas X 1, tombak yang dialiri tenaga dalam bahkan disekitar tombak itu terlihat aura berwarna biru yang membungkus tombaknya.

Tombak itu melesat dengan cepat ke arah ***** manusia buas X 1, setelah menembusnya, manusia buas X 1 berteriak keras, membuat semua orang yang melihatnya justru terkejut karena tindakan Kakek Hyogoro bukan karena teriakan manusia buas X 1.

Azai mengolah pernafasannya, setelah itu dia menebaskan pedangnya secara menyilang pada badan manusia buas X 1.

"Jadi ini kelemahannya!" Azai tidak menyangka akan ada pertarungan yang seperti ini.

Manusia buas X 1 perlahan roboh kebelakang setelah dadanya tertebas oleh Azai.

Azai menghampiri Kakek Hyogoro dan tertawa setelah melihat rencana yang dimaksud oleh Kakek Hyogoro.

"Kakek ... tidak kusangka kau mengincar tepat diantara lubang bagian bawah itu." Azai tertawa pelan.

"Sepertinya aku sedikit berlebihan!" Kakek Hyogoro menggelengkan kepalanya ketika dia melihat ***** manusia buas X 1 robek.

1
Gagal Tobat
kayak buku LKS aja nyebutin nama jurusnya
Ibrahim Rusli
Thor si Nagato bocah apa pemuda sih sebenernya kalo liat dari segi umur kan harusnya bocah bukan pemuda trus pola pikir bocah masak udah kayak pemuda aja apa jangan2 si Nagato bocah ajaib ya ..🤔
Ibrahim Rusli
kuereeen banget di awal ceritanya thor aq mau coba baca sampe mana cerita nya mudah2 an di pertengahan nggak membosankan ya ..
Melky Tatuwo
😯
Melky Tatuwo
gak pakek pinang muda kek ? 😁
Shen shandian luo
kok gak enak banget baca nama pernafasannya
..
Fendi Tetap Semangat
blm ada update nya ya
Yanin Tyas
ternyata author masih pingsan.......
😎
ini nagato bukannya berumur 5th?
yang nener aja lu thor,, 5th dah kek remaja perlakuan lawan jenis.. buset dah..
Yana
Jujur gw sbg pembca mrupakan penggemar setiap karya lo thor. Kagum karena diusia muda bisa menciptakan karya, jarang anak seusia lo berpikir tidak ingin membebani ortu. Thn lalu kabar trakhir l
yg lo tulis dichapter trakhir LTI lo dikarantina thor, gw ikutin ig sma fb lu, ternyata lu masih 20 thn. Gw berharap lu comeback. Gw kadang mikir setiap MC dri karya yg lo buat ini gk ada satupun menceritakan kebahagiaan MC sama ortu/org disekitarna..
MC mencoba bundir punya sisi gelap
apapun itu pokokna gw pngin lo lekas smbuh tor, banyak yg menanti karyamu
abaikan cacian yg ngatain lo bundir ape terkena corona
lo ngga sendiri tor
Yanin Tyas
ternyata cuma authot yg punya masalah......gkgkgkgkk biasa aja keles
Yanin Tyas
preeetttt
Yanin Tyas
lg musim hujan bkn cuma kerupuk yg mlempem.......haha
Zidan Satya
njay kopas dikit kata2nya Rin
Yanin Tyas
udik
Yanin Tyas
author payaaahhhhhhh
Raudatul
kapan Nagato dilanjutkan thorrrr
yg udah ditulis duluan itu aja yang di selesaikan dulu cerita x😔
Yanin Tyas: mana author tau.......gkgkgkgkgk
total 1 replies
Ahmad Surya Gumilang
kok ga lanjut lagi sih
Yanin Tyas
mental krupuk doyan mlempem
Raudatul
Thor boleh nanya g?
gimana ceritanya hizen saudaraan ma pandu.yamata hizen dan kagutsuci pandu.apakah mereka beda ibu atau gimana???🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!