NovelToon NovelToon
Rindu Suara Azhan

Rindu Suara Azhan

Status: tamat
Genre:Romantis / Trauma masa lalu / Keluarga / Selingkuh / Cinta Murni / Masalah Pertumbuhan / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nisharaa

Silahkan promosi sepuasnya 🤗🤗

Akia Syakayla Kanzha

Seorang gadis labil berusia 23 tahun, sangat nakal dan beringas. Mempunyai hobi balap motor liar dan suka tawuran jika ada seseorang yang melukai sahabatnya. Kemampuannya yang ahli beladiri mendukung sifatnya yang dingin dan arogan. Dulu dia bukanlah gadis yang dingin dan kejam, dulu dia sempat menjadi gadis yang ramah dan ceria. Namun semua itu runtuh dikala dia mendapati sang Ayah yang sedang bercinta dengan wanita lain di rumah nya sendiri disaat sang mama sedang dirawat dirumah sakit. Disaat bersamaan kekasihnya juga ketahuan selingkuh dengan sahabat nya sendiri bahkan sampai hamil diluar nikah. Hal itu yang membuat seorang Akia yang berhati lembut berubah menjadi gadis yang kasar dan dingin.

Suatu hari nasib malang menimpa gadis itu, sebuah kecelakaan besar saat sedang adu balap motor yang mengharuskan dia berada di kursi roda karena kakinya yang mengalami kelumpuhan. Hatinya hancur sehancur hancurnya. Impiannya seketika hilang, ingin dia menghibur diri sendiri. Dikala sedang sendiri telinganya mendengar suara sayup Azhan menggema dari sebuah masjid yang tidak jauh dari tempatnya. Seketika hatinya merasa tenang, suara itu seakan menghipnotisnya.

Dia jatuh cinta sekali lagi pada sang pemilik suara Azhan yang sangat merdu tanpa dia ketahui siapa pemilik suara tersebut.

Bagaimana kelanjutan kisah hidupnya ? Akankah dia bertemu dengan sang pemilik suara merdu tersebut ?Bagaimana jika dia tahu bahwa sang pemilik suara ternyata seorang mantan bos mafia yang sangat kejam ? Dan bagaimana juga jika diaa tahu bahwa sosok tersebut adalah anak dari pemilik sebuah pesantren yang terkenal ?

Ini karya pertamaku..jika ada kesamaan tokoh ataupun cerita itu diluar kuasa author. Dan cerita ini adalah real karya author ya.

Author asli~~ Utami wiwik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisharaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Abah Umar dan Arfan syailendra

Kriieeett

Pintu yang sudah terlihat lapuk itu terbuka pelan, memperlihatkan keadaan rumah yang terbilang jauh dari kata layak. Hanya ada satu ruangan untuk tidur dan juga memasak, dan satu kamar mandi kecil. Dan keadaan rumah pun lebih mirip dikatakan sebagai gubuk reot.

Sangat miris sekali dari sekian banyaknya rumah mewah di ibukota, masih saja terdapat beberapa rumah warga yang tidak layak huni. Akia menatap miris keadaan rumah didepannya, sungguh beribu kali lipat jauhnya dengan mansion mewah milik keluarganya.

Tanpa dia sadari, setetes airmata jatuh membasahi pipinya yang putih. Namun secepat kilat gadis itu mengusapnya sebelum ketahuan sang tuan rumah.

"Kakak kau sudah datang ?"

Seorang bocah remaja berusia 13 tahun datang menghampirinya dengan wajah yang sumringah. Lalu mencium tangannya dengan tulus. Wajah kumalnya tertutupi dengan rona bahagia yang jelas terlihat disana.

"Arfan dimana abah ? Apa kalian sudah siap ?"

"Sudah kak, abah ada didalam sedang bersiap siap, Ayo kak masuk." Ajaknya antusias.

"Apa Arfan senang ?" Tanyanya hati hati.

Bocah remaja itu menjawab dengan raut wajah ceria.

"Kakak aku sangat senang sekali, setelah sekian lama akhirnya kami berdua bisa pulang ke kampung halaman. Arfan sangat merindukan rumah abah yang disana. Terima kasih kak karena sudah mengajak Abah dan Arfan untuk bisa kembali ke kampung." Ucapnya dengan mimik lebih bahagia, bahkan bocah itu nampak meloncat loncat kecil demi mengekspresikan kebahagiaan nya.

"Arfan...jaga sikapmu le, bersikaplah sopan pada tamu."

Suara abah Umar terdengar dari dalam menegur tingkah cucunya yang kurang sopan.

"Nggih abah, maaf Arfan hanya terlalu senang." Cicitnya pelan.

"Tidak apa apa abah, jangan marahi Arfan. Dia hanya mengekspresikan perasaan senangnya saja."

"Neng gelius sudah datang, kenapa tidak masuk ?"

"Abah sudah waktunya kita berangkat, takut nanti kemalaman. Apa abah sudah siap ?"

Abah Unar nampak tersenyum tipis sembari menganggukkan kepalanya. Lalu dengan dibantu Pak Min mereka memasukkan semua barang barang yang perlu dibawa untuk dimasukkan kedalam bagasi.

Abah Umar nampak memandangi gubuk reotnya yang sudah dia tempati selama berpuluh tahun. Nampak gurat kesedihan terlihat jelas diwajahnya yang keriput. Seperti ada perasaan tidak rela untuk pergi, namun kerinduan akan kampung halamannya mengalahkan semua rasa dihatinya. Dengan mantap kakek itu melangkahkkan kakinya mengikuti langkah Akia dan Pak Min.

Mobil melaju sedang meninggalkan rumah abang Umar menuju ke arah Bandara Soeta. Selama dalam perjalanan Arfan tiada hentinya berdecak kagum dengan pemandangan yang ada diluar jendela. Akia yang meliriknya hanya tersenyum simpul.

"Kakak jika besar nanti Arfan ingin mempunyai gedung yang tinggi seperti itu." Cetusnya sembari menunjuk kearah gedung tinggi dengan telunjuknya.

Akia tersenyum lalu mengikuti arah tunjuk Arfan.

"Jika kau ingin punya gedung seperti itu, berarti kau harus rajin belajar supaya pintar. Dan biar kau pintar, kau harus sekolah sampai jenjang yang lebih tinggi."

Wajah anak itu berubah murung saat mendengar ucapan Akia. Membuat Akia dan Pak Min menjadi bingung.

"Kalau begitu Arfan nggak jadi pengen punya gedung tinggi itu kak."

Akia mengrenyit heran, lalu memandang Pak Min seakan bertanya.

"Loh kenapa nggak jadi nak ? Bukankah itu impianmu ?" Tanya Pak Min mewakili nona nya.

"Arfan nggak bisa sekolah sampai tinggi paman, karena Arfan harus membantu abah, kasian abah sudah tua. Jika Arfan sekolah nanti yang cari nafkah buat abah siapa ?" Lirih bocah itu.

Akia memejamkan matanya, perasaan sedih menjalar dihati gadis itu.

"Arfan jangan khawatir, masalah abah kan ada kakak dan paman. Mulai sekarang tugas Arfan adalah sekolah yang bener. Apa kau tidak ingin menjadi orang hebat ?"

"Arfan ingin kak, tapi untuk sekolah tinggi pasti biayanya juga mahal." Ucap bocah itu dengan perasaan sendu.

"Sudah, jangan dipikirkan, masalah biaya sekolah itu sudah jadi tanggung jawab Pak Min. Nanti beliau yang akan bertanggung jawab atas semuanya, benar kan Pak Min ?" Ucap Akia dengan memberi isyarat pada Pak Min.

"Betul itu, nanti Pak Min yang akan membiayai sekolah Arfan. Tapi janji harus sekolah yang bener dan jadi anak pinter. Buktiin kalau kamu adalah anak yang pintar dan hebat."

"Siap pak, Arfan akan buktikan kalau Arfan bisa jadi anak yang pintar dan hebat."

"Bagus."

"Neng gelius apa sudah siap untuk menjalani tetapi disana ?" Tanya Abah Umar mengalihkan pembicaraan ketiga orang itu.

"Siap abah."

"Baiklah nanti sampai sana setelah istirahat kita langsung ketempat tujuan ya."

"Nggih abah."

Tanpa terasa mereka sudah sampai diBandara. Setelah melakukan chek in mereka lalu menuju ke ruang tunggu. Tidak sampai 30 menit akhirnya pesawat mereka akan segera lepas landas meninggalkan kota Jakarta. Kota penuh kenangan dan impian seorang Akia.

Selamat tinggal, aku harap bisa kembali lagi ke kota ini. Suatu saat nanti..

***

K.Z.Group

Tuan Aryan membanting keras amplop cokelat dihadapannya, matanya menatap horor pada kedua anak buahnya. Nampak guratan kemarahan terlihat jelas diwajahnya yang garang. Bahkan rahang pria itu nampak terlihat jelas.

Bukk

Bukk

"Bagaimana kalian bisa seceroboh ini hah ! Menjaga satu orang saja kalian tidak becus. Sekarang dimana putriku, kalian memang tidak berguna." Teriaknya membahana.

Kedua bodyguard itu nampak terlihat gemetar dengan wajah yang pucat pasi. Tidak hanya menahan nyeri karena bogeman mentah yang mereka dapatkan, tapi amarah Tuan mereka membuat mereka gemetar ketakutan.

"Tuan..."

Tuan Arfan menoleh kebelakang, nampak sang asistennya Dhafa berdiri disana dengan nafas yang terengah engah.

"Kau dapat sesuatu Dhafa ?"

"Tuan, saya dapat info ada yang melihat nona disekitar Bandara. Tapi setelah saya selidiki kesana tidak ada seorang penumpang dengan nama nona muda."

"Apa ! Lalu kenapa dia ada disana ? Cepat kau cari tahu. Saya ingin dalam waktu satu jam keberadaan putriku segera ditemukan. Kerahkan seluruh anak buahmu jika itu diperlukan Fa. Jika perlu sewa detektif handal untuk ikut mencari keberadaan putriku." Perintahnya keras.

"Kalian berdua pergilah, dan bantu Dhafa untuk mencari nona kalian. Jangan pulang jika kalian belom bisa menemukannya. Mengerti !"

"Baik Tuan." Ucap keduanya serempak.

Setelah kepergian mereka Tuan Aryan nampak terduduk lemah di kursinya dengan mata yang tertuju pada amplop cokelat didepannya.

Nak kenapa kau pergi sayang ? Apa kau begitu membenci papa sampai kau tidak ingin tinggal lagi dengan papa nak. Pulanglah papa mohon, maafkan kesalahan papa Akia.

Pria paruh baya itu menangis tersedu sedu, membayangkan putrinya yang mungkin sendirian diluar sana. Pria itu kembali membuka amplop yang berisi surat dari putrinya. Surat yang mengatakan kepergiannya dan berharap agar sang papa tidak mencari keberadaannya saat ini.

Dilain tempat

Suasana histeris pun juga terjadi kediaman Arumi yang kebetulan ada Chiko juga disana. Gadis itu berteriak histeris sembari menyebut nama sahabatnya. Beruntung ada sang kekasih yang dengan setia menenangkan hatinya. Walaupun hatinya merasa sedih namun pria itu berusaha untuk terlihat kuat demi wanita yang sangat dicintainya.

Berbeda dengan Luna, gadis itu bahkan sampai pingsan saking terkejutnya setelah mendapati sepucuk surat dari sahabatnya. Kondisinya yang masih lemah membuat bathin gadis itu tidak kuat menerima kabar yang mengejutkan itu. Beruntung gadis itu masih berada dirumah sakit, sehingga dengan cepat mendapatkan pertolongan Dokter.

"Sayang kau sudah sadar." Ucap Ryan dengan suara lirih.

Luna mengedarkan pandangannya ke sekeliling, lalu berusaha mengingat kejadian yang membuatnya pingsan. Terisak pelan saat dia mengingat kembali apa yang sudah terjadi.

"Kakak..hiks..Akia..hiks.."

"Tenanglah, jangan bersedih lagi, kakak janji setelah kau sembuh kita akan mencarinya sama sama." Bujuk Ryan dengan suara lembutnya.

"Kecurigaan aku benar kan kak..dia pergi meninggalkan aku. Akia sudah pergi..sahabatku sudah pergi kak..hiks.." Tangis gadis itu kembali pecah.

Dengan cepat Ryan meraih tubuh mungil kekasihnya untuk dibawanya kedalam pelukannya. Dengan lembut mengusap usap punggungnya untuk menenangkan gadis itu. Tidak lama kemudian karena lelah menangis membuat Luna sampai tertidur pulas dipelukan Ryan.

Aku berjanji akan mencari keberadaan sahabatmu sayang. Apapun yang terjadi dan dimanapun dia berada kita akan mencarinya, walau sampai ke ujung dunia sekalipun. Gumamnya pelan.

Sementara itu di gedung AZR Corp

Seorang pria tampan nampak berjalan cepat menuju ruang bosnya dengan wajah panik. Membuka pintu ruangan sang Presdir tanpa meminta ijin terlebih dahulu, membuat sang asisten sekretaris nampak berkerut heran.

"Riel..." panggilnya dengan nafas yang terengah engah.

TBC

HEHEHE babang azrielnya belok nongol di part ini,,yang nungguin maaf ya..🤗 insya Allah part berikutnya beneran deh babang azrielnya muncul..

jangan lupa terus dukung author ya..

1
Herlinatriyono 786
gue udah baca beberapa kali tetep aja mewek di sini. othor sih nabur bawang di mana mana 😭😭😭
Herlinatriyono 786
di jodohkan dengan akia
Herlinatriyono 786
sok iye nih orang, kagak tau aja siapa lawannya.

gue udah beberapa kali baca tetep greget
Ryan Jacob
semangat Thor ditungggu karya-karyanya
Abizar zayra aLkiaana
1m😲😲
(◍•ᴗ•◍)
MasyaAllah cerita yang menarik dan bagus, awalnya nyoba² buat baca tapi akhirnya jadi ketagihan
Untung Darmawan
keren
susi 2020
🥰🥰🥰🥰
susi 2020
🤫😍
susi 2020
😘😘😘
susi 2020
😍🥰
susi 2020
😍😍🥰
susi 2020
🤫🤫🤫
susi 2020
😍🥰🥰🥰😘
susi 2020
😘😘😘
susi 2020
🥰🥰🥰🥰
susi 2020
🤫🤫🤫😍
susi 2020
😍🥰🥰🥰😘
susi 2020
😍😍🤫🤫
Sani Srimulyani
hayo loh pipit pasti kana semalem ngrlindur nih makanya salah masuk kamar.🤭🤭😜😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!