Jessica yang mati penuh penyesalan tiba-tiba kembali ke umur 19 tahun dengan membawa semua ingatannya di kehidupan yang telah ia lalui.
Kali ini, dia tidak akan ditindas lagi, dia akan bersinar dan mendapatkan kebahagiaannya sendiri.
"Bagaimana bisa Jessica tahu ada racun di minuman itu?"
"Jessica mendapat nilai sempurna? Bukankah dia selalu peringkat akhir?"
"Aku tidak akan membiarkan Jessica mengambil posisiku, lihat saja, aku akan memberinya pelajaran!"
"Heh! Mau menindasku? Tidak! Jessica kali ini bukan lawan yang sepadan untukmu! Jangan macam-macam kalau tidak mau menyesal!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Tolong jangan kembali lagi
"5 milliar, berikan uang ganti rugi jika ingin pergi dari rumah ini!" Tegas Barto.
"Kau gila?!" Jessica terkejut, apaan 5 milliar?!
Dia berada di keluarga Wijaya melakukan segala pekerjaan babu, masakan harus mengganti rugi 5 milliar?
Kalaupun ada yang mengganti rugi, maka seharusnya keluarga Wijaya lah yang memberinya ganti rugi untuk semua tenaga yang ia berikan mengurus pekerjaan rendahan di keluarga Wijaya!
"Ini tidak gila! Kau sudah merugikan keluarga ini begitu banyak! Terutama Michelle, trauma prikologis dan fisik yang kau berikan pada adik kami sudah terlalu banyak! Selain itu, makanan, tempat tinggal, biaya sekolahmu dan segalanya, semuanya harus diperhitungkan!" Tegas Barto benar-benar membuat Jessica tercengang.
Dia bekerja paruh waktu untuk biaya sekolah, selain itu, dialah yang banyak menderita karena sandiwara yang dilakukan Michelle yang terus memfitnahnya, jadi bagaimana bisa sekarang dia yang di suruh bertanggung jawab?
Tetapi ketika Jessica hendak mengatakan sesuatu, Nolan sudah lebih dulu mengeluarkan kartu dari sakunya, "gunakan kartuku!" Tegas Nolan melempar kartu itu ke wajah Barto.
Setelahnya, Nolan memegang erat tangan Jessica, membawa Jessica pergi dari hadapan ketiga putra keluarga Wijaya.
Barto menggertakkan giginya melihat Nolan benar-benar membela Jessica.
Tap tap tap...
Kening Jessica mengerut melihat tangannya yang digenggam erat Nolan, sesaat kemudian ia menarik tangannya dari genggaman Nolan, "aku bisa sendiri!" Tegas Jessica lalu merebut tas miliknya dari Nolan.
Jessica kemudian berjalan mendahului Nolan, melewati Michelle yang sedang duduk di ruang tamu.
"Kak Nolan," Michele berdiri memanggil Nolan saat melihat Nolan mengejar Jessica.
Tapi Nolan sama sekali tidak merespon Michele, ia terus berjalan mengejar Jessica.
Wajah Michele langsung berubah melihat kepergian Nolan, "sepertinya aku sudah melakukan kesalahan besar hingga membuat Kak Nolan mengabaikan ku," ucap Michelle penuh kesedihan.
"Jangan berkata begitu, Nolan hanya belum melihat ketulusan hatimu. Ini semua karena pengaruh buruk Jessica! Nanti Ibu akan memberi pelajaran pada perempuan penuh muslihat itu agar berhenti menganggu kedekatanmu dengan Nolan," kata sang ibu menghibur Michelle.
.........
.........
Jessica akhirnya keluar dari kediaman keluarga Wijaya, ia melangkah dengan terburu-buru melewati mobil Nolan yang terparkir di depan rumah.
"Jessica tunggu!" Nolan menahan lengan Jessica.
"Apa lagi?" Gerutu jessica dengan kesal memandangi Nolan.
"Aku tahu aku salah, tapi aku sungguh-sungguh tidak pernah menelepon Luna untuk datang ke hotel. Bisakah kau memaafkan ku kali ini saja?" Tanya Nolan dengan wajah memelas.
Jessica terdiam, dia memandangi wajah tampan mantan suaminya di kehidupan sebelumnya, sungguh pria yang tidak ada tandingannya jika membandingkan soal ketampanan.
Selain itu, memang Nolan sangat peduli padanya, satu-satunya orang yang terus memperhatikannya sepanjang waktu kecuali sampai setelah mereka menikah.
Dulu di kehidupan sebelumnya di hari ketika menikah dengan Nolan, Jessica berpikir itu akan menjadi awal hari bahagia yang tidak pernah ada habisnya, tapi siapa yang menyangka hari pernikahan justru adalah hari pertama dan awal dari segala minggu buruk jessica.
Segala sesuatu mulai berubah, kepercayaan Nolan padanya juga perlahan-lahan mulai memudar dan terutama seluruh anggota keluarga Sanjaya perlahan-lahan mulai membencinya.
Jadi di kehidupan ini, Jessica benar-benar tidak ingin memiliki hari pernikahan dengan Nolan sehingga Jessica perlahan menarik tangannya dan menatap Nolan dengan tegas, "kita menjalin hubungan karena pertemuan tak terduga, jadi sebenarnya hubungan kita bukan didasari atas dasar saling suka. Lagipula, memang jauh lebih jika berpisah, jadi aku tidak akan menahan mu untuk terus berada di sisiku. Mari kita akhiri hubungan kita dan tidak pernah saling mengenal lagi sampai selama-lamanya!" Tegas jessica mengejutkan Nolan.
"Apa maksudmu? Kita--"
"Aku tahu ayahmu kecelakaan di luar negeri, pergilah, dia pasti menunggu putranya," ucap jessica lalu berbalik pergi meninggalkan Nolan.
'Kalau kau tidak pergi hari ini, maka tidak ada waktu bagimu untuk mengejar ayahmu. Setelah malam ini, dia akan mengalami selama beberapa tahun ke depan sebelum sadar dengan kondisi cacat seumur hidup,' ucap Jessica dalam hati yang tidak mengerti mengapa Nolan memilih untuk mengejarnya, bukan langsung pergi ke luar negeri untuk menemui ayahnya yang dalam kondisi kritis.
Padahal... Hanya beberapa tahun setelah ini mereka akan menjadi orang yang memiliki hubungan lebih buruk dari hubungan dua orang asing.
Nolan terdiam memandangi kepergian Jessica, perempuan itu terlihat begitu dingin, tempatnya tidak ada jalan bagi hubungan mereka untuk diperbaiki.
Tapi Nolan sama sekali tidak mengerti kenapa Jessica tiba-tiba saja berubah 180 derajat, bahkan mengakhiri hubungan mereka dengan alasan yang begitu konyol!
Drrrrr....... Drrrr.....
Telepon Nolan bergetar, dia mengeluarkan ponselnya yang sedari tadi terus bergetar, tetapi dia mengabaikan semuanya saat melihat panggilan telpon dari asisten ayahnya.
Sebelumnya dia sudah mengetahui kalau ayahnya kecelakaan di luar negeri, tetapi setelah mendengar bahwa kondisi ayahnya baik-baik saja dan tidak terlalu buruk, dia memutuskan untuk mengejar Jessica terlebih dahulu.
"Halo," ucap Nolan menjawab panggilan telpon itu sambil berlari memasuki mobil.
"Tuan Muda, tolong segera datang ke rumah sakit. Tiba-tiba saja Tuan Sanjaya tak sadarkan diri, sepertinya harus dilakukan tindakan operasi," ucap pria dari seberang telepon.
"Baik, aku segera berangkat," kata Nolan mematikan panggilan telpon itu lalu melajukan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Wijaya.
Saat ia melewati Jessica yang berjalan sambil menentang tasnya, Nolan memegang erat erat setir mobilnya, hendak melewati perempuan itu, tapi pada akhirnya dia tidak bisa pergi begitu saja, Nolan menghentikan kendaraannya dan berlari turun menghalangi jalan Jessica.
Segera, Nolan berlutut di hadapan Jessica, ia memasang plester obat ke kaki Jessica yang tadi terluka karena tertusuk kaca botol parfum, "aku harus ke luar negeri, entah bagaimana keadaan ayahku yang tadinya baik-baik saja tiba-tiba memburuk. Aku akan memberimu kesempatan sampai aku kembali dari luar negeri untuk memikirkan hubungan kita. Tapi kau harus tahu, aku selalu mencintaimu, bahkan aku tidak perduli bagaimana awalnya hubungan kita terjadi, entah itu balas budi atau apapun itu, tapi hatiku akan menjadi milikmu selamanya," kata Nolan dengan sungguh-sungguh menatap Jessica.
Jessica tidak mengatakan apapun, hanya diam saja memegang erat tasnya sampai akhirnya Nolan dengan sendirinya berdiri dan melajukan mobilnya meninggalkan jessica.
Seketika air mata menetes di pipi Jessica, "Tolong jangan kembali lagi."
kata balik keduli ini ga di prediksi sama Jessica
maling teriak maling😎
semangat thor 💪