NovelToon NovelToon
Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Istriku Ternyata Cinta Pertamaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:555.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: R.F

Hadi Wijaya
"Gadis kecil, ciuman pertamamu nanti pertemuan ketiga kita." Mengandung
Adegan ***
Riana Renata
"Dasar pria gila."

Riana adalah Kristiani, dia adalah Gadis kecil yang Hadi cinta hingga saat ini, tapi sayangnya Riana hilang ingatan, kristiani tidak mengingat siapa pun selain namanya sendiri. Mereka di pertemukan kembali dalam sebuah ikatan pernikahan, yang mereka tau pernikahan itu hanya sebuah kontrak, tapi ternyata sebuah perjodohan. Hadi dan Riana sama-sama saling mencintai, walaupun mereka belum mengetahui siapa orang yang mereka nikahi. Apa Hadi akan mempertahankan istrinya, atau dia memilih tunangannya, orang yang membatalkan pernikahan hanya untuk karirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34. Kemarahan Hadi pada adiknya

Jam sudah menunjukkan pukul pukul 21.00 WIB, Riana dan Hadi sudah selesai makan, ia juga sudah ada di kamar lagi. Hadi duduk di atas ranjang sambil memainkan laptopnya, sedangkan Riana duduk di atas ranjang sambil menonton televisi. Riana juga tadi sebenarnya sempat menolak untuk makan malam, ia belum siap untuk melihat wajah orang yang ia cintai setelah bertengkar tadi pagi, namun suaminya tetap saja memaksanya, untuk makan malam, mau tidak mau ia mengikuti ucapan suaminya, tapi ia tidak melihat keberadaan mantan kekasihnya, entah kemana dia pergi hingga sekarang belum melihatnya, membuat Riana sedikit cemas dengannya, walaupun mantan kekasihnya sudah mengatakan kata-kata kasar, tapi tetap saja ia masih sangat mencintainya

"Koko, kau di mana, kenapa perasaanku sangat cemas."

Tidak tau kenapa, perasaan itu sangat cemas, pada mantan kekasihnya. Tiba-tiba ponsel Hadi berdering

Deret...deret..

Hadi yang sedang mengerjakan pekerjaannya, ia menghentikan pekerjaannya, karena mendengar getar ponselnya, ia langsung mengangkat telpon dari nomer yang tidak di kenal. Setelah di angkat pria di sebrang telpon langsung berbicara lebih dulu

"malam tuan muda."

"iya malam."

"saya cuma mau bilang, adik tuan muda sekarang mabuk di club malam Rivul, tolong anda jemput adik anda kemari tuan muda."

"mabuk?, tolong jaga adik saya di situ, dalam waktu 30 menit saya sampai di situ."

"baik tuan muda."

Hadi langsung mematikan sambungan telponnya, lalu langsung menutup laptopnya dengan burung-burung, setelah itu ia langsung berjalan keluar dari kamarnya dengan menggunakan baju tidur. Riana yang mendengar pembicaraan suaminya dengan seseorang, ia yakin kalau yang di telpon itu ada kaitannya dengan mantan kekasihnya, membuat ia semakin cemas, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena ia hanya seorang istri kontrak dari Hadi, sedangkan dari adiknya hanya mantan kekasihnya. Hadi sampai di depan kamar asistennya, lalu ia langsung mengetuk pintu kamar asistennya

Tok-tok

"Repan!"

Repan yang sedang nonton televisi, ia mendengar suara tuan mudanya, ia langsung berjalan ke arah pintu, lalu langsung membuka pintu itu, ia belum juga bertanya, tapi tuan mudanya sudah berbicara lebih dulu

"Repan antar saya ke club malam Rivul."

"baik tuan muda."

Mereka langsung berjalan buru-buru masuk mobil, lalu Repan langsung melajukukan mobil itu. Repan tidak tau, kenapa tuan mudanya ingin pergi ke club malam Rivul, tapi melihat dari raut wajah tuan mudanya, ia melihat kecemasan pada seseorang. Hadi yang merasa mobil itu berjalan santai, ia langsung menyuruh asistennya untuk lebih cepat

"Repan, tolong lebih cepat."

"baik tuan muda."

Repan langsung mempercepat mobilnya hingga mereka sampai di club malam Rivul. Hadi langsung turun dari mobil, sebelum asistennya membukakan pintu mobil, ia langsung berjalan masuk ke dalam club malam itu, di ikuti dengan Repan hingga ia sampai di tempat yang ia tuju. Banyak orang yang menatap Hadi dengan tatapan suka, tapi banyak pria yang menatapnya aneh, Karena ia datang ke tempat club malam dengan menggunakan baju tidur. Orang yang menelpon Hadi tadi, ia melihat Hadi, lalu langsung mendekati Hadi hingga ia sampai di depan Hadi

"tuan muda, mari saya antar ke tempat adik anda."

"baik."

Hadi langsung mengikuti pria itu dari belakang hingga ia sampai di tempat duduk adiknya minum. Hadi langsung menarik gelas yang ada di genggaman adiknya

"apa yang kau lakukan?, kenapa kau berpikir seperti tidak waras?, berapa banyak yang kau minum?"

Aldi yang sangat mabuk berat, ia tidak menyadari kalau yang bertanya itu adalah kakaknya, ia menjawabnya dengan ngelantur

"diam, kau tidak perlu ikut campur, kau tidak akan mengerti apa-apa dengan hatiku yang sangat sakit, kau tidak akan pernah mengerti bagaimana kehilangan seorang gadis yang aku cintai, jadi kembalikan gelas itu."

Aldi mencoba meraih gelas itu dari Kakanya, tapi ia tidak bisa mendapatkan gelas itu, lalu ia langsung meminum bir itu langsung dari botolnya. Hadi langsung menarik botol yang adiknya pegang, lalu ia langsung meminta air

"Repan ambilkan air."

"baik tuan muda."

Repan langsung berjalan mendekati penyediaan air mineral, lalu ia langsung membeli 1 botol air mineral, setelah itu ia langsung berjalan lagi mendekati tuan mudanya, hingga ia sampai di samping tuan mudanya, lalu langsung membuka botol air mineral, setelah itu langsung memberikan air mineral itu pada tuan mudanya

"ini tuan muda."

Hadi langsung mengguyur kepala adiknya dengan air mineral, agar adiknya itu sadar, siapa yang adiknya ajak bicara. Aldi yang mendapat guyuran dari Kakanya, ia langsung marah, ia langsung berbicara kasar pada kakanya sambil mengusap wajahnya sendiri

"dasar kau bodoh!"

Hadi yang mendengar kata-kata kasar dari adiknya ia langsung emosi

"apa kau bilang! Coba kau ulangi lagi kata-kata kasar tadi?, apa kau merasa sudah pintar mengatakan aku bodoh! Ingat kau hanya anak ingusan, ini nih ajaran mamah yang selalu memanjakanmu berlebihan, menjadi tidak tau sopan santun. Jika aku mendengar kau mabuk sekali lagi, aku tidak akan segan-segan untuk menguncimu di kamar!"

Repan yang mendengar ucapan tuan mudanya yang sudah emosi, ia hanya menghela nafas berat, ia takut kalau tuan kecil akan mendapatkan masalah, karena sudah mengatakan bodoh pada tuan muda, ia tau tuan kecil bukan'lah orang yang suka mengatakan hal kasar, tapi ia juga tidak tau dari tadi pagi tuan kecilnya selalu mengatakan kata-kata kasar, mungkin karena tuan kecil sangat mencintai nona Riana. Aldi yang mendengar ucapan tersebut seketika matanya membulat sempurna, ia tidak menyangka kalau orang yang ia bilang bodoh adalah kakanya sendiri, orang yang paling tidak suka di rendahkan, tapi sekarang ia berani menghinanya karena pengaruh alkohol yang sangat kuat, lalu ia langsung bertanya

"Koko, kenpa ada di sini?"

"menurutmu? apa kau sudah pintar sekarang, mengatakan aku bodoh! Harusnya kau fokus kuliah bukan mabuk-mabukan, apa karena seorang gadis kau seperti ini?"

Wajah Aldi seketika merah, ia tau kakanya sangat marah, mendengar cara bicara kakanya yang tidak mengatakan kata dek, itu artinya kakanya sangat marah, lalu ia langsung minta maaf pada kakanya

"Koko, aku minta maaf karena sudah datang ke club malam, tolong Koko jangan marah."

"sudah ikut pulang denganku, kita selesaikan masalah ini di rumah."

"baik Koko."

Hadi lalu menyuruh asistennya untuk membayar minum yang adiknya minum di tambah bonus karena sudah menghubungi ia Kalau adiknya mabuk

"Repan, kau bayar minuman tuan kecil dan beri uang tips untuknya, lalu minta struk pembayaran bir itu, agar mamah tau anak kesayangan itu seperti apa."

"baik tuan muda."

Hadi langsung berjalan keluar lebih dulu dengan di ikuti oleh adiknya, sedangkan Repan membayar bir. Hadi sampai di depan parkiran, ia langsung masuk ke dalam mobil itu bersama adiknya. Tidak lama Repan datang, ia langsung masuk ke dalam mobil lalu langsung melajukan mobil itu, di dalam perjalanan pulang tidak ada pembicaraan. Hadi hanya diam membisu. Aldi juga hanya diam, tapi hatinya tidak bisa di bohongi, rasanya sangat takut, ia takut setelah di rumah kakaknya marah. Setelah menempuh perjalanan 1 jam mereka sampai di pekarangan rumah. Repan langsung turun, lalu langsung membukan pintu untuk tuan muda dan tuan kecilnya. Hadi berjalan di depan sedangkan adiknya ia berjalan perlahan di belakang, apa lagi masih dalam pengaruh alkohol yang masih melekat, membuatnya masih merasakan pusing hingga mereka sampai di ruang tamu. Hadi langsung menyuruh adiknya untuk duduk

"kau duduk, Repan kau boleh istirahat."

Aldi tidak menjawab ucapan kakanya, ia langsung duduk. Repan langsung mengiyakan ucapan tuan mudanya

"baik tuan muda."

Repan langsung meletakkan struk tadi, lalu ia langsung berjalan menuju kamarnya. Sekarang di ruang tamu hanya ada Hadi dan Aldi. Hadi masih berdiri, ia menatap adiknya dengan tatapan sinis, sedangkan adiknya hanya menunduk takut, lalu ia langsung berbicara pada adiknya

"aku tidak pernah mengajarimu untuk mabuk-mabukan! Apa pernah selama ini aku mabuk?"

Aldi yang mendengar pertanyaan kakanya, ia hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepala, tanpa melihat wajah kakanya. Hadi yang melihat jawaban adiknya, ia langsung melanjutkan pembicaraannya lagi

"lalu kenapa kau mabuk?, Gadis seperti apa hingga membuatmu seperti ini?, sudah aku bilang kau boleh pacaran, tapi tidak boleh berlebihan, ingat usiamu masih 19 tahun, kau seharusnya fokus belajar, agar kau bisa menggantikan posisi papah, bukan mabuk-mabukan! Apa kau ingiat tadi bilang aku dengan sebutan apa?"

Aldi hanya menjawab dengan anggukan kepala. Henny yang di kamarnya, ia mendengar suara anak pertamanya yang marah-marah, lalu ia langsung keluar dari kamarnya, ia langsung berjalan mendekati ruang tamu hingga sampai di ruang tamu, lalu ia langsung bertanya pada anak pertamanya

"sayang, ada apa?, apa nilai Aldi jelek?"

Hadi yang mendengar pertanyaan ibunya, ia langsung menjawabnya dengan suara dingin

"ini adalah hasil didikan mamah!"

Henny yang mendengar jawaban anaknya, ia hanya menghela nafas berat, ia langsung duduk, lalu langsung menjawab ucapan anaknya

"sayang, nilai turun itu wajar, kau tidak boleh memaksakan adikmu untuk terus belajar, mamah yakin adikmu bisa menyelesaikan semua tugasnya."

Hadi langsung menyodorkan struk pembayaran tadi pada ibunya, tanpa menjawab ucapan ibunya. Henny langsung mengambil struk itu, setelah di baca matanya langsung menatap mata anak pertamanya

"iya itu adalah didikan mamah yang selalu memanjakan dia, di usianya yang masih muda, dia sudah belajar mabuk-mabukan! Kalau saja mamah membatasi kebebasannya, dia tidak akan seperti itu."

Riana yang mengetahui suaminya sudah pulang, ia ingin melihat keberadaan mantan kekasihnya, ia melihat dari lantai atas, ternyata mantan kekasihnya baik-baik saja, tapi ia tidak tau berapa botol bir yang mantan kekasihnya minum, hingga membuat suaminya marah, tapi menurut ia suaminya itu marah sangat wajar, itu adalah bentuk kepeduliannya

"ternyata kau sangat menyayangi adikmu juga pria dingin, aku pikir pria sepertimu tidak memiliki kekuatiran."

Riana lalu langsung masuk lagi ke dalam kamar, ia tidak ingin kalau suaminya tau ia belum tidur, apa lagi sekarang sudah menujukan pukul 00.21 WIB. Henny tidak bisa berkata apa-apa setelah melihat struk pembelian itu, ia hanya diam membisu, ia tidak ingin membela anak keduanya, apa lagi yang di lakukan anak keduanya memang salah. Hadi lalu menyuruh adiknya untuk istirahat

"kau lebih baik istirahat, sekarang sudah malam, jangan pernah mengulangi kebiasaan burukmu lagi."

"baik Ko, mah aku istirahat dulu."

"iya sayang."

Aldi langsung berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya. Di ruang tamu hanya tinggal Henny dan Hadi

"mah, lebih baik mamah istrihat, aku minta maaf karena terlalu emosi, tapi bagaimana pun juga, mamah harus membatasi kebebasan Aldi, kasihan papah yang selalu mengurus perusahaan sendiri, jadi tolong mamah menyuruh Aldi untuk giat belajar, di usiaku saat itu, aku sudah mulai membantu papah pergi ke kantor setelah pulang kuliah."

"iya sayang mamah mengerti."

"iya sudah aku ke kamar dulu."

"baik sayang."

Hadi langsung berjalan menaiki tangga hingga ia sampai di kamarnya, setelah di kamar ia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya, agar menghilangkan amarahnya, lalu ia langsung menatap wajahnya di cermin, tapi di cermin itu bukan wajahnya yang ia lihat, seketika ia melihat Kristiani yang tersenyum dan berbicara

"sabar om, nanti kalau emosi cepat tua loh."

Seketika wajahnya tersenyum saat melihat dan mendengar bayangan mungil yang ia rindukan selama ini, lalu ia langsung mengingat keanehan setelah menikah

"apa maksud dari semua ini, kenapa aku melihat sosok kristiani tadi, bahkan saat itu juga aku mimpi tentang kristiani, apa yang sebenarnya terjadi, apa ini ada kaitannya dengan Riana, tapi siapa Riana sebenarnya, tidak mungkin ada kaitannya, mungkin aku saja yang selalu nyaman di sampingnya, hingga aku berpikir yang tidak-tidak."

Setelah berpikir Hadi langsung berjalan ke arah ranjang, lalu ia langsung naik ke atas ranjang, setelah itu ia langsung membaringkan tubuhnya, lalu ia mengambil ponselnya di saku baju tidurnya, lalu langsung menyalakan layar ponselnya, ia menatap wajah Kristiani sedang tersenyum, entah kenapa ia semakin merindukan Kristiani, lalu ia langsung mengingat Yulia

"Yulia, entah sampai kapan, aku akan mencintaimu, hingga saat ini aku masih mencintai kristiani, walaupun aku sudah bisa menerimmu, tapi hati kecilku selalu mengingatnya."

Riana yang pura-pura tidur, ia sesekali melihat suaminya yang sedang memandangi ponselnya

"apa yang dia lihat, bahkan dia tidak sedang mengetik, hanya memandang ponsel, bukan'kah kalau merindukan tunangannya itu melihatnya di foto, bahkan foto dia dan tunangannya sangat besar di dinding, kenapa mesti lihat ponsel, dasar pria dingin, tunggu apa yang kau pikirkan Riana, kau so tau, belum tentu dia memandangi foto tunangannya."

Hadi dan Riana terus saja berpikir, mereka berdua menjadi sulit untuk tidur. Hadi langsung meletakkan ponselnya, lalu langsung menatap ke arah ranjang istrinya sambil tersenyum, ia mengingat kejadian tadi sore yang meminta istrinya untuk di pecat

"aku ingin lihat reaksimu besok, setelah tau kau di pecat."

1
Atien Rukaesih
mn berantem aja kpn akurnya
chika
bagus
Iqbal Ika
bgus
Via
terlalu caldis huhhh curiga Aan aj orang juga males dicurigain aj mah
Mega Siregar
semangat ya 😄👍
jangan lupa mampir ya 😄👍
anggita
Washington group.. Wijaya group
ayu
bagus..
Putri Shope
bagus
Lenkzher Thea
The and ya thor
Lenkzher Thea
Semangat
Nafi' thook
yah...ditunda lagi deh
Nafi' thook
tak kasih bunga dulu ...nanti kalau rajin tak tambah hehe
R.F: kmn j ch
total 1 replies
Melati Afita
sangat istimewa ceritanya meski kadang ada salah ketik huruf. Teruslah berkarya
R.F: mksh kaka
total 1 replies
ardian
semsngat
Noor hidayati
Ayo Up lagi thor lama tak up kan thor🤦‍♀️🤣
Nafi' thook: ayo semangat up lagi dong
total 2 replies
@Kristin
Hay mampir ya Thor 🤗
Betty Nurbaini
ko lisa
anggita
👌👌
S_P astuti
nyicil like plus baca
Aumy Re
hadir lagi thor
aku lanjut mampir baca
semangat selalu🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!