NovelToon NovelToon
Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rey Nanda

Reynand, CEO dingin yang anti-cinta, terpaksa menikahi asisten pribadinya, Aira, demi meredam skandal kantor.

​Bagi Reynand, pernikahan ini hanyalah kontrak sementara. Namun, keteguhan hati Aira perlahan meruntuhkan pertahanan sang CEO.

​Saat intrik dan masa lalu mengancam, sanggupkah Reynand mengakui perasaannya sebelum kehilangan wanita yang telah menjerat hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35: Lobi Politik Dan Keraguan Baru

​"Reynand... ada apa?"

​Suara lembut Aira yang dipenuhi rasa cemas memecah keheningan yang mencekik itu. Aira bergeser mendekat, memegang lengan kekar suaminya yang masih menegang keras. Ia bisa merasakan tubuh Reynand bergetar hebat—bukan karena takut, melainkan karena amarah yang ditahan mati-matian.

​Reynand menarik napas panjang, mencoba menetralkan badai emosi di dalam dadanya. Ia memutar tubuhnya, menatap Aira dengan sorot mata yang dipenuhi kelembutan yang dipaksakan. Jemari kokohnya merengkuh pipi halus Aira, mengusapnya perlahan.

​"Tidak ada apa-apa, Aira. Hanya Devan yang kembali mencoba memprovokasi dan mencari celah di Aristha Corp," ujar Reynand halus, berusaha memberikan rasa aman. "Jangan biarkan bisikan serigala seperti dia merusak hari bahagia kita."

​Namun, Aira bukan lagi wanita lugu yang bisa dibohongi dengan mudah. Sejak menjadi asisten pribadi Reynand hingga kini berdiri sebagai istrinya, Aira tahu persis betapa liciknya Devan. Devan adalah tipe pria yang akan menghalalkan segala cara untuk merebut posisi tertinggi di Aristha Corp, dan fakta bahwa Devan berani menelepon di pagi hari setelah pesta pernikahan mereka menandakan bahwa bahaya besar sedang mengintai.

​Belum sempat Aira membalas perkataan Reynand, denting bel pintu penthouse berbunyi nyaring.

​Siapa yang berani mengganggu penthouse pribadi ini tanpa izin? Reynand segera mengenakan jubah sutra hitamnya, sementara Aira merapikan gaun tidurnya sebelum menyusul ke ruang tengah.

​Ketika pintu otomatis dibuka, sosok pria paruh baya berpenampilan rapi dengan setelan jas hitam sudah berdiri di sana. Wajahnya menunjukkan raut cemas yang sangat dalam, namun ketangkasannya sebagai profesional tidak berkurang sedikit pun. Ia adalah Pak Broto, orang kepercayaan sekaligus sekretaris pribadi Reynand yang paling diandalkan. Di tangannya, Pak Broto menggenggam erat sebuah tablet kerja dan map tebal berwarna cokelat.

​"Maafkan ketidakpribadian saya yang mengganggu waktu istirahat Anda dan Nyonya Aira, Pak Reynand," pangkas Pak Broto cepat seraya membungkukkan badan penuh hormat. "Namun situasi di luar sana sudah mulai tidak terkendali secara internal."

​"Masuk, Pak Broto. Jelaskan secara singkat," perintah Reynand dingin sambil melangkah ke sofa ruang tamu. Aira ikut duduk di samping Reynand, menggenggam jemari suaminya sebagai bentuk dukungan penuh.

​Pak Broto mengangguk sigap, lalu menyalakan tablet kerjanya dan menyerahkan beberapa lembar cetakan dokumen. "Sejak pukul enam pagi tadi, Pak Devan terpantau melakukan pertemuan rahasia di sebuah klub golf pribadi bersama tiga orang pemegang saham minoritas dan dua anggota dewan komisaris. Ia menyebarkan narasi baru bahwa pernikahan Anda dan Nyonya Aira hanyalah pengalihan isu untuk menutupi kerugian investasi proyek di Asia Tenggara yang ia klaim disembunyikan oleh Anda."

​Dada Aira berdesir hebat mendengar laporan Pak Broto. "Bagaimana bisa dia menyebarkan fitnah semurah itu setelah semua kesuksesan yang diraih Aristha Corp?"

​"Pak Devan memanfaatkan kecemasan para komisaris tua, Nyonya," jawab Pak Broto memandang Aira. "Ia menyatakan bahwa status Nyonya yang dulunya asisten pribadi menciptakan konflik kepentingan yang membahayakan transparansi manajemen. Bahkan, ia mulai mempengaruhi pergerakan bursa saham sebelum pembukaan pasar besok."

​Reynand menyandarkan punggungnya di sofa, menyilangkan kakinya dengan gaya anggun namun mengintimidasi. "Devan selalu menggunakan taktik kotor yang sama. Dia mengincar rapat komisaris luar biasa untuk menjatuhkan hak vokalnya. Tapi dia lupa... siapa pemegang saham pengendali di perusahaan ini."

​Denting! Denting!

​Kini giliran ponsel Aira yang berdering nyaring di atas meja. Layar ponsel menunjukkan nama panggilan yang membuat suasana ruangan makin menegang: Nyonya Rosalinda.

​Aira menatap Reynand sejenak. Reynand mengangguk pelan, memberinya isyarat untuk menerima panggilan tersebut. Aira menekan tombol jawab dan mendekatkan ponsel ke telinganya.

​"Halo, Ibu?"

​"Aira..." Suara Nyonya Rosalinda mengudara. Meski terdengar anggun dan tenang seperti biasa, ada nada getaran ketegangan dan kecemasan yang tidak bisa disembunyikan oleh wanita matriark Aristha tersebut. "Apakah Reynand ada di dekatmu?"

​"Iya, Bu. Reynand dan Pak Broto sedang bersama Aira sekarang," jawab Aira jujur.

​"Bagus," sahut Nyonya Rosalinda mendesah pelan. "Ibu baru saja menerima panggilan dari dua komisaris senior. Devan benar-benar sudah melampaui batas. Dia mencoba memanfaatkan ketidaksukaan beberapa pihak atas pernikahan kalian untuk merusak harga saham Aristha Corp. Dia mengancam akan membongkar berkas masa lalu di depan publik jika tuntutannya untuk mengadakan pemungutan suara ulang tidak dipenuhi."

​Nyonya Rosalinda menghentikan kalimatnya sejenak, lalu melanjutkan dengan nada penuh ketegasan matriark keluarga. "Ibu tidak akan membiarkan anak itu merusak warisan keluarga Aristha. Aira, ajak Reynand datang ke kediaman utama siang ini. Kita harus menyusun strategi bersama sebelum dewan komisaris berkumpul. Kedudukan Reynand sebagai CEO dan statusmu sebagai Nyonya Aristha tidak boleh digoyahkan oleh siapa pun!"

​"Baik, Bu. Kami akan segera bersiap dan meluncur ke rumah utama," jawab Aira mantap sebelum mengakhiri panggilan.

​Aira mematikan ponselnya dan menatap Reynand dengan mata yang memancarkan keberanian luar biasa. Tidak ada lagi rasa takut atau keraguan di dalam dirinya. Pria di sampingnya ini telah mengorbankan banyak hal untuk melindunginya, dan kini giliran Aira untuk berdiri di garda terdepan mendampingi sang suami.

​Reynand menggenggam erat tangan Aira, membawa jemari istrinya ke bibirnya dan mengecupnya lama dengan rasa cinta yang mendalam. "Maafkan aku, Aira... Pagi pertama pernikahan kita yang seharusnya indah harus terganggu oleh kekacauan ini."

​Aira menggeleng tegas, tersenyum manis sambil mengusap pipi Reynand. "Jangan pernah meminta maaf, Reynand. Kita sudah berjanji semalam untuk menghadapi apa pun bersama-sama. Jika Devan ingin perang, maka kita akan berikan dia kekalahan yang tidak akan pernah bisa dia lupakan."

​Reynand menatap Aira dengan binar kebanggaan dan cinta yang tiada tara. Karakter dinginnya seketika mencair oleh keberanian istrinya. Pria itu bangkit berdiri, menatap Pak Broto dengan pandangan tajam penuh komando.

​"Pak Broto, siapkan mobil. Hubungi seluruh tim hukum internal dan kumpulkan laporan keuangan proyek Asia Tenggara lima tahun terakhir. Perang di Aristha Corp resmi dimulai hari ini, dan aku tidak akan memberi ampun sedikit pun pada Devan!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!