Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kakak Posesif
"Cherry" Panggil Riana, membuyarkan lamunan Cherry yang saat itu sedang melamun di sudut perpustakaan sekolah.
"Oi" Sahutnya.
"Ngelamun aja nanti kesambet"
"Ngantuk bukan ngelamun" Sangkal Cherry.
Riana mengernyitkan dahinya "Yaudah iya deh, yuk lah ke kantin laper banget nih gue" Ajak Riana.
Mereka berdua akhirnya sampai di kantin sekolah, suasananya ramai seperti hari hari biasanya.
Mereka duduk di bangku panjang di posisi yang menurut mereka nyaman, memilih milih menu makanan yang ingin mereka pesan hari itu.
"Beef teriyaki kayaknya enak nih Cher." Riana menyarankan.
"Tapi gue pengen mie Ayam"
"Yang bener aja Mie Ayam lagi, Cherry Cherry gak takut di amuk Kakak posesif Lo, tiap hari makan mie Ayam"
"Ya jangan ketauan lah" kata Cherry bandel.
"Terserah deh" Riana menyerah.
Benar saja saat sedang asik menyantap mie ayam favoritnya, si Kakak posesif yang Riana bilang sebelumnya itu muncul di hadapan mereka.
"Uhuk uhuk" Riana terbatuk keselek saking kagetnya.
Kevin dengan sigap membukakan air mineral lalu diberikannya pada Riana, Riana dengan cepat meminum air itu sambil menepuk nepuk dadanya.
Cherry yang jelas jelas kegap hanya tersenyum malu lalu berkata ke arah Kevin "Maaf kak ini yang terkahir deh di Minggu ini"
Kevin menggeleng gelengkan kepalanya, ia sangat frustasi pada adiknya yang bandel ini. iya menarik sebuah kursi di sebelahnya lalu duduk tepat di hadapan Cherry.
"Bagus banget ya Cherry, liat aja apa yang bisa gue lakuin kalau Lo gak nurut terus" Ancamnya.
"Kakak jangan, plis jangan kak" Cherry memohon seperti tau apa yang akan terjadi padanya.
Kevin pura pura cuek, lalu mengambil sebuah risoles mayo yang tersaji di depannya, kemudian memakannya santai.
Cherry cemberut mulai frustasi ia menatap memelas pada Kevin lalu memberikan kode kode dengan tatapan matanya.
"Kakak plis jangan tambahin jadwal jogging Cherry, kakak plis capek banget gak suka banget" Ucapnya memohon.
Kevin cuek saja mengabaikan Cherry, agar adiknya itu sedikit mendapat pelajaran, sebenarnya ia tidak peduli dengan penambahan berat badan Cherry, yang sangat ia khawatirkan adalah kesehatan adiknya yang memiliki gerd, jadi sebenarnya tidak boleh terlalu banyak mengkonsumsi makanan junk food dan Ulta proses.
Dipalingkan wajahnya menatapi Riana yang lanjut asik memakan nasi dan beef teriyakinya.
"Ri bagi dong sesuap" Pintanya.
Riana mendelik tajam "Ogah, beli sana"
"Pelit banget huh" ejek Kevin.
Riana menjulurkan lidahnya "Kalau mau beli whleee" ejeknya.
Kevin terkekeh, wanita di sebelah adiknya ini sebenarnya adalah crush yang Kevin sukai diam diam, namun karena pembawaan Riana yang cuek bebek pada Kevin, Kevin sangat segan untuk mendekatinya.
"Bercanda kali, udah sana lanjut makan lu gembul" Kata Kevin balik mengejek.
Riana melotot "Ih nyebelin ngatain gembul segala liat aja besok gue bakal langsing"
"Bener ya, buktiin"
"Males"
" Dasar Pemalas" ejek Kevin lagi.
"Ih Kevin apaan sih ganggu banget nyebelin" protes Riana kesal.
Mereka terus berdebat dan mengejek.
Setiap bertemu mereka memang selalu seperti itu, hal itu sudah biasa bagi Cherry, tetapi karena basicnya Cherry pun sepolos Riana, mereka tidak tau bahwa perlakuan jahil Kevin ke Riana semata mata karena ia menyukainya.
Kevin berdiri lalu berbisik di telinga adiknya "Nanti Sore lari keliling lapangan kompleks 3 keliling ya, kakak tungguin"
Cherry menggembungkan pipinya cemberut "Gamau" tolaknya sambil berkacak pinggang.
"Makanya nurut, kalau gak nurut liat aja" Tegas Kevin sambil berlalu pergi.
Riana tertawa mengejek Cherry "Hahaha gue bilang juga apa kan"
"Ih nyebelin Lo Ri"
"Maaf deh maaf, yaudah nanti gue temenin deh joggingnya" kata Riana setia kawan.
Mata Cherry berbinar "Asik makasih nona Riana"
"Dengan senang hati tuan putri Cherry" ujar Riana lagi
Akhirnya mereka terpingkal pingkal geli.
***
Sepulang sekolah seperti biasa Kevin sudah menunggu Cherry di depan gerbang sekolah. Dengan tak menyisakan kesempatan untuk Cherry dan Dion bisa pulang bareng.
Ditengah perjalanan pulang Kevin menghentikan laju motornya karena HPnya berdering.
"Halo Bro kenapa?" Tanya Kevin menjawab panggilan di sebrang telepon. "Okey okey, gue pasti dateng nanti sore." Kevin menjawab lagi pada seseorang di balik telepon itu.
Tak lama Kevin melajukan lagi motornya.
"Pegangan" Perintah Kevin.
Cherry memeluk Kevin erat, dia sebenarnya sangat takut naik motor gede, namun kakaknya tak pernah membiarkan Cherry naik kendaraan umum.
Jikalau Pak Ujang supir mereka tak bisa menjemputnya, Kevin pasti akan menunggu Cherry untuk pulang bersama. Hal itu pula jadi alasan walaupun setelah 1 tahun pacaran dengan Dion, Cherry jarang sekali pulang sekolah bersama Dion.
Rumah mereka terlihat sepi sekali hari ini, sepertinya beberapa ART di rumah itu belum pulang cuti, Pak Ujang mungkin juga ada urusan di luar, Ibu dan Ayah pastinya memang belum pulang dari Restoran, tadi pagi Ibu bilang kalau hari ini ada jadwal kunjungan ke Restoran, keluarga Cherry memang memiliki beberapa usaha salah satunya Restoran, ada juga beberapa peternakan, hotel, perkebunan, konstruksi dan juga travel perjalanan wisata, di Kota Jala keluarga mereka cukup sukses dan terpandang, jadi Ayah dan Ibu mereka senantiasa sibuk sepanjang hari, namun bukan tipe yang mengabaikan anak anaknya, mereka sangat perhatian, dan bertanggung jawab kepada anak anak mereka.
Kevin memarkirkan motornya di garasi, sementara Cherry masuk ke dalam rumah, terlihat Bik Anah sedang menyapu sudut sudut rumah. Dari semua ART yang bekerja saat ini hanya Bik Anah yang tidak ambil cuti karena bulan kemarin dia sudah mengambil cuti duluan, ada keperluan keluarga.
"Eh Non Cherry udah pulang." Kata Bik Anah menyadari keberadaan Cherry.
"Iya Bik, baru aja pulang."
Dengan malas malasan Cherry membuka pintu kamarnya, lalu melemparkan tas ke atas kasurnya. Belum berganti pakaian Cherry langsung rebahan di kasur. Mengistirahatkan badannya yang terasa pegal, meringkuk di kasur membuatnya sangat nyaman dan lembut sehangat pelukan Ibu.
"Non makan dulu, bibi udah masak terong balado sama Ayam serundeng kesukaan Non." Bik Anah tiba tiba menghampiri Cherry di depan pintu.
"Okey Bik, aku ganti baju dulu bentar." Sahut Cherry masih malas malasan.
Dia berganti pakaian memakai kaos oblong Cinamon roll berwarna putih, celana pendek selutut dan menyisir rambutnya, tak lupa Dia mencuci muka lalu mengoleskan pelembab dan memakai sedikit lip tint. Cherry berjalan gontai ke meja makan.
Dimeja makan terlihat Kevin sudah menunggu untuk makan siang.
Cherry memilih duduk di hadapan Kevin.
"Si Dion Dion itu gak bikin kamu kesel kan De?" Tiba tiba Kevin bertanya serius.
Cherry kaget kenapa tiba tiba Kakaknya menanyakan pertanyaan seperti itu.
Cherry menggeleng "Apaan sih kak siang bolong gini udah cosplay jadi detektif aja." Ucapnya malas.
"Ya nanya aja, awas kalau gue liat lo sampe nangis, atau disakitin, matilah dia" Ujar Kevin sambil mengepalkan tangannya.
"Enggak kakak, Cherry baik baik aja kok, gak ada masalah sama dia." Cherry berusaha menenangkan Kevin dan memasang senyum manis.
Dalam hati ia bertanya tanya apakah Kevin tau kelakuan Dion yang sampai membuatnya menangis kemarin, hatinya tak tenang karena takut kalau hal buruk akan menimpa Dion nanti.
Ingatannya melayang dan sampai pada saat dulu di SMP, Kevin pernah berkali kali berkelahi dan masuk ruang BP hanya karena meninju cowok cowok yang sedikit kurang ajar ke Cherry.
Hampir hampir Kevin harus di skors dan pindah sekolah untung saja dengan kekuatan koneksi orangtua mereka Kevin masih aman dan akhirnya bisa lanjut bersekolah. Cherry bergidig merinding membayangkan kejadian itu lagi, bulu kuduknya ikut berdiri.
"Bener ya, gue pegang kata kata Lo, jangan sampe nanti nangis nangis kalau udah sakit hati"
Cherry tak menanggapi omongan Kevin, ia masih terlarut dalam lamunannya.
Kevin menyadari lamunan Cherry lalu berkata. "Mikirin apa sih, udah sekarang makan!"
Tangannya Dengan cekatan memindahkan aneka makanan ke piring Cherry, ada nasi hangat, ayam goreng, terong balado, tempe juga ikan.
"Kakak bebanyakaaaan." Protes Cherry kesal, nadanya manja layaknya kakak beradik pada umumnya, kalau sebanyak itu mana sanggup Dia makan, apalagi dia juga sedang Diet karena Minggu depan ada pentas seni di sekolah, kebetulan dia akan main Drama di pentas nanti.
Kevin terkekeh puas, dia memang suka sekali menjahili adiknya, apalagi dia tau aturan dirumah itu, kalau apapun makanan yg sudah tertuang di piring harus di habiskan, tidak boleh buang buang makanan dan mubadzir. Itu adalah sebagian didikan orangtua mereka agar anak anak disiplin dan tau menghargai makanan.
Cherry cemberut sepanjang makan siang, perutnya sudah sangat kenyang tapi piringnya belum juga kosong.
Terkadang perhatian Kevin suka berlebihan dan kadang pula terjadi karena Kevin sangat suka menggoda adiknya itu.
Kevin masih asik makan, lalu tak lama dia menyuruh Cherry berhenti makan.
"Udah siniin kakak yang ngabisin buat bantuin tuan putri."
Cherry melonjak senang, dengan gesit dia menuang segelas air untuk kakaknya "Makasih bos besar." sambil menyodorkan air tanda terimakasih "Tapi ini itungannya emang salah kakak karena jailiin aku." Cherry pura pura cemberut lagi.
"Yaudah siniin gue makan semua, makanan segitu doang bagi gue mah kecil buat diabisin, atlet gitu loh." Kata Kevin dengan tengil.
Dia melipat kedua tangannya di pangkuan, layaknya bos sedang memerintah, dibaliknya tersimpan perhatian yang dalam untuk adiknya.
Sejak dulu Kevin memang tak pernah benar benar ingin adiknya kesulitan soal hal apapun, kalaupun jahil itu benar benar hanya karena gemas dan ingin menggodanya saja.
Cherry memberikan piringnya ke Kevin lalu memperhatikan Kakaknya makan. Momen bersama Kakak dan kedua orangtuanya adalah momen momen yang sungguh manis dan selalu disyukurinya.
Seandainya saja tidak bersama Kevin dan keluarganya, mungkin saat ini dia sangat sedih menjalani kehidupan, hanya kakaknya dan Ayah Ibu yang selalu menguatkan Cherry, meskipun kadang Kevin jahil dan menyebalkan, tetap saja Cherry sangat menyayanginya.
Luka dimasa lalu Cherry begitu besar tingkahnya yg ceria diluar hanya untuk menutupi luka dan trauma yg sebenarnya dia rasakan.
Luka yang entah kapan bisa sembuh dan hilang dari hidupnya.
Selesai makan Cherry dan Kevin mencuci piring, Kevin menyuruh Cherry untuk membereskan piring saja, karena dia yg mencuci semua piring.
Kakaknya ini benar benar tipe idaman semua wanita, dia cukup manis juga gentleman, tak pernah menyusahkan Cherry, selalu rela menolong dan mau mengerjakan pekerjaan rumah.
Soal penampilan pun tak bisa dipandang sebelah mata.
Jikalau harus dilukiskan wajah Kevin sekilas mirip dengan Aktor Korea Ju Jihoon, kulitnya sawo matang, matanya sipit namun tatapannya tajam, memiliki kelopak mata ganda pada mata kanannya namun yg lainnya tidak memiliki kelopak mata alias monolid, sangat unik dan mempesona, garis rahangnya tegas membingkai hidung lurus dengan ujung yg runcing, bibirnya tipis dengan sudut senyum yg misterius, Kebetulan memang keluarga Kevin ada sedikit memiliki keturunan chinese dari garis Ibunya dan Ayah orang Indonesia Asli ras Jawa.
Selesai itu, mereka berdua berbincang di ruang tengah sambil nonton Netflix, Cherry mulai mengantuk dan tanpa sadar tertidur di sofa.
****
Sorenya Kevin membangunkan Cherry yang masih tertidur cantik di Sofa.
"De bangun de." Ia mengguncang guncangkan bahu adiknya pelan.
Kedua mata Cherry mulai terbuka "Gamau kak, ngantuk banget nih" ujar Cherry menolak.
Namun Kevin tetap kekeh membangunkannya, ia terus saja mengguncang guncangkan bahu Cherry, akhirnya Cherry menyerah dan bangun dengan malas malasan.
"Mandi gih de, ganti baju yang sopan, terus anter Kakak ke acara ulangtahun temen lama sekalian reunian." Pinta Kevin dengan nada sedikit memaksa.
Cherry yang masih mengantuk masih berusaha menolak halus "Gak ikut deh ka, aku mau ngafalin naskah drama kak."
"Ikut kata gue ikut ya ikut." Kevin makin memaksa, ia sedikit mendorong Cherry ke kamar.
"Gue tunggu 15 menit, cepet mandi trus dandan." Perintahnya bak diktator.
"Huh galak banget udah kayak Hitler aja" Gumam Cherry kesal.
Kalau sudah begini tampaknya menolak dengan cara apapun tidak akan mempan.
Kevin tersenyum puas, tanpa Cherry hari ini diapun sebenarnya malas untuk datang ke acara itu.
Itu tiap satu bulan, gonta-ganti terus dong?!
Ya Salaam... 🗿🗿🗿