NovelToon NovelToon
Sistem Penguasa Sekolah

Sistem Penguasa Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

"Woy sampah rendahan."

"Sampah? Sampah? Sampah seperti ku masih bisa di daur ulang, tapi sampah seperti mu pantasnya dihancurkan."

Juna Adiwiyata hanya siswa beasiswa yang datang dengan tangan kosong ke Akademi Arcapolis—sekolah elite tempat nama keluarga menentukan siapa yang berhak menunduk dan siapa yang berhak menginjak.

Di sana, tidak ada yang peduli seberapa keras kau belajar. Yang ada hanya empat faksi, empat Raja, dan satu aturan tak tertulis: yang lemah akan diinjak sampai lupa cara berdiri.

Juna pernah jadi bagian dari yang lemah itu. Dihina, dipukuli, diseret ke gudang gelap sampai tubuhnya nyaris tak bernyawa—sampai malam itu, sebuah sistem bangkit dari titik matinya sendiri dan mengubah segalanya.

Bukan sistem yang memberi kekuatan cuma-cuma. Sistem yang mengukur kekuasaan.

"Aku bangkit bersama orang-orang terbuang, dan akan menghancurkan mereka yang membuang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"Kurang ajar lu!" salah satu anggota Olahraga yang tidak sabar lagi langsung melesat maju tanpa menunggu perintah, tinjunya terayun cepat ke arah wajah Juna.

BUAGH!!

Juna berhasil menghindar tipis, namun sebelum ia sempat membalas, dua orang lain sudah ikut menyerbu dari sisi yang berbeda, memaksanya bertahan dari berbagai arah sekaligus.

"Hajar aja, dia udah keterlaluan!" salah satu dari mereka berteriak lantang, memicu beberapa anggota lain ikut maju tanpa menunggu komando resmi dari sang raja.

Rangga hanya duduk diam di bangku tribun, menyaksikan kekacauan yang terjadi di hadapannya dengan ekspresi tenang, bahkan senyum tipis itu masih terukir di wajahnya, seolah ia justru menikmati situasi yang semakin memanas itu.

"Raja, kita harus ngehentiin mereka nggak?" Dika yang berdiri di sampingnya bertanya cemas, melihat jumlah penyerang yang terus bertambah.

"Biarin aja," Rangga menjawab santai, matanya tidak lepas dari sosok Juna yang kini mulai dikepung dari segala arah. "Aku penasaran, seberapa jauh dia bisa bertahan."

Lima orang kini mengelilingi Juna dari berbagai penjuru, tinju dan tendangan mulai melayang tanpa aba-aba lagi, tidak ada lagi yang menunggu perintah resmi dari sang raja yang justru asyik menonton dari kejauhan.

BRUK!! DUAGH!!

Juna berusaha menghindar dan membalas sebisa mungkin, namun jumlah lawan yang terus bertambah membuatnya kewalahan. Sebuah pukulan berhasil mendarat di rahangnya, disusul tendangan yang menghantam perutnya dari arah berlawanan.

"Rasain lu, mulut besar!" salah satu penyerang berteriak sambil melayangkan pukulan lagi, kali ini mengenai pelipis Juna dengan telak.

"Sok jago lu, giliran dikeroyok langsung sesak nafas!" yang lain menambahkan, tertawa puas melihat Juna mulai limbung menahan serangan bertubi-tubi.

'Sialan,' batin Juna, kesadarannya mulai menipis di tengah hujan pukulan yang datang tanpa henti. 'Terlalu banyak. Aku nggak bisa ngatasin semuanya sekaligus. Beda jauh sama lawan satu-satu.'

Ia mencoba membalas salah satu penyerang, berhasil melayangkan satu pukulan yang membuat lawannya mundur terhuyung, namun celah itu langsung diisi oleh dua orang lain yang menghantam dari sisi yang tidak terlindungi.

"Dari tadi sombong banget, sekarang diem aja!" seseorang berteriak sambil menjambak rambut Juna, memaksanya mendongak sebelum sebuah pukulan lagi mendarat telak di wajahnya.

Rangga akhirnya bangkit dari bangku tribun, melangkah mendekat dengan tatapan yang kini berubah serius, meski bukan untuk menghentikan kekacauan itu.

"Bawa dia ke gedung olahraga," perintahnya kepada beberapa anak buahnya yang berdiri di dekatnya, suaranya tenang namun penuh perhitungan. "Aku mau liat lebih jelas, apa dia beneran sekuat yang mereka ceritain. Di sini kebuka banget, bisa ketauan guru."

Dika mengangguk patuh, segera memberi isyarat kepada beberapa anggota lain untuk menyeret tubuh Juna yang sudah mulai lemas menuju gedung olahraga yang letaknya tidak jauh dari lapangan basket itu.

"Jalan, anjing!" salah satu dari mereka mendorong punggung Juna kasar, memaksanya melangkah terhuyung menuju pintu gedung olahraga yang sudah terbuka lebar menunggu mereka.

Juna menyeret langkahnya dengan susah payah, kesadarannya masih cukup untuk mengenali arah yang mereka tuju, meski tubuhnya sudah terlalu lemas untuk melawan cengkeraman tangan-tangan yang menyeretnya paksa.

'Gedung olahraga,' batinnya, mencoba berpikir jernih di tengah rasa sakit yang mendera. 'Tempat sepi, jauh dari pandangan umum. Mereka mau nyelesain ini tanpa saksi.'

Beberapa siswa yang kebetulan lewat di dekat lapangan hanya bisa menatap dalam diam, tidak ada satu pun yang berani ikut campur melihat betapa banyaknya anggota Olahraga yang terlibat dalam penyeretan itu. Sebagian dari mereka buru-buru menjauh, berpura-pura tidak melihat apa pun demi menghindari masalah yang bukan urusan mereka.

Pintu gedung olahraga berdenting terbuka lebar, suara langkah kaki yang menyeret Juna masuk menggema di ruangan kosong yang luas itu, lantai kayu yang biasa dipakai untuk pertandingan basket kini akan menjadi saksi bisu dari kekalahan pertama Juna sejak malam sistemnya aktif. Gema langkah kaki itu terasa jauh lebih mengerikan dibanding suara riuh lapangan basket yang baru saja mereka tinggalkan.

Rangga melangkah masuk paling akhir, menutup pintu gedung di belakangnya dengan tenang, matanya menatap lurus ke arah Juna yang masih dicengkeram paksa oleh beberapa anak buahnya, siap menyaksikan sendiri seberapa jauh batas kekuatan yang selama ini menjadi buah bibir seluruh sekolah sejak kekalahan Kaisar Dirgantara menyebar luas.

1
NayiRiyyy
"Alur yang mungkin Anda kenal"🤭
Notdrick: iya kak🤣
total 1 replies
Riyyyyyyy
ada lolinya gak thor?
Riyyyyyyy: asiiik😍 ingat pepatah, banyak loli banyak rezeki🤭
total 2 replies
Notdrick
Bukan novel BL yahh /Hey/
Feri
novel baru lagi,bisa tamat gak ini/Sly/
Feri: ku tunggu ya/Sly//Sly/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!