Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Shanghai...
Suasana di dalam kompleks pergudangan tua di kawasan industri pinggiran Shanghai, Tiongkok, malam itu bagaikan pemandangan usai dihantam badai topan.
Asap mesiu tebal membumbung ke udara, bercampur dengan bau gosong dari puluhan unit server hardware milik kelompok peretas klan musuh yang dihancurkan total. Puing-puing perangkat elektronik, kabel terputus, dan pecahan kaca berserakan memenuhi lantai beton.
BANG! BANG!
Dua dentuman berperedam suara mengakhiri perlawanan anggota peretas terakhir yang mencoba melarikan diri lewat pintu belakang. Pria itu ambruk tak berkutik.
Hatake Kakashi menurunkan moncong pistolnya, menyapukan pandangan dinginnya ke sekeliling ruangan. Di sampingnya, Shisui Uchiha bersama belasan anggota taktis jaringan Triad sekutu Shanghai sedang merapikan persenjataan mereka. Seluruh markas komando hacker Tiongkok yang selama ini menjadi otak peretasan data telah dibantai rata sampai ke akar-akarnya tanpa sisa.
"Semua unit hard drive utama sudah dihancurkan total," ujar Shisui sambil menyapu noda jelaga di sarung tangannya. "Sistem peretasan mereka kagak bakal bisa bangkit lagi."
Kakashi menarik masker hitamnya, menghembuskan napas panjang. Di dalam saku celana taktisnya, ponsel khusus milik Kakashi bergetar berturut-turut tanpa henti.
Kakashi merogoh ponselnya, menyalakan layar, dan melihat deretan notifikasi bertumpuk dari satu nama kontak: Yoona.
[Kakashi! Kamu udah sampai Tiongkok belum?!]
[Awas ya kalau telat pulang!]
Kakashi mengulum senyum tipis yang amat sangat halus. Jemari kokohnya baru saja hendak menekan tombol balasan, ketika seorang komandan sekutu Shanghai melangkah mendekat untuk koordinasi pembersihan lokasi.
"Kakashi, tim pembersih butuh konfirmasi prosedur pemusnahan dokumen fisik di lantai dua," panggil Shisui.
Kakashi menatap layar ponselnya sejenak dengan berat hati. Karena situasi operasional di lapangan masih membara dan butuh penanganan cepat, Kakashi terpaksa mengurungkan niatnya membalas pesan. Pria matang itu menyimpan kembali ponselnya ke saku, memilih menyelesaikan sisa tugas pertempuran agar bisa secepatnya terbang kembali ke Tokyo.
Di saat yang sama, jam menunjukkan pukul empat sore di Tokyo...
Kondisi suasana hati Yoona di kediaman utama Uchiha benar-benar berada di titik terendah!
Efek dari audit dadakan Itachi tadi siang membuat area kampus heboh total. Gosip penangkapan Sang Dekan. Akhirnya banyak dosen yang memilih meliburkan kelas sore.
Dan sekarang... Sang Ice Queen sedang mengurung diri di dalam kamar mewahnya!
"Aghhh! Kenapa sih pesan gue kagak dibalas-balas?!" omel Yoona emosi, menatap layar ponselnya yang masih menunjukkan status Sent tanpa ada tanda-tanda balasan dari Kakashi.
Yoona melemparkan bantal kursinya ke arah sofa dengan muka cemberut maksimal. Semuanya bikin Yoona ngomel-ngomel sendiri dari tadi!
Sementara Yoona lagi sibuk meratapi nasib di kamarnya, Lisa baru saja selesai dari kelas sorenya.
Gadis modis itu melipir ke sebuah supermarket high-end di kawasan elit dekat Roppongi untuk membeli beberapa keperluan camilan dan bahan masakan. Lisa melangkah keluar dari supermarket sambil menenteng satu kantong belanjaan.
Namun, saat baru saja menyeberangi area pejalan kaki... langkah kaki Lisa mendadak terhenti.
Di depan sebuah mobil sedan hitam yang terparkir santai di pinggir jalan, tampak sosok Yamato. Pria enforcer itu tampil casual dengan kaus hitam dan jaket longgar, sedang berdiri menyandar sambil mengawasi area sekitar—menjalankan tugas patroli rutinnya di luar kawasan Kabukicho.
Mata Yamato yang tajam mendadak menangkap sosok Lisa. Kedua mata mereka beradu pandang di tengah keramaian jalanan sore.
Canggung seketika menyelimuti udara!
Yamato yang biasanya super garang, liar, dan terbiasa dikelilingi cewek-cewek bar Kabukicho... mendadak mati kutu! Pria bertato itu berdehem pelan, membetulkan posisi jaketnya dengan raut muka agak salah tingkah.
"Eh... Nona Lisa?" panggil Yamato dengan suara beratnya yang agak kaku. "Baru pulang kampus?"
Lisa menaikkan sebelah alisnya, mencoba bersikap santai meski jantungnya sempat melompat kaget. "Iya. Habis belanja. Lu ngapain di sini?"
"Lagi patroli area luar aja. Kamu... belanjaan kamu keliatannya berat amat."
Tanpa menunggu persetujuan Lisa, Yamato melangkah maju dan secara alami mengambil alih kantong belanjaan dari tangan Lisa. Sentuhan halus jemari mereka saat berpindah kantong membuat Lisa seketika menahan napas, pipinya mendadak merona merah!
"Dih, apaan sih... gue bisa bawa sendiri kali," gumam Lisa gengsi, berpaling muka.
"Udah, diam aja. Mau kemana habis ini? Aku temenin," potong Yamato lempeng tapi ada perhatian tipis di nadanya.
Berakhirlah duo gengsi ini berjalan beriringan menuju sebuah outdoor cafe estetik di dekat supermarket tersebut.
Mereka duduk di area meja kayu teras cafe yang teduh. Sajian santai sore mereka tampak amat sangat memanjakan mata:
Segelas Iced Cafe Latte dingin dengan lapisan susu yang pekat untuk Yamato.
Segelas Iced Matcha Latte warna hijau segar bertabur es batu untuk Lisa.
Sepiring Strawberry Shortcake lembut dengan olesan krim putih dan hiasan buah stroberi segar di atasnya.
Sepiring Rose Crepe Cake berlayer hijau-pink yang cantik berhiaskan taburan kelopak bunga mawar kering.
Cr. Pinterest
"Mmm~ kue crepes-nya enak banget," gumam Lisa sambil menyendokkan kue ke mulutnya.
Yamato menyeruput es kopinya sambil memperhatikan cara Lisa makan. Percakapan mereka bergulir random—mulai dari ngomongin kelakuan Yoona yang lagi ngambek ditinggal Kakashi, sampai obrolan ringan soal game online. Meskipun kadang diselingi hening yang canggung dan gengsi tinggi dari kedua belah pihak, sparks love line tipis-tipis di antara mereka sukses bikin obrolan sore itu berasa manis dan hangat.
Malam harinya di kediaman utama Uchiha... jam menunjukkan pukul tujuh malam.
Tumben banget, si kadal gurun Sasuke berjalan melangkah menyusuri koridor lantai dua menuju kamar Yoona. Pria bermuka model itu sudah rapi memakai setelan kasual malam.
Sasuke sengaja mau ngajak adiknya keluar hangout dan makan-makan. Alasan utamanya: buat merayakan hasil presentasi tugas kelompok kampusnya minggu lalu yang dapat nilai sempurna!
TOK! TOK! TOK!
"Na! Buka pintu! Gue mau masuk nih!" teriak Sasuke dari luar.
Dari dalam kamar, suara melengking galak Yoona langsung menyemprot! "PERGI LO UKEE! GUA LAGI MALAS NGELIHAT MUKA LO!"
Sasuke menghembuskan napas panjang, memutar bola matanya geli. "Dih, galak amat! Gue mau traktir makan malam nih! Niat baik mau ngerayain presentasi minggu lalu! Lu kagak mau ikut ya udah, gue pergi sendiri!"
Keheningan melanda sejenak.
Pintu kamar mendadak terkuak lebar. Yoona berdiri di ambang pintu dengan muka cemberut, tapi matanya melotot. Muka boleh betean gara-gara Kakashi... tapi kalau urusan diajak makan gratis daging mahal, Yoona kagak bakal bisa menolak!
"Makan di mana dulu?" tanya Yoona skeptis, menyilangkan tangan di dada.
"Hotpot di Ginza. Mau kagak?" tawar Sasuke sambil memamerkan kunci mobil Ferrarinya.
Yoona diam sebentar, memproses tawaran itu. "Daripada gue menggalau di kamar kagak jelas nungguin balasan Kakashi... mending gue makan wagyu!" batin Yoona membela diri.
"Ya udah! Tunggu lima menit gue ganti baju!" sahut Yoona melengos masuk kembali ke dalam kamar.
Penampilan Yoona untuk keluar makan malam bersama Sasuke mengusung gaya effortless chic yang sangat cantik dan manis.
Yoona mengenakan kaos oblong cropped warna putih bersih Citybreeze Ninny Rainbow Logo Crop Top White yang memamerkan sedikit area pinggangnya. Bawahannya dipadukan dengan celana jins Miu Miu Floral Embroidered Denim Jeans warna biru muda yang dihiasi bordiran motif bunga-bunga daisy putih yang sangat modis.
Kakinya dibungkus sepatu slip-on Adidas Stan Smith Slip-On Shoes warna putih bersih. Rambut hitamnya dikuncir ponytail tinggi menggunakan kuncir kain Elizabeth Moments Flower Printed Cotton Scrunchie bertema floral, dan jemarinya diperindah cincin emas Chanel Coco Crush Beige Gold Mini Ring.
REFERENSI OUTFIT by JENNIE BLACKPINK
Sebelum melangkah keluar kamar, Yoona merogoh ponselnya dan mengirimkan pesan LINE kedua untuk Kakashi:
[Kamu ke mana sih?! Pesan yang tadi pagi aja belum dibalas! Awas ya kalau jam 12 malam belum ngabarin! Gue mau pergi makan hotpot sama Sasuke!]
Setengah jam kemudian...
Yoona dan Sasuke sudah duduk rapi di dalam private room sebuah restoran Shabu-Shabu dan Hotpot Jepang di kawasan elit Ginza.
Di atas meja kayu berpenghangat otomatis, nampan sajian makan malam mereka tampak amat sangat mewah dan menggugah selera:
Panci pot besar berisi kuah hotpot dua rasa (half-and-half)—sebelah kuah spicy mala broth yang berbuih merah pedas, dan sebelah lagi kuah kaldu bone broth yang gurih kental.
Piring batu marmer hitam berisi tumpukan irisan tipis daging Wagyu A5 Premium Marbled Beef dengan marbling lemak yang sempurna, serta irisan beef tongue (lidah sapi) yang kenyal segar.
Mangkuk kayu besar dipenuhi sayuran segar—potongan lobak merah, jamur tiram cokelat raksasa, daun selada, dan kacang kapri.
Mangkuk kecil berisi rumput laut hitam hiasan, serta tiga wadah saus cocolan: saus wijen (goma tare), saus ponzu asam segar, dan chili oil berempah.
Cr. Pinterest
SZZZT...
Sasuke mencelupkan irisan daging wagyu ke dalam kuah mendidih, lalu mencelupkannya ke saus wijen dan melahapnya puas.
"Mmm~ gokil! Daging wagyunya lumer banget di mulut, Na!" seru Sasuke memuji.
Yoona menyumpit irisan lidah sapinya yang sudah matang, mencelupkannya ke saus ponzu, lalu mengunyahnya penuh nikmat. Rasa gurih daging mahal itu seketika memanjakan lidahnya, membuat raut muka cemberut Yoona perlahan mengendur.
"Lumayan lah... rasa wagyunya menutup kekesalan gue hari ini," gumam Yoona pelan, menyeruput kuah hangatnya.
Duo kembar itu saling mengobrol dan meledek di selang-seling suapan hotpot. Sasuke yang biasanya tengil sibuk menceritakan kekonyolan teman-teman kuliahnya, sementara Yoona sesekali tertawa kecil menyahuti ucapan saudaranya.
Namun, di tengah keasyikan makan dan tawa mereka... layar ponsel Yoona yang tergeletak di samping mangkuk sausnya tetap menyala redup. Yoona melirik ke arah layar, menatap dua pesan LINE miliknya yang masih belum dibalas oleh Kakashi.
Yoona menghembuskan napas tipis, menyumpit kembali irisan wagyunya. "Awas aja kalau pas pulang nanti kamu belum balas pesanku....gua jadiin kambing guling lu Kakashi!" batin Yoona gemas.
...----------------...
FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.
Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.