NovelToon NovelToon
Di Labrak Selingkuhan Suami

Di Labrak Selingkuhan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Yurinika tak mengira akan di labrak oleh selingkuhan suaminya. bukan hanya sekali tapi berkali-kali selingkuhannya itu datang dan melabrak dia. memintanya meninggalkan sang Suami Abimana. pria bingung itu justru tak mau meninggalkan keduanya.

hingga akhirnya Yuri benar-benar kecewa kepada Abimana dan saat tahu Sandra adalah anak dari atasannya di kantor membuat Yuri memiliki ide untuk memanfaatkannya.

apa yang akan di lakukan Yuri atas rasa kecewa yang dia dapat dari suami yang sudah dia bersamai dari titik nol sampai mereka menikah dua tahun? ikuti terus ceritanya.

dan jangan lupa baca karya othor lainnya dengan mencari nama pena Yam_zhie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yurinika 4

Di dalam kamar, udara dingin dari pendingin ruangan menusuk kulit. Abimana langsung merebahkan tubuhnya di kasur, lalu tak butuh waktu lama sampai dengkuran halus terdengar dari mulut pria itu. Ia benar-benar kelelahan atau mungkin terlalu tenang karena merasa kebohongannya tertata sangat rapi.

Yuri tetap berbaring di sampingnya, memunggunginya. Matanya terbuka lebar menatap kegelapan. Ia menunggu hingga ritme napas Abimana benar-benar konstan dan berat.

Perlahan, tanpa menimbulkan cicitan sedikit pun pada kasur busa mereka, Yuri membalikkan badan. Tangan kanannya bergerak sangat hati-hati merogoh nakas di sisi meja tidur Abimana. Jemarinya menyentuh benda persegi dingin: ponsel milik suaminya.

Jantung Yuri berdegup kencang, menghantam dada seperti cangkul yang menghantam tanah kering. Ia membawa ponsel itu ke bawah selimut agar pijar layarnya tidak menyilaukan mata Abimana. Yuri memasukkan pola kunci yang sudah sangat ia hafal luar kepala, tanggal lahir Yuri sendiri. Pria itu bahkan belum mengganti kata sandinya.

Layar ponsel terbuka. Yuri langsung menuju aplikasi pesan hijau.

Jemarinya menyapu deretan obrolan paling atas. Tidak ada nama asing. Yang ada hanya grup kerja kantor, percakapan dengan bosnya, percakapan dengan Yuri, serta grup keluarga Abimana yang didominasi pesan dari ibu mertuanya yang meminta uang bulanan tambahan.

Yuri tidak menyerah. Ia mengetik kata kunci di kolom pencarian: "Sayang", "Sandra", "Project", hingga nama-nama teman pria Abimana. Hasilnya nihil. Bahkan ruang obrolan yang sengaja diarsip atau dikunci pun kosong melompong.

Ia berlanjut membuka galeri foto. Yuri mengecek folder Trash, folder tersembunyi, hingga penyimpanan awan. Tidak ada satu pun foto wanita lain. Yang ada hanya foto dokumen kerja, foto renovasi dapur rumah mereka, dan beberapa foto lama saat Yuri memeluknya dari belakang waktu perayaan kenaikan jabatan dua bulan lalu.

Bahkan aplikasi media sosial dan catatan pribadi pun bersih tanpa cela. Tidak ada panggilan keluar atau masuk berdurasi lama dari nomor yang mencurigakan.

Yuri menyenderkan kepalanya pada bantal, menatap layar ponsel yang perlahan meredup lalu terkunci kembali.

'Rapi banget,' batin Yuri dengan senyum getir.

Penemuan ini tidak serta-merta membuat Yuri lega atau berpikir bahwa Sandra berbohong. Justru sebaliknya, ini membuktikan betapa lihainya Abimana. Seorang pria yang sama sekali tidak menyimpan jejak di ponsel pribadinya adalah pria yang sangat sadar sedang melakukan kejahatan. Ia cukup cerdik untuk menggunakan ponsel kedua, akun rahasia, atau selalu menghapus riwayat obrolan setiap kali hendak pulang ke rumah.

Atau mungkin... Sandra hanyalah salah satu dari sekian banyak rahasia rapi yang dipelihara suaminya sejak memegang uang dan jabatan.

Dengan gerakan lambat, Yuri mengembalikan ponsel itu ke atas nakas, tepat di posisi semula.

Ia memiringkan badan, menatap wajah Abimana yang tertidur pulas dalam kegelapan malam. Wajah yang dulu begitu ia puja, wajah yang dulu selalu ia usap air matanya saat pria itu menangis karena merasa tak berguna. Kini, di mata Yuri, wajah itu hanya tampak seperti milik seorang asing yang pandai bersandiwara.

Yuri merapatkan selimut ke dadanya, merasakan dingin yang menjalar ke seluruh tubuh.

"Rapi banget kamu mainnya, Mas..." bisik Yuri pelan, begitu pelan hingga tenggelam oleh deru angin pendingin ruangan.

"Tapi serapi-rapinya kamu sembunyiin bangkai, baunya tetap sampai ke tempat kerja aku."

Yuri memejamkan mata, bukan untuk tidur, melainkan menyusun setiap detail rencana yang akan ia eksekusi begitu matahari terbit.

Pagi masih ranum ketika aroma nasi goreng mentega buatan Yuri memenuhi area dapur. Di atas meja makan, Yuri sudah menata cangkir kopi hitam kesukaan Abimana dengan sangat rapi. Wajahnya tenang, seolah badai yang berkecamuk di dalam dadanya semalam tidak pernah ada.

Abimana keluar dari kamar dengan kemeja putih yang sudah disetrika licin oleh Yuri, wajahnya tampak segar dan cerah.

"Pagi, sayang," sapa Abimana seraya mengecup singkat pelipis Yuri, lalu mengambil posisi duduk di kursi meja makan.

"Nasi gorengnya wangi banget."

"Pagi, Mas. Dimakan mumpung masih hangat," sahut Yuri lembut, mengulas senyum tipis yang tak sampai ke mata.

Belum sempat Abimana menyuap sendok pertamanya, suara klakson motor yang tidak sabaran terdengar dari luar rumah, disusul suara gedoran pagar yang cukup keras. Yuri dan Abimana saling pandang. Yuri sudah sangat paham siapa pelakunya tanpa perlu melihat ke luar jendela

Pintu depan terdorong terbuka bahkan sebelum Yuri sempat membukakannya secara penuh. Ibu mertuanya, Ibu Gina, masuk begitu saja tanpa mengucap salam, mengekor di belakangnya sang adik bungsu Abimana, Zaki, yang berjalan sambil sibuk memainkan ponsel pintar terbaru di tangannya.

"Aduh, untung kalian belum berangkat!" seru Ibu Gina tanpa basa-basi, langsung menggeser kursi dan duduk di meja makan. Matanya melirik piring nasi goreng Yuri tanpa minat.

"Lagi sarapan apa ini? Cuma nasi goreng? Abi kan sekarang udah jadi Wakil Manajer, Yuri... mbok ya masakin makanan yang bergizi dikit."

Abimana meletakkan sendoknya, tersenyum canggung. "Ibu kok pagi-pagi udah ke sini? Ada apa, Bu? Kok enggak ngabar dulu?"

"Gimana mau ngabar kalau urusannya mendesak!" sungut Ibu Gina. Ia menyenggol lengan Zaki kasar.

"Nih, adekmu Zaki. Masa udah seminggu masuk SMA dia masih naik angkot? Malu-maluin keluarga aja! Teman-temannya di sekolah baru itu pada bawa motor matic bongsor yang keren-keren."

Zaki mendengus gemas, menghentakkan kakinya ke lantai. "Iya, Mas Abi! Zaki malu banget disindir terus sama anak-anak kelas! Mana seragam sekolah aja belum lengkap. Mas Abi kan uangnya banyak sekarang, beliin Zaki motor baru dong! Yang NMAX warna hitam, cash ya!"

Yuri yang berdiri di dekat meja kompor hanya menyilangkan tangan di dada, memperhatikan adegan itu dengan tatapan dingin.

"Zaki..." potong Yuri tenang, suaranya menghentikan rengetan Zaki.

"Bukannya uang pangkal SMA kamu aja masih nunggak separuh? Kenapa enggak lunasin uang sekolah dulu daripada beli motor? Lagian kamu pikir uang gaji Mas kamu sebesar apa sampai minta beli motor dengan uang Cash? Bahkan cicilan rumah bulan ini saja belum di bayar!"

Seketika pandangan Ibu Gina menajam, menatap Yuri penuh permusuhan.

"Halah! Kamu enggak usah ikut campur ya, Yuri!" semprot Ibu Gina pedas.

"Uang sekolah itu urusan belakangan, bisa dicicil! Yang penting itu gengsi adiknya Abi di sekolah! Lagian yang cari uang di rumah ini kan anak Saya, si Abi! Kenapa kamu yang sibuk ngatur-ngatur? Abi anak pertama dan itu sudah kewajiban dia membantu adik dan ibunya!"

"Tapi Bu," Yuri melangkah mendekat, matanya menatap Abimana lurus.

"Bulan ini kita belum bayar cicilan KPR rumah, belum lagi bayar tagihan listrik dan air yang membengkak. Uang tabungan kita juga belum terkumpul lagi setelah kepindahan kemarin."

"Yuri!" tegur Abimana pelan, nada suaranya mengisyaratkan ketidaksukaan atas bantahan istrinya di depan sang ibu.

1
Mundri Astuti
habislah kau Abimana ...diinjak" harga dirimu sama Sandra...pas banget jadi bonekanya Sandra 😛
Ambu Rinddiany Thea
getek pisan duuuhh . hyg ningali s sandra hancur
sunaryati jarum
Berkas perceraian sudah lengkap Sandra tinggal tranfer atau vidio arogan dan mesummu dengan Abimana viral.
sunaryati jarum
Emak segera kasih 5 🌟 jika Abimana sudah hancur dan Sandra transfer 2 M ke Yuri
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤭 Sandra jika kau ingin segera dinikahi Abimana segera transfer ke Yuri.Dan Abimana silakan menikmati hidupmu yang dikendalikan Sandra.
Ilfa Yarni
kalian bakal hancur lebih2 km abimana
Muft Smoker
mantaf kn Abimana ,,
km udh gx bisa keluar dr cengkraman nenek lampir berkedok malaikat mu😏
ryuka
wkwkwkwk.. makan tuhh abimana jabatan manager kamu
Thewie
abiawak 🤣🤣🤣
Muft Smoker
kalo tau yurii lebih berharga buat km ,,
knp km nekat ,, gila gilaan bersama nenek lampir ,, gila gilaan ,, gila gilaan ,,
lama2 km jd gila beneran Abimana😏😏😏
ryuka
mampus kamu abimana
Ilfa Yarni
skr aja kau udah hancur gmn nanti klo Yuri menceraikan km Dan dia akan bahagia dgn adhyaksa gigit jari kau
Adrian
bodoh kamu abimana nanti kau hancur bersama gundikmu itu
ryuka
baguusss.. semangat teruss thoorrr
ryuka
gilaaaa fix ga tau malu sama sekali 🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 Sandra mengumbar sifat tidak ntahu malu, tidak punya sopan santun dan murahan.
Ambu Rinddiany Thea
aslina hyg marabkn ka lauk piranha eta s sandra ..
Fitria Syafei
jeng .jeng .. mengkeret kan Abymana kalau tau Yuri deh di samperin Sandra 😏 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 🥰
nely_48
yuri ketemu kenzie, mrk saling menguatkan
nely_48
apakah afhiyaksa sang duren anak satu ❓❓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!