NovelToon NovelToon
After 41 Days Marriage

After 41 Days Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Komedi / Detektif / Trauma masa lalu / Keluarga / Mata-mata/Agen / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:15.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tris rahmawati

(21+ Harap bijak dalam memilih bacaan)
Tidak pernah terbayangkan oleh Dilvina keputusan nya untuk pergi ke negara lain meninggalkan pernikahan yang di anggap nya telah gagal dan penuh rasa sakit malah menyambut masalah lain yang lebih parah.

Sebuah kisah kekelaman masa lalu keluarga nya hadir kembali, para pembunuh ayah nya penghancur masa depan keluarga nya saling melingkar berkesinambungan hadir Bersama masa lalu sang suami JULIAN ANDERSON yang merupakan seorang agen rahasia di sebuah organisasi dulu, kini Jullian hadir kembali berusaha untuk memperbaiki pernikahan mereka yang berawal dari keterpaksaan dan perjodohan itu, akankan semua masalah terselesaikan? apakah mereka akan kembali bersama?

“Aku menjadi tahu kenapa Mama memilih Jullian sebagai menantu nya, ya tidak lain mama pasti tahu semua ini akan terjadi!”



“Dan sekarang kau datang? untuk apa lagi Jullian!”


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35

Jullian di ambang kebingungan, ia bangkit berjalan ke tempat lain untuk menghubungi seseorang , manik Dilvina mengikuti langkah Jullian yang menjauh, sama sekali ia tidak ingin tahu sudah pasti Jullian menghubungi seseorang di tempat kerja nya.

Dilvina merasa putus asa seperti nya lelaki itu sangat sibuk, apa boleh buat Dilvina pun bangkit memalingkan wajah nya tidak ingin melihat Jullian untuk naik ke atas.

 

Jullian berbalik masih dengan ponsel yang masih enempel di telinga, ia mengulum senyuman mendapati Dilvina persis seperti bocah kecil yang sedang marah.

 

“Mau kemana?”Pekik Jullian kini mengantungi  ponsel nya ke saku celana sebab ia tidak mendapati jawaban dari Gio seperti nya Gio sudah di kawasan Caviaritz dimana signal ponsel nya di nonaktifkan.

 

Dilvina yang sudah di undakan tangga memberhentikan langkah nya, “Tidur, mau apa lagi! hari ini café tutup!”

 

“Apa yang ingin kau lakukan hari ini?” Jullian melepas sepatu nya, membuat Dilvi mengulas senyuman.

 “Kau tidak jadi pergi? Kau tidak masalah?”

 

Jullian mulai melonggarkan kancing kemeja nya, melepaskan dua kancing atas berjalan ke arah Dilvina, “Jika aku terkena masalah kau akan mempertanggung jawabkan nya, bukan?” usap Jullian rambut Dilvina di hadapan nya.

 

“Ku rasa tidak akan ada hal yang berani mempersalahkan mu!” Dilvina mengulas senyuman pada Jullian yang kini di depan nya, “Aku mau cream soup buatan mu lagi, boleh?” tatap Dilvi manik Jullian di hadapan nya.

 

“Tidak gratis, kau haru memberikan bayaran nya!”

 

“Apa uang? Milik mu lebih banyak dari ku!”pukul Dilvina dada Jullian.

 

Jullian terkekeh, mengambil alih tangan Dilvina lalu menghadiahi ciuman nya, “Kita akan membuat nya bersama!”

 

 

Kedua nya pun bejalan ke arah mini kitchen dengan Dilvi yang menempel pada lengan Jullian, Dilvi kali ini tidak duduk ia mengambil bahan-bahan di lemari pendingin, dengan Jullian yang mengambil peralatan masak di storage kitchen set.

 

Satu hal yang Jullian tanamkan hari ini, lupakan kemarin, lupakan Richard, lupakan kesepakatan,

 

Jullian mulai memotong-motong fillet ayam, dengan Dilvi membuka jagung kalengan sebagai isian cream soup yang di pilih nya, lelaki yang masih berkemeja itu mendapat tawaan Dilvi, “Apa yang kau fikir ketika memotong daging, apakah kau membayangakan sedang menyayat-nyatat musuh mu?”

 

Jullian mengulum senyum, “Bagaimana jika menyayat-nyayat mu?” kerlingkan Jullian manik nya genit.

 

Dilvina bersemu malu, “Apa sih gak genit ih!” Dilvina mendekatkan jarak mereka, mengambil alih lengan baju Jullian, “Sini gulung dulu!” perintah nya membuat Jullian mengangkat lengan nya.

 

Jullian memberhentikan potongan nya, beralih pada Dilvina yang kini meminta mengulur tangan satu nya lagi

 

“Jull, kau tahu kemarin itu aku —

“Tolong tissue!”Jullian menginterupsi, ia tidak ingin membahas apapun kali ini, bukan hal mudah untuk tegar dan pura-pura tidak tahu.

 

“Jull!”ulang Dilvina lagi.

 

“Tissue itu di atas kulkas!”

Dilvina paham Jullian sengaja mengalihkan nya, ia pun menghentak kaki nya, berjalan ke arah tissue yang di tunjuk Jullian, mengambil di atas sana lalu berbalik lagi.

 

“Tugas ku sudah selesai!” ketus Dilvi berjalan keluar dapur untuk duduk di depan mini bar memperhatikan lelaki itu memasak.

 

Jullian mulai menyibukkan diri memasukan satu persatu bahan, perlahan mengaduk-aduk, sambil mencuri-curi pandangan melihat Dilvi yang memainkan ponsel nya.

 

“Apa kabar ya Sophia?”desah Dilvi merasakan kekhawatiran nya “Felix juga,kemana teman mu itu?”

 

Iya kemana manusia itu, apa mungkin Felix meyelamatkan Sophia bathin Jullian, “Tidak tahu, doakan saja yang terbaik, aku fikir mereka akan baik-baik saja”

 

“Jull, aku ingin mengembalikan cincin yang di berikan Richard, bagaimana menurut mu?” Dilvina memainkan kuku nya tidak melihat kepada Jullian yang sukses di buat nya memberhentikan adukan.

 

“Kenapa kalian sedang bermasalah?” tuding Jullian berjalan ke arah Dilvina.

 

“Kenapa kau tidak ingin mendengar kejadian kemarin, aku tidak seperti yang kau lihat!” tatap Dilvina kini pada Jullian yang berada di hadapan nya mengambil air untuk cream soup nya.

 

Julian mendengus, “Tidak ada, untuk apa aku mendengar nya!” sesuatu yang sudah ku lihat  kenyataan nya, Jullian kembali lagi pada masakan nya.

 

Kali ini Dilvina pasrah, Jullian mungkin sudah terlalu kecewa fikir nya, ia pun menjatuhkan kepala nya pada bar tinggi itu menenggelamkan kepala nya pada kedua lengan nya yang di lipat, “Aku minta maaf”ucap Dilvina di dalam wajah yang ia sembunyikan.

 

Jullian mematikan kompor milik nya, masakan sederhana itu sudah siap, ia pun berjalan memutar kepada Dilvi yang menenggelamkan wajah nya, ia berdiri di belakang Dilvi yang duduk di kursi tinggi lalu memeluk nya dari belakang, “Kau tidak pernah salah, semua salah ku, jika aku tidak membuat mu pergi semua ini tidak akan terjadi!”

 

Dilvina mengangkat kepala nya, manik nya membasah, ia tidak tahu lagi harus seperti apa menjelasakan pada Jullian semua tidak seperti yang lelaki itu fikirkan, “Jull, aku tidak seperti itu!”Dilvina menangis, masih pada lengan Jullian yang memeluk di pinggang nya.

 

Jullian mendesah, “Iya aku percaya!”ucap nya tidak yakin, ia benar-benar tidak tahu harus bagaimana, “Ayo kita makan!”

 

“Tidak aku tidak akan makan, kau masih berfikir aku berada di Mansion Richard atas kemauan ku!” kesal Dilvina.

 

“Lalu aku harus bagaimana?”Jullian mulai manatap serius melepas pelukan nya,”Kenyataan nya seperti itu!”

 

Dilvina kembali menangis, kali ini dia turun dari kursi tinggi nya, menatap sengit pada Jullian, “Kau bahkan tidak ingin mendengar penjelasanku!”

“Aku sudah melihat kalian bermesraan di depan ku! Jadi aku harus bagaimana?”ingat Jullian kala Richard menjemput Dilvi di appartemen, “Itu bahkan di tempat umum bagaimana jika di tempat lain!” timpal nya memelenkaj kalimat nya.

 

 

“APA MAKSUD MU?” Dilvina memanas tatapan nya nyalang, “Kau fikir aku seburuk itu!”Dilvina membuka kancing mini dress nya ia berjalan mendekat pada Jullian, “Kau anggap aku sering melakukan nya bukan! Apa kau ingin sebuah bukti! Apa kau ingin tahu, apa kau ingat malam itu, malam ketika obat sialan itu menyiksa ku, kau tahu kau satu-satu nya leleki yang seintim itu dengan ku, kau yang pertama kali mencium ku, pertama kali yang memeluk ku!” Jullian mundur takut melihay kini Dilvina melepaskan kancing dress katun milik nya, memperlihatkan jelas gundukan kembar milik nya.

 

“Tutup! Apa yang mau kau lakukan!”Jullian menggelemg.

 

“Kau tidak percaya bukan, kau fikir aku semurahan itu memperlihatkan tubuh ku pada lelaki lain, jika aku mau saat itu bisa saja aku meminta Richard yang menemaniku bukan kau!” lepaskan Dilvina pakaian nya lolos begitu saja dari tubuh nya.

 

Jullian mendidih semua yang di tahan nya bisa saja luntur kali ini, Dilvina benar-benar sudah kehilangan akal nya, setelah melepaskan dress nya kali ini ia membuka kaitan bra nya menjatuhkan kedua benda kembar milik nya, Jullian mendekat mengambil pakaian Dilvina yang tergeletak di lantai lalu menutup tubuh Dilvina.

 

“Sudah ku duga Richard membuat mu tidak sadar, bukan hanya obat demam!”peluk Jullian tubuh polos Dilvina.

 

Dilvina menangis, “Aku salah, harus nya aku cepat mengakhiri, aku ingat sekali dia menyentuh kepala ku lalu hidung ku!”tiba-tiba aaja aku lemas”

 

Jullian menggeram, “Dia membius mu, dia tidak ingin bersaing sehat dengan ku,sialan padahal ku lihat dia benar-banar tulus lada mu!” lepas Jullian tubuh Dilvina.

 

“Ku fikir seperti itu, dia lelaki baik yang ku tahu!”

“Apa kau merasakan sesuatu yang aneh saat bangun?” selidik Jullian bisa saja dia memperkosa Dilvina, mengingat Richard  mengatakan ia sudah melakulan lebih.

“Aneh?”Dilvina tidak mengerti

 

“Sesuatu— arghhh Jullian menggeram ia dia sudah di permainkan Richard dan saat ini dia sudah salah jalan mebuat kesepakatan demmngan lelaki itu.

 

“Jull… apa maksud mu dia memperkosa ku?”Dilvina melemas, menatap Jullian.

 

“Bèrengsek! Richard!"

Buugh… pukul Jullian bar kaca itu.

 

“Jull?” hikss Dilvina terisak, dia berjongkok  ketakutan bagaimana jika Richard menghamili nya.

 

Jullian yang bergemuruh pun berjongkok, “Kau yakin dia melakukan nya?”

 

“Jull aku takut!”

 

“Dilvina! Katakan apa yang kau rasakan!” panik Jullian kemudian.

 

“Aku tidak tahu Jull, hikss hikss aku tidak ingat apapun! Yang ku dapati mens ku sudah tidak ada lagi sekarang, ini terlalu cepat!”

 

 

 

 To be continue

 

 Beri dukungan kepada author dengan memberikan like, vote dan comment 😍

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1
siska nirmala
aku baru mampir thor..baca julian setelah baca auriga, jadi penasaran kisah mama papa auriga
Nofta Putri111
semangat thoor/Applaud//Applaud/
Lila Susanti
nancyyyy /Joyful//Joyful//Joyful/
Lia Yulia
astagaaaa😂😂😂
Lia Yulia
Frans pakai jurus seribu alasan🤣🤣🤣
Nurhasanatul Laela
Luar biasa
Merri Dawati
sudah berulang klie mbaca nya saya tidak pernah bosan...benar benar bagus cerita nya
DIAN Riskawati
aku baca lagi kak,,,,kangen di tahun 2021 baca novel ini
Isnay Dewi73
Luar biasa
Herlinawati Ana
🤣🤣🤣 polos nian dikau Dilvina😂😂😂
Titin Suprihatini
ka tris akhirnya balik ke si biru
Bengkalis- Eva Okktafia
Luar biasa
Herlinawati Ana
balik lg ksni smbil nugguin On Going Anaknya biar gak gabut ya bc ksah Mommy n Daddynya aja dlu... star On 29012025 😍
Icha Okta
karyanya kak Tris gak pernah ngebosenin malah bikin kangen😘😘😘👍👍👍
Herlinawati Ana: aq juga bc ulang ni kak🤭
biar gak gabut nugguin On Going anaknya Jullian n Dilvi...
total 1 replies
Icha Okta
aq juga kak lagi 🤭🤭🤭
Ainie Niknik Rafif
baca ulang, sambil nunggu up cerita Auriga & Abel ❤
Franz Crist Pipit: udah ke 3x bacaa ini
total 4 replies
Imas Kartini
Felix benar sialan teman macam apa kamu nih🤭
Puput Gendis
hrus bahagia doooong
Puput Gendis
bagoooossss biar sengsara dlu jngn buru2 metong 🤣🤣
Puput Gendis
kasian ank ini.. aku berharap bp nya mendapatkan karma, sm si gatel g bisa punya ank dia dtng nyari ank2 nya.. dan ank nya membenci bp laknatullah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!