NovelToon NovelToon
My Boyfriend Is Daddy'S Friend

My Boyfriend Is Daddy'S Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Duda / Cintapertama
Popularitas:700
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Mencintai ayah sahabat sendiri adalah bencana yang Sintia nikmati setiap harinya. Bersama Arga, ia menemukan kedewasaan yang tidak ia dapatkan dari laki-laki lain. Tapi, menyembunyikan status "kekasih" dari Ara, sahabat terbaiknya, adalah beban yang semakin berat.
Keadaan semakin rumit saat pihak ketiga muncul dengan niat busuk untuk merusak hubungan mereka. Satu rahasia terbongkar, maka semua akan binasa. Sanggupkah Arga melindungi Sintia saat badai mulai datang menghantam komitmen rahasia mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Rosa datang ke rumah Arga begitu ia mendengar kalau Sintia mengalami masalah. Wanita itu mendekati Sintia yang sedang meringkuk di samping tempat tidur. Ia dibawa ke rumah Arga karena dirasa aman. Wanita itu mengelus punggung Sintia sembari berbisik. "Tenang, Sin. Kamu harus tahu Arga peduli banget sama kamu. Kemarin itu kamu tahu sendiri hubungan kami cuma sebatas temen kerja dan Arga juga sengaja nyuruh aku buat bikin kamu cemburu padahal sebenarnya dia sayang banget sama kamu. Dan aku yakin Arga bakal jaga kamu terus. Jadi aku mohon kamu tenang, rileks. Oke?"

Sintia tiba-tiba berteriak, gadis itu menangis lagi. Arga yang mendengar langsung mendekat berusaha memeluk Sintia agar tenang. Namun, Sintia dengan gemetaran menolak. "Jangan deket-deket!"

Mama hanya bisa menangis melihat Sintia seperti itu, ia tidak menyangka bahwa hal seperti itu dialami oleh anaknya, Ara menenangkan mama Sintia ia memeluk wanita itu sembari mengeluarkan kata-kata yang ia harap bisa membuat Mama Sintia tidak khawatir.

Sintia mengacak-acak rambut, memukul seluruh tubuhnya. Ia juga berusaha untuk melepaskan pakaiannya namun dilarang oleh Arga dan juga Rosa.

"Ga, kayaknya emang kamu harus bawa Sintia ke psikolog sekarang sebelum semuanya terlambat," ucap Rosa. Arga mengangguk pria itu menggendong Sintia. Gadis itu beberapa kali berusaha untuk turun. Arga tidak menghiraukan.

"Mama ikut, ya?" tanya Mama. Ara menahan. "Biar papa aja Tante. Tante disini, Ara temenin. Kita doain aja supaya Sintia bisa kembali kayak biasa."

Mama mengusap air mata melihat mobil Arga yang sudah pergi. Ia merasa gagal menjadi orang tua. Tubuhnya merosot, ia menangis sekeras-kerasnya sembari memukuli dada. Apapun boleh hilang, asal jangan anaknya yang dibuat begini ia berjanji akan menuntut Jefry untuk dihukum seberat mungkin.

***

Dan disinilah Sintia. Diruangan serba putih. Sepi, tenang. Hanya ada 2 kursi yang saling berhadapan. Didepannya sekarang ada dokter perempuan yang memakai kacamata serta alat tulis di pangkuannya dan bolpoin. Dokter itu membenarkan kacamata sebelum menatap Sintia dan mengajukan pertanyaan.

"Jadi, apa yang kamu rasakan saat ini, Sintia?"

Kejadian tadi siang terus berputar-putar dikepala, gadis itu berteriak sembari menarik rambut membuat dokter yang bernama mutiara itu segera memanggil perawat untuk membantu menenangkan. Gadis itu diberi suntik bius yang berefek tidur. Setelah Sintia tertidur. Ia dibawa ke ruangan khusus untuk pasien. Dokter Mutiara menemui Arga yang sedang duduk di ruangannya.

"Gimana dok keadaan Sintia?" tanya Arga begitu dokter Mutiara masuk.

"Sintia mengalami trauma karena kejadian yang menimpanya. Saya belum bisa menyimpulkan apa itu. Tapi saya sarankan Sintia dirawat sementara untuk bisa saya observasi," tutur Dokter Mutiara dan Arga mengangguk. Mungkin ini keputusan terbaik untuk Sintia.

Pria itu lalu keluar dari ruangan dokter dan berjalan menuju ruangan dimana Sintia berada. Gadis itu masih tidur. Mukanya sesekali tampak mengkerut kemudian seperti ketakutan dengan tangan gemetar. Arga menyentuh tangan gadis itu dan Sintia langsung tampak tenang. Satu tangan Arga mengepal kuat ia harus cepat-cepat mengurus hukuman yang pantas untuk Jefry. Cowok itu harus menerima hukuman yang setimpal karena sudah berani menyakiti Sintia.

"Aku janji akan bikin orang yang ngelakuin ini ke kamu nggak bisa tidur selama dia hidup."

Arga pergi, ia perlu menemui seseorang yang bisa ia andalkan untuk memproses tentang Jefry.

***

"Bebasin dia. Setelah itu kasih ke gue. Biar gue urus itu bocah," ucap Arga pada sahabatnya, Sagara yang saat ini sudah menjadi lawyer. Sagara menggelengkan kepala tidak menyangka Arga akan berbuat sedemikian karena setau ia pria itu tidak mau berurusan dengan bocah ingusan manapun.

"Mau ngapain lo? Baru kali ini gue lihat lo semarah ini sama bocah."

"Dia udah bikin Sintia trauma. Gue mau bales aja apa yang udah dia lakuin."

"Hm. Oke, besok gue bantu buat dia bebas setelah itu gue serahin ke lo, ya?"

Arga mengangguk, ia menepuk pundak Sagara dan pamit untuk pergi.

Besok ia akan membuat balasan setimpal pada Jefry karena sudah berani menyakiti gadis yang ia sayang. Gadis yang ia jaga selama 2 tahun belakangan ini.

****

1
Ekasari0702
kenapa lama sekali up nya
Nadhira Ramadhani: nanti malam insyaallah up kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!