Bercerita tentang sebuah perpisahan yang disebabkan oleh sebuah ketakutan yang menyelimuti. Hingga dipertemukan kembali dalam keadaan yang berbeda dan jalan yang sama.
Jodoh tidak tertukar, begitulah banyak orang berkata. Dan memang benar adanya, meskipun mencoba berkelit dengan segudang alasan namun asa tetap terikat pada keduanya sehingga mampu menghela mereka menuju satu ikatan pernikahan.
wanita adalah tulang rusuk lelaki. maka tak ada istilah tulang rusuk yang tertukar selama ini.
Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: "Berwasiatlah untuk berbuat baik kepada kaum wanita, karena sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok), dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atas, maka jika kamu meluruskannya (berarti) kamu mematahkannya, dan kalau kamu membiarkannya maka dia akan terus bengkok, maka berwasiatlah (untuk berbuat baik) kepada kaum wanita"
(HR al-Bukhari dan Muslim).
®Mawarmay®
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawarmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
notifikasi...
bismillah....
pengumuman -pengumuman......
kak Ros aka Mawarmay kini menghadirkan kisah romantis religius terbaru....
siapa yang belum tahu....
ayo secara cari....
InsyaAllah akan hadiri setiap hari atau tiga hari sekali...
ayo buruan ramaikan sebelum ketinggalan...
jangan sampai ketinggalan di sana ada kisah cinta antara mahasiswa dan dosennya ya....
ayo buruan ramaikan...
ajak banyak kawan untuk membaca kisah mereka yang unik dan oenuh makna...
ada romantis manis-manisnya juga ada kisah penuh nuansa.
jangan sampai ketinggalan segera baca MAHYA HILYATI yang akan hadir menemani teman-teman yang tetap stay at home...
ayo buruan baca pasti akan terpesona dengan sisik pak Dinan yang mempesona.
---> Romadhon Project
----
Berbicara tentang Ramadhan, maka akan ingat bulan di mana Al-Quran diturunkan. Dan di dalam bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan atau orang biasa menyebutnya Lailatul Qadar.
Mahya Hilyati, gadis biasa saja. Tidak terkenal atau menjadi bunga kampus, desa atau sahabat. Dia hanya perempuan biasa yang memiliki mimpi. Ya, dia tidak lahir di bulan terdapat satu hari yang lebih baik dari seribu bulan. Tetapi, dia memiliki harapan besar di bulan itu?
Apa harapan itu?
lalu,
Bisakah Mahya Hilyati yang gadis biasa itu memenuhi harapannya?
inilah kisahnya, Kisah seorang biasa dengan sebuah harapan. Ingatlah tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak. Dan semua bisa terjadi jika kita mau berusaha dan berdoa.
Ingat!!!
Allah sesuai dengan prasangka hambanya.
@mawarmay
°°°°Mawarmay°°°°
cuplikan :
"Ini buat kamu," kata sebuah suara yang amat dekat. Mahya menerima botol minuman mineral itu sambil menoleh.
"Astaghfirullah," teriak Mahya sambil berdiri. Sedangkan orang di sekitarnya ada yang menoleh atau melirik sambil berbisik dengan teman yang lainnya.
"Maafkan saya, saya hanya terkejut." Mahya mengatakan itu sambil menunduk.
"Tidak papa, saya hanya kasihan dengan tenggorokan kamu yang akan kekeringan." Mahya melirik sedikit ke arah lelaki berkacamata yang saat ini sudah berjalan meninggalkan halte bus. Membuat Mahya menghela napas antara kecewa, marah, berterima kasih dan tersinggung.
----
"Ada apa?" tanya Pak Arkan dengan tidak pedulinya membuat Mahya mendengus samar.
"Tidak ada Pak." Mahya tetap duduk di kursinya.
"Tidak mungkin tidak ada hal yang mendesak kalau kamu tidak nekat masuk ke kelas saya."
"Saya mahasiswi Bapak juga," kata Mahya tergagap, dia sadar bahwa dosennya yang satu itu menyadari kehadirannya bukan untuk mengikuti mata kuliah yang dia ajarkan.
"Maka bersabarlah engkau dengan kesabaran yang baik." (Siapa yang tahu dikutip dari apa kalimat ini?)
---
"Ya sudah, kamu duduk di sini. Mas pesan jus buat berbuka lalu kita kembali ke mobil dan mencari tempat shalat sebelum ke rumah makan." Mahya mendongak ke arah sang suami yang berdiri dari jongkok.
"Aku gak mau ditinggal sendiri," kata Mahya pelan. Arkan mengangguk lalu dia mengulurkan tangannya.
"Ayo!" Mahya menatap tangan sang suami lalu menatap sang suami, dengan ragu dia menyatukan tangannya dengan tangan sang suami.
---
"Dikunyah dan ditelan dulu baru bicara, nanti nyembur ke mana-mana." Mahya melihat sahabatnya itu hanya nyengir tak jelas. Mahya menerbitkan senyumnya.
"Itu sepertinya bakal menjadi bimbingan terakhir, soalnya sampai selesai Ramadhan Pak Arkan melarang aku bimbingan." Mahya jadi tidak selera dengan makanan yang ada di depannya karena ingatan itu.
"Mengapa begitu?"
"Entahlah, emang dosen satu itu sedikit aneh." Mahya menjawab dengan seadaanya, Mahya bisa melihat raut curiga di wajah Zahra.
gimana....
ayo buruan cek langsung ke dalam lapaknya...
hehehhe....
dari sekian banyak novel yang ku baca ceritamu yg paling dalam mengadu perasaanku
👑 dari ku untukmu
🏕 di alam terbuka biar othor punya inspirasi lebih banyak lagi,dan bisa membuat pembaca jungkir balik lagi
👌👋👋👋
# geramku