NovelToon NovelToon
Cintaku Berhenti Di Kamu

Cintaku Berhenti Di Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: er_riri

terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 9

Bila bersimpuh di atas kasur, " maaf tuan, saya tidak bermaksud menolak tuan", mengatupkan kedua tangannya. Gama masih diam, entah apa yang terlintas di fikiran Bila hingga dia bergerak cepat mencium pipi Gama langsung tidur di samping Gama menutup wajahnya apa yang kulakukan! apa aku sudah gila mencium tuan Gama menepuk bibir dengan tangannya bodoh bodoh bagaimana aku jadi semurahan ini? Tapi bagaimana kalau tuan Gama marah, habislah aku!. Gama kaget dengan tingkah Bila kerena tidak menyangka bahwa Bila akan bertindak sejauh ini, tapi itu malah membuat Gama tersenyum senang.

Gama mendekat meraih selimut yang menutupi wajah Bila, membuangnya sembarangan. Kini tatapan Gama dan Bila bertemu "ku harap kau tidak menyesali ini Bila" Gama menyentuh bibir Bila yang terasa lembut dan menggoda, sebelum Bila tersadar dengan apa yang terjadi, Gama sudah mencium bibir Bila dengan pelan tampak canggung. Bila menyentuh wajah Gama tanpa sadar untuk memperdalam ciumannya, setelah mendapat lampu hijau.

Tangan Gama sudah masuk kedalam rok Bila meraba dan menyentuh Bila, Bila mendesah nikmat dengan apa yang Gama lakukan. Entah sejak kapan pakaian keduanya sudah berserakan di kasur dan lantai, " tahan sebentar sayang! Mungkin rasanya akan sedikit sakit" Bila mengangguk, Gama menghentakkan tubuhnya dan tangan Bila reflek mencakar punggung Gama dengan suara rintihan yang tertahan. Gama menghentikan aktifitasnya sebentar untuk mengatur nafas Bila, walaupun Gama melakukannya dengan lembut dan terkesan hati hati. Tapi tetap saja Bila membutuhkan waktu untuk mengurangi rasa sakitnya karena ini pengalaman pertamanya. Gama mulai bergerak perlahan sambil menciumi wajah Bila, dan entah sudah ke berapa kali mereka melakukannya sampai mereka tertidur pulas dan tanpa sadar sudah melewatkan sarapan.

Pak Syam sudah berapa kali mengetuk pintu untuk memberikan sarapan pan tuan dan nona mudanya tapi belum ada jawaban, hingga dia harus turun lagi.

Matahari sudah lama memasuki celah gorden kamar pengantin baru tersebut. Sampai Gama mengerjakan matanya dan langsung melihat istrinya yang masih terlelap di dekapannya, Gama membelai wajah istrinya dan menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah Bila dengan gerakan lembut, takut membangunkan Bila.

Pak Syam kembali mengetuk pintu kamar utama, Gama memakai bathrob berjalan menuju sofa panjang setelah menutupi seluruh bagian tubuh Bila yang polos dengan selimut tebal,hanya di beri celah sedikit untuk wajahnya. " masuklah pak", pak Syam membuka pintu pelan dan melihat bagaimana suasana kamar utama yang biasanya rapi tampak sedikit berubah setelah kedatangan nonanya.

Pak Syam meletakkan sarapan di meja, dan menyuruh dua pelayan wanita masuk untuk membersihkan dan memasukkan pakaian yang berserakan ke keranjang kotor untuk segera di bersihkan. Gama tampak menyesap jus buah dengan pandangannya ke laptop untuk memeriksa pekerjaan yang tertunda, karena biasanya setelah pulang kerja dia akan bekerja kembali di ruang kerjanya hingga larut malam dan tadi malam tidak dia lakukan karena ada hal yang lebih penting dari pekerjaannya.

Setelah semua tampak sudah rapi kecuali ranjang, kedua pelayan membungkuk sopan pada Gama dan pergi meninggalkan kamar utama. Gama melirik Bila dan tersenyum, hal itu tak luput dari pandangan pak Syam yang membuat kepala pelayan pun ikut merasa senang dengan perubahan kecil tuan mudanya yang tampak lebih hangat dan bahagia dari biasanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!