"JANGAN GERAK!"
"Siapa!?"
"SHH!! Diam atau kita mati konyol!"
Pertemuan tidak sengaja Noah Christian dengan Billie Ashton di saat hidup kedua nya berada di ujung tanduk ternyata membuat Noah penasaran dan mencari identitas gadis yang membekap mulut nya di malam gelap itu.
Wajah nya tidak begitu terlihat, hanya suara parau dan tangan gemetar serta bau wangi yang membuat Noah tidak bisa melupakan nya. Dia terus mencari, keberadaan gadis yang sembrono dan misterius itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS. 12. Di tergetkan.
Billie sudah sampai di kediaman Varlian, karena sekarang dia tim pengawasan jadi Billie pikir dia mungkin tidak akan pergi - pergi mengikuti Zico lagi. Senyum nya terbit karena akhir nya dia akan selangkah demi selangkah masuk ke dalam rumah itu.
Sekarang Billie sedang duduk di ruang kerja nya, sebagai tim yang mengawasi, dia bertugas mengawasi kemanapun Bilson, Maya, Zico dan Ziva pergi. Dia tidak memantau itu sendirian tentu, ada juga orang - orang lain yang tugas nya sama dengan nya, hanya.. Billie di tugaskan untuk memantau Ziva yang selalu buat onar di luaran.
"Billie mana?" Pak Irwan datang ke ruang kerja Billie.
"Ya." Sahut Billie.
"Kamu di cari pak Zico." Ucap pak Irwan, Billie pun mengernyit bingung.
"Saya bukan nya sudah pindah tugas, pak?" Ucap Billie.
"Pindah tugas jadi saya nggak bisa cari kamu?" Zico tiba - tiba muncul dan itu membuat semua orang yang ada di ruangan itu berdiri ketakutan.
"Maaf pak, saya tidak berani." Ucap Billie, dia menunduk.
'Kok gini? Harus nya kan gue udah nggak ada urusan nya sama dia.' Batin Billie.
"Nggak usah tegang, kalian kerja saja. Saya cuma datang mencari Billie." Ucap Zico, karena menyadari orang - orang di sana ketakutan melihat nya datang.
''Baik pak, terimakasih." Ucap mereka semua.
"Kamu, ikut saya." Ucap Zico pada Billie lalu dia pergi keluar.
"Billie, kamu bikin salah apa sampe pak Zico datang cari kamu?" Tanya pak Irwan, Billie hanya bisa menggeleng karena dia memang tidak tahu sudah buat salah apa.
"Harus nya nggak ada pak, saya nggak buat onar kok." Ucap Billie.
"BILLIE!!" Teriak Zico dari luar.
"Eh bujug! IYA PAK, SAYA KELUAR." Teriak Billie, lalu langsung lari.
Semua yang kerja di ruangan itu hanya bisa saling pandang ketakutan, pak Irwan lalu menyuruh mereka kembali duduk. Mereka baru saya mengagumi cara kerja Billie yang begitu cekatan sampai bisa menghilangkan berita viral Ziva, mereka juga baru saja menyanjung Billie karena Zico langsung yang atur dia masuk ke tim, eh sekarang Zico datang dengan wajah dingin nya mencari Billie.
"Ini nggak ada urusan nya sama kinerja kalian, lanjut saja." Ucap pak Irwan, semua mengangguk dan kembali duduk.
Sementara Billie, dia sudah duduk di mobil seperti biasanya. Die keheranan mengapa Zico masih tetap mengajak dirinya, padahal tugas nya sudah berganti.
'Apalah si Zico ini, kerasukan air cuka kali muka nya asem banget. Bukanya dia yang atur gue masuk tim, malah marah - marah nggak jelas.' Batin Billie.
"Kamu baca kontrak kemarin dengan benar, kan?" Tanya Zico.
"Iya, pak." Jawab Billie.
"Jadi kenapa malah duduk di sana?" Tanya Zico.
'Eh, bentar.. poin kontrak setebel itu gue malas baca semua nya. Tapi setau gue kan tugas nya tim pengawas ya di ruangan itu, kan.' Batin BIllie.
"Em, maaf pak. Bukan nya memang tugas saya mengawasi?" Tanya Billie. Zico mendengus, dia lalu melempar satu map yang berisi kontrak kerja Billie yang Billie tanda tangani kemarin.
"Baca lagi." Ucap Zico.
Billie pun membaca nya, memang isi nya sesuai yang Billie tahu karena Billie sudah mencari tahu tentang hal itu sebelum masuk kesana. Semua hanya menuliskan apa yang harus Billie lakukan dan tidak boleh Billie lakukan selama menandatangani kontrak dengan keluarga Varlian.
Poin - poin penting nya sudah Billie tahu, bahkan dia hafal di kepalanya. Halaman demi halaman dia baca ya isi nya sama, tapi Billie berkedip - kedip saat membaca ada beberapa poin tambahan yang isinya adalah, Billie masih harus ikut kemanapun Zico pergi karena Billie adalah pengawal Zico.
'Sinting! Gila! Miring!' Batin Billie mengumpat.
"Ee, ini.. saya nggak baca baik - baik poin ini pak." Ucap Billie.
"Sudah tau kan? Setiap hari kamu kerja sambil ikut saya." Ucap Zico, Billie hanya bisa menelan ludah nya.
'Kurang se ons kayak nya otak dia.' Batin Billie.
Billie frustasi sekarang, kalu tiap hari dia mengekori Zico kesana kemari lalu kapan dia akan bisa punya kesempatan masuk kedalam rumah itu pikir nya.
"Baik pak, terimakasih." Ucap BIllie, tentu saja dia hanya bisa menurut.
Mobil terus melaju di jalan tol, saat itu keadaan tol yang mereka lewati lumayan macet sehingga pengawal yang mengikuti Zico terpencar tidak bisa mengikuti mobil yang Zico naiki. Billie menatap ke samping melihat pemandangan dan dia melihat sebuah mobil jeep putih berada persis di belakang mobil itu dari spion.
Mobil itu pernah Billie lihat di suatu tempat tapi mobil seperti itu banyak di jual di pasaran, tentu tidak mungkin mobil yang sama. Hanya saja, mobil itu seperti memepet mobil Zico.
"Lewat bahu jalan pak." Ucap Billie.
"Pelanggaran, nanti ketilang. Semua orang kenal mobil ini, mobil keluarga Varlian." Ucap Zico, Billie memejamkan matanya kesal.
'Beneran sekelompok orang bego, dia sendiri yang bilang jangan mencolok, malah pake mobil yang mencolok.' Batin Billie.
"Percaya saya, bahu jalan! Di depan ada pintu keluar langsung keluar." Ucap Billie.
"Apa ada yang ngikutin? Mana tim kita?" Tanya Zico dia panik.
"Ke pencar, mereka ketinggalan jauh." Ucap Billie.
Tapi BIllie menyadari sesuatu, seharus nya antar supir Zico dan pengawal saling berkoordinasi dan biasanya mobil mereka selalu beriringan, hari ini mobil terpencar - pencar. Tapi saat Billie melihat wajah supir itu, wajah nya masih sama dengan supir yang membawa mereka biasanya.
"Pak, kalo mau ngomong sesuatu ngomong dari sekarang." Ucap Billie pada supir nya, dan seketika supir nya ketakutan.
"Apa maksud nya!?" Tanya Zico saat melihat Billie bicara pada supir nya.
"Billie! Kamu berkomplot sama mereka!!?" Ucap Zico.
'Lah, malah nuduh gue.. yang bener aja.' Batin Billie kesal sambil melirik Zico.
"Saya terpaksa, saya terpaksa melakukan ini. Anak saya di sandera di dalem mobil putih di belakang, mereka mau nyawa pak Zico." Ucap Supir nya.
"Kalo bapak bisa kerja sama sama saya, saya jamin anak bapak baik - baik saja." Ucap Billie, supir nya makin gelisah.
"Billie!! Kamu gila mau kerja sama sama pembunuh!?" Zico makin panik.
"Bahu jalan, percaya sama saya." Ucap Billie.
"BILLIE!" Bentak Zico.
"DIEM!!" Bentak Billie balik, Zico sedikit terkejut di bentak Billie, dia sampai tidak bisa berkata apa - apa.
"Kamu! Kamu! Beraninya bentak saya!!" Ucap Zico kesal setengah mati.
"Bapak duduk aja yang tenang, ada saya nggak akan ada yang bisa gores kulit bapak sedikitpun. Duduk aja yang tenang." Ucap Billie, kesal karena Zico banyak bicara.
"Bahu jalan pak, percaya sama saya." Ucap Billie.
"Billie, yang di mobil itu anak saya satu - satu nya, harapan saya." Ucap supir nya, menatap BIllie dengan penuh memohon.
"Saya tau, bahu jalan sekarang, terus keluar di pintu depan. Di ujung sana ada tanah kosong, bawa mobil ini kesana." Ucap Billie.
"Kalo sampe sesuatu terjadi, kamu mati Billie!" Ucap Zico marah.
"Oke, nyawa saja jaminan nya." Ucap Billie tegas.
Supir itu sudah menangis, dia seperti menimbang - nimbang dan akhir nya dia keluar dari antrean dan masuk ke bahu jalan dengan kecepatan tinggi. Mobil jeep putih itu juga mengikuti mobil Zico dengan kecepatan tinggi, dan benar.. mereka keluar tol.
Mereka seperti mobil yang sedang terlibat kejar - kejaran, karena mobil Zico melesat dengan cepat, pengawal yang di mobil lain jadi kehilangan jejak mereka. Zico sudah pegangan kuat - kuat dan akhir nya mobil yang saling kejar itu sampau di tanah kosong yang luas. Mobil jeep itu tiba - tiba menyalip dan melakukan gerakan putaran mendadak sehingga kini mobil mereka berhadap - hadapan.
"Billie, kalo sampe saya kenapa - kenapa, kamu akan mati!" Ucap Zico, dia sudah panik.
Billie tidak menjawab apapun dan langsung turun dari mobil, tanah di sana sampai ngebul karena aksi mobil tadi dan kini Billie sudah berhadapan dengan dua preman yang turun dari mobil itu. Supir Zico juga turun dan dia melihat putri semata wayang nya di dalam mobil.
"Hahaha, ternyata ada masa nya keluarga Varlian kepentok." Ucap salah satu dari mereka, Billie menatap satu persatu orang itu.
...BERSAMBUNG!...
kaya 5 rebu beli kerupuk
ampunn kelakuan horang kayahh
😅