NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:115.9k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.

Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.

Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.

"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."

Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.

Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.

Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

"Suamiku, kakak..!" seru Aran melambaikan tangan.

Hanya dalam satu hari, hubungan Xiao Jian dan Song Qing Bao menjadi lebih akrab, bahkan sudah seperti saudara kandung saja.

Entah mantra apa yang telah diberikan Xiao Jian, sampai Qing Bao bisa seterbuka itu.

Aran dengan hikmat mendengar kecerewetan Qing Bao kala menceritakan pengalamannya saat berburu tadi.

Dari memasang jebakan, mencari sarang kelinci, mengobati luka sampai mengenali tanaman herbal, semua diceritakan.

Hati Song Aran menghangat, ia menatap Xiao Jian penuh kasih. Suaminya itu benar-benar mengajari kakaknya hal-hal yang baik, memberinya keterampilan untuk masa depan.

"Terimakasih..!" ucap Aran setelah memasuki desa dan berpisah dengan Song Qing Bao.

Xiao Jian mengacak lembut rambut sang istri "sudah pernah aku katakan, kita ini suami istri, tidak mengenal kata terimakasih. Lebih baik kau lihat isi keranjangku."

Aran segera membuka penutupnya. Didalamnya, ia melihat satu pasang kelinci berbulu halus.

"Woah, mereka menggemaskan sekali..!" seru riang Aran.

"Hari ini aku menjual tiga burung pegar, dua ekor kelinci, juga beberapa tanaman herbal. Aku ingin membagi sebagian pada kakak ipar, tapi dia menolak. Katanya dia tidak membantu apa-apa. Tapi aku tetap memaksa memberinya tiga puluh koin dengan mengancam kalau tidak diterima, aku tak mau lagi mengajarinya."

Xiao Jian terkekeh diakhir kalimat.

"Kakak ipar terlalu sopan padaku..!" sambung Xiao Jian tergelak.

"Memang seharusnya kakak tidak mendapatkan bagian uang karena pasti belum bisa membantu. Kau harus lebih banyak mengajarinya keterampilan berburu dimasa depan, sampai kakakku mahir melakukannya sendiri."

"Tenang saja, selama dia mau belajar, aku akan siap kapan saja untuk mengajarinya." balas tegas Xiao Jian.

"Suamiku memang yang terbaik..!"

Pasangan itu berjalan beriringan dengan saling melempar senyuman rupawan.

"Apa terjadi sesuatu dirumah..? ibu tidak mengganggumu kan..?" tanya Xiao Jian terselip kekhawatiran.

“Tidak, aku baik-baik saja. Tapi banyak hal terjadi dirumah hari ini."

Aran memindahkan kelinci dikeranjang kedalam Ruang Saji, lalu menceritakan peristiwa huru-hara dirumah, termasuk adik ketiga yang menuntut pembagian harta keluarga.

“Sepertinya keinginan kita untuk berpisah dengan keluarga akan segera terwujud..?" seringai terbit dibibir Xiao Jian.

"Benar, Jinbao sangat manja, dia harus di disiplinkan."

Xiao Jian mengangguk "bocah itu sangat beruntung karena mendapatkan itu dariku."

Song Aran tertawa, ia dan suaminya sungguh pasangan yang sehati.

Ketika mendekati rumah, pasangan suami istri itu bertemu dengan putra ketiga dan istrinya serta Sanya.

“Chao niang, bagaimana keadaan Sanya..? dia baik-baik saja kan..?” tanya Song Aran tulus dengan terselip kecemasan.

Li Chao yang menggendong Sanya, mengangguk lemah.

"Syukurlah keadaan Sanya tak parah, tapi kami masih berhutang obat. Uang yang diberikan ibu tadi tidak cukup." ucap parau Li Chao.

"Dokter juga mengatakan tubuh Sanya terlalu lemah dan membutuhkan nutrisi, tapi bagaimana kita bisa memberinya..? kalau setiap hari makan saja cuma sayuran liar dan sejumput gandum. Selama hidup kedua putriku bahkan belum pernah sekali pun mereka makan sebutir telur." sambung geram Li Chao bercampur perih.

Netra Song Aran terbelalak, mulutnya menganga lebar. Yang benar saja, cuma telur Erya dan Sanya belum pernah memakannya.

Aran meringis ngilu "adik ipar ketiga, apa kalian tidak memiliki tabungan..?"

"Sungguh, kami tidak memiliki uang walau cuma dua koin saja. Suamiku selalu jujur, sedangkan keluargaku tak memberi dukungan. Kami tidak punya mahar." Li Chao mulai terisak.

"Andai saja aku memiliki mas kawin, hidup kami pasti tidak akan menderita seperti ini." sambung Li Chao.

"Kakak tertua, aku tidak sehebat dirimu. Jika aku bisa berburu, aku pasti akan mencoba menyimpan seekor ayam untuk Sanya agar tubuhnya tetap sehat." kata Xiao Laosan sedih, menatap wajah Sanya berkaca-kaca.

"Adik ketiga, berburu bergantung pada keberuntungan. Tapi jika kau mau bekerja, pergilah ke keluarga Wang dikota." kata Xiao Jian.

Xiao Laosan dan Li Chao bertukar tatapan dengan mata yang sedikit menemukan kembali sinarnya.

"Keluarga Wang sedang membangun rumah, mereka mencari buruh pekerja sementara, upahnya lima puluh koin sehari. Aku punya koneksi dengan pengurus keluarga Wang. Jika kau mau, aku bisa mengenalkanmu kepada mereka," jelas Xiao Jian.

"Benarkah..?" Xiao Laosan bersemangat. Tapi sedetik kemudian, ia kembali murung.

"Lupakan saja. Percuma menghasilkan uang sebanyak itu, kalau aku harus menyerahkan semuanya pada keluarga. Kedua putriku tetap akan tidak bisa makan telur."

"Kenapa kau begitu keras kepala..? memangnya tidak bisa kalau kau menyisihkan sedikit untuk kedua putrimu..?" sengit Li Chao menatap tajam suaminya.

"Itu namanya menyalahi aturan. Kebutuhan keluarga sangat banyak, ibu yang berhak mengaturnya. Lagi pula semua orang dengan jujur ​​menyerahkan uang mereka." sanggah Xiao Laosan.

"Apa kau sungguh percaya itu..?" tanya kesal Li Chao.

"Hanya orang bodoh sepertimu yang akan percaya. Kau mungkin tidak tahu Ibu sering diam-diam memberi makan enak keluarga cabang kedua. Bahkan tadi saja membeli daging dan manisan untuk Jinbao. Dirumah ini cuma dirimu dan kakak tertua yang diperlakukan semena-mena oleh ibumu." raung murka Li Chao.

Xiao Laosan tercenung, wajahnya pias mendengar luapan amaran istrinya.

"Adik ketiga, jika kau tidak ingin menyembunyikannya dari Ibu, kau bisa langsung bertanya padanya apa boleh menyimpan sebagian uang yang kau peroleh dari pekerjaan serabutan." Xiao Jian menyela.

"Tapi bagaimana kalau Ibu marah..?" ucap Xiao Laosan masih saja ragu setengah takut.

"Kau masih saja memikirkan soal itu..? Sanya hampir kehilangan nyawa karena dipukuli. Kalau kau masih saja tidak berubah, kedua putrimu akan benar-benar mati karena kekurangan nutrisi." sambar Li Chao patah hati.

Li Chao merasa sungguh putus asa, memikirkan apa yang dikatakan dokter. Dia hanya menyesal tidak memiliki mahar, kalau punya ia tidak perlu memohon kepada wanita tua itu.

“Aku, ah sudahlah, nanti saja aku coba." kata Xiao Laosan malu-malu.

Pembicaraan pun selesai, mereka menuju kerumah beriringan.

Kepulangan dua pasangan suami istri itu, menarik perhatian dari semua anggota keluarga.

Dibawah tatapan curiga, mereka duduk bergabung disana.

Tak lama kemudian Wang Zhaoi membawa makanan.

Hari ini memang ada menu sayuran liar yang ditumis dengan daging cincang.

Ada juga semangkuk kecil sup daging, tapi itu disajikan terpisah khusus untuk Jinbao.

"Ibu, kami masih berhutang delapan koin tembaga untuk obat." kata Xiao Laosan sungkan setelah melihat wajah dingin Wang Lian, serta mendapat tatap tajam dari Li Chao.

Wang Lian, yang awalnya ingin menanyakan penghasilan putra sulungnya, langsung melompat setelah mendengar laporan itu.

"Apa..? seorang anak kecil meminta delapan belas koin tembaga untuk pengobatan..? kenapa dia tidak mati saja tadi..? kalian urus sendiri, aku tidak akan membayar."

"Ibu, jika Ibu tidak memberi uang, apa Ibu mau keluarga kita menjadi bahan gosip kerena gagal membayar hutang..?" Li Chao angkat bicara.

"Menantu kurang ajar, berani kau melawanku..?"

Li Chao abai, ia menggap ucapan Wang Lian itu angin lalu. "Dia satu-satunya dokter didesa ini. Jika kau menyinggungnya, siapa yang akan keluarga ini temui saat sakit nanti.?"

"Dasar pembawa sial, tidak berguna..!"

Wang Lian semakin kesal, tapi dia tahu kalau tidak bisa mengabaikan hutangnya. Dengan enggan dia mengeluarkan delapan koin tembaga.

"Terimakasih, Ibu. Aku tahu Ibu tidak akan sekejam itu pada Sanya." ucap Xiao Laosan.

Wang Lian memaksakan senyuman "Sanya cucuku sendiri, mana mungkin aku tidak perhatian. Hanya saja kita sedang mengalami kesulitan keuangan, jadi harus lebih berhemat."

"Ibu, sungguh menyayangi Sanya, tahu jika putriku membutuhkan nutrisi untuk kesehatannya, Ibu bahkan memasak semangkuk sup daging untuknya secara terpisah. Aku akan membawa untuknya."

Melihat Xiao Laosan kembali bersikap patuh sebagai anak, Li Chao dengan cepat mengambil mangkuk sup daging itu.

1
Datu Zahra
Laosan ini aslinya baik, tapi terlalu takut dan pasrah sama ibunya
Fauziah Daud
lanjuttt
Sribundanya Gifran
lanjut
chataleya
wah jangan2 anak tuan besar tuh
Memyr 67
𝖽𝖾𝗁. 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗁𝗎𝖺. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂, 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝖺𝖽𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗇𝖾𝗁
Memyr 67
𝗍𝖺𝗆𝖻𝖺𝗁 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌. 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝗎𝗍𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝖺𝗇𝖾𝗁 𝖻𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺𝗂𝖻, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝗂𝗍𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗃𝖾𝗅𝗆𝖺𝖺𝗇 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗅𝗎 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖽𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀
Memyr 67
𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖻𝖾𝗋𝗆𝗎𝗅𝗎𝗍 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆, 𝗌𝗈𝗆𝖻𝗈𝗇𝗀 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍, 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖺𝗉𝖺 𝗌𝗂𝗁 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗅𝗂𝗁𝖺𝗍 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝖻𝖾𝗍𝗂𝗇𝖺 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗄𝗈𝖼𝖺𝗄 𝗀𝗂𝗇𝗂 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺
Andira Rahmawati
thorr knp blm up...dr kemarin kutunggu2 ..
Memyr 67
𝗒𝖺𝖺𝗁, 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗍𝗎 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗆𝖺𝗌𝗎𝗄 𝗅𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇 𝗇𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺, 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗇 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗆𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗉𝖾𝗋 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍
Memyr 67
𝗁𝖺𝖽𝗈𝗈𝗁. 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗂𝗇𝗂, 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗄𝖾𝗉𝖺𝗅𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗌𝖾𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀
Memyr 67
𝖺𝗉𝖾𝗌 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀. 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗂𝗍𝖺 𝗒𝗀 𝗁𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗇𝗀𝗂𝗇 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺 𝗁𝖺𝗋𝗍𝖺 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗆𝖾𝗇𝗒𝗂𝗌𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍𝗉𝗎𝗇 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀.
Memyr 67
𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗇𝗂? 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗊𝗂𝗇𝗀 𝗌𝗁𝖺𝗇?
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗉𝖾𝗋𝗇𝖺𝗁 𝗄𝖾 𝗀𝗎𝖺 𝗁𝗂𝗋𝖺 𝗒𝖺? 𝗅𝗂𝖺𝗍 𝗌𝗍𝖺𝗅𝖺𝗄𝗍𝗂𝗍 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆?
Memyr 67
𝖺𝗒𝖺𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇 𝗇𝗀𝖺𝗉𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺? 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝖻𝗎𝗋𝗎𝖺𝗇, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺, 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇, 𝗒𝗀 𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗌𝗄𝗂𝗇? 𝗍𝗎 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝗆𝖺𝗇𝖺? 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗇𝗂 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺.
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
dari awal praduga itu ternyata benar, kalo Xiao Jian bukan anak kandung mereka
miss blue 💙💙💙
curga lian keturunan pedagang chen. 🤔🤔🤔
chataleya
Wang Lian ini ternyata lebih buruk daripada tuan crab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!