Rumi sudah tiga tahun menikah dengan Fathur. Sebenarnya rumah tangga mereka baik-baik saja. Hanya saja menjadi tidak baik-baik karena selalu di recoki oleh ibu dan keluarga Fathur lainnya.
Hingga akhirnya saat Rumi kembali hamil, namun untuk kedua kalinya juga dia harus kegu guran karena ulah sang ibu mertua. Bu Sri tak pernah ingin jika Fathur memiliki anak dari Rumi.
Rumi jelas marah dan pun cak amarahnya saat Bu Sri membawa mantan dari Fathur ke dalam kehidupan ruang tangga mereka. Fathur bahkan tak mampu untuk membela istrinya.
Apakah dengan kenyataan seperti ini Rumi siap menjadi janda? Ataukah dia malah lebih memilih bertahan dengan kenyataan seperti itu?
"Jangan banyak membantah jika kamu tak ingin di Jan da kan oleh Fathur!" ancam Bu Sri.
"Jadi Jan da? Siapa takut Bu!" jawab Rumi membuat suami dan ibu mertuanya melongo tak percaya.
Ikuti terus kisah Arumi selengkapnya. Jangan lupa baca sampai akhir, karena ada banyak keseruan dari Rumi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadi Janda? Siapa Takut? 17
BRAAAAAKKKK!
Bu Sri menutup pintu mobil milik Dona dengan sangat kencang membaut Dona mendelik kesal.
"Tante, nggak usah di banting gitu juga kali pintu mobil aku! kalau rusak emangnya Tante mau ganti?" tegur Dona.
"Eh iya, maaf Dona! Abisnya Tante kesal sekali sama si Rumi yang bahkan malah memanggil Fathur ke sini. Dia sekarang sudah pintar berakting. Aku semakin benci sama dia! Apalagi semenjak bekerja dia jadi semakin besar kepala dan selalu mengatur Fathur!" kesal Bu Sri.
"Kita harus mencari cara agar bisa meyakinkan Fathur untuk bisa meninggalkan Wanita kampungan itu, Tante! Kita harus berfikir tenang. Apalagi sekarang dia sedang hamil muda, Fathur pasti akan sangat membelanya untuk saat ini. kita harus memikirkan cara agar bisa membuat kesalahan dan tidak bisa dimaafkan oleh Fathur!" jawab Dona.
"Kamu benar juga, Dona!" jawab Bu Sri dengan senyum yang sulit di artikan.
Entahlah, katanya Donna ini bekerja di perusahaan besar. Dan menjadi manajer di sana, tapi kenapa dia malah kelayapan di jam kerja seperti ini. Bu Sri juga tidak menaruh curiga sama sekali.
"Loh Mbak Dona nggak kerja?" tanya Elisa yang melihat Dona tiba bersama ibunya di rumah.
"Aku tadi izin sebentar saat Tante menghubungiku. Aku khawatir tapi dia apa-apa kepada Tante saat akan bertemu dengan wanita itu. Ini juga aku mau pergi lagi ke kantor setelah mengantarkan Tante ke rumah dengan selamat!" jawab Dona membuat Bu Sri merasa bangga karena di perhatikan oleh Dona.
"Kamu memang sangat baik Dona. Calon menantu idaman ibu! Tidak seperti si kampungan itu! Bahkan dia berani mempermalukan ibu di depan semua orang. Dia juga sudah berani menghasut Fathur. Bahkan sekarang Fathur berani melawan ibunya sendiri!" kesal Bu Sri.
"Apa? Kok bisa Mas Fathur melawan ibu? Bahkan selama ini dia tak pernah berani untuk melawan ibu bicara dengan nada tinggi saja tak pernah?" heran Elisa.
"Itulah, karena katanya wanita itu sedang hamil. Jadinya manja dan meminta Fathur untuk melawan ibunya sendiri! Lama kelamaan Fathur pasti akan semakin jauh dari ibunya. Ah iya aku pergi dulu, Tante!" pamit Dona.
"Iya Dona, hati-hati di jalan ya ..." jawab Bu Sri dengan senyum merekah di bibirnya.
Bu Sri masuk ke dalam rumah yang berantakan. Bahkan saat ini Elisa tak kuliah juga tak mau membereskan rumah itu. Padahal dia hari lalu baru di bereskan oleh tetangga mereka yang di bayar untuk bersih-bersih karena ada Dona yang bertamu.
Dia memijit pelipisnya pusing, tak mengira jika Fathur ternyata sudah tahu kalau dirinya membarikan jamu sebelum meminta Rumi beres-beres di rumahnya. Hingga akhirnya dia keguguran. Dan Fathur selama ini diam, apa kali ini dia juga harus membuat Rumi kembali keguguran agar Fathur memiliki alasan untuk meninggalkan Wanita kampung itu. Kemudian menuruti keinginannya untuk menikah dengan Dona?
Sedangkan di tempat lain, Asti sedang mengomel kepada Arumi yang hanya diam saja saat di tampar ibu mertua dari gunung merapi itu.
"ck! Kamu itu jangan terlalu lemah kalau jadi wanita, Rum! Kamu bukan wanita yang jadi pemeran utama di novel sedih! Yang selalu di tin-das oleh mertua dan keluarganya! Kamu harus bisa melawan mertua dakjal yang berasal dari gunung merapi!" kesal Asti.
"Mak Lampir dong!" Kekeh Rumi yang moodnya sudah jauh lebih baik.
Apalagi saat melihat suaminya membela dia untuk pertama kali selama tiga tahun pernikahan mereka. Rasanya Rumi sangat bahagia dan merasa di pertahankan oleh Fathur. Sehingga membuat dia merasa lebih bersemangat untuk mempertahankan rumah tangganya dari calon wewe gombel.
"Iya juga ya, hahaha ..." jawab Asti.
"Aku akan coba bertahan bersama dengan Mas Fathur. Apalagi sekarang aku juga sedang hamil lagi. Kamu lihat juga kan tadi Asti? Untuk pertama kalinya Mas Fathur membela aku di depan ibunya. Dan dia bilang juga sudah tak memiliki perasaan kepada Dona. Semoga saja, dia tetap pada pendiriannya dan tak lagi terpengaruh dengan ucapan dari ibunya," jelas Rumi.
"Semoga saja lah jangan sampai dia kembali kumat! Kalau dia masih begitu lebih baik kamu tinggalkan! Masih banyak pria yang jauh lebih baik dari Fathur. Masih banyak ibu mertua yang bisa sayang kepada menantunya di banding si Nyai dari Gunung Merapi itu. Memang berasal dari dasar merapi. Makanya kata-kata yang keluar dari mulutnya panas banget kek bara lava gunung merapi," kesal Asti yang tak tega melihat Rumi jika nantinya malah akan kembali di sakiti dan di beri harapan palsu oleh Fathur.
"amin. Aku hanya berharap kalau Mas Fathur berada di pihakku, membelaku dan anak kami nantinya di depan ibu dan keluarganya. Aku tak peduli dengan sikap mereka mau bagaimana kepadaku, yang terpenting adalah suamiku. Teman dan partner hidupku. Namun jika Mas Fathur kembali seperti dulu, aku juga akan fikir lagi nanti," jawab Rumi.
"Jangan merasa sendiri, Rum! Kalau ada apa-apa cerita sama aku! Aku akan ada bersama kamu," Asti memeluk Rumi.
"Makasih, Asti ... Maaf kalau sering merepotkan kamu," Rumi membalas pelukan Asti.
Jika saja tak ada teman untuk berbagi cerita mungkin saja saat ini dia tak akan tahu sampai mana kewarasannya. Karena tak ada tempat untuk berbagi. Beruntung ada Asti walau dengan emosiannya kadang membuat Rumi tertawa juga. Dia itu orangnya ekspresif tak seperti dirinya.
rencana pura2 sakit akhir ny sakit beneran ,, fathur yg kecewa krn di bohongi dg alasan sakit ,, jd gx percaya ( semoga ) dsaat ibu ny sakit beneran ,, gmna tuuuh rasa ny bu sriii Dan kawan2 ,, 😒😒😒😒
punya rencana koq dangkal ,,
semoga rencana mereka gagal total ,, biarin tu si Dona Dan menantu bu Sri yg lain jd babu dadakan ,,
Dan Elisa yg tau rencana ini bisa kasih tau fathur ,,
biar fathur gx ke jebak ,,
nnti penyesalan akn tiba tempat pda waktu ny ,, disaat semua terjadii mungkin Rumi udh pergiii atau udh menjadi sosok yg gx mereka kiraa sebelum ny ,, 😒😒😒😒
bukan sama manusia ,, bner kata Rumi ,, rencana manusia tu baik ,, tp rencana Tuhan tu luar biasa ,,, semangat trus rumii ,, Tuhan tu tdak tidur ,, /Smile//Smile//Smile/