Kurza adalah vampir terkuat dimasa lalu, entah apa yang ada dipikiranya sehingga dia memutuskan untuk beristirhat/tidur di dalam sebuah goa . sebelum Putri Kerajaan Alabas tanpa sengaja membangunkan Kurza dari tidurnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arafi Arif Dwi Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27. Kembalinya Miyuki
Di dalam istana kerajaan Alabas, Zhit menerima laporan dari para iblis yang menyerang tempat persembunyian pasukan Kel. "Raja Zhit, kami sudah membunuh semua pengikut Kel." ucap salah satu pemimpin iblis yang berdiri di depan Zhit. "Sudah kau pastikan tanpa satu pun di anatar mereka yang masih hidup?" Tanya Zhit yang nampak puasa mendengar laporan itu. "Sudah saya pastikan Raja Zhit, tidak ada satupun yang berhasil kabur atau hidup!!!" lanjut iblis itu.
Zhit puas, "Ha.. Haa.. Ha" tawa Zhit dengar keras. "Kini Alabas sepenuhnya miliku. Tanpa ada sisa - sisa pengikut Zion." Gumam Zhit. Para jendral atau sahabat Kel yang memutuskan untuk tetap berada di dalam istana nampak kaget dan sedih mendengar laporan iblis kepada Zhit. Namun mereka hanya bisa berpura - pura ikut merayakan keberhasilan itu.
Di tempat lain Miyuki yang sudah berhasil di tenangan dari amukanya. Perlahan membuka mata. Kali ini ia bangun dengan kesadaran penuh, seperti bangun dari tidur biasa. Pertana kali yang ada di pengelihatannya adalah wajah Kurza yang nampak tersenyum tipis.
"Tuan... Apa sudah waktunya bangun?" Tanya Miyuki dengan badan yang masih dalam pangkuan Kurza. "Maaf Miyuki, aku bangunkan kau secara paksa." Jawab Kurza sembari mencium kening Miyuki. Rin yang berdiri di samping mereka berdua tersenyum bahagia, sahabatnya sudah sadar sepenuhnya.
Kurza mengangkat kepala Miyuki; mendekatkanya pada lehernya, mengisyartkan agar Miyuki menghisap darahnya. "Hisaplah Miyuki!!..pulihkan dirimu!!" Perintah Kurza. Miyuki mulai menghisap darah Kurza dengan tangan kanannya memegang bagian kepala belakang Kurza.
Rin melihat raut wajah Kurza yang sekarang jauh lebih tenang; terlihat dari wajah yang memancarkan senyum kebahagiaan. Aura merah dan hitam yang selama ini keluar dari tubuh Kurza menghilang. Rin lega dan bergumam di dalam hati "Miyuki, tetap lah hidup. Dampingi tuan kita. Karena kamulah satu - satunya anggota yang sangat tuan Kurza cintai dan sayangi."
Setelah selesai menghisap darah Kurza. Miyuki sadar baju yang ia kenakan adalah baju dari Elfuss, baju yang biasa Elf kenakan. Baju yang nampak elegan itu justru mempunyai kekuatan melebihi perisai besi. Mampu menahan tebasan pedang atau senjata lain.
"Tuan,, baju ini?" Ucap Miyuki sambil melihat ke arah baju yang sekarang ia kenakan. "Iya, itu baju saya bawa dari Elfuss, baju ini di buat oleh Noldor (ayah Miyuki) untuk kamu Miyuki." Jawab Kurza dengan tenang. Mendengar baju itu dibuat oleh ayahnya, Miyuki terlihat sangat senang dan bergumam "Terima kasih ayah"..
Kurza melihat Miyuki sudah pulih seperti biasanya. Dan memberi perintah pada Rin. Rin kita menuju ke Kuil (tempat persembunyian yang kini menjadi tempat pemakaman masal). Sebelum Rin membuka Black Shadows, Rin menghampiri Miyuki dan memeluknya. "Selamat kembali Miyuki" bisik Rin di telinga Miyuki.
Miyuki menyambut pelukan dari sahabatnya Rin. Setelah itu menanyakan sesuati kepada Kurza tentang anggota lainya yang masih tertidur di dalam peti. "Tuan, bagaimana dengan: Gisla, Morga, dan Mazia?" Tanya Rin kepada Kurza karena melihat mereka belum di bangunkan. "Untuk saat ini biarkan mereka tertidur dan bangun saat waktunya tiba." jawab Kurza dengan melihat tiga peti dari anggotanya.
Kurza melirik ke arah Rin , mengisyaratkan agar membuka Black Shadows. Rin memahami lirikkan dari Kurza dan membuka Black Shadows. Belum sempat mereka melangkah masuk ke dalam Black Shadows, aroma darah yang pekat memenuhi penciuman mereka, sentak merek berhenti dan Kurza membei perintah kepada Rin agar menutup Black Shadows.
"Ada yang tidak beres di Kuil. aroma ini bukan dari satu dua orang, Melainkan aroma darah dari ratusan orang yang berbeda." Gumam Kurza saat mencium aroma darah yang sangat pekat. "Rin ubah jalur ke arah bukit di atas kuil!" Perintah Kurza selanjutnya.
"Rin ubah jalur ke arah bukit di atas kuil!" Perintah Kurza selanjutnya. Sesampainya di bukit diatas kuil itu. mereka melihat beberapa iblis berjaga di luar, dan dengan penciumannya meski samar oleh bau darah, dia bisa memastikan jika ada sekitar 20 lebih iblis di dalam kuil.
Kurza tau tidak ada aura kekuatan besar yang ada di dalam kuil tua itu. "Miyuki!" panggil Kurza dengan nada perintah. Miyuki bergerak dengan kecepatannya menuju kuil. Pertama Miyuki menghabisi iblis yang berjaga di luar kuil. Dengan kecepatan yang Miyuki miliki satu persatu kepala iblis terpisah dari badan mereka tanpa menimbulkan suara.
Miyuki melangkah masuk ke dalam kuil dengan aura yang begitu dingin kontras dengan kekuatannya (Es). Udara di dalam kuil terasa bau amis darah. Kurza dan Rin tertahan di atas bukit, membiarkan Miyuki menjadi badai penghancur di dalam kuil.
Lantai kuil berderit, bukan karena beban tubuh Miyuki, melainkan karena tekanan energi yang meluap dari tubuhnya. Di depannya, dua puluh lebih iblis dengan berbagai bentuk mengerikan; beberapa memiliki tanduk panjang, lainnya memiliki tangan - tangan yang menyeret di lantai.
Mereka nampak sedang bersantai. "Perempuan...?" desis salah satu iblis besar yang memegang gada berduri. "Kau salah tempat, gadis kecil!" Miyuki tidak menjawab. Dalam satu kedipan mata, dia menghilang. "SLAAAASH!" Tiga iblis di barisan depan roboh seketika. Leher mereka terputus begitu rapi hingga kepala mereka masih melayang di udara saat tubuh mereka tumbang ke lantai kuil.
Membuat para ibils yang tadinya nampak santai berubah menjadi siaga bersiap bertarung melihat rekan mereka di habisi dengan cepat. Miyuki muncul di belakang mereka, berdiri tegak dengan muka datar. Iblis sisanya meraung marah dan menerjang secara bersamaan dari segala arah. Namun, bagi Miyuki, gerakan mereka terasa seperti siput yang merayap. Dia bergerak meliuk di antara sabetan pedang dan garda iblis, seolah sedang menari di bawah sinar rembulan yang masuk dari sela - sela atap kuil yang hancur.
Miyuki menangkap lengan seorang iblis yang mencoba menusuknya, lalu dengan kekuatan fisik yang murni, dia memelintir lengan itu "Kreeeekkkk" suara tulang yang hancur. Dia kemudian melompat dan tubuhnya sekarang berada di atas iblis itu, tanganya mengeluarkan es yang memanjang membentuk seperti pedang, dan menebas leher iblis yang mencoba menusuknya.
Ia menggunakan teknik lainnya. Tubuhnya seolah membelah diri menjadi sepuluh bayangan yang menyerang secara serentak ke seluruh penjuru aula. Suara robekan daging dan raungan kesakitan memenuhi kuil. Satu per satu iblis tewas sebelum mereka sempat mengayunkan senjata. Iblis yang bertubuh paling besar, mencoba melarikan diri menuju altar. Namun, Miyuki sudah berada di atasnya. Miyuki mendarat di punggung iblis itu, mencengkeram kepala dengan kedua tangan, dan dengan satu tebasan kuat, dia mengakhiri nyawa iblis itu.
Miyuki berdiri tenang di tengah - tengah kuil. yang remang, dikelilingi oleh 10 iblis terakhir. Meskipun jumlah mereka masih cukup banyak, bagi Miyuki, mereka tak lebih dari mangsa yang menunggu giliran untuk mati.
Sepuluh iblis itu membentuk lingkaran, mencoba mengepung Miyuki dari segala sisi. Namun, di mata Miyuki, dunia seolah berhenti berputar. Gerakan para iblis itu terlihat sangat lambat, seperti bayangan yang membeku di udara. Miyuki melesat. Dia bukan lagi berlari, melainkan menjadi garis putih tipis.
Dalam satu detik pertama, tiga iblis di sisi kanan bahkan belum sempat berkedip sebelum dada mereka ditembus oleh tangan es Miyuki. Sebelum tubuh mereka jatuh menghantam lantai, Miyuki sudah berada di belakang tiga iblis lainnya. Dengan satu putaran tubuh yang sangat cepat, tendangannya mematahkan leher mereka sekaligus, membuat mereka terpental menghantam pilar kuil hingga hancur.
Tersisa empat iblis. Mereka mencoba menyerang secara membabi buta, namun Miyuki melompat ke dinding, berlari secara horizontal dengan kecepatan yang menantang gravitasi. Dia meluncur turun tepat di tengah-tengah mereka. Suara “CRACK” dan “SLASH” terdengar hampir bersamaan, seperti satu dentuman tunggal.
Miyuki bergerak dengan presisi seorang pembantai; setiap gerakannya efisien, tanpa energi yang terbuang. Saat Miyuki mendarat dengan anggun di lantai kuil, sepuluh iblis itu masih berdiri diam untuk sejenak. Namun, beberapa detik kemudian, tubuh mereka semua hancur berkeping-keping secara serentak, lenyap ditiup angin sebelum sempat menyentuh tanah. Miyuki berdiri tenang menyeka setetes darah hitam di pipinya dengan ujung jari. Keheningan total kembali menyelimuti kuil. Sepuluh nyawa iblis lenyap hanya dalam hitungan detik di tangan sang vampir.
Kurza yang masih berada di atas bukit merasakan aura iblis hilang satu persatu dengan cepat. Kini aura iblis sudah sepenuhnya hilang. "Miyuki sudah selesai Rin, ayo kita ke kesana!" Seru Kurza kepada Rin dan bergerak menyusul Miyuki.
Dammm. pukulan telak bagi kurza menyaksikan kepala Kel terpampang di atas tombak dan mayat mayat para prajurit yang berserakan di lantai......
Bagaimana Reaksi Kurza setelah melihat kekejaman Zhit??
Bersambung. . .