NovelToon NovelToon
Mafia Bucin

Mafia Bucin

Status: tamat
Genre:Mafia / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Cinta Terlarang / Roman-Angst Mafia / Obsesi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aam aminah

Yt : Aam Aminah

IG : Aamaminah45

Aurin dan Nanda menjalin hubungan asmara sejak SMA sementara keluarga nanda tidak setuju karna aurin anak dari seorang pelacur karna dijual ayahnya.
ibunya bekerja di Bar sementara ayah nya pemabuk dan selalu menyakiti Aurin serta ibunya kehidupan yang menderita sering Aurin rasakan ditambah kisah cinta Asmaranya.
Suatu ketika ayahnya Aurin menjualnya saat itu Raka ketua Mafia sedang ada disitu saat itu Aurin meminta tolong ke Raka orang asing tapi karna keadaan mendesak aurin dengan sangat ceroboh nya meminta bantuan dengan orang asing tidak lain Raka.
Raka pun membantu aurin dengan syarat tanpa berfikir lagi aurin menyetujui persayaratanya.
Padahal Raka dan Nanda musuh sementara Nanda tidak tau Aurin dijual.
akan kah aurin bertahan dengan siksaannya atau malah bertahan dengan keganasan Raka yang setiap saat menyiksanya tanpa henti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aam aminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 36 Pipi merona

Diperjalanan pulang Raka memikirkan Aurin dia melihat wajah Aurin yang begitu khawatir akan dirinya sementara Raka juga ingin hidup seperti biasa nya tapi dia masih harus menjalankan pekerjaan yang menurut nya berbahaya akan dirinya.

Dari kaca spion Max melihat Tuan nya yang entah memikirkan apa sepertinya sangat berat bahkan dia sesekali mengembuskan nafas berat.

"Tuan apa ada masalah." ucap Max yang mengerti hati Tuan nya.

Raka memandang Max sebentar lalu tersenyum sampai menampilkan gigi putih bersihnya sementara Max semakin heran dan bingung.

"Kau itu jomblo mana ngerti apa yang aku pikirkan." ucap Raka nada nya seperti mengejek.

Cepat lah cari pasangan mu sebelum kau jadi bandot. Raka.

Ternyata Tuan Raka tau ya aku jomblo, padahal aku jarang curhat Dan bikin status. Max.

Tak berapa lama mobil pun sampai di rumah Raka, Max langsung membuka kan pintu Mobil nya dengan cepat Raka masuk ke kamar tidak sabar ingin ketemu Aurin saat masuk ke kamar Raka kaget karna gelap dia pun menyalakan lampu saat lampu di nyalakan Aurin sedang tertidur pulas di kasur sementara Rara dia tertidur di lantai dekat dengan Aurin.

Raka pun melangkah dengan sangat pelan takut membangunkan Aurin saat sudah dekat dengan Aurin Rara terbangun tapi dia pura pura tidur ingin mengintip Tuan Raka dan Aurin.

Raka pun mengecup kening Aurin lalu di bibir nya, Karna merasa terusik tidur nya Aurin mengeliat tapi dia sungguh berat membuka matanya.

Non, Rara juga mau di cium kening nya saat tidur. Rara.

Karna terus terusan Raka menciumi Aurin dia terbangun lalu perlahan membuka mata nya melihat siapa yang berani mengusik tidur Ku.

"Oppa." ucap Aurin tangan nya menahan bibir Raka yang akan menciumi nya lagi.

Karna sudah ketauhan Raka pun berdiri melangkah pergi kekamar mandi kini wajah Aurin memerah.

Sejak kapan dia datang Aurin melirik Rara yang matanya berkedip kedip bagai diskotik.

"Aku tau kau hanya pura pura tidurkan." Aurin melihat Rara karna sudah tau dengan persembunyian nya Rara pun hanya bis tersenyum.

"Hehehe." senyum Rara menyebalkan bagi Aurin bagaimana bisa dia melihat Raka sedang menciuminya.

Apa Menciumi, dasar lelaki mesum. Aurin.

"Non, bagaimana perasaan Non dicium Tuan Raka." ucap Rara begitu polosnya menanyakan hal menjijikan.

Wajah Aurin merona menahan malu dia pikir pantas bertanya hal yang menjijikan seperti itu dengan muka bagai tak berdosa sedikit pun.

"Kau masih disini." suara tiba tiba membuat mereka terkejut.

"Maaf Tuan." ucap Rara berdiri dia pun keluar dari kamar Raka sementara Aurin memandang Raka menyebalkan.

Dasar lelaki mesum. Aurin.

"Kenapa menatap Ku seperti itu." ucap Raka lalu duduk di samping Aurin.

Lihat lah dia bahkan biasa saja setelah melepar bom waktu. Aurin.

"Kau marah." tanya Raka lagi saat melihat Aurin diam tak menjawab.

Aku lagi mogok bicara kau tau. Aurin.

Karna kesal pertanyaan nya tak dijawab oleh Aurin Raka tiba tiba menciumi Aurin sementara Aurin berusah menahan nya.

"Kau mau mati yah." ucap Raka saat Aurin menolak nya.

"Maaf Tuan, sepertinya anak mu tak mau berbicara dengan mu." ucap Aurin lalu menarik selimut ingin turun.

Tangan Raka menahan tangan Aurin dengan gila Raka mencium Aurin sampai puas sementara Aurin berusaha mendorong Raka.

"Sepertinya kau senang bermain main dengan ku." ucap Raka matanya benar benar menyiratkan sebuah rencana licik.

Tangan Raka sudah tidak bisa di kondisi kan sementara Aurin menahan nya dia mengeleng.

"Jangan aku sedang hamil." ucap Aurin sedikit tersenyum sementara Raka wajah nya kecewa.

Diluar pintu kamar Raka Rara berdiri saja dia ingin masuk ke kamarnya tapi Max menatap nya tajam dia takut melewati Max yang sedang duduk sambil minum kopi.

Kaki ini begitu kaku tak bisa di ajak kerjasama di saat darurat Max yang sedari tadi melihat Rara memandang dengan sedikit kesal.

Kenapa dia masih berdiri di depan pintu dasar ****. Max.

Pergilah jangan melihat ku seperti itu. Rara.

Karna Rara diam saja Max melangkah mendekati wanita itu kini jantung Rara seperti akan berhenti dia pun melangkah ingin secepat pergi dari hadapan harimau itu.

Saat Ingin melewati Max tangan Rara di tarik Max dia membawa Rara kekamar nya sementara Rara dia kaget dengan sikap Max sesampainya di kamar dengan cepat Max menutup pintunya.

"Kau mau mati masih berdiri disana." ucap Max.

Seandainya Raka keluar bisa jadi wanita ini terluka karna menganggu nya bahkan menguping nya fikir Max berbeda dengan pikiran Rara dia takut kekamar karna ada Max tapi dia bahkan tak menyadarinya.

"Maaf Tuan." Rara menunduk takut bertatapan dengan Max.

Tiba tiba Max mecium bibir Rara sementara gadis itu melotot karna perubahan Max kini Max menyadari perbuataan nya dia pun melepaskan nya Rara terdiam wajah nya benar benar merona.

Seperti ini kah Non Aurin saat dicium Raka.?? Rara.

Max terdiam membisu entah sekarang wajah nya seperti apa Rara melihat Max yang tak menatap nya malah membalikan tubuhnya dengan cepat Rara keluar dari kamar Max.

Dia berlari ke kamar nya dengan tergesa sesampainya dikamar Rara memegang dadanya takut jantung nya lepas seperti berhenti berdetak.

Kenapa dengan seketaris Max, apa dia playboy atau diam diam dia suka sama aku. Rara.

Wajah Rara benar benar merah saat dia berkata suka seperti kepiting rebus.

Max saat melihat Rara pergi dia memukuli kepala nya bodoh kenapa main nyosor aja seperti nya otak dan tindakan nya tak sejalan Max pun menendang tembok dia benar benar gila.

Di ruangan bawah tanah rintihan pilu memekik ruangan yang gelap itu hanya terdengar pilu untuk yang mendengar nya sementara yang merintih dia tak berani menyentuh wajahnya karna sakit.

"Akan ku balas semua ini." ucap wanita itu tak lain Laura.

Dia benar benar dendam dengan Raka sampai mati pun akan ku hantui lelaki biadab itu yang telah membuat wajahnya hancur tak berbentuk hanya luka yang dia berikan bahkan dia tak sedikit pun Rasa iba dengan memukul wanita.

Dikamar Raka kini dia hanya bisa memeluk Aurin tanpa bisa menyentuh nya.

"Oppa, aku mau makan." ucap Aurin dia bangun Raka pun melihat Aurin.

"Mau makan apa.??" tanya Raka lembut.

"Sate ayam." ucap Aurin dia ingin sekali makan itu tapi Raka akhir akhir ini tak membolehkan nya memakan makanan di luar.

"Kau mau membunuh anak Ku." ucap Raka sedikit ada penekanan.

Anak mu yang mau bukan aku. Aurin.

"Gak boleh." ucap Aurin wajah nya sudah murung Raka melihat nya dia berfikir sedikit.

"Baiklah." Raka pun meraih handphone ingin menyuruh Max.

"Aku mau kamu yang beli." ucap Aurin lagi sementara Raka memandang Aurin.

"Apa aku salah dengar." ucap Raka.

"Tidak." ucap Aurin lagi.

"Baiklah aku akan turuti kemauan anak Ku." ucap Raka dia turun dari kasur nya tapi langkah nya terhenti karna Aurin mau ikut dia bosan dirumah saja.

"Ini malam." ucap Raka.

"Yah aku tau ini malam." ucap Aurin dia sudah turun dari kasurnya.

Aurin melangkah duluan sementara Raka belum berkata mengizinkanya atau tidak sepertinya anaknya akan bandel sama seperti dirinya.

1
Chabby_45
bagus
Dewi Fajar
baru mampir Thor..sampai di bab ini ceritanya bagus..cuma agak sedikit terburu buru kesannya
Puput Sary
suka SM ceritanya
Thalitha Ulva
ini Rey sama Rara goblok,, nggak bisa bedain yg benar dan salah,, apa mereka sudah menyelidiki nya????
Thalitha Ulva
Raka mending jujur sama istri mu
Thalitha Ulva
Maxi sebenarnya baik,, tp dia sangat takut sama raka
Thalitha Ulva
Raka ini manusia seperti apa sich..karena biasanya walaupun mafia tp nggak akan tega nyakiti keluarga dan seluruh bawahannya
Thalitha Ulva
Raka sama sekali tidak mencintai aurin,,kalo cinta ,nggak gitu sikapnya,kasar banget ...
Thalitha Ulva
Raka ini kejam tp konyol juga ya thor...jadi nggak terlalu merinding bacanya 😂😂
threecreat
bgus
Erlin Sylvianna
harimau dan macan apa bedanya tor
Lina Maulina Bintang Libra
ini nm nya bucin, obsesi, posesif lengkap dirimu raka
Lina Maulina Bintang Libra
ayahmu membunuh k dua orang tua Raka
Lina Maulina Bintang Libra
😁😁😁😁 datang ga d undang y
Lina Maulina Bintang Libra
CK ternyata ska celap celup
Selene
imut sama cakepan nanda kok 🤣
Lhady Uriyama
koq gak sesuai judul thor
Lhady Uriyama
apa sih blm ngerti ceritanya sampai di sini
Iin
mampir
Solehan Abdy
hahahaha.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!