Kanaya harus rela kehilangan impiannya untuk melanjutkan studinya keluar negeri karena harus menggantikan kakak sepupunya menikah dengan seorang pria bernama Bryan Anugerah yang merupakan CEO dari perusahaan Anugerah Group.
Bryan yang masih mencintai mantan calon istrinya itu sudah menyatakan bahwa tidak akan pernah mencintai Kanaya.
Namun seiring berjalannya waktu perasaan Bryan mulai berubah kepada Kanaya.
Mampukah Bryan mencuri hati Kanaya?
Dan berhasil kah Kanaya mempertahankan tembok dihatinya untuk tidak jatuh hati kepada Bryan?
Yuk Langsung saja baca kisah Bryan dan Kanaya di Love Me Honey
Happy reading ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri_tidur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
...35...
Kanaya kemudian bangkit dari tempat tidurnya, namun segera ditahan oleh Bryan
“kamu mau kemana?”
“aku mau mandi”
ucap Kanaya sambil melangkah menuju kamar mandi
“nay aku mau bicara sama kamu”
“nanti aja ya kak”
“aku cinta kamu nay”
Ucap Bryan segera sebelum Kanaya masuk ke dalam kamar mandi dan perkataan Bryan itu berhasil membuat Kanaya menghentikan langkah kakinya
“hah apalagi ini, kenapa hari ini orang-orang bisa dengan mudahnya bilang cinta ya"
gerutu Kanaya dalam hati, lalu Kanaya menoleh ke arah Bryan yang masih duduk dipinggiran kasur sambil menatap Kanaya
“ gausah becanda deh kak, aku gak bakalan baper”
“aku serius nay, kamu ingatkan malam itu aku ada bilang ke kamu kalau aku mencintai perempuan lain, perempuan itu kamu nay, kamu perempuan yang udah berhasil mencuri hatiku”
Bryan melangkah mendekati Kanaya yang masih berdiri dan meraih tangan Kanaya
“aku mencintai mu nay”
lalu mencium tangan Kanaya
“kenapa kak? kenapa kamu mencintaiku? Padahal dari awal kamu yang bilang supaya kita gak saling menaruh perasaan satu sama lain”
“maafin aku nay, aku tau aku yang salah seharusnya dari awal gak semestinya aku ngomong gitu tanpa mau mencoba lebih dulu untuk menjalin hubungan sama kamu tapi aku juga gak bisa bohongi perasaan ku nay”
“ tapi aku gak bisa kak”
Sambil melepaskan gengaman tangan Bryan
“kenapa?”
“aku gak mencintai kakak”
Lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi, namun dengan cepat Bryan kembali meraih tangan Kanaya
“udah deh kak, kita jalani hubungan ini sesuai sama kesepakatan kita diawal”
“nay apa kamu gak bisa kasih aku satu kali kesempatan?”
“maaf kak aku tetap gak bisa”
“tolong kasih aku kesempatan untuk membuat mu bisa mencintaiku nay, aku akan berjuang untuk bisa mendapatkan cinta mu”
“lebih baik urungkan niat kamu itu kak, daripada kamu nantinya ngerasa jauh lebih sakit karena aku sendiri juga belum yakin bisa mencintai kakak”
“nay...kumohon kasih aku satu kesempatan, kamu gak perlu ngelakuin apa-apa biar aku aja yang berjuang, ku mohon nay”
Ucap Bryan dengan suara yang bergetar lalu berlutut namun masih menggenggam tangan Kanaya dan setetes air mata mengalir begitu saja di wajah tampan Bryan. Kanaya yang mencoba menatap sorot mata Bryan untuk mencari sebuah kebohongan dari perkataan yang baru diucapkan Bryan namun Kanaya tidak menemukannya.
“kak ngapain si ayo bangun, jangan kayak gini ah”
Ucap Kanaya sambil meraih tubuh Bryan agar Bryan mau berdiri, namun Bryan tetap berlutut
“oke oke aku kasih kamu kesempatan, tapi aku gak bisa jamin kalau aku bisa mencintai kakak”
Kanaya memutuskan untuk memberi Bryan kesempatan karena dia tidak tega melihat Bryan berlutut sampai menangis seperti ini. Kanaya dari kecil memang paling tidak tega kalau melihat orang yang sedang menangis.
“semoga keputusan yang ku ambil ini benar” batin Kanaya.
“makasih nay” Bryan berdiri lalu memeluk Kanaya
merasakan tubuh Bryan yang mulai bergetar lalu Kanaya pun menepuk-nepuk bahu Bryan agar membuatnya lebih tenang.
......................
Saat sedang makan malam,
“gimana persiapan pernikahan kamu nak?” tanya papa Handoko kepada Tomy
“semuanya udah beres kok pa” jawab Tomy
“lu deg-deg an gak kak?” tanya Kevin
“pasti deg-degan la, sekali seumur hidup ini vin, kalo lu gak percaya lu pegang sini dada gue betapa cepatnya detakan jantung gue”
“kamu tenang aja nak, kamu berdoa saja sama Tuhan semoga acara nantinya semua berjalan lancar”
“iya pa”
“kak Kevin, udah punya gandengan belum buat ke acara nikahan kak Tomy?” ucap Kanaya
“kan ada elu dek yang jadi gandengan gue” ucap Kevin
“tidak bisa, Kanaya sama aku biar nanti saya suruh asisten Jo saja yang menemani kamu karena saya yakin dia juga belum memiliki pasangan” ucap Bryan
Dan ucapan Bryan membuat anggota keluarga lainya menjadi tertawa mendengarnya
“ogah ah kak, entar aku dikira gak normal lagi” ucap Kevin
“makanya kamu secepatnya cari pasangan” ucap mama Retno
“iya ma ini juga Kevin juga lagi nyari kok tapi belum ada yang pas aja”
“jangan kelamaan Vin, entar kamu keburu jadi perjaka tua” sambung Tomy
“iyaiya, bawel amat si lu kak”
Selesai makan malam mereka bersantai diruang keluarga sambil mengobrol, namun tidak dengan Kanaya yang hanya tampak termenung dan tidak banyak berbicara seperti biasanya. Kanaya tengah asik bergelut dengan pikirannya dia bingung harus berbuat apa kepada kedua pria yang hari ini menyatakan perasaannya, apakah dia harus mengakhiri pernikahan ini dan hidup bersama dengan pria yang dia cintai nya tapi membuat kedua orang tuanya kecewa atau terus hidup bersama suaminya yang tidak dia cintai sama sekali.
“akhh apa aku harus menerima Darel kembali ,emm sepertinya aku benar-benar harus meninggalkan Bryan dan mengakhiri pernikahan ini... ah tidak..tidak aku belum siap melihat papa dan mama kecewa. atau aku harus menjalani hubungan diam-diam bersama Darel tapi kalau nanti ketahuan gimana ?Apa keputusan aku buat ngasi Bryan kesempatan itu udah benar atau seharusnya tadi aku gak kasi dia kesempatan, akhh sial” pikir Kanaya
Bryan sudah memperhatikan kalau sejak tadi Kanaya terus saja termenung seperti sedang memikirkan sesuatu
“nay..” ucap Bryan, namun tidak mendapat respon dari Kanaya
“nay..” sambil menyenggol lengan Kanaya
“ah iya kak, ada apa” ucap Kanaya tersadar dari lamunan
“kamu kenapa?”
“aku cuma ngantuk aja kok, aku ke kamar diluan ya kak, pa ma kak aku ke kamar diluan ya” pamit Kanaya lalu berjalan menuju kamar.
“pa ma, aku nyusul Kanaya dulu ya”
“iyaiya nak”
“kamu langsung mau tidur nay?kita nonton film yuk”
“enggak ah kak, aku ngantuk” kemudian langsung menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya
Bryan pun mengikuti Kanaya naik ke atas kasur, lalu membaringkan tubuhnya dengan posisi menghadap Kanaya kemudian Bryan memeluk Kanaya
“ya sudah kalo memang kamu udah ngantuk, tidur yang nyenyak ya sayang”
Sinar mentari mulai menyelinap masuk melalui jendela, tampak Bryan sudah bangun dari tidurnya dan sedang mengelus-elus wajah cantik istrinya yang secara kebetulan sedang menghadap ke arahnya sedangkan sang istri masih tertidur dengan pulas. Bryan melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 07.00 wib pagi dan memutuskan untuk membangunkan Kanaya. Bryan kemudian bangun lalu memposisikan tangannya di kedua sisi tubuh Kanaya sebagai penopang tubuhnya seperti posisi push up dan saat ini wajah Bryan tepat di atas wajah Kanaya.
“sayang bangun udah pagi” ucap Bryan lalu memberikan kecupan pertama di kening Kanaya,
“bangun sayang” kecupan kedua mendarat dikening Kanaya
“sayang bangun” kecupan ketiga mendarat dikening Kanaya
“kalau kamu gak bangun aku bakalan cium kamu terus” dan kecupan ke empat kembali mendarat di kening Kanaya.
Setelah kecupan ke empat mendarat barulah Kanaya menunjukkan tanda-tanda akan bangun dari tidurnya dan tak lama kemudian Kanaya mulai membuka matanya perlahan. Kanaya yang kesadarannya belum terkumpul sepenuhnya karena baru saja bangun hanya menatap bingung Bryan yang ada diwajahnya. Dan Bryan yang melihat hal itu langsung saja mendaratkan sebuah ciuman dibibir Kanaya
“morning kiss” ucap Bryan
dan langsung beranjak turun dari kasur karena dia tahu pasti Kanaya akan mengamuk seperti waktu itu. Dan benar saja setelah mendapat ciuman dari Bryan kesadaran Kanaya langsung full begitu saja
“kak Bryan...” teriak Kanaya lalu turun mengejar Bryan.
......................