NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Naga

Reinkarnasi Pendekar Naga

Status: tamat
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi dan para rekannya gugur setelah menantang kekuatan besar Kekaisaran Pusat. Pertempuran itu seharusnya menjadi akhir dari segalanya bagi mereka.

Namun saat kesadaran Jian Yi memudar, sebuah keajaiban terjadi. Berkat campur tangan Raja Naga, mereka diberi kesempatan kedua—sebuah reinkarnasi yang mengubah takdir mereka.

Terlahir kembali di dunia yang sama namun dengan kehidupan baru, Jian Yi menyimpan satu janji dalam hatinya: membalas kehancuran yang dialaminya dan melampaui semua batas kekuatan.

Kali ini, dia tidak akan jatuh lagi.
Tapi di dunia yang dipenuhi kultivator kuat, sekte kuno, dan kekaisaran yang menguasai segalanya …

Mampukah Jian Yi benar-benar bangkit, menuntut balas, dan mencapai puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Kebiasaan Mereka

Setelah perjuangan yang memalukan di sungai, Lu Feng akhirnya berhasil menarik tali kekang kudanya dan melesat pergi di tengah hujan gayung dan teriakan histeris para wanita tersebut.

Jian Yi yang sudah menunggu di hilir hanya bisa menggelengkan kepala melihat sahabatnya basah kuyup dengan sehelai kain jemuran yang tersangkut di pundaknya.

​Matahari mulai meninggi saat mereka menyusuri jalan setapak yang membelah hutan bambu yang lebat.

Lu Feng masih menggerutu, mencoba mengeringkan celananya dengan aliran Qi panas, sementara Jian Yi bersiul santai di atas kuda, seolah-olah insiden menyelam tadi tidak pernah terjadi.

​"Kau benar-benar kawan sejati, Yi. Menyelam sedalam itu hanya untuk membiarkanku jadi sasaran empuk," sindir Lu Feng pedas.

​"Itu namanya taktik, Kawan. Kalau kita berdua tertangkap, siapa yang akan menebus kita dengan emas-emas ini?" sahut Jian Yi tanpa rasa bersalah.

​Baru saja mereka hendak berbelok di sebuah tikungan sempit yang diapit oleh tebing batu, langkah kuda mereka terhenti.

Seutas tali tebal tiba-tiba melintang di tengah jalan. Dari balik rimbunnya bambu, belasan pria dengan wajah penuh bekas luka dan pakaian compang-camping keluar dengan senjata terhunus.

​"Berhenti di sana, bocah-bocah kaya!" teriak seorang pria tinggi kurus yang tampaknya adalah pemimpin bandit tersebut. "Serahkan kuda, emas, dan semua yang kalian bawa jika masih sayang nyawa!"

​Jian Yi dan Lu Feng saling pandang. Sebuah senyuman yang sangat tidak sehat merekah di wajah mereka. Setelah semua kesialan pagi ini, mereka akhirnya menemukan pelampiasan yang sempurna.

​Tanpa memberikan peringatan atau sekadar basa-basi negosiasi, Lu Feng melesat dari punggung kuda secepat kilat.

​BUM!

​Tinju Lu Feng menghantam perut bandit terdekat hingga tubuh orang itu melengkung seperti udang dan terlempar menghantam tebing batu sampai retak.

Di sisi lain, Jian Yi bergerak seperti bayangan yang menyelinap di antara celah bambu.

Ia tidak menggunakan pedang pusakanya, melainkan hanya menggunakan ranting bambu kering yang ia pungut dari tanah.

​SRET! TAK!

​Ranting bambu di tangan Jian Yi bergerak lebih mematikan daripada belati baja.

Ia menusuk titik syaraf di persendian lawan, membuat pedang dan parang mereka jatuh berdenting ke tanah.

Setiap kali Jian Yi melangkah, satu bandit tersungkur dengan teriakan yang tertahan di tenggorokan.

​Lu Feng tidak mau kalah. Ia menangkap dua bandit sekaligus, mengangkat mereka ke udara, dan membenturkan kepala mereka hingga keduanya pingsan seketika.

Pemimpin bandit yang tadinya berteriak angkuh kini gemetar hebat, melihat anak buahnya tumbang satu per satu hanya dalam hitungan detik.

​Ia mencoba mengayunkan golok besarnya ke arah Jian Yi, namun Jian Yi hanya memiringkan kepalanya sedikit.

Ranting bambu di tangannya bergerak cepat, mencambuk pergelangan tangan si pemimpin hingga tulangnya berbunyi krek.

​Pertarungan itu berakhir bahkan sebelum debu di jalanan sempat mengendap kembali. Belasan bandit kini tergeletak tumpang tindih, merintih kesakitan.

​"T-tolong ... ampuni kami, Tuan Muda!" rintih sang pemimpin bandit sambil memegangi tangannya yang patah.

​Jian Yi berdiri di depannya, memainkan ranting bambunya dengan ekspresi bosan. "Ampun? Tentu saja. Tapi seperti aturan yang kau bilang tadi ... serahkan semua yang kalian bawa."

​Sepuluh menit kemudian, pemandangan di jalan setapak itu menjadi sangat tragis bagi para pelaku kriminal tersebut.

Jian Yi dan Lu Feng memaksa seluruh bandit itu untuk melepaskan pakaian mereka hingga menyisakan kain penutup seadanya.

Tidak hanya itu, sepatu, ikat pinggang, hingga koin perunggu murahan yang mereka simpan pun disita habis.

​Jian Yi kini duduk di atas kuda dengan tambahan sebuah jubah kulit harimau milik si pemimpin bandit yang ditaruh di pelananya, sementara Lu Feng memikul satu karung tambahan berisi senjata-senjata rampasan yang bisa dijual.

​"Hahaha! Lihat ini, Yi! Mereka bahkan punya persediaan daging asap di kantong mereka!" Lu Feng tertawa puas, suasana hatinya yang buruk akibat insiden sungai tadi langsung hilang seketika.

​"Lumayan untuk modal makan malam di kota depan," Jian Yi ikut tertawa lepas.

​Mereka memacu kuda mereka pergi, meninggalkan belasan bandit yang kini menggigil kedinginan di tengah hutan bambu, menatap kepergian dua "mangsa" mereka dengan wajah trauma yang mendalam.

Mereka baru saja menyadari bahwa merampok dua pemuda ini adalah kesalahan terbesar dalam karir kriminal mereka.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗟𝗨𝗣𝗔 𝗧𝗜𝗡𝗚𝗚𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡 𝗝𝗘𝗝𝗔𝗞 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗟𝗜𝗞𝗘 𝗗𝗔𝗡 𝗦𝗨𝗕𝗖𝗥𝗜𝗕𝗘 ... 𝗛𝗘𝗛𝗘🏁

1
Nanik S
Lanjut terus
Agen One
UP nya santai dulu ya🙏
Agen One
😅
Agen One
🍗
Agen One
🔥🙏
Agen One
🙏
Agen One
👍🙏
Agen One
🚹🙏
Agen One
🤭🙏
Agen One
🙏
Agen One
/Smile/
Agen One
🙏
Agen One
😅
Agen One
🔥🍗
Agen One
👍🍗
Agen One
🚹🍗
Agen One
🍗
Agen One
🤭/Smile/
Agen One
😅🙏
Agen One
🔥🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!