NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan
Popularitas:393
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dicelakai

Mamanya dokter Riana sudah pulih dan di ijinkan pulang, namun masih harus mengontrol luka bekas operasi dan juga mencek up kesehatannya.

Hari ini, mamanya harus diperiksa oleh dokter Riana anaknya. Dengan di antar papa dan adiknya Rian mereka sementara antri di poli jantung dan bedah jantung serta pembulu. Rekam jantung , CT Scan di lakukan sebelum menghadap dokter. Semua sudah di lakukan oleh mama Tiwi ditemani papa dan Rian.

"Jika mama tidak mau Ria periksa, bisa Ria serahkan ke dokter junior."

"Kan sama saja, pasti sesuai instruksi kamu kan??? Sudah berapa bulan???" Papa dan Rian tersenyum, karena mama mereka sudah mulai kepo dengan kehidupan anak gadisnya.

"Sudah empat bulan, ma."

"Ke rumah malam ini, kita makan malam bersama tetapi jangan bawa orang luar??"

"Maksud mama??"

"Suami kamu."

"Mama ngak bisa begitu, kakak sudah menikah, dan suaminya harus bersama dengan dia."

" Adek,......" Rian yang ditegur kakaknya langsung diam.

"Ria ngak bisa mama pergi sendiri, Ria punya suami dan dia papa dari anak yang ada di perut Ria."

"Mama tidak perna menyetujui pernikahan bahkan hubungan kalian Ria. Kamu itu ngaca ngak sih. Davin itu lebih cocok jadi adikmu."

"Dia laki - laki bertanggung jawab, dia tidak pengecut seperti calon - calon mama."

"Terserah kamu."

"Ma......."

"Pokoknya awas kalau kamu tidak datang."

Riana jelas tidak menuruti keinginan mamanya. Keras kepala mamanya ada pada Riana.

Beberapa hari berlalu, kemarahan masih ada di hati mamanya. Maka orang kepercayaannya di perintahkan untuk mencelakai Davin. Sedari Pagi, Davin suami Riana di ikuti oleh orang - orang itu. Dari mereka berdua keluar apartemen, sampai ke rumah sakit, setelah Riana sampai di tempat kerja, Davin melanjutkan perjalanannya menuju kampus. Namun nasib naas menimpanya. Mobilnya di tabrak oleh mobil truk dengan mautan.

Davin di larikan ke rumah sakit, dan yang terdekat adalah rumah sakit tempat Riana istrinya bekerja. Dokter di IGD meneleponnya, mangatakan bahwa suami saya mengalami kecelakaan. Riana tanpa memikir kondisi tubuhnya yang sedang hamil langsung berlari. Karena ada pendarahan akibat benturan, di kepala, akhirnya Davin harus di operasi. Ria sudah menghubungi Stella.

Ria ada dalam tim operasi. Dan operasi yang tidak berjalan lama itu pun berakhir. Keluar dari ruangan operasi, sudah ada Stella bersama mertua dan Stella. Dokter Riana langsung di peluk oleh ketiga orang itu. Dia menangis.

"Davin kecelakaan Stel."

"Sabar sayang, aku tahu adikku tidak mudah menyerah. Dia pasti selamat karena ada istri dan anaknya di perut."

"Dia baru antar aku kerja." Stella tahu kesedihan sahabat dan adik iparnya, dia semakin erat memeluknya.

Davin sudah berada di ruang rawat, dalam keadaan belum sadar, karena masih dalam pengaruh obat bius. Sementara di luar sudah ada polisi yang menanti kesaksian dari Davin. Sementara dua orang yang menabrak mobil Davin sudah di amankan di kantor polisi. Dari semua CCTV yang terpasang di jalan, polisi sudah mengambil gambar kronologi kejadian.

Keluarga tetap mau di proses, agar tahu motifnya apa. Setelah hampir dua puluh menit setelah dibawa ke ruangan ini. Davin mulai menunjukan gejala kesadarannya.

"Sayang........." Riana mendekat dia langsung memeluk tubuh yang selalu memeluknya.

"Mas, siapa yang jahat sama kamu??? Kenapa tega ya."

"Mas ngak kenal siapa mereka. Mas harap mereka di tangkap. Tetapi mas bersyukur kejadian itu terjadi, mas tidak bersamamu." Riana semakin erat memeluk suaminya.

Rian setelah di hubungi kakaknya langsung ke rumah sakit dan dia berada di ruangan Davin di rawat. Melihat keadaan kakaknya. Dia langsung datang memeluk dan mencium kening kakaknya.

Polisi datang meminta keterangan dari Davin Andreas, semua kecurigaannya di sampaikan.Dan polisi menjelaskan bahwa dari dua orang pelaku yang melakukannya mereka mengatakan bahwa mereka disuruh. Dan sampai sekarang mereka belum menyebut siapa pelakunya.

Seketika jantung Rian berdetak kencang, dia gelisah, mendengar bahwa mereka di perintahkan oleh seseorang, mereka pelaku di bayar. Pikirannya tertuju kepada mamanya. Dia berharap bukan mamanya yang menyuruh. Namun Davin orang baik, dia tidak punya musuh.

"Gimana bro???"

"Its oke, aku punya istri dokter bro, dia yang akan mengobatiku. Terima kasih ya, kakakmu hebat." Rian hanya tersenyum, karena pikirannya masih tertuju kepada orang suruhan.

Sudah tiga hari Davin di rawat. Mendengar kabar dosen mereka mengalami kecelakaan. Mahasiswinya datang menjenguknya. Mereka adalah genk yang terdiri dari tiga orang wanita, Lidya salah satunya, mahasiswi yang belum menerima status dosennya. Mereka datang membawa buah. Dan Davin lihat bahwa semua ini buah - buah premium.

"Pak, apa bapak baik - baik saja." Lidya mau menyentuh kepalanya. Namun di tepis secara halus.

"Jangan menyentuhku. Terima kasih sudah datang menjenguk saya. Saya sudah membaik." Tidak lama Riana istrinya datang, setelah selesai memeriksa pasien di poliklinik.

"Selamat sore, semua." Riana dengan seragam dokternya hendak megurus suaminya di kagetkan dengan kehadiran tiga cewek cantik, yang Ria tahu siapa mereka. Ketiga cewek itu mukanya berubah melihat dokter Riana istri dari pak Davin dosen mereka.

"Suami saya sudah membaik. Mungkin besok kami sudah bisa kembali ke rumah kami."

"Bapak rumah dimana??" Riana tersenyum. Dia merasa di cueki oleh ketiga cewek ini. Namun dia mengerti yang namanya fans berat, tidak rela pujaan hati mereka menikah. Ria waktu membantu suaminya turun dari tempat tidur. Dengan cepat ketiga wanita itu mau membantu. Namun di tegur oleh Riana istri Davin.

"Bisa duduk tidak kalian. Atau saya panggil satpam kalian dibawa keluar. Sadarlah kalian, saya ini istrinya. Istri dosen kalian."

Hati Davin merasa senang, karena Riana baru saya mengaku dia di depan mahasiswinya. Ketiga cewek itu langsung terdiam. Riana mengijinkan suaminya duduk di kursi, berbicara dengan mahasiswinya sementara dia merapikan tempat tidur. Selesai mereka berbicara, mereka bertiga pamit pulang. Tentu mereka hanya pamit kepada dosennya. Riana dengar adalah tentang urusan kampus.

"Sayang....." Davin hendak memeluk istrinya namun Ria sudah menghindar. Ria cemburu. Davin tersenyum. Dia kembali mau memeluk Ria, namun dia kembali menghindar. Dan langsung membantu suaminya ke kamar mandi. Davin hanya melihat istrinya. Hatinya senang, dia tahu bahwa istrinya sedang cemburu. Malam harinya, Riana memilih tidur disofa karena masih marah.

"Sayang, tidur di sebelah mas." Riana pura - pura tidur. Davin yang dibuat putus asa langsung melepas infusnya. Dan langsung mengendong istrinya. Dibawa ke atas rancang rumah sakit.

"Mas tangan kamu, infus kamu."

"Aku ngak bisa di diami oleh kamu."

Riana langsung memplester luka bekas jarum infus. Akhirnya infusnya tidak di pasang oleh Riana lagi.

Sekarang Davin dan Riana sedang berada di tempat tidur pasien. Davin mencium istrinya.

"I love you istriku. Mami dari anak - anakku kelak. Mas suka lihat kamu cemburu."

"Aku ngak suka mahasiswimu itu. Mereka sepertinya cinta sama kamu. Apalagi yang nama Lidya."

"Mas hanya suka dan cinta kepada kamu. I love you more Riana Timothy."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!