NovelToon NovelToon
Renjana Di Langit Dubai

Renjana Di Langit Dubai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: farala

Bukankah menikah adalah sebuah ladang ibadah ? Lalu kenapa ibadah yang seharusnya mendapatkan pahala justru bak di neraka ? Semua berawal dari kesalah pahaman yang tidak berdasar hingga berubah menjadi sebuah tragedi yang hampir menenggelamkan rumah tangga yang bahkan pondasinya saja masih sangat rapuh.
Mampukah mereka bertahan ataukah malah karam di hantam ombak besar?
Kisah kembar Azzam dan Azima , di mana seharusnya cinta itu sudah berlabuh di dermaga tapi harus terlunta dan terapung di tengah lautan luas menunggu datangnya pertolongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14 : Pertemuan Ayyazh dan Abi Zayn

Resepsi berakhir di jam yang tidak waras. Jam sebelas lewat tiga puluh menit . Azima duduk memijit betisnya yang terasa kebas. Berdiri Berjam jam sungguh membuat nya sangat kelelahan .

Tidak jauh berbeda dengan Annasya, meski terbiasa berdiri lama, tetap saja membuat ekstremitas bawah nya kram . Itu karena baik Azima maupun Annasya, keduanya tidak lazim dengan sepatu berhak tinggi. Sendal teplek atau sepatu kets adalah alas ternyaman untuk kaki mereka yang selalu berburu dengan waktu menyelamatkan nyawa.

Sama halnya dengan dua pria tampan itu, Azzam yang dasar nya memang tidak suka dengan situasi seperti ini, tentu merasa kesal. Begitu pun Ayyazh, meski ia masih bisa tersenyum di situasi yang menguras energi habis habisan.

Lucunya, tidak terlihat sedikitpun wajah wajah lelah dari orang orang yang masih tersisa, termasuk keluarga besar Brawijaya, Hatcher , Arkananta dan keluarga nya sendiri.

Ayyazh menatap Azima yang masih sibuk memijat betisnya bergantian . ( Maaf karena tidak membiarkan mu beristirahat, itu karena aku akan membawa mu besok. Kita akan terbang ke Dubai.)

*

*

Lima hari sebelum acara pernikahan.

Ayyazh berdiri di depan sebuah ruangan besar. Ia memutuskan bertemu seseorang yang sangat penting hingga memilih datang lebih awal ke Indonesia.

Helaan nafas Ayyazh terdengar cukup kasar sebelum tangannya menyentuh daun pintu dan mengetuk .

Tok..tok..tok..

Asisten pribadi Abi Zayn muncul dari balik pintu. Wajah itu tenang tapi penuh kehati-hatian.

" Assalamualaikum dan selamat pagi." Sapa Ayyazh.

" Waalaikumsalam, silahkan masuk. Tuan Zayn sudah menunggu anda."

Ayyazh masuk, pintu tertutup dan sang asisten meninggalkan Zayn dan calon menantunya, hanya berdua.

Abi Zayn menyambut Ayyazh.

" Silahkan duduk."

" Terima kasih, paman."

Ayyazh duduk setelah Abi Zayn menjatuhkan tubuhnya di sebuah sofa tepat di depan Ayyazh.

" Saya minta maaf karena baru bisa menemui anda sekarang, paman. " Ayyazh tertunduk .

Abi Zayn tidak merespon. Yang ia lakukan hanyalah menatap tajam ke arah Ayyazh." Lamaran mendadak ini, mungkinkah permintaan mu?

Ayyazh mengangguk tegas.

" Beberapa bulan lalu, kakek mu memang pernah membahas masalah ini. Tapi, baik aku ataupun ayahku , kami sama sekali belum memberikan jawaban. "

Hening sesaat, hingga kemudian.." Apa kamu sudah yakin dengan dirimu, nak Ayyazh? Kalian jarang bahkan mungkin tidak pernah bertemu. Lalu , apa yang mendasari hati mu memilih putri ku?"

Ayyazh memberanikan diri menatap wajah Abi Zayn. Jujur, ini adalah situasi yang cukup rumit bagi Ayyazh . Sebagai pengusaha muda yang sangat sukses, tak pernah sekalipun ia gentar menghadapi tantangan dari para investor ataupun dari pihak internal nya.

Tapi tidak untuk sekarang, raut tegang dan terlihat waspada terpasang sempurna sebagai bentuk perlindungan serangan verbal yang mampu menciutkan nyali Ayyazh.

Benar kata orang orang, CEO Medica Investma sangat menakutkan. Dan CEO yang sangat menakutkan itu lah yang akan menjadi mertuanya.

" Di rumah sakit, saya pertama kali melihat Azima. Tutur kata yang sopan dan gestur tubuh yang ramah, sudah bisa membuat saya jatuh cinta. Nilai plus yang Azima miliki adalah, dia menyempurnakan semua kriteria calon istri yang saya idamkan melalui agama dan paras cantik nya."

" Hanya itu? Lalu, kau bisa jelaskan ini pada ku ? " Abi Zayn meletakkan beberapa foto Azima di atas meja .

Melihat foto itu, Ayyazh jadi ketar ketir dan terlihat kesulitan bahkan untuk menelan ludah nya sendiri.

" Itu ulah mu kan ? " Telunjuk Abi Zayn mengarah ke meja tempat beberapa lembar foto candid yang menampilkan wajah Azima dari berbagai sudut dan lokasi yang berbeda.

Ayyazh mengangguk . " Maafkan saya , paman. Saya tidak memiliki maksud tertentu dengan ini semua. " Suara Ayyazh bergetar hebat. " Itu murni karena saya hanya ingin tau apa yang sedang dia lakukan."

Abi Zayn terdiam. Tingkah Ayyazh yang posesif persis sama seperti dirinya. Pun sampai hari ini, Abi Zayn masih rutin menyuruh orang untuk membuntuti ke mana pun umi Tata pergi.

" Paman. Sebenarnya, saya sudah menunggu cukup lama , bahkan popa, maksud saya, kakek Ibrahim sampai kesal karena setiap hari saya selalu menanyai apakah sudah ada persetujuan dari anda untuk melamar Azima. Namun, setengah tahun bahkan lebih saya menunggu dan di liputi kecemasan, cemas jika nantinya Azima akan menikah dengan pria lain dan pada akhirnya , saya lah yang akan menderita. "

Abi Zayn terhenyak . Meski sudah menemukan bagaimana Ayyazh yang gila dalam mencintai putrinya, tetap saja ia terlihat kurang yakin . Apakah pria yang baru pertama ia temui itu benar benar serius atau caranya yang sembunyi sembunyi mencari informasi tentang Azima hanyalah sebuah kamuflase saja ?

Ayyazh melihat keraguan itu dari sorot mata Abi Zayn.

" Mungkinkah , paman ragu pada ketulusan saya ? "

" Iya. " Singkat Abi Zayn.

" Lalu apa yang harus saya lakukan agar paman percaya?"

" Pertemukan aku dengan tuan Ibrahim, kakek mu. Sekarang juga!"

" Baik, paman."

Ayyazh menghubungi popa Ibrahim.

Lewat panggilan telpon, Abi Zayn dan tuan Ibrahim berbicara panjang lebar. Permintaan maaf tuan Ibrahim karena tidak bisa memenuhi keinginan Abi Zayn untuk bertemu dengannya di ungkapan lewat panggilan video itu. Mereka berbicara sangat lama, entah apa yang di bahas karena Ayyazh tidak mendengar pembicaraan mereka.

Sakti, putra cerdas paman Sardi yang menjadi asisten pribadi Abi Zayn kini duduk berhadapan dengan Ayyazh di luar ruangan Abi Zayn.

Hening, dan durasi kesunyian itu lumayan lama. Ayyazh terus memperhatikan Sakti. Dari gerak, raut , dan gestur, Ayyazh kesulitan menebak seperti apa sifat dari asisten pribadi calon mertuanya.

Sakti memang terkenal sangat pendiam , jadi Abi Zayn menempuh segala cara dan melewati banyak drama agar pria cerdas itu mau bekerja dengan nya.

Pintu terbuka. Abi Zayn muncul dan kembali memanggil Ayyazh untuk masuk.

" Kakek mu meminta agar kau dan Azima kembali ke Dubai setelah resepsi . Popa mu sudah menyiapkan pesta sederhana di sana. "

" Iya, paman. " Jawab Ayyazh sebelum ia mencerna baik baik perkataan Abi Zayn. " Ha..berarti paman merestui saya menikahi Azima ?"

" Tapi aku punya syarat."

Ayyazh sumringah." Silahkan, katakan saja paman."

" Azima, dia gadis yang ceria dan penuh semangat. Dia adalah permata hati ku dan penyejuk jiwaku . Jika suatu hari nanti, aku mengetahui kau membuatnya terluka dan menangis, aku tidak akan segan mengambil nya kembali . Dan , bila itu benar benar terjadi, jangan harap , kamu bisa bertemu lagi dengan nya!"

Deg..

Jantung Ayyazh berdegup kencang.

" Itu tidak akan pernah terjadi, paman."

*

*

Tak sempat pulang ke Magnolia , dua pasang pengantin baru itu memutuskan menginap di hotel.

Tidak begitu banyak sandiwara mewarnai percakapan mereka, karena semua mengantuk dan lelah.

Azzam tidur di sofa, Annasya di kasur. Lain lagi di kamar sebelah, ke duanya tidur satu ranjang , itupun Ayyazh berani setelah memastikan Azima terlelap. Sepanjang malam singkat itu, kedua pria yang sudah berganti status legalitas resmi dengan mendapatkan buku kecil dari KUA, tak bisa melewati malam dengan baik. Setidaknya, tidur lima atau sepuluh menit, mungkin akan membuat raga nya kembali bugar. Namun pada kenyataannya, jangan kan sepuluh menit, satu detik pun, netra mereka tak kunjung terlelap.

Azzam sibuk dengan pikirannya sembari menatap ke ranjang. Ranjang besar nan mewah itu nampak menyedihkan. Harusnya, ia di sana, berbaring dan memeluk Annasya. Tapi, tidak. Ia masih enggan walau hanya sekedar tidur bersama.

Sementara di kamar satu nya, lelah berbaring tak kunjung bisa memejam mata, Ayyazh bangkit dan berjalan mendekati jendela. Di tatap nya keluar lampu kelap kelip yang masih menghiasi malam gelap yang hampir berubah menjadi pagi yang cerah.

Sekelebat ingatan mengerikan kembali mewarnai otak nya. Tangan mengepal kuat. Cukup lama, hingga kepalan kuat itu melemah saat Ayyazh menoleh menatap ke sisi ranjang di mana sang istri yang baru dia nikahi beberapa jam lalu sedang tertidur pulas.

( Jangan membenciku, Zi. )

1
Magichand01 86
crta annasya sm A donkk
Fittar
A da Ayyazh sama saja. sok peduli tapi beraninya dibelakang aja. gak berani kalau udah di depan orangnya. apalagi si Ayyazh ini cemburuan aja. ngomong sama zizi aja kayak orang musuhan. sekedarnya
Nata Abas
😄😄😄
Shee_👚
kadang aku sebel kalau baca kembar A😔
habisnya setiap bab ko ya dikir amat, mana nunggu up sehari berasa lama banget, eh giliran udah up baru baca dh abis🙈🙈
Shee_👚
jangan panggil khal kalau dia g tau apa². bisa langsung di penggal sama yazh kalau g bisa nyari tau kamu dalam satu menit🤭
Shee_👚
jangankan di pegang kamu justin, orang pelukan sama kaka kandung aja kalau bisa mah kagak boleh😂
Shee_👚
makanya jangan suka jul mahal, g tau apa zizi itu banyak idolanya. lah situ dah bisa ngiket zizi malah di cuekin.
Shee_👚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
wah parah Malah di samain sma batu, g sekalian zi sama dindingnya 🤣
Shee_👚
jangan kasih zi, suruh A usaha sendiri. emang A g bisa apa telp umi tata. bukannya asya tinggal di rumah umi tata? atau g??
Novita Sari
lanjut thor..
Novita Sari
Alhamdulillah yg ditunggu akhirnya selesai juga... lanjut thor..
Uyi Adiraja
👍👍👍👍👍
Novita Sari
penasaran pertemuan zayn n ayyazh.lanjut thor..
Novita Sari
semangat zizi..
Novita Sari
lanjut thor...
viellia
dasar si A 🤦‍♀️
Nata Abas
tonjok aja aku rela banget azima buat mewakili annasya
Novita Sari
lanjut thor n semangat...
Novita Sari
zizi titisan umi grandma n marwa hhhhh
Novita Sari
aduh tambah seru lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!