NovelToon NovelToon
Ekuilibrium:Antara Janji Dan Jarak

Ekuilibrium:Antara Janji Dan Jarak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anime
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

"Di ruang sidang aku memenangkan keadilan, tapi di stasiun kereta, aku nyaris kalah oleh rindu."
Afisa Anjani bukanlah lagi gadis rapuh yang menangis karena diabaikan. Tahun 2021 menjadi saksi transformasinya menjadi associate hukum tangguh di Jakarta. Di sisinya, ada Bintang—dokter muda yang kehangatannya perlahan menyembuhkan trauma masa lalu Afisa.

Namun, saat janji suci diucapkan di tahun 2022, semesta justru memberi ujian baru. Afisa dipindahtugaskan ke Semarang untuk menangani kasus-kasus besar yang menguji integritasnya. Jakarta dan Semarang kini bukan sekadar nama kota, melainkan jarak yang menguji Ekuilibrium (keseimbangan) antara karier dan hati.

Di Semarang, Afisa berhadapan dengan dinginnya ruang sidang dan gedung Lawang Sewu, sementara di Jakarta, Bintang bergelut dengan detak jantung pasien di rumah sakit. Keraguan lama Afisa kembali muncul: Apakah Bintang akan bosan? Apakah cinta sanggup bertahan saat komunikasi hanya lewat layar ponsel ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Apartemen baru Afisa terasa sunyi, namun kehadiran Citra yang cerewet membuat suasana sedikit lebih hidup. Setelah satu jam berkutat dengan gantungan baju dan menata beberapa buku hukum di rak, koper besar itu akhirnya kosong. Afisa menyeka peluh di dahinya, menatap sekeliling ruangan yang akan menjadi "pos komandonya" selama dua tahun ke depan.

"Sudah, Fis! Urusan skincare dan tata letak bantal bisa lanjut nanti malam. Sekarang, perut gue sudah demo!" Citra menarik tangan Afisa, tidak memberikan celah untuk membantah.

"Sebentar, Cit, gue ambil ponsel dulu—"

"Nggak usah!" Citra menyambar tas selempang Afisa namun sengaja meninggalkan ponsel di atas nakas. "Hari ini lo milik gue. Kita healing sejenak sebelum lo pening sama berkas besok. Anggap saja ini reunion ala mahasiswa Depok, tanpa interupsi notifikasi klien atau... Mas Dokter."

Afisa tertawa pasrah. "Oke, oke. Digital detox selama dua jam, ya?"

Pukul 14.30 WIB — Kawasan Kota Lama, Semarang.

Mobil Citra terparkir di dekat Gereja Blenduk. Mereka berjalan menyusuri trotoar batu yang dikelilingi gedung-gedung tua bergaya Eropa. Suasana di sini sangat kontras dengan Jakarta yang serba cepat. Di Semarang, waktu seolah bergerak lebih sopan.

"Ingat nggak dulu pas kita begadang di perpustakaan UI cuma demi satu poin debat?" Citra menunjuk sebuah kafe estetik dengan arsitektur kolonial. "Kita dulu makannya mie instan di kantin, sekarang kita cari yang agak elit dikit ya, Bu Associate."

Mereka masuk ke sebuah kedai legendaris di area tersebut. Sambil menyantap Lumpia Semarang yang hangat dan menyeruput es teh manis, memori masa kuliah mereka tumpah ruah. Mereka tertawa mengenang bagaimana Ivan yang sering salah kostum saat praktikum sidang, atau betapa galaknya Afisa jika draf opininya dikoreksi dosen.

"Gue kangen momen itu, Cit," ucap Afisa tulus. "Momen di mana masalah terbesar kita cuma nilai ujian, bukan jarak atau masa depan yang rumit kayak sekarang."

Citra menggenggam tangan Afisa. "Masalah lo sekarang memang lebih gede, tapi lo juga jauh lebih kuat, Fis. Lo bukan Afisa yang nangis di halte lagi. Lo sudah jadi istri seorang dokter hebat dan pengacara yang dipercaya kantor pusat."

Mereka menghabiskan waktu dengan berkeliling, mengambil foto di depan gedung asuransi tua, dan tertawa lepas seolah-olah beban ribuan kilometer itu menguap terbawa angin sore Semarang.

Pukul 17.15 WIB — Kembali ke Apartemen.

Begitu pintu apartemen terbuka, Afisa langsung teringat ponselnya. Ia berjalan menuju nakas dan mendapati layarnya menyala terang dengan deretan notifikasi yang menumpuk.

3 Panggilan Tak Terjawab: Mas Bintang 🌻

15 Pesan WhatsApp: Mas Bintang 🌻

Jantung Afisa berdesir. Ia segera membuka pesan terakhir.

"Fis? Kamu di mana? Aku telepon nggak diangkat. Aku cuma mau bilang kalau IGD lagi tenang, jadi aku mau dengar suara kamu sebentar. Jangan bikin khawatir ya, Sayang."

"Apa kamu ketiduran? Atau sudah di kantor? Kabari aku ya kalau sudah pegang ponsel."

Afisa menggigit bibir, rasa bersalah langsung menyerang. Ia melirik jam tangannya—jam yang kembarnya ada di Jakarta. Di sana, Bintang mungkin sedang menatap jam yang sama, menghitung detik demi detik kecemasannya.

"Cit... Mas Bintang telepon berkali-kali," gumam Afisa panik.

"Duh, overprotective-nya suami baru!" Citra terkekeh sambil bergegas pamit. "Ya sudah, gue balik dulu. Selesaikan urusan 'rumah tangga' jarak jauh lo. Sampai ketemu besok pagi di kantor, Nyonya Bintang!"

Begitu pintu tertutup dan Citra pergi, Afisa segera menekan tombol panggil balik. Satu nada sambung... dua nada...

"Halo, Mas? Maaf..."

" nggak apa-apa,emang kamu dari mana saja Fis? Dari tadi aku chat aku telfon kamu nggak ada respon,aku disini bisa Lo meluangkan waktu buat pegang ponsel buat ngasih kabar kamu,emang langsung sesibuk itu ya sampai lupa ngabarin suaminya di Jakarta,seenggak penting itu atau gimana?''

Maaf, Mas... tadi aku pergi keluar sebentar sama Citra. Ponselku tertinggal di apartemen," suara Afisa mencicit, jemarinya meremas ujung blusnya dengan rasa bersalah yang membuncah.

Di seberang sana, terdengar helaan napas panjang yang berat dari Bintang. "Fis, kita baru berapa jam berjarak, tapi kamu sudah susah dihubungi. Kamu tahu nggak rasanya di sini? Setiap kali aku lihat jam tangan ini, aku pikir kamu lagi kenapa-kenapa di jalan atau di apartemen baru itu."

"Aku benar-benar minta maaf, Mas. Tadi Citra tarik aku keluar buat cari makan, dan dia sengaja ninggalin ponselku biar aku bisa istirahat," Afisa mencoba menjelaskan, suaranya mulai bergetar. "Aku nggak maksud buat kamu khawatir. Aku nggak bermaksud mengabaikan kamu."

Hening sejenak. Hanya terdengar suara bising samar alat medis dari latar belakang tempat Bintang berada.

"Fis," suara Bintang melunak, namun masih ada sisa ketegasan di sana. "Aku di sini kerja taruhan nyawa orang di IGD. Sesibuk apa pun aku, aku selalu sempatkan kirim satu baris pesan buat kamu karena aku ingin kamu merasa tenang. Tapi kalau aku yang nggak dapat kabar... rasanya dunia aku yang nggak tenang."

"Iya, Mas... aku janji nggak akan ulangi lagi. Aku bakal bawa ponsel ke mana pun," bisik Afisa. Air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya luruh juga. "Jangan marah lagi, ya?"

Bintang menghembuskan napas pelan, amarahnya luluh seketika mendengar suara Afisa yang mulai terisak. "Aku nggak marah, Sayang. Aku cuma takut. Aku takut jarak ini bikin kamu merasa terlalu bebas sampai lupa kalau sekarang ada aku yang selalu nunggu kabar dari kamu."

"Nggak akan, Mas. Kamu rumah aku, mana mungkin aku lupa jalan pulang ke kamu," jawab Afisa tulus.

Bintang terdiam, ia menatap jam tangan analognya yang detiknya beradu dengan detak jantungnya. "Ya sudah, jangan nangis. Kamu sudah makan? Tadi makan apa sama Citra?"

Pertanyaan sederhana itu seketika mencairkan ketegangan di antara mereka. Afisa mulai bercerita tentang lumpia Semarang dan keindahan Kota Lama, sementara Bintang mendengarkan dengan sabar di sela-sela tugasnya.

Malam pertama di Semarang ini memberikan satu pelajaran berharga bagi mereka: bahwa dalam Ekuilibrium jarak jauh, komunikasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan napas yang menjaga janji mereka tetap hidup.

"Selamat istirahat, Nyonya Bintang. Besok hari pertama kantor, jangan telat bangun," ucap Bintang lembut sebelum menutup telepon.

Afisa meletakkan ponselnya, menatap jendela apartemen yang menampilkan kerlip lampu kota Semarang. Jarak memang berat, tapi selama Bintang masih mau "menegurnya" karena khawatir, ia tahu cintanya tidak sedang berjalan sendirian.

1
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
lama nya upp nua
byyyycaaaa: up siangan ya
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
Afisa sama bintang nikah sirih tor. yok tor bikin pesta nikahan Afisa semeriah mungkin bikin fita datang nikahan Afisa tor
byyyycaaaa
nanti ada saatnya,si Afisanya takut hamil,🌚
byyyycaaaa: updetnya besok lagi ya guys🙏🤗
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
bikin hamil tor
byyyycaaaa
Guntur cocoknya sama authornya 🌚
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
bikin jadian guntur sama citra ator
byyyycaaaa: ada fotonya afisa dan juga Bintang 🤭
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
trus bikin fita nyesal. dan citra nikah sama guntur dong biar guntur bahagia sama citra
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun: no tor citra sama guntur
total 2 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
alhamdulilah udah pecah telorr dongg. bikin anak junior bintang🤣🤣🤣
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
bikin Afisa pecah telor sama bintang Thor. eh Thor tentang fita gi mana tor
byyyycaaaa: nanti di ceritain sama Guntur ya
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
kapan Afisa pergi nikahan kaila
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun: ayo Thor bikin malam pertama Afisa sama bintang gk sabar. pengen liat nanti Afisa sukses muka fita gi mana yah hehe
total 2 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
nikah nikah nikah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!