NovelToon NovelToon
Prince Of The Wind

Prince Of The Wind

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi Isekai
Popularitas:346
Nilai: 5
Nama Author: Apin Zen

Kerajaan Risvela dipimpin oleh Raja Ryvons dengan dua pewaris: Seyron yang tampak sempurna, dan Reyd yang dulu dianggap bermasalah. Setelah kembali dari Academy Magica bersama Lein, Reyd berubah menjadi sosok yang lebih dewasa dan peduli.
Namun di balik citra baiknya, Seyron menyimpan sisi dingin yang berbahaya. Menyadari hal itu, Reyd bertekad merebut takhta demi melindungi kerajaan, meski peluangnya kecil.
Di tengah konflik keluarga, kekuasaan, dan kebenaran—Reyd memilih melawan takdirnya sendiri untuk menjadi pemimpin yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apin Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tantangan Sang Raksasa

Beberapa hari telah berlalu sejak kepulangan Reyd. Kehidupan di Kerajaan Risvela berjalan seperti biasa.

Namun… ada satu hal yang perlahan mulai berubah.

Di tengah kota, Lein berjalan menyusuri jalan utama. Tidak dengan pakaian mewah seperti bangsawan, namun tetap rapi dan sederhana.

Ia berhenti di sebuah kios kecil. Seorang pedagang tua tampak kesulitan mengangkat barangnya.

Lein langsung mendekat.

“Biar aku bantu, Kek.”

Pedagang itu terkejut.

“Nona, tidak perlu—”

Namun Lein sudah lebih dulu mengangkat sebagian barang dengan bantuan sihir ringan. Angin tipis membantu meringankan beban itu.

Pedagang itu tersenyum lega.

“Terima kasih banyak, Nona.”

Lein membalas dengan senyum hangat.

“Tidak apa-apa.”

Di tempat lain, ia membantu anak kecil yang terjatuh. Merapikan barang dagangan. Dan sekadar menyapa warga yang ia temui.

Hari demi hari… perlahan, rakyat mulai mengenalnya.

“Dia gadis yang bersama Pangeran Reyd.”

“Ia ramah sekali…”

“Tidak seperti bangsawan lain.”

Bisikan itu mulai terdengar di berbagai sudut kota.

Tidak butuh waktu lama—rakyat mulai menerima keberadaan Lein. Bahkan beberapa bangsawan mulai melihatnya dengan pandangan berbeda.

---

Di kejauhan, Reyd memperhatikan dari atas balkon. Ia melihat Lein yang berbicara dengan rakyat, membantu tanpa ragu.

Senyum tipis muncul di wajahnya. Namun matanya tetap serius.

Ia tahu, tidak semua orang akan menerima Lein dengan mudah. Terutama di dalam istana.

Namun, Reyd tidak berniat mundur. Karena baginya, Lein bukan hanya seseorang yang ia cintai. Namun juga… seseorang yang pantas berdiri di sisinya.

---

Di sebuah pertemuan kecil, beberapa bangsawan berbicara.

“Jika dia bisa membawa perubahan pada Pangeran Reyd…”

“Sungguh tidak bisa diremehkan.”

Namun… tidak semua memiliki pandangan yang sama.

Di sudut lain ruangan, beberapa bangsawan tampak tidak setuju.

“Seorang gadis tanpa latar belakang jelas…”

“Sama sekali tidak pantas berada di sisi pangeran.”

“Terlebih calon permaisuri.”

Nada mereka dingin. Penuh keraguan.

Bagi mereka, asal-usul adalah segalanya. Dan Lein… tidak memiliki itu.

---

Siang hari di halaman luar Istana Risvela terasa cukup ramai. Para prajurit berlatih. Beberapa bangsawan berlalu-lalang.

Di area latihan, suasana tiba-tiba berubah.

DUM! DUM! DUM!

Suara langkah berat menggema. Semua orang menoleh.

Seorang pria bertubuh besar berjalan mendekat. Bahunya memikul palu raksasa yang terlihat sangat berat. Tanah sedikit bergetar setiap langkahnya.

Beberapa prajurit saling berbisik.

“Itu…”

“Bukankah dia—”

Pria itu berhenti di tengah area. Ia menyeringai lebar.

Namanya Kegiant Torlrs.

Tanpa basa-basi, ia mengangkat palunya dan menunjuk ke depan.

“REYD!”

Suara kerasnya menggema. Beberapa orang terkejut.

Tak lama, dari sisi lain area, Reyd muncul dengan langkah tenang. Ia menatap sosok besar itu.

“Kegiant…”

Kegiant tertawa keras.

“Hahaha! Sudah lama sekali aku tidak melihat Pangeran bodoh!”

Ia menurunkan palunya ke tanah.

DUM!

Debu sedikit beterbangan.

“Aku dengar kau kembali!”

Kegiant menatap Reyd dengan semangat membara.

“Jadi aku langsung datang!”

Reyd menghela napas kecil.

“Aku sudah bisa menebaknya.”

Kegiant menunjuknya lagi.

“Bertarunglah denganku! Aku ingin balas semua kekalahanku dulu!”

Beberapa prajurit mulai berkumpul. Bahkan beberapa bangsawan ikut memperhatikan.

Reyd melangkah sedikit mendekat.

“Kau masih sama seperti dulu rupanya.”

Kegiant menyeringai.

“Tentu saja!”

Ia mengangkat palunya sedikit.

“Bedanya sekarang…”

Aura kuat mulai terasa dari tubuhnya.

“Aku lebih kuat!”

Reyd menatapnya dengan tenang. Angin tipis mulai berhembus di sekitarnya.

“Aku juga merasa bertambah sangat kuat.”

Jawabnya singkat.

Kegiant tertawa lagi.

“Baguslah!”

Ia memutar bahunya sedikit.

“Kalau begitu… jangan menahan diri sebagai pengecut!”

Di kejauhan, Lein, Vaks, dan Felixa ikut melihat.

Lein sedikit khawatir.

“Itu teman Reyd?”

Vaks mengangguk santai.

“Ya, tapi juga rivalnya.”

Felixa menambahkan.

“Dia selalu kalah berduel.”

Kegiant mengangkat palunya tinggi.

“AYO, REYD!”

Reyd mengangkat tangannya perlahan. Angin mulai berkumpul. Perlahan berubah menjadi biru.

Beberapa orang langsung terkejut melihatnya.

1
Protocetus
Min belum kontrak min?
Mr. Wilhelm
Ini beda penulis sama novel² sebelumnya, kah?

soalnya jauh bnget beda tulisannya sama novel² yg sebelumnya?

what happen?
Apin Zen: Gk om, Setiap novel pakai editor.
Soalnya malas revisi, meski dikit juga sih yang baca tapi seru nulis novel fantasy, hehe.
total 3 replies
Mr. Wilhelm
Keknya mending dihapus narasi yg sebelumnya deh, soalnya hampir sama dengan dialog ini.
Mr. Wilhelm
Emmm harusnya Ayahnya kan yg pewaris dan Seyron jdi ahli waris?
Mr. Wilhelm
Keknya harus upload ulang, paragrafnya jdi jelek, langsung copas, kah?
Apin Zen: baca ulang lagi bab 1 nya Mr, apa masih kurang🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!