NovelToon NovelToon
Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos
Popularitas:341
Nilai: 5
Nama Author: Erna Lestari

Oskar Biru Arkais sorang pemuda yang berusaha mencari arti cinta Sejati,
Dan Si Mahira Elona Luis si Gadis Tomboy yang Tak Pernah Percaya akan Adanya cinta Sejati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

DI DEKAT POHON BERINGIN YANG LEGENDARIS

Malam menjelang hari terakhir perkemahan, suasana lokasi semakin hangat dengan cahaya lilin dan nyala api dari unggun yang akan segera dinyalakan. Namun sebelum acara malam dimulai, Biru mengambil kesempatan untuk mengajak Elona keluar dari area perkemahan menuju sebuah tempat yang sudah dia persiapkan dengan hati-hati.

“Elona, bolehkah kita bicara sebentar?” ujar Biru dengan suara yang sedikit gemetar namun penuh keyakinan. “Ada sesuatu yang aku ingin katakan padamu hhehe.”

Elona melihatnya dengan ekspresi yang penuh rasa penasaran namun juga sedikit khawatir. “Apa ada masalah lagi ya Pak Ketua? Kalau tentang Zayla, aku sudah tidak menyalahkannya lagi kok. Dia juga sudah meminta maaf kan?”

“Bukan tentang itu, Elona,” jawab Biru dengan senyum lembut sambil menarik tangannya dengan lembut. “Aku ingin membawamu ke suatu tempat yang aku rasa kamu akan suka.”

Mereka berjalan melewati jalur yang sudah ditandai dengan hati-hati, hingga akhirnya tiba di bawah sebuah pohon beringin besar yang tampak sangat tua dan megah. Cahaya bulan yang lembut menerangi area sekitar pohon, membuat suasana terasa sangat romantis dan tenang.

“Kenapa kita ada di sini ya, Pak Ketua?” tanya Elona dengan suara lembut, merasa sedikit gugup dengan suasana yang semakin akrab.

Biru menghela napas dalam-dalam dan mulai berbicara dengan suara yang penuh perasaan. “Elona, kamu tahu kan bahwa pohon beringin ini dikenal sebagai pohon cinta di daerah ini? Konon katanya, setiap orang yang mengungkapkan cinta di bawah pohon ini akan mendapatkan kebahagiaan yang abadi.”

Elona merasa wajahnya memerah karena malu. Dia sudah bisa menebak apa yang akan dikatakan oleh Biru, namun dia tetap ingin mendengarkannya dengan saksama.

Biru berdiri menghadap Elona dengan ekspresi yang sangat serius namun penuh kelembutan. Dia mengambil kedua tangan Elona dengan lembut dan melihat langsung ke dalam matanya.

“Elona, ini sudah adalah kalinya aku mengungkapkan perasaanku padamu,” ujar Biru dengan suara yang semakin jelas dan penuh perasaan. “Aku tahu bahwa sebelumnya kamu selalu menjauh dariku, dan aku mengerti alasannya. Tapi aku tidak bisa lagi menyembunyikan perasaanku yang sudah tumbuh begitu dalam di hatiku.”

Dia melanjutkan dengan mata yang mulai berkaca-kaca karena emosi. “Dari pertama kali aku bertemu denganmu, aku sudah merasakan sesuatu yang berbeda. Kamu adalah orang yang kuat, baik hati, dan selalu siap membantu orang lain tanpa pamrih. Meskipun hidupmu penuh dengan tantangan dan kesulitan, kamu tetap bisa tersenyum dan memberikan kehangatan pada orang-orang di sekitarmu.”

Elona hanya bisa berdiri dengan mata yang juga mulai berkaca-kaca, tidak bisa berkata apa-apa karena emosi yang meluap di dalam hatinya.

“Kamu bilang bahwa kamu tidak ingin menjadi beban bagiku, Elona,” lanjut Biru dengan suara yang semakin lembut. “Tapi kamu tahu apa? Kamu tidak pernah menjadi beban bagiku. Sebaliknya, kamu adalah sumber kekuatan dan inspirasiku untuk menjadi orang yang lebih baik setiap hari.”

Dia kemudian sedikit mengangkat badan dan memberikan senyum yang sedikit lucu meskipun penuh perasaan. “Aku sudah mencoba mengungkapkan cintaku sebanyak mungkin kali – mulai dari cara yang serius, bahkan sampai dengan cara yang mungkin kamu anggap aneh. Tapi kali ini, aku ingin mengatakannya dengan sangat jelas dan tulus.”

“Elona… aku mencintaimu. Tidak sebagai teman atau rekan sekolah,tapi sebagai orang yang aku ingin jadikan bagian dari hidupku selamanya. Apakah kamu bersedia memberikan kesempatan padaku untuk mencintaimu dengan benar?”

Setelah beberapa saat yang terasa sangat lama, Elona akhirnya bisa berkata dengan suara yang sedikit bergetar namun jelas terdengar.

“Kamu tahu kan Pak Ketua… aku sudah sangat mengenalmu sejak lama,” ujar Elona dengan senyum yang mulai muncul di wajahnya. “Aku melihat bagaimana kamu selalu ada untuk teman-temanmu, bagaimana kamu bekerja keras untuk sekolah, dan bagaimana kamu selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik.”

Dia melanjutkan dengan mata yang penuh cinta dan penghargaan. “Aku juga tidak bisa menyembunyikan perasaanku padamu, Pak Ketua. Tapi aku selalu merasa bahwa aku tidak layak untukmu – aku tidak punya apa-apa, bahkan harus tinggal bersama keluarga orang lain setelah kehilangan nenekku.”

Biru segera menggenggam tangannya dengan lebih erat. “Jangan pernah berpikir seperti itu lagi, Elona. Kamu adalah orang yang paling berharga bagiku di dunia ini. Cinta bukan tentang apa yang kamu miliki atau dari mana kamu berasal, tapi tentang bagaimana kamu mencintai dan menerima orang lain dengan apa adanya.”

Saat itu juga, Elona mengangguk dengan penuh keyakinan dan memberikan senyum yang indah. “Baiklah Pak Ketua… aku artinya, Biru. Aku bersedia memberikan kesempatan padamu. Dan mungkin juga untuk diriku sendiri, untuk mencoba merasakan cinta yang sebenarnya.”

Biru merasa hatinya hampir melompat keluar karena kegembiraan. Dia ingin segera memeluk Elona, namun tiba-tiba terdengar suara yang tidak diinginkan dari balik semak-semak.

“Wah wah wah! Bukankah ini romantis sekali ya?” teriak Kalash yang disusul Rekai.

“Kalian dari mana aja ya?” teriak Biru dengan wajah yang memerah karena malu, namun tetap tersenyum bahagia. “Kan aku bilang jangan ikutin kita!”

“Kita tidak sengaja kok Pak Ketua,” jawab Rekai dengan suara penuh candaan. “Cuma kebetulan aja lewat dan melihat adegan romantis ini.”

"halah pak ketuu sok kerass itu mahh idiihhh"

"ada yah orang yang nembak di bawah pohon beringin,biar apa coba"

Hahahhahah tawa mereka bersama

Saat mereka semua mulai berjalan kembali ke lokasi perkemahan, Biru masih terus menggenggam tangan Elona dengan erat. Meskipun ada sedikit kekacauan karena munculnya teman-teman mereka yang tidak terduga, namun suasana tetap terasa sangat bahagia dan penuh cinta.

“Terima kasih sudah memberikan kesempatan padaku, Elona,” ujar Biru dengan suara lembut saat mereka berjalan bersama. “Aku akan selalu mencintaimu dan menjagamu dengan sepenuh hati.”

Elona hanya bisa tersenyum dan mengangguk dengan penuh kebahagiaan. Dia tahu bahwa masa depan mereka mungkin akan penuh dengan tantangan, namun dengan cinta dan dukungan satu sama lain, dia yakin bahwa mereka akan bisa melewatinya semua bersama-sama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!