NovelToon NovelToon
Dekapan Maut Gadis Manja

Dekapan Maut Gadis Manja

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:110
Nilai: 5
Nama Author: Cloud_berry

Crystal Kusuma sih bungsu dari keluarga Kusuma yang terobsesi pada sang daddy sejak bayi.
Sedari dalam kandungan bayi mungil berusia dua tahun tersebut selalu ingin berada dekat dengan Jimmy Kusuma sang daddy.
Mereka pikir itu hanya ketertarikan biasa putri kecil pada daddynya. Siapa sangka obsesi tersebut malah berubah menjadi dosa terlarang selama belasan tahun?

Dosa terlarang dimana sang daddy Jimmy Kusuma pun tidak menyadarinya.

Selama ini kematian-kematian pegawai di kantor hukumnya, jimmy kira semata hanya kecelakaan biasa.

Tapi mereka salah, semua itu adalah dosa yang dilakukan Crystal kecil.....

Lalu dosa apa itu? Apa yang bisa dilakukan oleh bayi berusia dua tahun?

Saksikan eklusif disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cloud_berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 23 : I Love Mommy

Pagi itu, sinar matahari menerobos masuk melalui celah gorden sutra di kamar utama, namun suasana di dalamnya terasa tidak biasa. Jimmy sudah rapi dengan kemeja kerjanya, berdiri di tepi tempat tidur sembari menatap putri bungsunya yang masih meringkuk di balik selimut tebal.

​"Crystal, bangun Sayang. Ayo mandi, Daddy harus berangkat ke kantor," suara Jimmy rendah, mencoba membujuk dengan lembut.

​Biasanya, mendengar kata "kantor", Crystal akan langsung melompat kegirangan. Namun kali ini, gadis kecil itu hanya menggeliat pelan, lalu justru merapatkan tubuhnya ke arah Alice yang masih terlelap di sisi lain tempat tidur. Tangan mungilnya memeluk pinggang ibunya dengan erat, seolah-olah Alice adalah guling kesayangannya.

​"Tidak mau... Crystal mau di sini," gumam Crystal dengan suara serak khas bangun tidur.

​Jimmy mengernyitkan dahi. Ia mencoba taktik yang biasanya paling ampuh. "Kalau tidak bangun sekarang, Daddy tinggal ya? Crystal tidak boleh ikut ke Menara Kusuma hari ini."

​Di luar dugaan, Crystal tidak menangis atau meronta atau juga melompat kegendongan Jimmy. Ia justru semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Alice. "Iya... Daddy pergi saja. Crystal mau sama Mommy."

​Jimmy terpaku. Ini adalah pertama kalinya dalam dua tahun Crystal menolak kehadirannya demi Alice. Ada rasa kehilangan yang aneh di dada Jimmy, namun ia mencoba menepisnya dengan logika.

Mungkin fase posesifnya sudah berakhir, pikir Jimmy. Ia merasa lega, mengira bayinya mulai tumbuh normal dan bisa mencintai ibunya tanpa drama. Namun jauh di lubuk hatinya, ada firasat kecil bahwa ketenangan ini justru adalah tanda badai yang lebih besar.

​Demi menjaga ketenangan rumah sebelum ia berangkat, Jimmy membungkuk dan membisikkan peringatan tegas di telinga Crystal. "Baiklah. Tapi janji pada Daddy, jangan berbuat onar di rumah. Jangan buat Mommy pusing. Kalau Daddy dengar ada keributan, besok Daddy kurung di kandang singa. Mengerti?"

​Crystal yang masih setengah mengantuk hanya mengangguk patuh, matanya bahkan tidak terbuka.

​Di sisi lain tempat tidur, Alice sebenarnya sudah terbangun sejak tadi. Ia mendengar setiap kata dalam percakapan itu. Awalnya, Alice ingin segera bangun dan mengusir putri bungsunya itu ke tangan Jimmy.

Ia trauma. Ia takut jika dibiarkan berdua, Crystal akan kembali melancarkan aksi "iblis kecilnya" saat Jimmy tidak ada. Namun, mendengar Jimmy meminta secara khusus agar Crystal tenang, Alice memutuskan untuk diam dan mencoba memberikan kesempatan pada situasi ini.

​Siang hari di Mansion Kusuma terasa sangat damai, sebuah keajaiban yang hampir mustahil terjadi jika ada Crystal di sana. Namun, hari ini berbeda. Crystal benar-benar menepati janjinya pada sang Daddy.

​Gadis kecil itu mengikuti Alice ke mana pun di dalam rumah, namun bukan untuk merusak barang, melainkan untuk memperhatikan. Saat Alice berada di dapur—satu-satunya tempat di mana Alice merasa memiliki kendali—Crystal duduk manis di atas kursi tinggi, memperhatikan ibunya yang sedang menyiapkan makan siang.

​"Mommy masak apa?" tanya Crystal polos.

​"Pangsit udang," jawab Alice singkat, matanya tetap fokus pada kulit pangsit yang ia lipat dengan sangat rapi—sebuah keterampilan chef yang masih ia jaga dengan baik.

​Saat makanan siap, Crystal makan dengan sangat lahap. Alice memperhatikan dengan heran; putrinya biasanya sangat pemilih, namun kali ini Crystal menghabiskan satu porsi penuh tanpa sisa.

​"Mommy, tambah satu lagi," pinta Crystal sambil menyodorkan piring kosongnya.

​Alice mengernyit. "Perutmu kecil, Crystal. Kalau terlalu banyak nanti sakit perut."

​"Bukan untuk Crystal," jawab gadis itu dengan mata bulat yang berbinar tulus. "Untuk Daddy. Pangsit Mommy enak. Daddy harus makan supaya tidak cari makan di luar."

​Gerakan tangan Alice terhenti. Ia menatap putrinya dengan tatapan yang sulit diartikan. Kalimat "supaya tidak cari makan di luar" terdengar terlalu dewasa untuk anak seusia Crystal, namun nadanya begitu polos.

​Alice akhirnya menghela napas, ia kembali ke meja dapur dan menyiapkan satu porsi tambahan yang dikemas dengan sangat cantik. Ia mulai berpikir bahwa mungkin ia terlalu keras pada anaknya selama ini. Mungkin Crystal memang hanya ingin menjaga keutuhan mereka dengan caranya yang unik.

​Alice tidak menyadari bahwa pangsit itu bukan sekadar makanan. Bagi Crystal, itu adalah "umpan" yang harus dibawa Alice ke kantor untuk memastikan daddynya tidak memiliki alasan untuk menerima ajakan makan siang dari "rubah" mana pun di Menara Kusuma. Crystal sedang melatih ibunya untuk menjadi penyedia kebutuhan utama Jimmy, agar posisi "istri sah" itu tak tergoyahkan.

​"Ayo, Mommy. Kita antarkan ke Daddy sekarang," ajak Crystal dengan senyum manis yang menyembunyikan rencana besarnya.

​Wah, Crystal benar-benar sedang membangun "pondasi" aliansi yang sangat kuat ya! Dia berhasil menjinakkan Alice dengan pangsit, sekaligus menyiapkan strategi agar Jimmy tetap dalam jangkauan radar mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!