NovelToon NovelToon
Cinta Pertama Dan Takdir Keluarga

Cinta Pertama Dan Takdir Keluarga

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sandi Wabaswara

Episode 1 – Pertemuan yang Tak Pernah Terduga
Arga Wibawa adalah putra dari seorang ayah yang memiliki perusahaan ternama di Jakarta. Takdir mempertemukannya kembali dengan Alya Putri Kirana, cinta pertamanya yang tak pernah bisa ia lupakan.
Sejak perpisahan mereka di bangku SMA, Arga harus mengikuti kedua orang tuanya pindah ke Bali karena ayahnya mendapatkan proyek besar di sana. Mau tak mau, Arga meninggalkan Jakarta dan melanjutkan pendidikan kuliahnya di Pulau Dewata. Meski waktu terus berjalan, bayangan Alya tak pernah benar-benar pergi dari pikirannya.
Bertahun-tahun kemudian, Arga akhirnya lulus dari kuliahnya. Dengan tekad yang kuat, ia memutuskan kembali ke Jakarta untuk mencari sang pujaan hati. Sebulan setelah kelulusannya, Arga bersiap dan terbang menuju kota yang penuh kenangan itu.
Setibanya di Jakarta, Arga mulai mencari pekerjaan sambil berusaha menelusuri keberadaan Alya.
Sementara itu, kehidupan Alya tak berjalan semulus ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandi Wabaswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 – Bayang-Bayang Ancaman

Hari demi hari berlalu dengan ketegangan yang semakin menyesakkan. Alya dan Arga berusaha membangun kehidupan baru mereka dalam kesederhanaan, namun bayang-bayang Rayhan tak pernah benar-benar menghilang. Ada rasa tidak aman yang selalu mengintai, seolah bahaya bisa datang kapan saja.

Rayhan semakin gencar melancarkan aksinya. Ia menyewa seseorang untuk melacak keberadaan Alya dan Arga. Baginya, harga diri yang terluka tak bisa dibiarkan. Penolakan Alya adalah penghinaan terbesar dalam hidupnya. Ia bersumpah akan membuat keduanya menyesal.

Di sisi lain, kondisi keluarga Alya kian memburuk. Ayah Alya jatuh sakit parah. Tubuhnya yang dulu kokoh kini terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Rasa bersalah menghantui sang ayah. Penyesalan datang terlambat, ketika putrinya pergi tanpa jejak, membawa luka yang belum sempat sembuh.

Kabar itu akhirnya sampai ke telinga Alya.

Sore itu, Alya terduduk lemas di tepi ranjang. Tangannya gemetar memegang ponsel. Dadanya sesak, napasnya terasa berat. Air mata menetes tanpa bisa ia bendung.

Ayah masuk rumah sakit.

Kalimat itu terus terngiang di kepalanya.

Alya ingin pulang. Ia ingin berada di sisi ayahnya. Ia ingin meminta maaf, memeluknya, dan mengatakan bahwa ia masih menyayangi ayahnya, meski hatinya pernah dilukai begitu dalam. Namun ketakutan akan Rayhan menahannya. Bayang-bayang pria itu seperti jerat yang siap menelan kapan saja.

Dengan tangan gemetar, Alya menekan nama Arga di layar ponsel.

Nada sambung terdengar.

Tak lama, suara Arga menjawab di seberang sana.

“Halo, Al? Ada apa? Suaramu terdengar berbeda… kamu habis menangis, ya?”

Alya terdiam sejenak, berusaha menahan isak yang menggumpal di tenggorokannya.

“Ga… ayah masuk rumah sakit…” ucapnya lirih, nyaris tak terdengar.

Di seberang sana, Arga terhenyak.

“Apa?” suaranya terdengar tegang. “Sejak kapan? Sakit apa?”

“Aku nggak tahu detailnya… kata tetangga, ayah tiba-tiba pingsan di rumah. Sekarang dirawat intensif,” jawab Alya sambil terisak.

Arga menghela napas panjang. Hatinya ikut perih mendengar suara tangis istrinya.

“Al… dengarkan aku,” ucap Arga dengan nada lembut namun tegas. “Aku tahu kamu ingin pulang. Dan itu wajar. Ayahmu tetap ayahmu. Tapi kita harus berpikir matang.”

“Aku tahu, Ga… aku takut,” lirih Alya. “Aku takut Rayhan melakukan sesuatu pada kita. Tapi aku juga nggak sanggup membayangkan ayah sendirian di rumah sakit…”

Arga memejamkan mata. Dilema ini terlalu berat.

“Kita akan cari jalan terbaik,” katanya akhirnya. “Aku nggak akan membiarkan kamu menghadapi ini sendirian. Aku janji.”

Malam itu, kecemasan menyelimuti rumah kecil mereka. Alya nyaris tak bisa memejamkan mata. Bayangan ayahnya yang terbaring lemah terus menghantuinya. Di sisi lain, wajah Rayhan dengan senyum dingin dan tatapan penuh dendam juga tak henti muncul dalam pikirannya.

Sementara itu, Rayhan menerima laporan dari orang suruhannya.

“Keberadaan mereka sudah hampir ditemukan, Tuan. Tinggal menunggu waktu.”

Senyum tipis terukir di bibir Rayhan.

“Bagus,” gumamnya pelan. “Kali ini, aku tak akan gagal.”

Ia menatap keluar jendela apartemennya, memandang gemerlap kota Jakarta di kejauhan. Dalam hatinya, dendam membara semakin panas. Bagi Rayhan, ini bukan lagi tentang cinta, melainkan tentang harga diri yang harus ditebus.

Di sudut kota yang lain, Arga menatap Alya yang tertidur dengan wajah sembab. Ia tahu, badai besar tengah mendekat. Namun satu hal pasti, ia tak akan pernah meninggalkan Alya, meski harus menghadapi ancaman sebesar apa pun.

“Selama aku masih bernapas,” bisik Arga pelan, “tak seorang pun akan menyakitimu.”

Dan malam itu, di antara doa, ketakutan, dan harapan, takdir perlahan bergerak menuju titik paling menegangkan dalam perjalanan cinta mereka.

1
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Maulana Hasanudin
cerita sangat menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!