NovelToon NovelToon
Kupilih Keduanya

Kupilih Keduanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:939
Nilai: 5
Nama Author: A19

Zevanya Putri Wiratmadja. Putri tunggal seorang konglomerat kaya di Kotanya. Hidupnya sangat sempurna karena memiliki keluarga harmonis dan juga kakak laki-laki yang tampan. Namun siapa sangka? Diam-diam Vanya malah menyukai kakak laki-lakinya itu.

Saat Vanya dengan nekat akan menyatakan perasaannya, kakak laki-lakinya malah mengenalkan seorang wanita yang ia claim sebagai pacarnya.

Di tengah kekacauan hatinya, Vanya bertemu dengan laki-laki menyebalkan yang makin membuat kacau hari-harinya.

Akankah Vanya memilih untuk melupakan kakaknya? Ataukah Vanya lebih memilih untuk memperjuangkan cintanya? Atau malah pindah haluan dan memilih laki-laki menyebalkan yang sayangnya sangat tampan itu?

ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Mirip Seseorang

Di rumah keluarga Wiratmadja, Vanya sudah siap dengan seragam lengkapnya. Lalu ia turun ke meja makan. Disana sudah ada kedua orangtuanya minus kak Fian saja.

"Pagi Ma, pagi Pa" sapa Vanya sambil mencium pipi keduanya.

"Tumben banget nih kamu cium-cium" sindir Sinta. Meski begitu ia tetap merasa senang karena melihat keceriaan putrinya.

"Ish mama tuh nething mulu deh" Vanya mencebikkan bibirnya.

"Kost nya udah siap sayang. Besok kamu sudah bisa pindah kesana" ucap Danu sambil menyeruput kopi pagi nya.

"Yeyyy. Papa emang terbaik deh" sorak Vanya sambil mengacungkan 2 jempol ke arah Danu.

"Pagi semua nya" sapa Fian sambil duduk di samping Vanya. Hari ini Fian tampak terlihat lebih tampan dengan pakaian santainya.

"Kamu jadi libur hari ini Fian?" tanya Danu.

"Jadi dong Pa. Aku hari ini pengen nyari beberapa barang" jawab Fian dengan santai.

"Kakak mau kemana emangnya?" tanya Sinta dengan nada lembut.

"Ada deh Ma" gurau Fian.

"Ih kamu ini" balas Sinta sambil tersenyum.

"Kok cuman minum susu aja Van, nggak sarapan?" tanya Fian.

"Nanti aja di sekolah" balas Vanya cuek.

"Mumpung kakak lagi libur, ayo kakak anterin ya" tawar Fian dengan nada lembut.

"Nggak deh" tolak Vanya.

"Aku berangkat dulu ya" pamit Vanya sambil menyalimi tangan kedua orangtuanya.

Setelah Vanya benar-benar pergi, Danu langsung menatap Fian dengan tatapan menyelidik.

"Kamu lagi berantem sama adikmu?" tanya Danu.

Fian menelan makanannya terlebih dahulu, "Nggak kok pa" jawabnya.

"Kenapa papa liat Vanya sedikit berubah ya?" tanya Danu lagi.

"Mungkin perasaan papa aja" sangkal Fian.

"Ya sudah kalau begitu. Tapi kalau memang ada masalah segera selesaikan. Jangan sampai berlarut-larut. Vanya itu walaupun keras, tapi dia aslinya sangat manja. Apalagi sama kamu, kakaknya" ucap Danu.

"Iya pa, pasti" jawab Fian mantap.

'Andai nggak se rumit ini Van, mungkin sekarang status kita udah berbeda' batin Fian.

*****

Hari ini rambut panjang Vanya di kuncir satu. Setelah sampai parkiran, Vanya merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena helm.

"Woi! Kampret lo ya bikin gw gak bisa tidur nyenyak" omel Lea. Ia baru saja sampai lalu langsung melompat turun dari boncengan Tian dan menghampiri Vanya yang sedang sibuk dengan tatanan rambutnya.

"Ayok ke kelas. Ada PR Kimia loh. Lo udah ngerjain belum?" tanya Vanya.

"Anjirrrr gw lupa. Pinjem PR lo ya... Plisss" mohon Lea dengan puppy eyes nya.

"Najis! Gw jijik liatnya" balas Vanya sambil bergidik ngeri.

"Wah brengshake sekali makhluk satu ini" Lea pun menggandeng tangan Vanya untuk meninggalkan area parkir.

"Aza, Helm nya!" panggil Tian dengan kencang.

Lea langsung menoleh sambil menampilkan cengiran khasnya.

"Lo duluan aja. Abis ini gw nyusul" dengan patuh Vanya pun melangkahkan kakinya meninggalkan Lea.

Sesampainya di kelas, Vanya langsung mengeluarkan buku mapel Kimia. Tak lama kemudian, Lea datang bersama Tian dan dua sahabatnya. Padahal tadi sebelum Vanya pergi ke kelas, Dua sahabat Tian belum sampai ke sekolah.

"Aku boleh nggak nunggu disini dulu sampai bel masuk?" tanya Tian.

"Ya boleh dong. Kamu duduk situ aja tuh. Temen-temen kamu juga sekalian" tunjuk Lea ke arah meja milik teman nya yang tepat berada di samping meja nya.

"Najis banget udah aku-kamu aja" sindir Rain yang juga baru saja datang.

"Yeee syirik aje lo kutil anoa" balas Lea.

"Vanya yang cantik dan baik hati, gw pinjem dong buku PR nya" rayu Lea sambil mengharapkan kursi nya ke arah belakang, menghadap meja Vanya dan Rain.

"Tuh" tunjuk Vanya dengan lirikan matanya. Buku PR itu sudah ia letakkan di atas meja.

"Untung gw udah" ucap Rain dengan sombong.

Lea pun ahirnya fokus menyalin tugas Kimia dari buku milik Vanya. Sedangkan Rain sibuk bermain ponsel. Vanya juga fokus dengan kegiatan nya sendiri, yaitu membaca novel.

Di meja samping Lea, Trio Edun duduk santai sambil mengobrol ringan.

"Eh anjir banget, kemaren gw habis ketemuan sama Vera. Dia ngotot pengen pindah juga kesini" keluh Vano.

"Seriusan? Waduh bisa-bisa sekolah damai ini bakalan riweuh kalau dia kesini" balas Tian heboh.

"Mau gimana lagi, udah gw rayu-rayu tetep nggak mempan juga. Dia keukeuh mau pindah. Anjing lah! I've lost my calm"

"Betul tuh. Nggak cuman ketenangan lo, ketenangan kita juga bakal ilang kalau itu nenek lampir sekolah di sini" ucap Tian sambil bergidik ngeri.

"Lagian ngapain sih lo pacarin dia? Kayak nggak ada cara balas dendam yang lain aja" sinis Radit.

"Ngga ada. Rencana gw itu udah mateng. Tinggal tunggu tanggal main nya aja buat eksekusi" jawab Vano dengan santai.

"Kita lihat aja nanti, dia bakal berani apa enggak macem-macem di sekolah ini" lanjutnya. Bibir sexy Vano membentuk seringaian mengerikan.

Tian melihat ke arah jam tangan mahal di pergelangan tangan nya. 10 menit lagi bel masuk berbunyi.

"Aza, aku balik ke kelas dulu ya. Bentar lagi bel masuk" pamit Tian.

"Oke Zal, nanti istirahat makan bareng ya di kantin" balas Lea sambil menampilkan senyuman manis.

Sebelum benar-benar pergi, Tian mengacak gemas puncak kepala Lea.

"Najis banget lah yang lagi kasmaran" sindir Radit.

"Syirik aja lo. Makan nya cari pacar sono. Kalo gw mah bentar lagi tunangan" pamer Tian dengan bangga.

"Brisik lo berdua! Ayo cepet jalan nya, lima menit lagi bel" omel Vano.

******

Pada pergantian pelajaran pertama dan kedua, karena guru Sejarah belum masuk ke kelas Vanya, ia memutuskan untuk ke toilet sebentar karena kebelet pipis. Ia pergi sendiri tanpa di temani oleh sahabatnya.

Setelah selesai, Vanya langsung bergegas untuk kembali ke kelasnya. Namun di lorong sepi belakang perpustakaan, seorang gadis dengan sengaja menabrak bahu kanan Vanya dengan sangat keras.

Karena tak siap, tubuh Vanya langsung oleng dan terdorong ke belakang. Dengan pasrah Vanya memejamkan matanya karena merasa akan jatuh ke lantai. Namun tiba-tiba, sepasang tangan menangkap tubuhnya.

'Kok nggak sakit? Bukan nya gw bakalan jatoh ke lantai ya?' batin Vanya bertanya-tanya.

Vanya pun membuka kedua matanya. Seketika ia langsung tersentak kaget karena wajah nya dan wajah Vano hanya berjarak 1 jengkal saja.

'Nih cewe manis juga kalo di lihat se dekat ini' batin Vano.

'Bentar bentar, muka nih cowo kalo dilihat se dekat ini kok kayak mirip siapa ya? Aduh sumpah gw kaya familiar banget' batin Vanya.

Dengan hati-hati Vano membantu Vanya untuk berdiri tegak. Gadis yang tadi menabrak Vanya langsung pergi begitu saja saat Vano menangkap tubuh Vanya.

"Lo ngga papa kan?" tanya Vano memastikan.

"GPP. Thank's" balas Vanya masih saja cuek.

"Lo kenapa sih anjir? Sumpah sifat lo beda banget sama malam waktu itu. Lo bipolar ya? Atau lo punya Alter Ego?" tanya Vano lagi.

"Nggak semua nya. Bukan nya wajar kalo gw cuek sama orang asing?" tanya Vanya balik.

Entah kenapa, ada perasaan kesal saat Vanya menganggap jika dirinya adalah orang asing.

Karena tak ada tanggapan dari Vano, Vanya langsung pergi begitu saja meninggalkan Vano yang masih tetap terdiam di tempatnya.

'Gw kenapa sih?' tanya Vano di dalam hatinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!