NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Bocah

Transmigrasi Menjadi Bocah

Status: tamat
Genre:Mafia / Transmigrasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:92.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Alena Alexandria, sang hacker jenius yang ditakuti dunia bawah tanah, tewas mengenaskan dalam pengejaran maut.

Bukannya menuju keabadian, jiwanya justru terlempar ke dalam tubuh mungil seorang bocah terlantar berusia lima tahun.

​Sialnya, yang menemukan Alena adalah Luca, remaja 17 tahun berhati es, putra dari seorang mafia dari klan Frederick.

​"Jangan bergerak atau aku akan menembakmu," desis Luca dingin sambil menodongkan senjata ke arah bocah itu.

"Ampun, Om. Maafkan Queen," ucapnya, mendongak dengan mata berkaca-kaca.

"Om?"

Dapatkah Alena bertahan hidup sebagai bocah kesayangan di sarang mafia, ataukah Luca akan menyadari bahwa bocah di pelukannya adalah ancaman terbesar yang pernah masuk ke kediaman Frederick?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35

Mendengar ucapan Sean barusan, pipi Queen perlahan memerah. Kalimat itu terdengar sangat sederhana dan tidak romantis. Bahkan diucapkan dengan wajah datar seperti biasanya.

Queen menunduk cepat. Di luar, ia terlihat seperti anak kecil yang malu dipuji pamannya. Namun di dalam hati, Alena hampir menjerit.

Apa-apaan itu?!

Jiwa dewasa yang bersemayam di dalam tubuh kecil Queen langsung merinding. Bukan karena tersipu, melainkan karena tidak nyaman.

Sejak awal, Alena tidak pernah benar-benar bisa santai bersama Sean. Tatapan pria itu terlalu tajam. Sikapnya terlalu dingin. Dan aura dominannya selalu membuatnya waspada.

Apalagi mengingat tujuan awal Sean mendekati Queen. Sean ingin otaknya. Sean ingin kecerdasannya. Meski sekarang pria itu terlihat berubah, Alena belum sepenuhnya percaya.

Dan satu hal yang paling jelas, Queen ingin kembali ke Luca.

Remaja itu mungkin cerewet, terlalu protektif, dan kadang sok dewasa. Tapi bersama Luca, ia merasa aman.

Queen menarik napas pelan. Ini kesempatannya. Sean sedang dalam suasana hati yang baik. Perubahan sikapnya terasa nyata sejak semalam.

"Paman," panggil bocah itu.

Sean yang sedang menuang kopi menoleh. "Apa lagi?"

Queen berdiri tegak dan menghampirinya. "Queen ingin sekolah."

Sean terdiam. Hyera yang sedang memakan cookies gosong hampir tersedak.

"Kau bilang apa?" tanya Sean memastikan.

"Sekolah," ulang Queen mantap. "Queen mau punya teman."

Sean menyipitkan mata. "Kau bisa belajar di rumah."

"Tidak sama."

"Aku bisa memanggil guru terbaik untukmu."

"Queen tidak mau guru," balasnya cepat. "Queen mau teman."

Hyera langsung berdiri. "Aku setuju," katanya tanpa ragu.

Sean melirik tajam pada adiknya. "Tidak ada yang bertanya padamu."

"Meski dia jenius, dia tetap anak kecil. Dia butuh adaptasi sosial. Kau tidak mau dia tumbuh jadi sepertimu, kan?" sahut Hyera memberanikan diri mengungkapkan pendapatnya.

Sean menatapnya dingin. Hyera langsung pura-pura sibuk minum kopi.

Queen bergegas maju selangkah. "Kalau Queen sekolah, Queen bisa belajar banyak hal."

Sean masih diam. Ia tahu ada maksud tersembunyi dari keinginannya yang tiba-tiba.

Jika Queen sekolah, berarti dia akan berada di dunia luar.

Dan dunia luar berarti, Luca.

Sean tidak bodoh.

"Tidak," jawabnya singkat.

Queen langsung cemberut.

"Kenapa?"

"Aku bilang tidak, ya, tidak!" itu adalah jawaban menyebalkan khas seorang Sean. Si tembok beton.

Namun Queen tidak menyerah. Ia mendekat lagi.

"Paman, Queen janji akan pulang tepat waktu."

"Tidak."

"Queen juga tidak akan kabur."

Sean mengangkat alis. "Jadi, sebelum ini kau pernah berniat kabur?"

Queen langsung gugup. "Tidak, maksud Queen…"

Hyera menahan tawa. Melihat mereka berdua mirip seperti ayah dan anak yang sedang berdebat.

Ah, Hyera jadi membayangkan bagaimana jika kakaknya itu menikah dan punya anak? Apakah dia masih akan bersikap dingin?

Queen tak menyerah, ia punya senjata terakhir. Queen mengingat sesuatu dari film kartun semalam. Anak kecil yang memohon pada ayahnya.

Queen menarik napas panjang.

Ia berdiri jinjit dan mengecup pipi Sean.

Cup!

Dunia seperti berhenti berputar. Cangkir kopi di tangan Sean hampir jatuh.

Hyera sendiri membelalak. Pelayan di sudut ruangan shock dan pura-pura tidak melihat apa pun. Dan di dalam kepala Alena, ia menjerit histeris.

"Astaga apa yang baru saja aku lakukan?! Aku mencium dia?! Tidak, tidak! Aku akan mandi lumpur! Sabun tiga karung!"

Queen benar-benar merasa ingin berlari ke kamar mandi sekarang juga.

Sedangkan Sean masih berdiri kaku. Wajahnya memerah. Benar-benar merah sampai ke telinga. Ia bahkan lupa bernapas beberapa detik.

"Queen mau sekolah," katanya kecil.

Sean berkedip beberapa kali, lalu tiba-tiba berdeham keras.

"A—atur saja," ucapnya tergagap.

Hyera menganga. "Hah? Secepat ini kakak setuju?"

Sean memalingkan wajah cepat-cepat tanpa menghiraukan ucapan adiknya.

"Hyera. Urus semua keperluan Queen."

"Seriously?!" Hyera hampir melompat dari duduknya.

"Sekolah terbaik di Milan," tambah Sean cepat tanpa menoleh.

"Tapi, Kak—"

Namun pria itu sudah berjalan pergi dengan langkah cepat sebelum Hyera menyelesaikan ucapannya. Sean seperti sedang kabur. Dan Hyera melihat jelas telinga kakaknya merah

Begitu Sean memghilang di balik dinding, Queen dan Hyera saling menatap.

"Kau hebat!" bisik Hyera kagum. "Aku sudah bertahun-tahun mencoba mendapatkan hatinya. Sementara kau hanya butuh satu ciuman!"

Queen tersenyum kaku. Di dalam hati, Alena masih mengumpat tanpa henti.

"Aku akan rendam diri di lumpur. Lumpur gunung berapi. Disinfektan sekalian."

"Aku merasa jiwaku kotor…" gumam Queen lirih tanpa sadar.

Hyera mengernyit. "Apa?"

"Tidak apa-apa, Bibi," jawabnya cepat.

Sementara itu, di luar. Sean berjalan cepat. Sangat cepat.

Ia berhenti di tikungan kosong. Tangan Sean menyentuh pipinya sendiri

"Bocah itu, berani sekali menciumku!" gumamnya pelan. Sean tidak tahu harus marah atau tersenyum.

1
Ida Kurniasari
lah tiba tiba tamat thor
jenny
ini kemana ya kk author nya??
ditunggu kelanjutannya lhooo 🥺
jenny: jangaaaannn kak. .
semoga nanti malam dapat inspirasi ya kak. . 🙏🏿
total 2 replies
Tatiw
aneh bgt bukanya bersyukur d tolong ya mlh ngelunjak si queen
・゚・ Mitchi ・゚・
seriusan udh tamat ini kak,, kan blum gede Queen'y juga.. hiks
・゚・ Mitchi ・゚・: ih kaka mah,, aku bentar² liat kirain bakalan update, kok malah ga ada teruss. please lanjut kak
total 2 replies
Inez Putri
sebenernya bgus, tp buat tokoh alena/queen di buat emang umur 5thn,jd gak ngadi² pikirannya.
Dew666
💎💎💎💎💎
Tiara Bella
wow Queen hebat bs menenangakan Sean .
🇮🇹 25
where you go kaka mey? 😒
🇮🇹 25: penyemangat kaka mey 🌚🌚🌚
total 2 replies
Kinara Widya
siapa ya yg berhianat pada Sean...dia bilang orang terdekatnya.
Dede Maesaroh
hebat quen😍
Dian SAlfitrhee
💪💪
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
tinie
hadeeuu mode ngamuk si sean
untung queen cepet pulang,
Tiara Bella
bener dugaan Queen Sean pasti ngamuk mknya dia hrs ada dirmh Sean dl....
Kinara Widya
jodohin sama lili saja kak s perjaka tua ini(Sean)
Dian SAlfitrhee: GK ada season 2 nya Thor,?
total 2 replies
Dede Maesaroh
ayolah paman sean jangan ngamuk mulu nanti darah tinggi😁
comelciripa
leh q maraton moco rampung 🤭
comelciripa: cus....nyang sijine🤭
total 2 replies
Ita Xiaomi
Calon suami merangkap kakak jg😁
tinie
eeh kemarin bikin kaget saja, masaa belum kelar cerita udah selesai aja😔😔

lanjuuutt😁😁
tinie: ya media masih rame, dsini agak sepi
cuman bangun pagi dibangunin sama petasan,,
dibilang aman belum
masih waspada,, cuman agak sepi
total 4 replies
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
kenapa gak ngomong baik² kali aja dikasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!