setelah berhasil membalas dendam, Tang Yan merasakan kelegaan di hatinya yang membuat kepribadian nya berubah riang dan sedikit konyol.
perjalanan Tang Yan kali ini akan dimulai dari dunia Cyber-kultivasi.
bagaimana ceritanya..? tunggu dan nantikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
membangun markas
Tang Yan memasukkan kotak itu ke dalam saku jubahnya yang secara misterius bisa menelan benda sebesar apapun. "Ini akan menjadi kuali alkimia terbaikku. Dengan ini, aku bisa membuatkanmu serum yang lebih kuat dari sekadar sereal," kata Tang Yan dengan senyum cerah di wajahnya, ia tidak menduga akan menemukan sesuatu yang berharga di antara tumpukan rongsokan logam yang kumuh ini.
Kesunyian di antara gunungan sampah itu tiba-tiba pecah oleh suara geraman mekanik yang kasar. Dari balik bayang-bayang tumpukan sasis pesawat, belasan kendaraan modifikasi muncul. Kendaraan-kendaraan itu tampak seperti mimpi buruk. Dengan bentuk-bentuk yang aneh. Setengah tank, setengah serangga logam, dengan lampu sorot kuning yang menyapu ke arah mereka.
Di atas kendaraan utama, berdiri seorang pria raksasa yang hampir seluruh tubuhnya telah diganti dengan baja kasar. Rahangnya adalah rahang buaya mekanik yang mengeluarkan suara klik-klik-klik saat ia berbicara melalui synthesizer suara yang rusak.
"Hahaha! Lihat apa yang dimuntahkan oleh pipa hari ini!" teriak sang pemimpin Scavenger, yang dikenal sebagai Baron Baja. "Seorang bocah kaya, wanita cantik yang tampak seperti boneka porselen, dan seekor binatang dengan tembaga yang sangat murni di tanduknya! Hari ini Sektor 13 akan merayakan pesta besar!"
Para pemulung lainnya tertawa, suara mereka terdengar seperti gesekan amplas di atas seng. Ada sekitar tiga puluh orang, semuanya dilengkapi dengan lengan mekanik berat dan senapan laser rakitan yang tidak stabil.
Luna melangkah maju, kakinya memijak tumpukan sirkuit hingga hancur. "Kalian datang di waktu yang salah," katanya, suaranya kini memiliki kepercayaan diri yang tidak ia miliki sebelumnya. "Pergilah sebelum aku merubah kalian menjadi rongsokan yang lebih buruk dari tempat ini."
"Gadis kecil ini punya nyali!" Baron Baja tertawa terbahak-bahak, rahang mekaniknya bergetar hebat. "Tangkap dia hidup-hidup! Kita bisa menjual organ bersihnya ke pasar gelap Distrik Atas dengan harga selangit!"
Tang Yan justru duduk santai di atas sebuah monitor tabung kuno, mengeluarkan sebuah apel dari sakunya. "Luna, ingat apa yang kukatakan kemarin di ruang gym? Fokuskan kekuatanmu pada satu titik. Anggap besi-besi di depanmu ini adalah adonan roti yang harus kau uleni."
Chu Ziyi tetap berdiri di belakang Tang Yan, tangannya terlipat di depan dada. Ia tidak berminat membantu; ia ingin melihat apakah latihan "barbar" Tang Yan benar-benar bisa merubah manusia fana menjadi sesuatu yang layak disebut petarung.
Terutama karena energi spiritual di dunia ini sangat tipis. Jadi, sangat sulit bagi Luna untuk melatih energi batinnya. Dan hanya latihan tubuh fisik lah yang layak di budidayakan di tempat ini.
Tiga unit motor serangga melesat ke arah Luna dengan kecepatan tinggi. Ujung tombak berlistrik terpasang di depan kendaraan mereka.
Luna menarik napas dalam, membiarkan energi yang tersimpan di dalam sumsum tulangnya meledak ke seluruh ototnya. Baginya, dunia seolah melambat. Kendaraan yang melaju 100 km/jam itu kini tampak seperti siput yang merayap di matanya.
Boomm!
Luna tidak menghindar. Ia melepaskan satu pukulan lurus tepat ke arah moncong kendaraan pertama.
Hanya dengan satu pukulan logam tebal itu hancur berkeping-keping seolah-olah hanya terbuat dari kaca tipis. Kendaraan seberat dua ton itu terangkat ke udara, berputar beberapa kali sebelum menghantam tumpukan rongsokan di belakangnya dan meledak menjadi bola api yang terang.
"Apa?! Bagaimana mungkin?!" teriak Baron Baja. "Dia tidak punya modifikasi penguat tekanan! Bagaimana tangan manusia bisa menghancurkan paduan titanium?!"
Luna tidak memberikan waktu bagi mereka untuk berpikir. Ia melesat—bukan lari, tapi benar-benar melesat layaknya peluru yang ditembakkan dari larasnya ke arah barisan Scavenger di belakang. Setiap kali tinjunya mendarat, sebuah bagian dari mesin atau tubuh mekanik musuh akan hancur menjadi serpihan.
"Ini... ini sangat ringan," gumam Luna di tengah pertempuran. Ia merasa seolah-olah ia sedang menari. Setiap gerakan terasa begitu alami, berkat sinkronisasi energi yang diajarkan Tang Yan.
Melihat pasukannya dibantai oleh seorang gadis remaja, Baron Baja menjadi murka. Ia menarik sebuah senapan plasma raksasa dari punggungnya dan membidik Luna. "Mati kau, monster!"
Dengung! Dengungan!
Tembakan plasma berwarna ungu melesat cepat. Namun, sebelum menyentuh Luna, sesosok bayangan putih melintas lebih cepat.
Xiao Bai, dengan satu lonjakan listrik dari tanduknya, menelan energi plasma tersebut seolah-olah itu hanyalah camilan sore. Ia mendarat di depan Baron Baja dengan tatapan angkuh yang ia pelajari dari Chu Ziyi.
"makhluk aneh apa lagi ini?!" teriak Baron Baja dengan ngeri.
Tang Yan menggigit apelnya dengan santai sambil menonton pertunjukan. "Xiao Bai, kau terlalu rakus. Bagikan sedikit untuk teman-teman besi kita itu."
Xiao Bai meringkik kencang. Suaranya memicu gelombang kejut elektromagnetik yang sangat kuat. Membuat seluruh sistem sibernetik di area tersebut seketika mati total. Robot-robot pemulung terjatuh kaku, dan lengan-lengan mekanik para Scavenger terkunci di posisi yang aneh.
Baron Baja terjatuh dari kendaraannya karena kaki mekaniknya kehilangan daya. Ia menatap Tang Yan yang sedang berjalan santai ke arahnya dengan ketakutan yang mendalam.
"Kau... siapa sebenarnya kau?" tanya Baron Baja dengan suara bergetar.
Tang Yan menyeringai konyol, berjongkok di depan pria raksasa itu. "Aku? Aku hanya seorang turis yang sedang mencari kuali alkimia. Tapi sepertinya, aku baru saja menemukan tempat tinggal sementara yang cukup nyaman."
Tang Yan menunjuk ke arah sebuah menara rongsokan yang paling tinggi di kejauhan, di mana sebuah pemancar radio tua yang rusak berdiri megah. "Di sana. Kita akan membuat markas di sana."
Luna mendekati Tang Yan, napasnya sedikit terengah namun matanya bersinar terang. "Kita baru saja memicu perang dengan seluruh faksi di Sektor 13, Tuan. Baron Baja hanyalah salah satu pion kecil."
"Bagus," jawab Tang Yan riang. "Semakin banyak yang datang, semakin banyak bahan bangunan yang kita punya untuk memperbaiki markas kita. Lagipula, Chu Ziyi butuh tempat yang lebih layak daripada tidur di atas tumpukan chip memori, kan?"
Chu Ziyi hanya membuang muka, meskipun di dalam hatinya ia sedikit terkesan dengan bagaimana Tang Yan bisa memanfaatkan situasi sekacau ini.
Tang Yan menatap kotak hitam di tangannya, lalu menatap langit Neo-Ark yang tertutup asap. Di dalam jiwanya, Buku Emas Kekacauan mulai membuka satu halaman baru—halaman yang berisi tentang "Penciptaan Dunia dari Sisa-sisa Kehancuran".
"Neo-Ark... kota yang dibangun di atas kebohongan teknologi," gumam Tang Yan pelan, suaranya terbawa angin Sektor 13. "Mari kita lihat, apakah kaisar ini bisa merubah tumpukan sampah ini menjadi istana yang akan membuat Cyber-Core gemetar ketakutan."
Dengan langkah santai, diikuti oleh seorang wanita misterius yang dingin, seorang gadis dengan kekuatan dewa, dan seekor Kilin yang hobi makan kabel, Tang Yan berjalan masuk lebih dalam ke jantung Sektor 13.
Di malam yang abadi tanpa bintang di bawah tanah itu, sejarah baru Neo-Ark mulai ditulis dengan tinta alkimia kuno dan baja rongsokan.